How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00115. Un lien bientôt officialisé (Ikatan yang segera diresmikan)



00115. Un lien bientôt officialisé (Ikatan yang segera diresmikan)


Pembicaraan tentang pernikahan memang belum selesai, namun pada akhirnya topik pembicaraan itu dialihkan pada topik pembicaraan lain. Yeowang-ui bang seketika itu pula menjadi tempat untuk sidang dadakan, topik pembicaraan mereka masih seputar situasi dan kondisi terkini di kerajaan Robelia.


“Katarina diturunkan menjadi Selir tingkat IV?”


Kayena cukup terkejut ketika mendengar informasi tersebut. Itik buruk rupa itu pasti merasa sangat kecewa, karena posisi yang selama ini ia jaga dengan mengorbankan tubuh serta perasaan sendiri, pada akhirnya kembali lepas dari genggaman. Entah bagaimana nasib itik buruk rupa itu selanjutnya.


“Kemungkinan besar keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan dukungan yang ada di belakang itik buruk rupa itu. Selama menjadi Selir Agung, fraksi yang mendukungnya berkembang sangat pesat.” Opini tersebut disampaikan oleh Khayansar yang memang berada di tempat kejadian perkara ketika hari pembacaan putusan.


“Penurunan tingkatan, serta hukuman sosial yang diberikan masih tidak cukup untuk membalas penghinaan yang diterima oleh kesayangan kita,” timpal Cesare kemudian. “Apalagi hukuman untuk Klautviz de Meré. Jelas sekali jika Raja Robelia ingin menahan pergerakan Klautviz de Meré lewat dalih memberikan hukuman pengasingan dan pencabutan gelar kehormatan.”


“Itu sudah jelas salah satu tujuannya,” timpal Khayansar. “Namun, cara yang dipilih Raja Robelia masih mengutamakan aspek keamanan bagi dirinya sendiri serta orang-orang yang dianggap masih berguna. Dia sengaja menurunkan itik buruk rupa yang berpotensi menjadi ancaman, namun tidak benar-benar berniat untuk menyingkirkannya dari istana.”


“Betul, Kak. Sejauh ini Raja Tiran itu tidak bisa menyingkirkan si itik buruk rupa bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak mau. Alasannya mungkin karena si itik buruk rupa masih bisa dimanfaatkan. Suatu hari nanti, ketika Raja Tiran itu menemukan kandidat lain yang dapat membantu menguatkan posisinya, maka hubungan kotor benar-benar akan berakhir.”


Khayansar, Kaezar, maupun Kayena menyadari kebenaran dari ucapan Cesare. Kaizen bukan tidak mampu mengusir Katarina dari istana, melainkan tidak memiliki kemauan untuk melakukan itu. Katarina mungkin dianggap sebagai “pion” yang masih dapat dimanfaatkan. Jika di masa depan Kaizen bertemu dengan kandidat lain—wanita—yang lebih potensial seperti Kayena, tidak menutup kemungkinan bahwa posisi Selir tingkat III, II, I, atau bahkan posisi Selir Agung akan kembali terisi. Untuk posisi Ratu, entah Kaizen akan mengizinkan wanita selain Kayena mengisinya atau tidak. Yang jelas, para pria kesayangan Kayena tahu bahwa; Kaizen sangat terobsesi pada Kayena.


Kaizen terobsesi memiliki Kayena sebagai belahan jiwa—soulmate—nya. Namun, Kaizen tidak pernah bisa menghargai perasaannya.


“Kita lihat dulu bagaimana keputusan yang diambil Raja Tiran itu untuk satu tahun ke depan,” ujar Khayansar kemudian. “Setelah beberapa hari singgah di Astoria, kita akan segera bertolak ke Edinburgh.”


“Edinburgh?” ucap Kayena, tampak terkejut.


“Kenapa? Kamu punya tempat tujuan lain, selain Edinburgh?” Cesare langsung bertanya. “Jika mau, kamu bisa singgah ke Hygria, little peach of June.”


“Edinburgh adalah tempat terbaik untuk Kayena tinggali selama mengandung,” sahut Khayansar. “Setidaknya, di sana kekuasan Raja Robelia tidak akan berpengaruh bayak. Ayah juga akan tinggal di Edinburgh.”


Kayena masih terdiam ketika kedua kakaknya berdiskusi soal di mana ia akan tinggal setelah meninggalkan Astoria. Menyadari kerisauan sang kekasih, Kaezar yang duduk di samping Kayena berinisiatif untuk menggenggam tangan kanan kekasihnya.


“Apa ada tempat yang ingin kamu pilih sebagai tempat tinggal?” netranya kembali menatap langsung kepada milik sang kekasih. “Katakanlah jika ada.”


“Aranrosia.”


Kayena menjawab setelah menatap para pria kesayangannya satu per satu. Mereka tidak mungkin tidak mengetahui wilayah yang berarti “lautan terindah” itu.


“Kamu ingin tinggal di sana?” tanya Kaezar dengan lembut. “Di wilayah perairan Aranrosia?”


Aranrosia bukan bagian dari wilayah Robelia, Astoria, Alexia, Hygria, atau bahkan Britania Raya. Aranrosia berdiri sendiri di perbatasan wilayah Timur Tengah yang jauh di sana. Lokasinya cukup jauh, hanya dapat dijangkau dengan kapal layar setelah melakukan perjalanan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya. Walaupun hanya wilayah kecil dengan sebagian besar daratan berupa gurun pasir, Aranrosia memiliki lautan terindah sebagai salah satu ikonik Negara tersebut.


Kayena pernah pergi ke Aranrosia ketika masih kecil. Mendiang ibunya juga sangat menyukai tempat tersebut, karena dulu sang ayah pernah ditugaskan untuk menjalin kerjasama dengan wilayah tersebut, namun gagal. Kepulangan sang ayah kemudian membawa cerita, bahwa bukan saja lautan terindah yang dimiliki oleh Aranrosia. Di antara gurun pasirnya yang gersang juga tersimpan harta karun yang begitu indah dan tidak dapat direbut oleh negeri lain.


“Aku ingin pergi ke tempat yang sangat jauh,” ujar Kayena. “Aranrosia cukup jauh dari jangkauan Raja Robelia. Dia bahkan tidak pernah melirik wilayah yang dianggap sebagai negeri kecil di gurun pasir.”


“Tidak.” Penolakan itu datang langsung dari Cesare. “Aranrosia sangatlah jauh. Perjalanan yang harus ditempuh juga sangat berbahaya, little peach of June. Kondisi kamu yang tengah mengandung tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh lewat jalur perairan.”


“Perkataan Cesare benar. Wilayah perairan yang harus diarungi untuk menuju wilayah Aranrosia sangatlah berbahaya. Selain laut tengah, masih ada laut dalam lain yang harus dilewati.”


Kayena tertunduk lemas mendengarnya. Aranrosia adalah tempat yang sangat jauh dari Robelia. Karena alasan itulah ia ingin tinggal di sana. Namun, saat ini kondisi kesehatannya pasti menjadi pertimbangan utama.


“…”


“Aku akan membawa kamu pergi ke tempat yang kamu ingin kunjungi,” lanjut Kaezar. Wajah cantik kekasihnya yang menunduk, perlahan ia naikkan lewat sentuhan di sisi wajahnya. “Jika kamu ingin tinggal di Aranrosia, maka aku akan mengabulkannya. Akan tetapi, kamu tetap harus mempertimbangkan perasaan Ayah, kakak pertama, kakak kedua, serta orang-orang yang kamu anggap penting.”


Kayena menatap wajah tampan kekasihnya yang tampak tersenyum hangat. Tidak ada lagi ekspresi datar yang senantiasa melingkupi wajah tampan tersebut. “Awalnya aku ingin tinggal di Aranrosia, karena lokasinya yang jauh. Aku juga menyukai lautannya yang indah. Namun, setelah dipikir-pikir, aku jauh lebih ingin tinggal bersama orang-orang yang aku sayangi. Bayi ini tidak boleh kekurangan kasih sayang, walaupun dia hadir karena keterpaksaan.”


Ketiga pria kesayangan Kayena tampak tersenyum kecil. Mereka memang tidak akan sanggup lagi jika hidup berjauhan dengan kesayangan mereka. Namun, jika dengan cara berpisah dapat memberikan kebahagiaan bagi kesayangan mereka, tidak ada yang dapat mereka tolak.


“Aku ingin tinggal di wilayah yang dekat dengan perairan, Kakak,” ucapnya, ditujukan pada Khayansar. “Laut di Edinburgh juga indah. Jika boleh, pilihkan satu rumah sederhana di dekat pelabuhan kecil yang jauh dari ibu kota, supaya aku bisa terus menikmati indahnya lautan tanpa terganggu dengan aktivitas padat ibu kota.”


“Kakak sudah mempersiapkan tempat tinggal untuk kamu dan Kaezar setelah resmi menikah,” timpal Khayansar. Tanpa menunggu lama, ia langsung menyanggupi. “Lokasinya di wilayah terpencil milik militer angkatan laut. Tidak sembarangan orang yang dapat masuk ke sana, karena wilayah itu memang diperuntukkan untuk para perwira angkatan laut Edinburgh.”


“Lalu, bagaimana bisa kami tinggal di sana?” tanya Kayena, kebingungan.


“Kalian akan tinggal di rumah dinas milikku. Lokasinya sangat strategis, serta cukup untuk kalian membesarkan anak-anak.” Khayansar menjelaskan dengan tenang. “Sedangkan Ayah akan tinggal di mansion Duke of Edinburgh.”


Setelah Khayansar selesai bicara, Cesare juga tidak mau ketinggalan untuk memberikan usulan.


“Kakak juga memiliki satu lokasi yang cocok untuk kalian tinggali. Tempatnya ada di wilayah barat Hygria. Pulau pribadi milik keluarga Kakak. Jika kalian berminat, langsung bicara saja.”


Kayena tersenyum lembut, kemudian mengucapkan terima kasih banyak atas antusiasme kedua kakaknya. Namun, rumah yang akan ia pilih untuk dijadikan tempat tinggal, harus dibicarakan berdua dengan calon suaminya.


“Kami akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.” Kata Kayena, kemudian. “Kelak, bukan hanya aku yang akan tinggal di rumah itu. Tapi suami dan anak-anak kami. Jadi, keputusannya juga diperlukan untuk memilih tempat yang akan kami tinggali.”


Pada akhirnya kalimatnya, Kayena memfokuskan pandangan pada pria di sampingnya. Kontak mata kembali tercipta di antara mereka. Untuk sejenak, dunia terasa milik berdua. Membuat dua pria tampan yang menyaksikannya memberikan respon berbeda; satu tampak biasa saja, sedangkan satunya lagi tampak mendengus dengan wajah masam.


“Baiklah. Kalian memang harus segera meresmikan hubungan,” celetuk pria berwajah masam itu; Cesare. “Sebelum hari pemberkatan, sebaiknya kalian berdua menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik.”


“Eh,” bingung Kayena. “Kenapa harus begitu, Kak?”


“Karena kalian terlalu ...”


“Sudahlah,” potong Khayansar. “Mereka berdua sama-sama sudah dewasa.”


Belum sempat Cesare menyahut, suara pelayanan yang datang langsung dari istana Kaisar memotong pembicaraan mereka. Rupanya sang Kaisar telah mempersiapkan jamuan makan malam khusus untuk menyambut mereka.


“Kaisar Kaysan menyukai Kayena. Kamu sudah tahu, kan?” tanya Cesare tiba-tiba, ketika mereka hendak meninggalkan Yeowang-ui bang. Entah apa motif dari lontaran perkataan tersebut.


“Iya, saya tahu,” jawab Kaezar, to the points. “Akan tetapi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Kaezar melanjutkan seraya meraih tangan sang kekasih untuk digenggam. “Saya juga yakin bahwa Kaisar Astoria sangat bijaksana.”


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 23-08-23