
00134. Un désastre qui arrive soudainement (Malapetaka yang datang tiba-tiba)
Sore itu taman samping istana telah disulap sedemikian rupa guna menyambut para tamu undangan. Meja-meja dipersiapkan untuk menampung kudapan-kudapan manis berwarna-warni. Ada pula gelas-gelas berkaki tinggi yang menampung minuman beralkohol. Teh hangat juga tidak absen dari meja, siap menemani sore hari para tamu undangan.
“Di mana Kaelus?”
Raja Robelia yang sudah siap menyambut para tamu undangan, sesekali mempertanyakan keberadaan tangan kanannya yang belum muncul juga. Terakhir kali mereka bertemu adalah kemarin sore, sebelum salah satu ksatria kebanggaan Robelia itu izin untuk menghabiskan lebih banyak waktu di ruang arsip. Pagi tadi mereka juga tidak sempat bertemu, karena sang Raja sibuk di ruang kerja, sedangkan tangan kanannya sibuk di balai Ksatria.
“Apakah dia masih berada di balai Ksatria?” Kaizen bertanya pada dirinya sendiri. Mengingat hingga saat ini Kaelus belum juga menunjukkan batang hidungnya. Padahal ialah yang mengurus semua kebutuhan afternoon party ini.
Sekarang acara akan segera dimulai. Kaizen bahkan sudah diberitahu bahwa kereta kuda dengan lambang beberapa keluarga bangsawan telah berjejer rapih di depan istana.
“Suatu kehormatan dapat menerima undangan dari Anda, Your Majesty.”
Sapaan itu datang dari rombongan pertama yang tiba. Seorang Duke yang berasal dari wilayah barat, datang bersama putrinya—seorang Lady yang namanya tentu saja masuk daftar pertimbangan sebagai calon pendamping Raja Robelia.
“Ini adalah putri sulung saya yang dulu satu angkatan dengan Anda di Royal Academy, Your Majesty.” Duke tersebut tidak lupa memperkenalkan putrinya. Seorang Lady yang katanya seumuran dengan Raja Robelia. Pemilik rambut pirang keemasan yang ditata sedemikian rupa serta sepasang bola mata biru laut yang kelewat mempesona.
“Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda lagi, Your Majesty.”
Kaizen mengangguk singkat. Ia memang jarang basa-basi pada orang-orang yang ditemui. Namun, karena ia adalah tuan rumah, sekaligus tidak ada pendamping yang membantunya menyelesaikan prosesi membosankan ini, mau tidak mau ia harus melakukannya sendiri.
Selain Duke yang baru saja menyapa bersama putrinya, Kaizen masih harus menyambut tamu undangan yang lain. Masih banyak tamu undangan yang akan datang, karena semua nama Lady yang masuk dalam daftar pertimbangan telah diundang bersama orang tuanya. Mereka yang akan memenuhi undangan dapat hadir bersama ayah atau ibu mereka sebagai pendamping. Tujuan di balik acara ini sudah jelas, yaitu mengumpulkan para bangsawan yang pro terhadap Kaizen.
Namun, situasi yang sempat diramaikan oleh para kepala keluarga yang memperkenalkan putrinya pada Raja Robelia, sempat terhenti akibat kehadiran wanita Raja yang menyedot seluruh perhatian. Walaupun bukan lagi pemilik gelar Selir Agung, keberadaan wanita itu di istana masih dianggap sebagai bukti “nyata” tentang keistimewaannya di hati sang Raja.
“Malam ini Anda terlihat sangat tampan, Your Majesty.”
Pujian itu dilontarkan oleh Katarina, Selir tingkat IV yang lagaknya masih seperti Selir Agung. Ia memenuhi janji untuk datang dengan percaya diri. Tidak ada rasa insecure sama sekali ketika ia bergabung dan memperlihatkan kedekatannya dengan Kaizen. Hadir dengan gaun vintage berwana merah cerah yang melambangkan api—warna ini juga dipercaya melambangkan nasib baik, serta kekayaan atau kemakmuran. Sekilas, kehadirannya mengingatkan Kaizen pada Kayena yang muncul bak bidadari dengan balutan long dress merah bertaburan bebatuan mulia pada hari peringatan kelahiran Katarina.
Namun, ada yang beda ketika dua wanitanya sama-sama menggunakan warna merah menyala. Kayena tampak mempesona juga badas ketika tampil dengan gaun merahnya, karena pada dasarnya ia sudah seperti Dewi Kecantikan. Sedangkan Katarina yang biasa tampil dengan warna netral—mewakili image polosnya—ketika tampil dengan warna merah cerah, malah terlihat tidak cocok. Auranya tidak keluar, malah image gadis polosnya yang terbunuh. Tumbuh image gadis liar, seperti pembicaraan kalangan bangsawan ketika pertama kali Katarina diperkenalkan sebagai Selir Raja Robelia. Rubah betina yang liar tampak kembali unjuk gigi.
Kaizen kemudian berdehem kecil, menjawab pujian Katarina. Lalu ia kembali memperhatikan seorang Viscount yang tadi menyapa dirinya bersama sang putri. Kehadiran Katarina yang tiba-tiba di sisinya, ia anggap sebagai angin lalu. Kendati demikian, seperti kebiasaan sebelum-sebelumnya, wanita itu terus mengikuti layaknya “benalu” yang menempel pada Kaizen. Secara tidak langsung terlihat “sengaja” membuat para Lady segan dan ilfil ketika hendak mendekatkan diri pada calon suami idaman mereka.
Situasi berbeda baru tercipta ketika ruangan tersebut kedatangan perwakilan dari keluarga Grand Duke d’Oclean yang juga menerima undangan dari Raja Robelia.
“Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda, Your Majesty. Grand Duke d’Oclean sedang berhalangan hadir, jadi saya yang datang untuk memenuhi undangan mewakili His Grace.”
Rupanya bukan Grand Duke d’Oclean langsung yang datang bersama putri tunggalnya, melainkan keponakan sang Grand Duke. Pria muda yang usianya ditaksir under 30 tahun itu hadir seraya menggandeng putri tunggal dari keluarga d’Oclean, yaitu Lady Cyrene Asterya d’Oclean yang tampak cantik dan elegan dengan tampilan sederhana, tetapi berhasil memukau setiap mata. Gaya berpakaiannya tampak mirip dengan Kayena pada masa awal pernikahan.
“Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda, Your Majesty. Sudah cukup lama kita tidak bertegur sapa seperti saat ini,” ucap Lady Cyrene Asterya d’Oclean dengan suara lembutnya.
Kehadiran Lady Cyrene Asterya d’Oclean yang merangkap sebagai teman lama mantan Ratu Robelia disambut dengan hangat oleh semua orang. Begitu pula oleh Kaizen. Namun, tidak dengan Katarina. Wanita itu jelas mewanti-wanti kehadiran Lady Cyrene Asterya d’Oclean yang berhasil menyedot perhatian.
Selain Kayena de Pexley dan Dowager Duchess Caecilia, Lady Cyrene Asterya d’Oclean juga masuk circle Lady yang sangat disegani. Ketiganya merupakan lawan yang sangat bagi Katarina. Jika Dowager Duchess Caecilia sudah berhasil disingkirkan untuk saat ini, tinggal Lady Cyrene Asterya d’Oclean yang harus diurus.
“Berhentilah mengikutiku,” tegur Kaizen. Mulai risih dengan keberadaan Katarina. “Ingat janjimu minggu lalu. Aku akan memperkenalkan calon pendampingku malam ini. Jangan banyak bertingkah.”
Sorot mata yang biasa memancarkan rasa cinta dan mendamba tiba-tiba tampak asing bagi Kaizen. Di mana sorot mata yang biasa ditunjukkan oleh lawan bicaranya? Kenapa sekarang wanita itu terkesan sukar untuk dibaca? Apa mungkin efek dari fakta yang telah ia ketahui. Kaizen merasa harus lebih berhati-hati ketika menghadapi rubah betina yang sudah sadar jika ia sudah ditipu habis-habisan.
“Apa yang kau inginkan dariku?”
“Berjanjilah untuk terus mempertahankan saya di sisi Anda.”
Kaizen tampak menautkan kening. “Kenapa kau tiba-tiba begini? Aku hanya ingin mencari pendamping baru yang lebih potensial. Posisimu di sisiku tergantung dengan nasibmu kedepannya,” tepat di samping telinga sang wanita, ia kembali bersuara. Setengah berbisik.
“Saya bisa melakukan apa saja untuk terus berada di sisi Yang Mulia. Termasuk memberikan dukungan politik serta melahirkan pewaris bagi tahta kerajaan Robelia.”
Kaizen terkekeh kecil ketika menjauhkan wajah dari wanita tersebut. “Kau terlalu percaya diri.”
“Kenapa tidak? saya bisa melakukan segalanya untuk bersama Anda.” Dengan ekspresi wajah yang terkesan datar, Katarina bicara dengan santai. Ia tampak begitu terobsesi dengan posisi istimewa yang akan terus membuatnya berada di samping Kaizen.
“Kau terlalu banyak berubah karena serakah,” ucap Kaizen seraya melangkah maju. Sorot matanya kini telah tertuju pada seorang Lady yang tampak mencolok di antar yang lain.
Ketika Katarina mengikuti arah pandangan Kaizen, kedua tangannya terkepal di sisi tubuh. “Silahkan perkenalkan calon pendamping baru Anda. Saya tidak akan melarang, karena saya tahu posisi saya.”
Kaizen tak menggubris. Ia memilih untuk melangkah maju, hendak mendatangi pusat dari objek kedua netral gelapnya. Namun, belum sempat mereka bertegur sapa, kehadiran seseorang dari balik pintu utama berhasil menarik perhatian semua orang. Tidak terkecuali Kaizen yang langsung mengambil langkah lebar guna mendekati.
“Kaelus, apa yang terjadi?” tanya Raja Robelia dengan perasaan risau, ketika melihat lawan bicaranya.
Sedangkan sang lawan bicaranya hanya menatap dalam ke arah Rajanya, kemudian berpindah pada Katarina yang masih terpaku di tempat. “Yang Mulia,” panggilan dengan suara lemah. Rona pucat menghiasi wajahnya, membuat Kaizen semakin berpikir negatif.
“Ada apa, Kaelus? Kenap kondisimu seperti ini?”
“Saya baik-baik saja, Yang Mulia.” Pemilik nama itu bicara dengan salah satu tangan menekan bagian perut. Tempat di mana rasa sakit liar biasa menggerogoti tubuhnya. “Ada satu hal yang harus Anda ketahui,” lanjutnya dengan suara yang mulai terbata-bata. Sorot matanya masih tertuju pada Katrina yang terpaku di tempat. “Salah satu dari anak haram yang selama ini Anda cari, rupanya ada dalam dekapan Anda.”
Kaelus bicara dengan gamblang. Namun, menggunakan bahasa kuno Robelia yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Ia juga memastikan bahwa suar yang dikeluarkan tidak terdengar oleh orang lain, kecuali Raja Robelia.
Awalnya Kaizen tampak kebingungan dengan maksud dari ucapan Kaelus. Ketika Kstaria itu menambahkan, baru ia mulai menyadari tujuannya.
“Anak haram Klautviz de Meré adalah wanita yang beberapa tahun kebelakang menjadi penghangat ranjang Anda,” tambah Kaelus.
Ucapannya berhasil membuat tubuh Raja Robelia membeku sepenuhnya.
“Selama ini Yang Mulia telah dibodohi.” Kalimat itu adalah hal terakhir yang terucap dari bibir Kaelus, sebelum tubuhnya yang gagah tumbang ke depan. Jatuh ke lantai begitu saja, jika Raja Robelia tidak sigap menopangnya.
Dalam keterkejutan, ketidakpercayaan, beserta kekecewaan, Raja Robelia itu menopang tubuh satu-satunya orang yang dia percaya di seluruh Robelia. “Bertahanlah Kaelus. Aku tidak akan membiarkan kau terbunuh begitu saja.”
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 17-08-23