How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00130. Le plan mature du roi (Rencana matang sang Raja)



00130. Le plan mature du roi (Rencana matang sang Raja)



“Yang Mulia.”


“Kenapa?” tanya Kaizen yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang. “Kau menemukan solusi terkait kondisi ku?”


Kaelus tampak tidak terlalu yakin. Terlihat dari bagaimana ia menggaruk pelipis ketika hendak bersuara. “Jangan-jangan Yang Mulia menjadi seperti ini karena, Selir Katarina tengah mengandung?”


Apa Kaelus tidak salah bicara? Katarina mengandung? Ia ingin tertawa saja mendengarnya.


“Tidak mungkin,” bantah Raja Robelia. Ada keyakinan yang tergambar ketika ia bicara demikian.


“Kenapa Yang Mulia bisa sangat yakin? Menurut pandangan saya pribadi, terakhir kali Yang Mulia berhubungan badan dengan Selir Katarina sekitar dua bulan yang lalu, jika benar terjadi kehamilan, maka usianya sudah memasuki Minggu ke-enam atau ke-tujuh.”


Kaelus memang cerdas. Kepribadiannya yang tenang, selalu mengambil keputusan lewat pertimbangan yang didasari oleh logika yang masuk di akal, memang tidak pernah gagal. Walaupun tidak belajar secara detail soal sistem reproduksi manusia, Kaelus cukup banyak membaca materi tentang sistem reproduksi—sebagai acuan pemahaman pra-nikah. Lantas, kenapa ia tiba-tiba bisa yakin Raja Robelia sakit—bukan sakit pada umumnya, melainkan bawaan dari janin yang dikandung oleh wanitanya?


“Saya pernah mendengar kasus di mana seorang suami dapat mengalami gejala kehamilan, di saat istrinya yang tengah hamil.”


“Aku juga pernah mendengarnya,” sahut sang Raja, santai. “Tapi tidak mungkin jika sekarang Katarina mengandung,” lanjutnya kemudian. Berhasil mengundang tanda tanya di kepala Kaelus.


“Maksud Yang Mulia? saya tahu Yang Mulia dan Selir Katarina belum dikarunia keturunan hingga detik ini. Siapa tahu, sekarang Tuhan menitipkan kepercayaan pada Yang Mulia dan Selir Katarina.”


Raja Robelia yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang tampak sangsi dengan kepercayaan Kaelus. Ia sangsi akan kepercayaan Kaelus, karena memang ia memiliki alasan kuat akan kepercayaan bahwa kehamilan tidak mungkin terjadi pada Selir Katarina.


“Aku selalu menggunakan kontra—resepsi,” ujar Kaizen, kemudian.


Kejujuran Raja Robelia itu jelas membuat sang tangan kanan membeku seketika.


“Sebelum, selama, dan sesudah berhubungan dengan Katarina, aku selalu memastikan bahwa semuanya aman.” Kaizen kembali berkata dengan nada bicara yang biasa saja. Raut wajahnya juga tampak tenang ketika menjelaskan. “Aku menggunakan kontra—resepsi alami, begitu pula Katarina.”


“Selir Katarina tahu mengenai masalah ini?” tanya Kaelus kemudian, pasca kembali mendapatkan kesadaran.


“Tentu saja tidak,” jawab Kaizen. “Aku sengaja menyembunyikannya, karena dia memang berkeinginan untuk melahirkan seorang putra untukku. Di sisi lain, aku tidak menginginkan keturunan ku lahir dari wanita lain, kecuali Kayena.”


Kaelus menghela napas berat. Ia sudah merasa menjadi sosok yang paling dekat, paling paham, serta paling dipercaya oleh Raja Robelia; rupanya sang Raja sendiri masih menyembunyikan banyak rahasia darinya. Salah satu contohnya adalah masalah ini.


“Jika boleh tahu, bahan apa yang digunakan Yang Mulia sebagai kontra—resepsi alami, sehingga Yang Mulia sangat yakin tidak akan terjadi kehamilan, di saat Yang Mulia masih kerap berhubungan badan?”


Kaelus tidak tahu harus memberikan respon apa. Ia masih terlalu terkejut. Sempat terbesit pemikiran bahwa ada yang salah dengan mantan Selir Agung kesayangan Raja Robelia, karena tak kunjung mengandung. Bukan berarti Kaelus mengharapkan penerus lahir dari kandungan wanita itu pula. Ia hanya terheran-heran. Sekarang, terjawab sudah keheranannya. Rupanya, Raja Robelia tega juga kepada wanita yang diakui sebagai kekasihnya.


“Aku bukan tidak percaya kepada mu. Soal masalah ini, hanya aku dan dokter kerajaan yang tahu,” lanjut Kaizen. “Ada lagi, salah seorang pelayan yang bertugas mengurus makanan Katarina. Untuk racikan kontra—resepsi alami, aku sendiri yang membuatnya dari campuran biji benih wortel, tanaman rue, akar tanaman stoneseed, biji buah papaya, akar dandelion, sampai tanaman tripterygium wilfordii yang sudah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Cina. Semua tanaman itu dapat melemahkan, mencegah sampai menggagalkan pembuahan, karena terjadinya pelemahan tenaga sper—ma.”


Kaizen tampak bicara dengan luwes, seolah-olah ia memang alchemist yang ahli membuat pil, obat-obatan, dan sebagainya. Padahal Kaelus tahu bahwa semua pengetahuan itu didapatkan sang Raja dari membaca. Kecerdasannya memang patut diacungi jempol.


“Aku mempelajari semuanya sendiri. Meracik, kemudian melakukan uji coba di bawah pengawasan dokter ahli.”


Tambahan informasi tersebut tentu saja membuat Kaelus gatal; ingin bertanya. “Itu berarti … sejak lama Yang Mulia telah merencanakannya?”


“Tentu saja aku merencanakannya dengan baik, karena aku tidak ingin melahirkan Kaezar kedua dari garis keturunan ku. Sebelum mengambil Katarina sebagai wanita simpanan, aku sudah memikirkan berbagai cara supaya aku bisa menyalurkan hasratku, tanpa harus membuatnya mengandung. Dalam benakku juga selalu tertanam keyakinan, bahwa hanya Kayena yang pantas untuk melahirkan keturunan ku. Aku mencintainya. Oleh karena itu, dialah yang pantas melahirkan keturunan ku.”


Kaelus semakin terkejut mendengar pengakuan Kaizen. Seharusnya ia tidak terkejut lagi, karena memang sudah tahu Kaizen mengangkat Katarina sebagai wanitanya. Selain beruntung karena dapat menjadi wanita yang dipilih Kaizen untuk menuntaskan hasratnya yang menggebu-gebu, Katarina tidak memiliki daya Tarik lain. Katarina memang cantik, namun masih banyak wanita lain yang lebih cantik darinya, seperti Kayena dan Caecilia. Sekali lagi, ia hanya beruntung, karena menjadi wanita yang mampu mengimbangi hasrat liar sang Raja.


“Satu lagi yang harus kamu tahu, Kaelus. Walaupun terdengar seperti pria yang sangat bajing*n, aku melakukan semua ini murni karena aku hanya menginginkan tubuh Katarina. Sejak awal, cintaku sudah berlabuh pada Kayena. Jadi, benih ku hanya diperuntukkan untuk ladang milik Kayena. Secara khusus, aku juga meminta dokter kerajaan untuk meresepkan ramuan herbal yang bagus untuk kesuburan. Ketika aku mendatangi Kayena untuk berhubungan badan, aku selalu memastikan bahwa dia siap untuk menerima benihku.”


Di sini Kaelus cukup menjadi pendengar yang bijak, karena baginya ada hal-hal yang tidak dapat dicampuri di dunia ini. Ketika Kaizen sendiri yang mengatakan kebenaran ini kepadanya, itu membuktikan bahwa Kaizen percaya. Sebagai seorang Ksatria bertuan yang telah bersumpah untuk setia, sudah menjadi kewajiban Kaelus untuk menjaga kepercayaan sang Raja.


Hari ini ia menampung lagi satu kebenaran. Kebenaran yang membuat beban di pundak kian memberat. Bagaimana tidak, siapa yang menyangka jika Raja yang terkenal sangat mencintai wanita simpanannya—selirnya, ternyata tega membuat wanita itu tidak dapat mengandung, karena hanya tubuh wanita itu yang ia inginkan.


Sekarang, jika bukan Katarina yang mengandung, lantas siapa? Kenapa Kaelus sangat yakin jika keanehan yang terjadi pada Kaizen ada kaitannya dengan kehamilan seseorang? Bukannya sok tahu, namun memang ada kasus di mana seorang pria mengalami gejala kehamilan, di saat pasangannya yang tengah berbadan dua. Sekalipun jarang, kasus tersebut memang benar-benar ada dan nyata.


Saking larutnya dalam kebenaran yang baru saja diutarakan Raja Robelia yang saat ini berkuasa, Kaelus dan Kaizen yang masih merasakannya hebatnya efek mual, sampai-sampai tidak menyadari kehadiran seorang wanita yang bersembunyi di balik dinding. Tubuh kecilnya yang merapat dengan dinding, sehingga tidak menyisakan jarak berarti, hampir saja terhuyung jika tidak berpegangan pada sebuah pilar. Kekuatan yang menjadi pondasi utama agar kakinya dapat berdiri dengan kokoh, secara tiba-tiba terkuras habis pasca mendengar pembicaraan dua pria yang familiar di matanya.


Kemudian dengan kedua tangan terkepal kuat, serta air mata yang telah turun membasahi pipi tirusnya, ia meninggalkan tempat tersebut dengan kondisi hati yang hancur berkeping-keping.


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 13-08-23