How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0089. Les luttes du prince Kaezar de temps en temps (Perjuangan Pangeran Kaezar



0089. Les luttes du prince Kaezar de temps en temps (Perjuangan Pangeran Kaezar dari waktu ke waktu)


“Pastikan surat yang kalian bawa sampai di tangan penerimanya.”


Tiga pengantar surat berkuda cepat yang merupakan bagian dari pasukan bayangan itu mengangguk. Masing-masing dari mereka akan pergi ke tempat yang berbeda, membawa surat yang ditulis langsung oleh tangan Elang Muda Kekaisaran.


“Bawa juga ini. Masing-masing dari kalian kuberi lima ratus Piéces d’or.”


Tiga pengantar surat berkuda cepat itu tampak terperangah, kemudian saling tatap. Bukan sekali atau dua kali mereka mengantarkan surat ke tempat yang jauh, Elang Muda Kekaisaran selalu royal memberi upah kepada mereka, di luar upah yang seharusnya diberikan sebagaimana mestinya. Tidak jarang juga jumlahnya ditambahkan. Semua itu tentu diambil dari kantong pribadi Elang Muda Kekaisaran.


“Kau, pulanglah terlebih dahulu ke rumah setelah mengantar surat ke Hygria.” Perhatian Elang Muda Kekaisaran kali ini tertuju pada pengantar surat berkuda cepat yang berdiri di tepat di depan meja kerjanya, diapit oleh dua pengantar surat berkuda cepat yang lain.


“Saya, Kapten?”


“Hm,” pria di balik meja kerja itu membenarkan. “Bawalah ini, tiga ratus Piéces d’argent untuk keluarga mu.”


Pengantar surat berkuda cepat yang mendapatkan tugas untuk mengantar surat ke Hygria itu terperangah mendengarnya. Diberi lima ratus Piéces d’or yang nominalnya lebih dari anggaran yang diberikan pihak kerajaan saja, ia sudah bersyukur sekali. Sekarang malah ditambah lagi tiga ratus Piéces d’argent yang hampir setara dengan jumlah anggaran dari pihak kerajaan. Entah harus bagaimana ia merespon.


“Bukan kah istri mu dalam waktu dekat ini akan melahirkan bayi kedua kalian? Gunakan itu untuk biaya persalinan.”


Pengantar surat berkuda cepat itu lagi-lagi terperangah. Namun, sepersekian detik berikutnya, ada senyum lebar yang tercipta di bibirnya. Ada raut bahagia terlukis di wajahnya. “Sebenarnya istri saya sudah melahirkan, Kapten. Saya mendapat sebuah surat. Di dalam surat itu dikatakan bahwa bayi kedua kami adalah bidadari kecil yang sangat menggemaskan.”


Ungkapan tersebut disambut ucapan selamat oleh dua kawannya, dilanjutkan dengan tos ala prajurit bayangan. Untuk mereka yang bekerja sebagai ksatria, tidak mudah membina rumah tangga di saat mereka terus-menerus ditugaskan pada wilayah berkonflik. Sekalipun ada wanita yang mau diajak menikah, mereka harus sanggup untuk menjalin hubungan jarak jauh. Harus sanggup pula ketika pasangannya pulang tinggal nama.


Profesi sebagai Kstaria memang memiliki tantangan yang tidak main-main. Upah atau tunjangan yang mereka dapatkan dari profesi tersebut juga tidak banyak. Namun, mereka yang memilih menjadi Ksatria tetap bangga pada profesinya. Walaupun harus berhadapan dengan malaikat maut setiap saat, mereka akan maju dengan bangga. Pasang badan kapan saja guna mempertahankan keamanan tanah air mereka.


“Selamat,” ucap Kaizen, selaku Kapten yang memimpin para Ksatrian yang setia membela tanah airnya. “Selain menjadi Ksatria yang hebat, kau telah diberkati sebagai pria yang beruntung.”


“Terima kasih, Kapten. Saya memang benar-benar beruntung, karena mengenal Anda dan memiliki istri saya di rumah,” jawab pengantar surat berkuda cepat itu. “Anda mendorong saya menjadi Ksatria yang berguna bagi tanah air. Anda juga selalu membantu perekonomian keluarga saya.”


“Tidak perlu berterima kasih,” kata Kaezar ketika beranjak dari tempatnya duduk. “Kau adalah pria yang bijaksana. Salah satu Ksatria kebanggan Robelia, serta suami yang bertanggung jawab.” Ia kemudian menyodorkan tiga ratus Piéces d’argent yang tadi dijanjikan. “Temui istri, putra, dan putri kecilmu sepulang dari Hygria. Kembalilah setelah dua hari bermalam di rumah kalian.”


“Terima kasih, Kapten!” seru pengantar surat berkuda cepat itu dengan penghormatan yang langsung diberikan pada Kaezar. “Tapi, apa ini tidak berlebihan untuk saya? Anda memberi lima ratus Piéces d’or ditambah tiga ratus Piéces d’argent, kemudian izin menginap di luar ranah pekerjaan.”


“Tidak,” sahut Kaezar. “Aku tahu kau pasti sangat merindukan istri dan anak-anak mu. Merindukan seseorang itu … rasanya berat sekali.” Ada nada lirih yang tersemat di akhir kalimat. Sebelum pemilik wajah rupawan tanpa cela itu mengangkat pandangan, menatap ke arah lurus dengan pandangan yang tidak mudah diartikan. “Karena aku juga sedang merasakannya,” lanjut Kaezar di dalam hati.


Rindu yang bertamu masih tersimpan dengan baik. Entah kapan akan terobati, karena hingga saat ini ia masih terbelenggu di tempat ini. Tempat yang menjadi penentuan bagi masa depannya. Jika saja ia telah berhasil melumpuhkan wilayah seberang, maka tanpa pikir panjang ia akan kembali ke Robelia. Lantas, segera menjemput kekasihnya di negeri milik seorang pria yang dulu berani mengatakan suka secara lantang. Pria yang dulu menginginkan kekasihnya menjadi Permaisuri, mendampingi pria itu selaku pemegang tahta Kekaisaran.


Kaezar sebenarnya tidak rela jika Kayena harus tinggal di Astoria. Namun, mau bagaimana lagi. Khayansar tahu perihal yang paling baik untuk Kayena. Kaezar juga percaya jika Khayansar telah memikirkan semuanya dengan matang. Jika sampai sesuatu yang tidak diinginkan terjadi; misal Kaisar Astoria berhasil membuat Kayena berpaling, Kaezar pun tidak akan mudah menyerah. Kaezar akan meyakinkan Kayena lagi dan lagi, bahwa hidup bersamanya kesalahan. Walaupun nantinya mereka akan hidup bersama di gubuk sederhana, Kaezar berjanji akan mengisi setiap sudut tempat tinggal mereka dengan cinta dan kehangatan. Ia berjanji akan memberikan segalanya—yang bisa ia dapatkan untuk Kayena.


Kedati ia sudah berusaha untuk meyakinkan, namun Kayena tetap berpaling, maka Kaezar tidak punya pilihan lain. Ia akan melepaskan Kayena dengan hati yang lapang, karena baginya cinta yang tulus tidak mengikat apalagi memaksa. Ketika seseorang jatuh cinta dengan tulus, ia akan mengutamakan kebahagiaan dari orang yang dicintai, bukan memaksakan kehendak untuk saling memiliki.


Manusia mungkin bisa jatuh cinta, karena perasaan tersebut sifatnya manusiawi. Tertuju pada siapa perasaan tersebut, manusia tidak ada yang biasa memprediksi. Manusia hanya bisa jatuh cinta, rencana. Karena terkadang cinta datang tiba-tiba, atau karena terbiasa.


“Kapten sedang bahagia?”


Tebakan itu datang dari salah satu kawan sesama Ksatria yang cukup dekat dengan Kaezar.


“Kenapa bicara begitu?”


“Saya cuma berprasangka, karena terlihat jelas di raut wajah Anda.”


Pria yang tengah menikmati makan malam di depan api unggun itu berdeham kecil. “Memangnya aku tidak boleh bahagia?”


“Tentu saja boleh, Kapten. Anda berhak untuk bahagia,” lanjut kawannya yang baru saja menambah satu tusuk daging rusa panggang ke piringnya. “Perasaan itu mungkin terbilang asing, namun Anda harus lebih sering merasakannya.”


“…”


“Saya jelas tahu jika penyebab Kapten bahagia itu siapa. Saya tidak berniat untuk ikut campur. Saya hanya ingin mengatakan bahwa Anda berhak bahagia bersama siapapun wanita yang berhasil membuat Anda jatuh cinta.”


“Dia masih orang yang sama,” jawab Kaezar, enteng. Nada bicaranya masih terdengar datar, namun di telinga kawannya, itu adalah nada yang berbeda.


Kaezar hanya bicara apa adanya. Dia masih orang yang sama, katanya.


Orang yang sama, yang membuatnya jatuh cinta.


Orang yang sama, yang membuatnya memiliki keinginan untuk berkeluarga.


“Orang pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta selama dua puluh enam tahun hidup,” lanjut Kaezar di dalam hatinya.


Oleh karena itu, semenjak menyadari perasaannya terhadap Kayena, Kaezar punya tekad kuat. Apalagi ketika mimpi buruk—tentang hidup Kayena yang sengsara akibat menikah dengan kakak tirinya—itu berulang kali menghampiri, Kaezar berusaha lebih ketat mengawasi Kayena dari bawah radar. Ketika wanita itu memutuskan untuk keluar dari cengkraman Kaizen, tanpa pikir panjang Kaezar akan menariknya keluar, menjauh dari kakak tirinya.


Kaezar bahkan sudah menyiapkan diri untuk mengajak Kayena membina hubungan yang lebih serius. Persiapannya dimulai ketika ia menghadap 3 pria kesayangan Kayena. Mengatakan secara gamblang jika ia telah menyadari perasaannya terhadap Kayena, kemudian meminta izin kepada mereka untuk mengejar Kayena.


Respon mereka? jangan harap positif. Orang pertama yang ia hadapi adalah Khiev de Pexley. Mantan Mayor Jendral Robelia itu hanya meninggalkan satu pesan ketika Kaezar yang sudah dianggap putra sendiri mengutarakan perasaannya tentang Kayena. Selain pesan, Kaezar juga diminta untuk menjauhi Kayena, selama Kayena masih menjadi istri kakak tirinya.


Orang kedua, tentu saja Khayansar de Pexley. Pertemuan mereka terjadi ketika Khayansar datang ke perbatasan—tempat di mana Kaezar bertugas. Kala itu Khayansar datang karena meninjau lokasi yang akan dijadikan hadiah untuk keluarga Royal Family di United Kingdom. Respon Khayansar ketika pertama kali mendengar ungkapan Kaezar yang sudah seperti adik sendiri adalah penolakan. Khayansar tidak memberi lampu hijau, karena Kaezar masih memiliki hubungan darah dengan Raja Tiran.


Keputusan Khayansar berpatok pada hukum kanonik, dimana menikahi janda saudaranya adalah sebuah pelanggaran. Hukum kanonik (bahasa belanda : Canoniek recht, bahasa inggris : canon law) sendiri adalah seperangkat tata cara dan aturan yang ditentukan oleh suatu otoritas gerejawi atau pengurus gereja dalam mengatur suatu organisasi tau gereja bersama umatnya dan kekristenan.


Kendati demikian, Kaezar mampu menggoyahkan keputusan Khayansar setelah memperlihatkan keseriusannya. Ia butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk meyakinkan Khayansar. Rupanya, Khayansar juga sudah memperhatikan interaksi antara Kaezar dan Kayena sejak lama. Lebih tepatnya sejak mereka masih kecil, di mana Kaezar hanya memperbolehkan Kayena dekat dengan dirinya. Sedangkan bersama lawan jenis lain, Kaezar sangat menjaga batasan. Walaupun pendiam, Khayansar bisa melihat sebesar apa perhatian yang dipersembahkan Kaezar untuk adiknya.


Orang terakhir yang dijumpai Kaezar adalah Cesar. Orang yang memberikan respon paling bertentangan. Tak tanggung-tanggung, pasca mengungkapkan perasaannya, Cesare langsung membuka ring duel pribadi. Kaezar menjadi samsak hidup yang tidak berniat melawan sama sekali.


Cesare sebenarnya kecewa, karena jadi orang terakhir yang diberitahu. Kaezar yang sudah seperti saudara sendiri, ternyata jatuh cinta pada adik satu-satunya. Saking kecewanya, Cesare bahkan sempat menjauhi Kaezar. Namun, hubungan mereka kembali membaik ketika Kaezar mengatakan jika ia menghargai keputusan orang-orang terkasih Kayena. Lagipula ia mengutarakan kejujuran agar dapat mengejar Kayena, dengan catatan Kayena sudah terlepas dari kakak tirinya.


“Belakangan ini perasaan Kapten tampak jauh lebih baik. Berarti Kapten tidak lagi mendapatkan mimpi buruk itu lagi?”


Kaezar terdiam mendengarnya. Mimpi buruk tentang Kayena memang sudah tidak menganggu tidurnya lagi, semenjak wanita cantik itu berhasil keluar dari istana. Padahal, dulu mimpi itu kerap kali datang menyambangi. Sekalipun mereka tengah berjauhan.


Terkadang, mimpi buruk itu datang dengan visualisasi yang tampak begitu nyata. Sampai-sampai Kaezar sempat percaya jika ia tengah mengalami time loop. Time loop sendiri merupakan suatu periode waktu yang berulang-ulang secara terus menerus (putaran waktu). Di mana peristiwa yang terjadi di dalam periode waktu tersebut juga terjadi berulang-ulang, tanpa perubahan.


Kaezar sempat percaya jika ia mengalami time loop, karena ia sempat beberapa kali merasakan mimpi buruk yang ada sangkut pautnya dengan Kayena terasa begitu nyata. Pada suatu ketika, Kaezar pernah terbangun dari tidurnya dengan kondisi berurai air mata. Dikarenakan dalam mimpinya saat itu, ia kembali menyaksikan tubuh Kayena terbujur kaku di atas peti mati yang terbuat dari kaca. Lengkap dengan mahkota Ratu yang disimpan di atas penutup peti. Di sekeliling tubuh Kayena yang sudah terbujur kaku, dihiasi oleh bunga lili serta Krisan putih.


Oleh karena itu, etika bisa melihat Kayena lagi dengan kesadaran penuh, rasanya benar-benar ingin membawa itu ke dalam pelukan. Mengurungnya agar ia bisa terus meyakini jika wanita itu aman. Untuk itu, ia akan berupaya lebih keras lagi agar dapat segera membawa Kayena ke sisinya. Karena sekarang, ia tidak perlu memikirkan masalah restu. Baik ayah Kayena, maupun saudara-saudaranya telah memberikan restu. Sebagian besar rakyat Robelia pun merestui hubungan mereka berdua.


“Dilihat dari raut wajah Kapten, sekarang mimpi yang selalu datang pasti mimpi indah. Benar begitu, Kapten?”


Kaizen tersenyum tipis sebelum beranjak. Belakangan mimpinya indah, karena kerap disambangi oleh wajah cantik sang kekasih. Alasan apa lagi yang dapat membuat tidurnya kian nyenyak.


“Ah, jelas sekali jawabannya,” tambah kawannya, dengan gelak tawa yang kian menjadi.


Kaezar sendiri tidak berniat untuk menampik. Toh, mereka juga sudah tahu siapa pemilik hatinya. Sosok yang berhasil membuatnya jatuh cinta, sedalam-dalamnya.


“Selesaikan makan malamnya dengan segera, setelah itu bergantian melakukan patroli.”


“Baik, Kapten.”


“Besok kita akan …” kalimat Kaezar langsung terputus ketika telinganya mendengar pergerakan dari arah semak-semak. “Ada yang datang,” katanya memberi komando. “Bersiap—“ belum sempat ia menyelesaikan komando, suara ledakan amat dahsyat terdengar dari arah belakang mereka. Lebih tepatnya dari arah bagian barak militer yang dijadikan sebagai gudang senjata.


“Kapten!”


Kaizen masih bisa mendengar suara kawan serta bawahan-bawahannya. Pasca ledakan tersebut, tubuhnya sempat terpental beberapa meter. Serangan dadakan tersebut pasti berasal dari pihak seberang. Namun, entah bagaimana bisa mereka menemukan barak militer milik Kaezar dan pasukannya yang berada di dekat tebing curam.


“Kapten!”


Panggilan itu terdengar lagi. Baru saja hendak beranjak, tiba-tiba sebuah senjata tajam tersodor ke arah lehernya. Kaezar langsung waspada.


“Tutup mulut, atau nyawa mu melayang, Elang Muda Kekaisaran.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 18-07-23