
Selamat datang & selamat membaca Novel How To Divorce My Husband đ
Visual (2)
Kima Wiloma (Private Maid)
Killian Madison (Private Tailor)
002. Changer pour le mieux (Perubahan untuk menjadi lebih baik)
Aroma harum tercipta dari uap yang keluar pada celah teko keramik yang disimpan di atas meja. Ketika isinya dituangkan pada cangkir keramik dengan motif bunga teratai yang cantik, aroma harum tersebut terhirup lebih pekat. Cairan berwarna gelap itu berasal dari daun tanaman bernama Camellia Sinensis. Sebelum bisa dinikmati, tanaman tersebut digulung, difermentasi, kemudian dikeringkan. Barulah bisa dihancurkan. Dari proses tersebut tercipta teh yang berwarna pekat ketika diseduh, beraroma serta berasa kuat, dikarenakan kandungan kafein yang tinggi.
âKenapa Yang Mulia Ratu meminta teh hitam? Bukan kah teh chamomile lebih cocok, karena dapat membuat tubuh rileks?â
âTeh chamomile memang bisa membuat tubuh rileks, tetapi teh hitam bagus untuk menambah stamina,â jawab sang Ratu.
Ya, Kayena. Queen Consort of Robelia yang baru saja memutar waktu itu tampak masih menyimpan banyak pertanyaan dalam benak. Menurut penuturan Kimaâmaid pribadinyaâia jatuh tidak sadarkan diri saat membaca kitab suci.
Kima berasumsi bahwa sang Ratu terlalu banyak memikirkan Pangeran Carcel, putra pertamanya yang meninggal setelah satu minggu dilahirkan. Kepergian Pangeran Carcel satu tahun lalu memang pukulan berat bagi Robelia. Bukan saja Kayena yang kehilangan seorang putra, ada Raja yang kehilangan penerus, orang tua yang kehilangan cucu, serta para rakyat Robelia juga kehilangan Putra Mahkota mereka yang sangat rupawan dan menggemaskan.
Kematian Pangeran Carcel kemudian membuat hidup Kayena berubah 180°. Kayena menutup diri. Ia menghabiskan lebih banyak waktu untuk beribadah di gereja, kemudian menjalankan tugas sebagai istri serta ibu Negara. Tidak pernah ada waktu untuk dirinya sendiri. Sepeninggalan Pangeran Carcel, penampilan Kayena juga lebih tertutup. Ia menggunakan pakaian dengan warna gelap sepanjang waktu, kecuali saat menghadiri acara tertentu. Warna gelap ia aplikasikan pada pakaian sehar-hari, sebagai bentuk duka mendalam yang telah dialami.
âKondisi tubuh Yang Mulia Ratu masih belum pulih sepenuhnya. Lebih baik Yang Mulia Ratu segera menggunakan baju,â kata Kima. Ia kemudian menunjukkan beberapa gaun tertutup yang semuanya berwarna gelap.
Jika dipikir-pikir, kehidupan Kayena pasca kehilangan Pangeran Carcel, Pangeran Cassian hingga Pangeran Clayton, gaya busananya mirip dengan biarawati ortodoks yang tidak menarik lagi di mata Raja.
âSingkirkan semua pakaian itu, Kima.â
Kaget. Tentu saja ekspresi itu yang diperlihatkan oleh Kima kala menatap pada sang Ratu yang saat ini hanya menggunakan jubah handuk, menutupi tubuhnya yang putih seperti porselen.
âMaksud Yang Mulia Ratu?â
âAku tahu kamu mendengar kalimat yang aku ucapkan dengan baik,â kata Kayena seraya menyesap teh hitamnya lagi.
Hal pertama yang ia lakukan setelah bangun dari kematianâyang telah membawanya memutari waktu adalah berpikir keras. Guna mengurangi sedikit keruwetan di kepala, Kayena memutuskan untuk mandi. Banyak hal yang ia pikirkan saat berada dalam genangan air hangat yang dibubuhi kelopak bunga segar di atasnya. Salah satunya adalah bagaimana cara ia merubah nasibnya yang malang.
Setelah berpikir begitu keras, ia memutuskan untuk merubah kehidupannya mulai dari sekarang. Pertama-tama ia akan melakukan perubahan pada diri sendiri.
âAmbilkan aku pakaian berwarna putih gading,â ucapnya dengan telunjuk mengarah ke sebuah gaun berwarna putih gading yang berada di antara banyaknya gaun berwarna hitam dan biru tua. âKemudian keluarkan semua pakaian yang ada di lemari,â lanjutnya. âPanggil semua pelayan. Aku juga membutuhkan seorang penjahit.â
âPenjahit?â bingung Kima. Ia saja masih kebingungan dengan keinginan sang Ratu yang tiba-tiba meminta pakaiannya dikeluarkan semua. Padahal semenjak kehilangan Pangeran Carcel, pakaian seperti itulah yang digunakannya. âT-api penjahit kerajaan yang bertugas untuk membuat pakaian Yang Mulia Ratu sedang menangani gaun Selir Agung âŠâ
âApa penjahit di Robelia hanya ada satu orang?â potong Kayena. Ia kembali ke masa kehilangan pangeran Carcel. Lebih tepatnya satu tahun pasca kehilangan putra pertamanya. Maka tak heran jika sebentar lagi akan diadakan pesta perayaan hari lahirnya selir kesayangan raja.
Wanita muda yang memiliki rambut hitam pendek itu menggeleng. âTidak, Yang Mulia Ratu.â
âAku tidak ingin menggunakan jasanya lagi,â ungkap Kayena seraya beranjak dari tempatnya duduk. âPenjahit kerajaan selama ini hanya berpihak pada wanita itu,â gumamnya.
Kayena ingat betul, pada masa depan, selir dari sang suami menjadi role model para wanita bangsawan. Pakaian yang ia gunakan selalu menjadi trend di kalangan para wanita bangsawan, bahkan menjadi perbincangan rakyat biasa. Itu semua terjadi karena tidak ada yang mampu menyaingi selera berbusana selir kesayangan raja Robelia tersebut, tidak terkecuali Ratu Robelia yang tidak mengenal mode semenjak kehilangan putranya.
Dikutip dari Wikipedia, role model sendiri adalah âperson who serve as an example, whose behavior is emulated by othersâ atau seseorang yang memberikan teladan dan perilaku yang bisa diikuti oleh orang lain.
Seseorang yang berpengaruh bisa menjadi role model dalam masyarakat luas, apabila ia memiliki peran aktif sebagai pemimpin dalam sebuah organisasi. Namun, di sini selir kesayangan raja tidak perlu berperan aktif sebagai seorang pemimpin, karena posisinya sebagai Grand Concubine, gelar tertinggi pada seorang selir. Gelar yang hanya dibuat dan diperuntukan untuk dirinya seorang, sudah lebih dari cukup untuk membuat masyarakat luas meniru segala hal yang melekat pada dirinya.
Selama Kayena tetap menggunakan pakaian bernuansa gelap, penjahit kerajaan selalu menyiapkan rancangan gaun spesial untuk Grand Concubine. Sekali pun ratu yang lebih dulu meminta dibuatkan gaun, penjahit kerajaan akan tetap menyimpan rancangan gaun terbaiknya untuk Grand Concubine.
âAku ingin penjahit berbakat dari luar istana,â pinta Kayena. âPasti ada penjahit berbakat yang tersembunyi di luar sana.â
âBawa dia ke hadapanku,â titah Kayena, mutlak.
Kima langsung gelagapan mendengarnya. âSaya dengar tidak mudah bertemu dengan pemilik toko itu, Yang Mulia.â
âBawa ini bersama mu, dia pasti akan mengikuti perintah dengan mudah.â
Kima langsung menutup mulutnya saat melihat benda yang baru saja disodorkan Kayena ke arahnya. âI-ni ⊠lencana Yang Mulia Ratu.â
Kayena yang sedang berdiri di tepi jendela mengangguk. âBawalah dia ke hadapan ku, Kima. Waktu mu tidak banyak.â
Kima mengangguk paham setelah lencana dengan berlian biru yang cantik itu berada di tangannya.
âSatu lagi tugas untukmu.â
âApakah itu, Yang Mulia?â
Kayena tersenyum miring saat melipat kedua tangan di depan dada. Ekspresi tersebut benar-benar tidak pernah Kima lihat sebelumnya. Sebenarnya, ada apa dengan sang ratu yang tiba-tiba membuat banyak perubahan? Sikap ratunya juga cenderung lebih ⊠berani dan berapi-api dari biasanya.
âPanggil semua pelayan yang ada di istana ratu. Pastikan mereka semua berkumpul di ruang kerjaku,â ucap Kayena kemudian. âAku akan melakukan evaluasi.â
Jika berkaca pada masa depanâlima tahun kemudian lebih tepatnya, Kayena tahu jika ada musuh di dalam selimut. Di antara banyaknya pelayan yang ada di istana ratu, salah satu di antara mereka adalah musuh yang tega membuat kesehatan jiwa Kayena semakin buruk pasca kehilangan bayi-bayinya.
Bahkan Kayena ingat betul jika di kehidupan sebelumnya, ada salah satu pelayan yang pernah melakukan percobaan pembunuhan pada bayi yang Kayena kandung. Cara yang dilakukan pelayan itu adalah mencampurkan racun yang mengandung zat oleandrin dari tanaman bunga Oleander yang dapat menyebabkan kontraksi secara paksa, sampai dapat membuat janin mati di dalam rahim. Zat tersebut dicampur ke dalam makanan Kayena. Alhasil Kayena sempat mengalami kontraksi, padahal usia kandungannya belum memasuki 30 minggu.
âKamu,â telunjuk Kayena terangkat, lurus ke arah seorang pelayan yang menunduk hormat di depannya. Dari sekian banyak pelayan, wajah lugu itu lah yang sangat terpatri dalam ingatan.
âSaya, Yang Mulia Ratu?â Pemilik wajah lugu itu mendongkrak. Dilihat dari wajah, usianya pasti masih sangat muda. Namun, pada kehidupan sebelumnya ia telah berbuat sangat keji.
âKemasi barang-barang mu, kemudian keluarlah dari istana ratu.â
âT-api, Yang Mulia Ratu, saya ⊠tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Atas dasar apa Yang Mulia Ratu memecat saya?â pelayan muda itu tentu saja tidak terima.
Kayena juga tidak tahu pasti pelayan itu kaki tangan siapa. Namun, kejahatan pelayan itu tetap tidak dapat ia maafkan di kehidupan sebelumnya.
âKima.â
âIya, Yang Mulia?â
âAku tidak ingin melihat wajahnya lagi. Cepat bawa dia keluar,â ujar Kayena dengan salah satu tangan memijit pelipis. Kima pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain membawa pelayan yang sudah berlutut di depan Kayena keluar secara paksa.
âPara penghianat sudah mulai disingkirkan dari istana ratu. Sekarang, tinggal diriku yang harus melakukan perubahan lebih drastis,â batin Kayena di dalam hati. Ia sangat serius mengenai perubahan yang akan dilakukan demi kehidupan yang lebih baik.
âKima,â panggilnya lagi.
âIya, Yang Mulia?â
âDimana penjahit itu? aku ingin bertemu dengannya sekarang.â
Selir kesayangan raja sebentar lagi mengelar pesta. Kayena tidak boleh melewatkan tiket emas pertamanya untuk unjuk gigi dalam kehidupan kali ini. Lihat saja nanti, ia akan membuat mereka semua tercengang sampai lupa cara berkedip.
đ°đđ
To Be Continue
Semoga suka & ampai jumpa di part berikutnya đ€
Tanggerang 07-03-23