
00146. Expressions de cœur et projets pour terminer (Ungkapan hati dan rencana untuk mengakhiri)
“Aku tidak tahu apa-apa.”
Kalimat yang sama kembali diucapkan oleh wanita yang sudah berada di ambang batas kesadaran. Dengan kondisi kaki dan tangan terikat, ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menikmati perasaan aneh yang membuat pikirannya melayang-layang.
“Aku sudah berkata jujur. Aku tidak tahu apa-apa!” serunya dengan nada frustasi.
Sedangkan di hadapannya, tangan kanan Raja Robelia yang tampil gagah dengan celana hitam dan atasan berupa kemeja putih tanpa kancing melainkan kerah v kecil yang dihiasi oleh tali, terlihat menghela napas berat sembari memijit pelipis.
“Bagaimana mungkin Anda tidak tahu? Anda adalah putri kesayangan Klautviz de Meré.”
“Berhenti bicara omong kosong dan sok tahu,” sahut lawan bicaranya yang masih memiliki setitik kesadaran. “Asal kau tahu, aku juga baru mengetahui identitasku sebagai anak haram dari adik tiri mertuaku sendiri.”
Kaelus, tangan kanan Raja Robelia tampak mend*sah frustasi. Setelah memindahkan wanita sang raja ke ruang rahasia yang ada di istana Raja Robelia, ia tidak membuang-buang waktu sedikitpun. Interogasi langsung dimulai detik itu juga. Berhubung di sana hanya ada mereka berdua, Kaelus sempat dibuat kewalahan dengan perlawanan selir Raja Robelia yang cukup cekatan ketika menghindar.
Kaizen sempat berpesan untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari Katarina. Bahkan jika perlu, Kaelus diperbolehkan menggunakan kekerasan ketika melakukan proses interogasi. Sayangnya, Kaelus adalah ksatria sejati yang selalu memegang teguh panji-panji ksatria. Sebagai ksatria serta salah satu abdi Negara, pantang baginya untuk main tangan terhadap wanita. Dalam kondisi apapun, seorang ksatria sejati tidak akan pernah melawan wanita yang sejatinya bukan lawan mereka. Jadi, Kaelus memilih opsi lain.
Untuk mempermudah proses interogasi, Kaelus meminta izin pada sang Raja Robelia untuk menggunakan metode lain. Metode yang ia pilih adalah memberikan ramuan herbal yang mengandung zat halusinogen—zat yang dapat membuat seseorang mengalami halusinasi. Dengan demikian, korban tidak akan berdaya dan lebih mudah untuk ditanya-tanya. Sebab zat halusinogen membuat beberapa indra melemah, termasuk membuat korban berada di ambang batas kesadaran. Dengan demikian, korban tidak akan memiliki pemikiran untuk berbohong ketika diintrogasi.
Sudah tiga puluh menit berlalu semenjak Kaelus memberikan ramuan herbal yang mengandung zat halusinogen. Bukan hal mudah untuk membuat Katarina meminum ramuan herbal tersebut. Kaelus benar-benar menggunakan setengah dari kekuatannya untuk memastikan Katarina tumbang di bawah kendali zat halusinogen. Namun, setelah berhasil membuat Katarina tidak berdaya, Kaelus justru belum mendapatkan apa yang ia cari. Sudah lebih dari tiga kali Katarina menyangkal.
“Kamu yakin tidak tahu soal saudara kembarmu?”
Dengan gerakan lemah, Katarina menggelengkan kepala. “Aku sudah mengatakannya. Aku juga baru mengetahui identitas asliku sebagai anak haram Paman Klautviz. Itu artinya aku adalah saudara sepupu dari kekasihku sendiri.”
Ada tawa miris yang mengudara setelah wanita Raja Robelia itu buka suara. Walaupun berada di ambang batas kesadaran, kejujuran yang ditunjukkan oleh Katarina membuat Kaelus semakin kebingungan. Entah ia harus percaya pada ucapan Katarina atau tidak. Sejauh ia menggali, hanya secuil informasi yang ia dapatkan.
“Sebelum orang itu dikirim ke wilayah perbatasan untuk menjalani masa hukuman, dia memberikan selembar kertas yang mencetak gambar seorang wanita dengan dua bayi mungil dalam gendongannya. Orang itu kemudian mengucapkan beberapa kalimat sebelum pergi.”
Satu alis Kaelus terangkat mendengarnya. “Sekarang di mana gambar itu?”
“Ada,” jawab Katarina dengan sorot mata sayu yang kini mengarah ke Kaelus. “Tersimpan di antara barang berharga yang diberikan kekasihku.”
“Benda itu berarti ada di paviliun selir,” ucap Kaelus di dalam hati. Satu petunjuk mulai ia dapatkan. “Lalu apa yang diucapkan Klautviz de Meré sebelum pergi ke wilayah perbatasan?”
“Aku tahu putriku tidak bodoh untuk sekedar memahami arti dari potret tersebut. Jika kamu membutuhkan sesuatu, segera hubungi ayah.” Katarina mengucapkan pesan yang ditinggalkan Klautviz de Meré dengan begitu detail. Pesan itu memang masih terpatri di dalam kepala. “Jujur saja, aku sangat ingin mengubah kenyataan itu. Aku mencintai Rajamu. Aku tidak mau membuatnya kecewa dengan identitas asliku.”
Kaelus sempat tertegun ketika mendengar lanjutan cerita dari wanita simpanan rajanya. Ia memang tahu wanita ini sangat tergila-gila pada Raja Robelia. Mungkin sudah bisa disebut obsesi tingkat tinggi. Namun, perasaan seperti itu jatuhnya mengarah pada hubungan toxic (beracun). Sejauh ini Kaelus sudah melihat sendiri efek dari hubungan toxic yang mereka jalani.
“Aku tidak tahu di mana kembaranku. Siapa namanya? Bagaimana wajahnya? Aku tidak tahu, karena kita memang terpisah sejak masih bayi. Yang aku tahu hanyalah jenis kelam*nnya yang berbeda denganku.” Katarina kembali berceloteh tanpa dipancing. Kesadarannya sudah hampir habis. “Dia terlahir sebagai anak laki-laki, aku sempat membayangkan wajahnya pasti mirip pria mengerikan yang paling aku benci di dunia.”
“Jadi saudara kembarmu laki-laki?” kata Kaelus, memperjelas. Dijawab anggukan kepala oleh Katarina.
“Mungkin jika kita tumbuh bersama, aku akan memiliki saudara laki-laki yang menyayangiku seperti Tuan Muda Khayansar dan Cesare menyayangi adik mereka.” Katarina berceloteh lagi. Kali ini dengan wajah tertunduk kian dalam, sehingga wajahnya tertutup oleh untaian rambut. “Atau mungkin saudara laki-lakiku akan membenci cara yang aku pilih untuk mendapatkan pria yang aku cintai. Aku sudah menjadi wanita bodoh dan jal*ng rendahan demi mendapatkan hatinya.”
“Ya, Anda memang wanita terbodoh yang pernah saya temukan,” sahut Kaelus seraya mengumpulkan helaian demi helaian rambut Katarina. “Sekarang semuanya sudah terlambat. Kebodohan Anda telah merusak hidup pria yang Anda cintai. Bahkan identitas Anda sebagai anak diluar nikah Klautviz de Meré dengan seorang wanita penghibur begitu menjijikan di mata Yang Mulia Raja.”
“Kau pikir aku bisa memilih dari mana aku akan dilahirkan?”
Kaelus langsung terdiam ketika Katarina dengan tiba-tiba mendongakkan wajah. Menatapnya langsung dengan kedua bola mata sayu yang terbuka lebar. Ada senyum aneh yang menghiasi wajahnya.
Kaelus yakin 90% bahwa efek dari ramuan herbal racikan Raja Robelia yang dibuat dari berbagai jenis tanaman yang dapat menimbulkan efek halusinogen, euphoria ringan, perubahan dalam kondisi pikiran, hingga menimbulkan efek mabuk itu tengah bekerja dengan sangat baik. Walaupun tidak menggunakan tambahan cannabis—cannabis sativa ssp—mariyuana—ganj* yang merupakan zat psikotropika yang dapat membuat penggunanya mengalami euphoria berlebihan, tanaman herbal yang digunakan Raja Robelia sangat cukup untuk membuat interogasi kali ini berjalan mulus.
Kaelus awalnya ragu menggunakan ramuan herbal racikan sang Raja Robelia. Namun, pria itu bukanlah alkemis biasa. Dari semua orang, Kaizen menyembunyikan keahliannya sebagai alkemis professional yang mampu membuat berbagai jenis obat herbal berkualitas tinggi sampai penawar racun paling manjur.
Raja Robelia yang saat ini berkuasa bahkan sengaja melestarikan kebiasaan sang ibu, yaitu membudidayakan berbagai jenis tanaman hias berbunga dan tidak berbunga di sekitar istana, karena beberapa jenis tanaman itu berguna baginya. Contohnya saja bunga terompet, blue lotus, hingga Hawaiian baby woodrose yang hanya bisa dijumpai di daerah tropis. Khusus untuk Hawaiian baby woodrose yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sang Raja mengembangkannya secara khusus sekitar pantai pribadi milik keluarga Kerajaan Robelia. Sedangkan bunga terompet dan blue lotus dibiarkan tumbuh di sekitar taman istana dan rumah Kaca Kayena.
...(Hawaiian baby woodrose)...
...(Bunga terompet)...
...(Blur lotus)...
Beberapa jenis bunga itu memiliki senyawa kimia aktif yang disebut metabolit sekunder—bahan kimia yang dapat mematikan serangga yang mendekatinya, apalagi jika sampai mengonsumsi tanaman tersebut. Begitu pula bagi manusia yang mengonsumsinya. Walaupun tidak sampai menyebabkan kematian, efek ringan yang akan timbul di antaranya adalah halusinasi hingga masalah fisik.
“Jika bisa memilih, aku ingin lahir sebagai Nona Muda dari keluarga aristokrat seperti Kayena. Disayangi semenjak lahir ke dunia, memiliki wajah yang cantik, keluarga yang harmonis, serta pasangan yang jatuh cinta setengah mati padanya. Dengan begitu, aku pun bisa dengan mudah menikmati hidup sebagai wanita yang tidak kekurangan cinta dan kasih sayang.”
“Mimpi Anda terlalu tinggi untuk ukuran manusia yang tidak dapat menulis takdir,” balas Kaelus seraya kembali duduk di hadapan Katarina. Ia patut mengapresiasi ketahanan wanita itu dari efek ramuan herbal yang telah ia berikan. “Anda pikir hidup sebagai Nona Kayena tidak ada kesulitannya? Dibandingkan dengan hidup Nona Kayena, hidup Anda sudah dipermudah oleh Tuhan. Bedanya, Anda tidak tahu terima kasih dan rasa malu.”
Kaelus menghela napas gusar ketika melihat lawan bicaranya kembali menunduk dengan kedua mata terpejam. Namun, kesadaran wanita itu belum sepenuhnya hilang.
Kaelus terdiam dengan tubuh kaku setelah mendengar ungkapan hati seorang mistress. Seorang wanita bertubuh mungil yang harus terlibat dalam hubungan toxic. Ditemani oleh suara tangisan lirih yang mulai terdengar, Kaelus masih setia di posisi semula. Ia tidak dapat seutuhnya menghakimi Raja Robelia, Katarina, ataupun Kayena. Semua ini terjadi karena adanya hukum sebab-akibat dengan konspirasi dari kehendak Tuhan.
Kaelus tahu Raja Robelia memiliki masalah dengan nafsu birahi yang tinggi. Seharusnya jika tidak mau menyakiti wanita yang ia cintai, komunikasi adalah cara terbaik untuk menemukan solusi. Bukannya mencari wanita untuk menjadi pelampiasan hasrat tersebut. Mungkin seorang pria seperti Raja Robelia bisa meniduri wanita mana pun tanpa perasaan. Lalu, bagaimana dengan wanita yang ia tiduri?
Wanita diciptakan sebagai mahluk perasa. Mereka cenderung menggunakan perasaan dalam segala hal, ketimbang menggunakan logika. Berbeda dengan seorang pria yang kerap mendahulukan logika. Wanita adalah mahluk yang rumit untuk di pahami. Itulah kenapa Kaelus selalu berhati-hati ketika berurusan dengan wanita. Perhatian yang kadang diberikan sebagai bentuk kepedulian saja bisa ditanggapi berbeda oleh seorang wanita. Maka dari itu, Kaelus memilih tidak peduli pada wanita mana pun, dari pada membuat mereka salah paham akan kepeduliannya.
“Jika Anda mau memperbaiki diri, mungkin masa depan yang lebih berwarna sedang menunggu Anda,” pesan Kaelus ketika membuka ikatan di kaki dan tangan Katarina.
Wanita Raja Robelia itu telah kehilangan seluruh kesadarannya beberapa saat lalu. Dengan gerakan hati-hati, Kaelus kemudian membawanya ke tempat tidur sederhana yang ada di ruangan tersebut. Ketika selesai menyelimuti mungil itu, ia hampir saja melayangkan tinjuan ketika berbalik badan dan menemukan keberadaan Raja Robelia. Entah sejak kapan pria itu ada di sana.
“Maaf karena saya tidak menyadari keberadaan Yang Mulia.”
Kaizen tidak menggubris. Ia memilih mendekati Katarina yang sudah terlelap dengan damai. “Bagaimana interogasinya?”
“Tidak terlalu membuahkan banyak informasi, Yang Mulia.”
“Apa saja yang sudah kau ketahui?” tanya Kaizen seraya memainkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah selirnya.
“Selir Katarina ternyata baru mengetahui identitasnya sebagai putri Klautviz de Meré. Sebelum pergi ke wilayah perbatasan, Klautviz de Meré sempat meninggalkan sebuah potret yang cetak gambar Karla Kannelite dan ke-dua bayinya. Dia juga berpesan agar Selir Katarina menghubunginya jika membutuhkan bantuan.” Kaelus menjelaskan dengan sikap badan siap dan tegap. Ia diam-diam meneliti perubahan ekspresi di wajah sang raja. “Selir Katarina hanya mengetahui jenis kelam*n kembarannya dan tidak pernah mengetahui informasi lain. Mereka terpisah sejak masih bayi.”
Kaizen berdeham kecil sebagai respon. Dengan posisi duduk di bibir tempat tidur yang digunakan selirnya, ia kemudian berkata. “Apa selama proses interogasi, dia mencurahkan isi hatinya?”
Dengan agak ragu, Kaelus menjawab, “sepertinya begitu, Yang Mulia. Selir Katarina beberapa kali berceloteh tentang masalah kehidupan pribadinya.”
“Dia tampak seperti apa ketika berceloteh?”
“Ada kalanya Selir Katarina terlihat sangat sedih, marah, kecewa, sampai begitu berharap akan sesuatu. Hanya itu yang saya mengerti, saya kurang paham soal wanita. Maafkan saya, Yang Mulia.”
“Cukup,” sahut Kaizen dengan tatapan masih tertuju pada Katarina. Walaupun ia tidak pernah jatuh cinta pada Katarina, ungkapan terakhir yang dapat ia dengar dari wanita itu cukup menohok. “Kerja bagus, Kael. Kau sudah menggali informasi yang kita butuhkan.”
Kaelus mengangguk dengan mulut terkunci.
“Pergilah. Kau bebas tugas untuk dua jam ke depan,” ujar Kaizen kemudian. “Setelah jam bebasmu, lekas kerjakan tugas yang telah aku berikan. Kudengar Claudiane sudah tiba di Harrogate.”
“Saya akan segera melaksanakan perintah Anda, Yang Mulia.”
Setelah mendengarkan perintah lanjutan untuk dirinya, Kaelus pamit undur diri. Walaupun penasaran dengan apa yang akan dilakukan sang raja setelah mendengar ungkapan isi hati selirnya, ia tidak memiliki ranah untuk ikut campur. Melihat sang raja sudah lebih lunak saja, ia sudah merah bersyukur. Setidaknya dalam kondisi saat ini, dibutuhkan sosok Raja Robelia yang waras dan sehat secara jasmani dan rohani.
“Istirahat dengan baik, Katarina. Setelah itu efek dari ramuan herbal yang aku buat akan hilang sepenuhnya.”
Setelah yakin jika Kaelus benar-benar pergi dari tempat itu, Kaizen baru buka suara lagi. Bohong jika ungkapan isi hati Katarina yang sempat ia dengar tidak membuat hatinya tersentil.
“Di negeri ini, akulah alkemis yang paling memahami obat-obatan terlarang, termasuk obat yang aku racik sendiri sebagai kontrares*spi alami. Sepertinya kau salah paham soal kandungan dari dari tanaman obat yang aku gunakan.” Kaizen tahu Katarina tidak dapat mendengarnya. Namun, itu bukanlah masalah. “Tanaman obat yang aku gunakan memang beresiko membuatmu tidak dapat mengandung. Tetapi, masih ada kemungkinan jika kamu rutin meminum pil kesuburan yang diracik dari 12 macam herbal hutan yang langka. Aku memang bisa membuatnya untukmu, tetapi nanti. Jika kau sudah menyerah terhadapku.”
Kaizen sadar dirinya salah. Sebelum membuat Katarina tidak dapat mengandung, ia juga telah berpikir jauh jika suatu saat ia dirundung rasa sesal. Pil kesuburan yang diracik dengan 12 macam herbal hutan langka adalah solusi satu-satunya untuk mengobati rahim Katarina. Setidaknya butuh enam bulan hingga belasan bulan untuk membuat rahimnya bisa berfungsi dengan baik. Itu pun jika didukung dengan gaya hidup sehat dan bebas dari stress. Namun, Kaizen tidak berniat menyembuhkan Katarina jika ia masih kukuh dengan pendiriannya.
Suatu saat nanti, jika Katarina sudah menyerah, kemudian menemukan pria yang tulus mencintainya. Barulah Kaizen akan berubah pikiran. Kendati demikian, jika Katarina masih memilih mengejar cintanya dan semakin menggila, Kaizen akan menutup mata. Fakta bahwa ia adalah anak haram dari pamannya—Klautviz de Meré dengan seorang wanita penghibur bernama Karla Kannelite—sudah membuatnya berang dan muak. Bahkan jika di ukur oleh takaran rasa benci, setelah mengetahui identitas Katarina, ia lebih membencinya ketimbang Kaezar. Ditambah lagi Katarina sudah berani menyerang wanita yang ia cintai, bahkan wanita yang akan menjadi calon pendampingnya.
“Aku akan membiarkan kau hidup bebas jika mengakhiri obesimu padaku. Ada banyak pria yang lebih baik di luar sana. Salah satunya pasti bisa menjadi pasangan yang sempurna untukmu.”
Kaizen mengambil jarak yang sempat di per-sempit. Kini ia berdiri di samping tempat yang ditiduri oleh Katarina.
“Ayahmu juga terobsesi pada tahta milikku, sehingga dia tega membunuh orang tuaku.” Kedua tangan Kaizen mengepal ketika berkata demikian. Ia memang belum yakin 100%. Namun, kedekatan Dokter Christoper von Dyssel dengan Klautviz de Meré cukup membuat yakin jika kematian orang tuanya berkaitan dengan mereka. Bahkan ada kemungkinan juga jika putranya dengan Kayena meninggal karena rencana mereka.
“Berbeda dengan Kaezar, kau adalah anak haram dari Klautviz de Meré dengan seorang wanita penghibur yang lebih rendah dari seorang pelayan. Orang tuamu bahkan tidak pernah menikah. Mungkin itulah alasan kenapa kau tidak keberatan ketika aku jadikan wanita simpanan tanpa dinikahi,” ucap Kaizen tanpa perasaan.
“Les fruits ne tombent pas loin de l'arbre,” lanjutnya, setengah berbisik. (Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya).
Kebenciannya terhadap Kaezar bukanlah kebencian yang sejatinya dirasakan manusia pada umumnya. Kaizen juga menyebut Kaezar sebagai “anak haram” hanya karena ia tidak mau menerima fakta, bahwa ia diberi adik tanpa persetujuan. Kaizen sadar betul jika adik tirinya itu lahir di dari pernikahan yang sah, jadi sebutan “anak haram” tidak pantas untuknya. Walaupun lahir tanpa rencana, ayah mereka begitu memperlakukan Kaezar dengan baik. Hanya saja “kecemburuan” Kaizen sudah mendarah daging.
Sedangkan pada kasus Katarina, tidak ada alasan yang dapat membuat Kaizen berhenti membenci. Katarina—sebelum diketahui sebagai anak Klautviz de Meré dengan seorang wanita penghibur bernama Karla Kannelite—hanyalah anak angkat seorang kepala pelayan. Ketika kanak-kanak, Katarina bertubuh sangat kecil dan kurus. Tubuhnya sudah seperti tulang dan kulit saja. Berbanding terbalik dengan Kayena yang sudah cantik dan menakjubkan sejak lahir ke dunia. Katarina juga terbilang sebagai anak yang lambat dan kurang cakap dalam belajar.
Dewasanya, ia tumbuh menjadi gadis yang lebih cantik. Kecantikan, kepolosan, serta keluguan yang menjadi tiga points plus. Ditambah lagi Katarina rupanya punya kelebihan lain ketika berada di atas ranjang. Namun, setelah mengetahui identitas aslinya, Kaizen tidak lagi memiliki alasan untuk mempertahankan Katarina.
Kaizen benar-benar merasa jijik setelah mengetahui fakta jika selama ini ia meniduri anak haram dari pamannya sendiri. Setelah masalah kenegaraan, pemberontakan, hingga pernikahan teratasi, ia akan mengambil keputusan paling tepat; menyingkirkan Katarina dari sisinya.
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Dua hari ini author bakar CRAZY UP. So, jangan lupa support Author 😚😚🫡
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga atau kirim secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 29-08-23