
00133. Kaëlus ; solutionneur de casse-tête caché (Kaelus; pemecah teka-teki yang tersembunyi)
Lembaran kertas kuning yang sudah dicoret-coret oleh tinta, tampak berserakan di atas meja. Sesekali juga terdengar suara geraman lirih dari arah tersebut. Tempat di mana seorang Ksatria tengah mencatat sesuatu dengan pena berbulu merak di tangan.
“Klautviz de Meré diduga memiliki sepasang anak kembar, hasil dari hubungan gelapnya dengan seorang wanita penghibur yang bekerja di La Beauté Cachée. Lalu, selama ini di mana wanita itu tinggal beserta kedua anaknya? Tidak ada lagi informasi yang dimuat di sini.”
Ksatria muda yang dapat menggunakan otak kiri maupun otak kanannya dengan sama baik itu tampak kebingungan. Di luar jendela, langit yang cerah telah berganti dengan gelapnya malam. Itu berarti sudah berjam-jam ia berada di ruangan ini—ruangan rahasia yang masih bagian dari ruang arsip terbesar yang ada di kerajaan Robelia. Beberapa hari belakangan, ia memang kerap menghabiskan lebih banyak waktu luang di ruang arsip. Tujuannya jelas; mencari lebih banyak informasi mengenai hubungan Dokter Christoper von Dyssel dengan Klautviz de Meré. Ditambah lagi ia juga harus menggali lebih banyak informasi untuk mencaritahu identitas kedua anak “haram” Klautviz de Meré.
Sejauh ini, selain mengurusi persiapan afternoon tea party yang akan dihadiri oleh para calon pendamping Raja Robelia, ia juga tetap mencari tahu soal identitas “keluarga kecil” Klautviz de Meré dengan wanita penghibur dari La Beauté Cachée. Informasi mengenai tempat kerja wanita yang melahirkan anak-anak Klautviz de Meré, ditemukan Kaelus setelah membaca sebuah sebuah catatan lama milik mendiang Ratu Carlein Meidia de Cartland.
Setelah mendapatkan kata kunci berupa “La Beauté Cachée”, Kaelus mengumpulkan lebih banyak informasi dari pensiunan pekerja di La Beauté Cachée. Masih ada beberapa mantan pekerja di La Beauté Cachée, salah satunya adalah wanita yang telah membesarkan Kaelus.
“Ibumu dulu pernah berkata bahwa ada seorang pria rupawan yang kerap datang ke La Beauté Cachée. Di sana, dia tidak menghabiskan waktu untuk minum-minum dengan wanita acak setiap malamnya. Akan tetapi, selalu berkunjung untuk menghabiskan waktu bersama seorang wanita penghibur yang dipekerjakan hanya untuk dirinya saja.”
Ibu Kaelus juga mantan pekerja di La Beauté Cachée. Bedanya, Ibu Kaelus bekerja sebagai perias para wanita penghibur di La Beauté Cachée. Selain itu, ibunya juga bertugas untuk membantu para wanita penghibur memilih kostum sebelum mereka menjajakan diri. Dari penuturan wanita yang membesarkannya, Kaelus jadi mengetahui perihal La Beauté Cachée. Begitu pula dengan fakta adanya pria tampan dari keluarga bangsawan yang kerap mengunjungi La Beauté Cachée. Setelah ditelisik lebih jauh, rupanya La Beauté Cachée adalah tempat hiburan favorit Klautviz de Meré.
“Satu-satunya wanita penghibur di La Beauté Cachée yang tidak pernah menerima tamu berbeda adalah Karla Kannelite. Katanya, wanita hanya diperuntukkan untuk seorang pria.”
Sejatinya, Kaelus mengambil kesimpulan setelah mencari informasi melalui arsip lama yang mencatat soal tempat usaha legal bernama La Beauté Cachée. Namun, semenjak ada laporan yang masuk ke istana, La Beauté Cachée yang merupakan tempat usaha legal ditetapkan sebagai tempat usaha ilegal. Izin operasional La Beauté Cachée juga dicabut pasca pemilik tempat hiburan tersebut ditemukan tewas.
“Dari banyaknya nama, hanya Karla Kannelite yang jarang disebutkan. Padahal ada banyak wanita penghibur yang disebutkan namanya, karena terkenal akan kemahirannya. Mungkin, alasan kenapa Karla Kannelite tidak disebutkan namanya, karena dia memang hanya menyediakan layanan pada satu pria, yaitu Klautviz de Meré.”
Dugaan Kaelus itu kemudian diperkuat dengan temuan berupa catatan lama milik mendiang Ratu Carlein Meidia de Cartland. Selain menyebutkan La Beauté Cachée sebagai “kata kunci”, mendiang Ratu Robelia itu juga menuliskan bahwa semenjak Klautviz de Meré mengenal wanita bernama Karla, kemudian terjadi perselisihan besar di antara kakak-beradik. Kakak-beradik di sini pasti mendiang Raja Robelia sebelumnya dan Klautviz de Meré.
Awalnya Kaelus juga kebingungan mencari semua informasi yang dibutuhkan. Beberapa hari ia dibuat uring-uringan, karena tak kunjung mendapatkan “jawaban” yang diinginkan. Untungnya, Kaelus mendapatkan bala bantuan dari rekan-rekannya yang bernaung di bawah organisasi Ksatria pelindung keluarga kekaisaran. Lewat bantuan mereka, Kaelus dapat mencari informasi dengan lebih efisien. Kini, ia telah menemukan potongan informasi yang harus dipecahkan. Maka tidak heran jika ia semakin betah tinggal lama di ruang arsip, sekalipun mendekati acara afternoon party yang akan dihadiri oleh para calon pendamping Kaizen.
Dilihatnya lama-lamat kertas yang menggambarkan sosok cantik yang tampak lugu dan polos, mengingatkan ia ketika pertama kali bertemu dengan Selir Raja Robelia yang saat ini berkuasa. Baik Karla Kannelite maupun Selir Raja Robelia yang saat ini berkuasa memiliki beberapa kesamaan, terutama dari fitur wajah.
“Tunggu,” ujar Kaelus tiba-tiba. Menyadari sesuatu yang membuatnya lekas mencari arsip lama tentang keluarga Grand Duke Pexley. Dalam arsip tersebut tersimpan informasi seputar keluarga Grand Duke Pexley dari generasi ke generasi. Termasuk memuat pula anggota keluarga serta para pekerja di manor mereka.
“Apa ini hanya sebuah kebetulan?” tanya Kaelus pada dirinya sendiri. Matanya masih terpaku pada gambar yang mencetak wajah para pelayan yang bekerja di kediaman Grand Duke Pexley. Kemudian berpindah pada gambar yang mencetak wajah Selir Raja Robelia ketika masih kecil, ada cukup banyak kesamaan di wajah dua wanita beda usia tersebut.
Ketika Kaelus berinisiatif untuk mencari gambar yang mencetak visual Klautviz de Meré, menyandingkannya dengan sketsa Karla Kannelite, pelayan di kediaman Grand Duke Pexley, serta gambar Selir Raja Robelia pada masa kecil hingga beranjak dewasa dalam satu waktu. Terpekur cukup lama, Kaelus akhirnya menyadari sesuatu. Dari kesadaran tersebut, ia juga mengenali wajah lain yang tiba-tiba terlintas di kepala, karena wajah itu mirip dengan Klautviz de Meré di masa muda.
“Klautviz de Meré, Karla Kannelite, Katarina, dan pemuda yang sempat dekat dengan Nona Kayena …” isi kepala Kaelus tiba-tiba tumpang tindih. “… jangan-jangan mereka berdua benar-benar anak haram Klautviz de Meré dengan dan Karla Kannelite?”
Sejenak, Kaelus terdiam. Praduga terakhir yang keluar dari mulutnya sanga-sangat mengejutkan. Sampai-sampai ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Jika benar Katarina dan pria muda yang ia kenali sempat berada di dekat mantan Ratu Robelia adalah anak haram Klautviz de Meré dan Karla Kannelite, siapa yang akan menyangka?
“Bagaimana respon Yang Mulia Raja jika mengetahui semua ini?” monolognya tanpa sadar. Apa yang baru saja temukan benar-benar di luar dugaan.
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 16-08-23