How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00158. La vérité qui a étranglé le roi tyran (Kebenaran yang mencekik raja Tiran



00158. La vérité qui a étranglé le roi tyran (Kebenaran yang mencekik raja Tiran)


Kaizen tidak pernah menyangka jika gulungan dokumen yang diberikan oleh Charteris Killian de Meré mencatat begitu banyak informasi penting, mulai dari informasi tentang organisasi hitam yang dibangun Klautviz de Meré pada masa kepemimpinan mendiang Raja Klein—ayahnya, para bangsawan yang berhubungan serta bekerja sama dengan Klautviz de Meré sampai daftar kejahatan yang berkaitan dengannya. Yang lebih mengejutkan adalah tercatat nama-nama keluarga Kadheston yang meninggal secara tiba-tiba, seperti mendiang Raja Kyle—kakek Kaizen, mendiang Raja Klein, mendiang Ratu Carlein, mendiang kedua saudari perempuan Kaizen yang masih bayi, sampai mendiang Putra Mahkota Carcel.


Pada bagian bawah gulungan dokumen tercatat kegiatan rahasia kembaran Charteris Killian de Meré selama menjadi selir Kaizen. Termasuk catatan seputar kasus penculikan dan percobaan pembunuhan yang menargetkan mantan ratu Robelia. Semua nama pelaku dan skenario di malam itu dituangkan secara rinci, lengkap dengan pesan yang mengatakan bahwa kebenaran akan segera terungkap, karena saksi kunci masih hidup.


Entah dari mana dan bagaimana cara Charteris Killian de Meré mendapatkan semua informasi tersebut. Namun, setelah dikaji ulang, semua informasi tersebut bisa saja benar 100%. Mengingat putra Klautviz juga memberikan keterangan yang meyakinkan, jika semua informasi yang ia kumpulkan adalah kebenaran. Di sana bahkan tertera bagaimana cara untuk menguji apakah informasi-informasi itu benar atau tidak.


Bohong jika Kaizen tidak terkejut dengan semua informasi penting yang bahkan tidak dapat ia ketahui. Emosi yang ada di dalam dirinya langsung bergejolak, mengetahui bahwa selama ini ada campur tangan Klautviz de Meré dalam kasus kematian orang-orang terdekatnya, bahkan putranya yang sangat ia dambakan.


Walaupun tidak ada di istana, rupanya Klautviz de Meré bekerja dengan sangat rapih. Itu berarti selama ini kaki-tangannya tersebar di setiap penjuru istana. Killian juga memberikan ciri-ciri orang yang tergabung dalam organisasi hitam, yaitu lewat sebuah tattoo hitam motif heliks atau spiral yang berarti symbol of resilience—simbol ketahanan.


Simbol heliks atau spiral dipilih karena mengandung arti yang mencerminkan keinginan si pendiri organisasi tersebut. Heliks adalah symbol of resilience. Bukti dari kesesuaian simbol yang dipilih, terlihat dari organisasi hitam yang dipimpin oleh Klautviz de Meré bisa terus berkembang dan bertahan selama hampir dua puluh tahun lebih. Setelah mendapatkan informasi terkait tattoo heliks yang menjadi identitas para kaki-tangan Klautviz de Meré, keesokan harinya Kaizen langsung meminta Kaelus untuk memeriksa semua pekerja yang tinggal dan keluar-masuk istana Robelia.


Semalaman Kaizen juga tidak bisa tidur karena memikirkan konspirasi serta kejahatan besar yang dibuat oleh ayah dan anak, yaitu Klautviz de Meré dan Katarina. Keduanya secara sengaja menyakiti orang-orang yang ia sayangi, termasuk istri dan putra kecilnya. Kaizen pun memutuskan untuk kembali membuka penyelidikan terkait kasus yang menimpa Kayena. hanya saja kali ini ia mengambil keputusan untuk melakukan penyelidikan secara mandiri.


“Selain ahli pedang ganda, putra dari Klautviz de Meré sepertinya seorang jenius, Yang Mulia. Sebelumnya dia bahkan dikenal sebagai penjahit paling berbakat di ibu kota, sehingga Nona Kayena mempekerjakannya.”


Pernyataan itu datang dari Kaelus yang sejak matahari beranjak tinggi, sibuk dengan berbagai jenis arsip lama—dari masa pemerintahan mendiang raja Kyle sampai raja Klein. Ia diberi tugas untuk mencocokkan semua informasi yang diberikan Killian.


“Dia bahkan menuliskan informasi dengan sangat rinci dan teliti, mulai dari tanggal, tempat, hingga waktu terjadinya peristiwa yang dicantumkan. Setiap nama yang terlibat juga dilengkapi dengan identitas singkat yang memudahkan ketika mencari kebenaran dari informasi tersebut.”


Kaizen setuju dengan pernyataan Kaelus tentang Killian yang terlahir sebagai pria jenius. Selain ahli pedang ganda, Killian juga sempat dikenal sebagai penjahit paling berbakat di ibu kota. Alasan itulah yang membuat Killian bisa masuk istana ratu dan menjadi salah satu kenalan dekat Kayena. Rupanya Killian juga masih memiliki kelebihan lain, terbukti dari kumpulan informasi yang ia berikan. Semua ditulis tangan dengan rapih, rinci, dan teliti.


“Apakah pada malam di mana Yang Mulia seharusnya tidur dengan Nona Kayena ada kejadian yang terasa ganjil? Pada bagian akhir informasi yang diberikan, salah satu pelayan wanita dari Nona Katarina yang terlibat dalam peristiwa penculikan dan percobaan pembunuhan Nona Kayena, sempat tercatat membeli banyak senyawa afrodisiak dari pasar gelap.” Kaelus tiba-tiba berkata pasca membaca ulang informasi yang diberikan Killian terkait kejahatan yang diperbuat Katarina.


“Afrodisiak?” ulang Kaizen. Ia tentu tahu betul senyawa apa itu.


“Benar, Yang Mulia,” jawab Kaelus. “Bukankah afrodisiak adalah senyawa yang dapat membangkitkan naluri seksual pada manusia?” tanyanya kemudian.


“Hm.” Kaizen merespon dengan singkat seraya mengingat-ingat kembali malam di mana ia seharusnya tidur bersama Kayena, tetapi malah terbangun dengan Katarina. Ia tidak mengingat apa-apa, kejadian di malam itu terasa samar dalam ingatan. “Malam itu, ketika aku menunggu Kayena, aku menikmati segelas wine dari Berry Bros. Aku ingat betul hanya minum sedikit wine, karena dokter kerajaan melarangku meminum alkohol terlalu banyak. Lalu Katarina datang dan menghancurkan suasana hatiku. Kami sempat terlibat perseteruan,” cerita Kaizen.


“Tetapi aku berhasil mengusirnya. Tepat setelah Katarina pergi, aku justru merasakan lonjakan hasrat yang kuat. Padahal jelas-jelas aku tidak mabuk. Setelah itu yang aku ingat hanya kesadaranku yang mulai terkuras, samar-samar aku mengingat Katarina kembali ke ruangan yang malam itu kental sekali dengan campuran wewangian crocus sativus, jasmine, dan ylang-ylang.”


“Crocus sativus, jasmine, dan ylang-ylang?” Kaelus mengingat-ingat di dalam hati. “Ke-tiga wewangian itu juga mengandung senyawa afrodisiak, Yang Mulia.”


Kaizen setuju dengan kalimat terakhir Kaelus. “Paginya aku sudah terbangun bersama Katarina. Aku bahkan tidak dapat mengingat bagian ketika aku menghabiskan malam bersama dengannya. Aku hanya bisa merasakan jika itu bukan tubuh Katarina, tetapi jelas-jelas aku terbangun di sisi Katarina.”


Kaelus mengernyitkan kening ketika mendapati kejanggalan dari cerita Kaizen. “Malam itu saya juga berjaga di depan pintu, tetapi saya tidak pernah melihat Nona Katarina keluar melewati pintu itu.”


“Aku mengingat dengan jelas pernah mengusirnya dan dia benar-benar pergi.” Kaizen bergumam kecil.


“Kecuali satu orang yang keluar-masuk peraduan Anda pada malam itu,” ucap Kaelus tiba-tiba.


“Siapa?”


“Pelayan Nona Katarina yang ditetapkan sebagai saksi kunci.”


“Pelayan itu sudah dibunuh oleh Klautviz de Meré,” sahut Kaizen dengan tangan memijit pelipis. Ingatannya masih tumpang-tindih jika mengingat malam itu.


“Akan tetapi, dalam informasi yang diberikan oleh putra Klautviz de Meré, saksi kunci dikatakan masih hidup.” Kaelus menatap ke sembarang arah dengan nyalang. “Kunci dari kebenaran kasus ini ada pada pelayan itu.”


“Benar. Pelayan itu adalah kuncinya. Mungkin itulah alasan kenapa Klautviz de Meré menyingkirkan pelayan itu. Dia ingin melindungi putrinya.” Kaizen menahan geram di akhir kalimat.


Setiap kali mengingat identitas Katarina sebagai putri Klautviz de Meré, ia selalu merasa bodoh. Bisa-bisanya ia meniduri anak haram dari pamannya sendiri. Bahkan sempat mati-matian mempertahankan posisi anak pengkhianatan itu.


“Satu hal lagi yang menurut saya janggal, Yang Mulia. Malam itu, Nona Kayena diketahui dijemput oleh empat orang pengawal. Dari informasi yang kita ketahui, salah satu dari pengawal itu membantu Nona Kayena melarikan diri. Pengawal itu kemudian kehilangan nyawanya setelah terlibat duel maut, kemudian tersisa dua orang pengawal yang kemudian kepalanya dihadiahkan oleh Tuan Muda Kaezar lewat Duke of Edinburgh.”


“Nona Kayena sendiri pada malam itu benar-benar menghilang dan baru ditemukan pada dini hari, sekitar pukul 03.00 pagi atau 03.30 pagi di rumah kaca. Sebelum ditemukan oleh Tuan Muda Kaezar, Nona Kayena entah menghilang ke mana. Dugaan terkait Nona Kayena bersama Tuan Muda Kaezar terbantahkan karena Tuan Muda Kaezar juga ikut mencari Nona Kayena.”


Kaelus yang tiba-tiba memutar ingatan pada kejadian yang telah berlalu, mulai mengurutkan kejadian demi kejadian lewat pena berbulu dan selembar kertas.


“Dua pelayan yang memberikan kesaksian bahwa Ratu dan Pangeran Kaezar membuat janji temu di gudang Anggur, pada malam yang sama di saat Anda mengundang Ratu, tiba-tiba ditemukan tewas. Nama mereka juga dituliskan dalam informasi yang diberikan oleh Sir Killian. Salah satu pelayan itu adalah pembeli senyawa afrodisiak dari pasar gelap.”


Kaelus tampak serius ketika menjelaskan satu per satu teka-teki yang belum terpecahkan dengan sempurna hingga saat ini.


“Jika penyelidikan waktu itu teliti seperti penemuan Sir Killian, seharusnya kita menyadari bahwa semua pelayan dan prajurit yang beraksi malam itu berasal dari kediaman Selir Agung Katarina. Bahkan beberapa pelayan yang memberikan kesaksian jika Nona Kayena dan Tuan Muda Kaezar sering bertemu secara diam-diam juga kebanyakan berasal dari sana. Intinya, skenario ini memang dibuat oleh orang yang sama—seperti informasi yang telah disampaikan terlebih dahulu oleh Duke ofe Edinburgh. Di sini Sir Killian memperjelas semuanya dengan bukti yang lebih lengkap dan konkret.”


“Sial*n. Jadi benar, otak dari penculikan dan percobaan pembunuhan itu memang Katarina.” Kaizen menggeram dengan amarah yang semakin memuncak. Memahami penjelasan Kaelus lebih mudah, ketimbang pada saat itu. Mungkin karena pada saat itu ia dibutakan oleh amarah dan kecemburuan.


“Tetapi masih ada yang membuat saya bingung, Yang Mulia. Pada malam itu, jika Nona Kayena hanya bersembunyi di rumah kaca, seharusnya mudah bagi Tuan Muda Kaezar atau siapa pun untuk langsung menemukannya. Akan tetapi, Nona Kayena baru ditemukan beberapa jam kemudian.”


“Mungkin Kayena bersembunyi di ruang rahasia yang terhubung langsung dengan tempat peristirahatanku,” timpal Kaizen. “Hanya ada satu jalur yang menghubungkan jalan rahasia itu. Masing-masing pintu masuk hanya bisa diakses lewat tempat peristirahatanku atau rumah kaca.”


Anting-anting itu berpindah tangan. Kaizen mengamati perhiasan yang sudah tidak sempurna itu. Sepertinya benda itu telah terpisah dari bagian utama, sehingga hanya menyisakan bagian bawah yang membentuk pola bunga kecil.


“Katarina tidak pernah menggunakan perhiasan seperti ini,” ujarnya tiba-tiba. Ia tahu betul jika selera wanita itu adalah berbagai jenis perhiasan dengan permata yang indah serta pita-pita yang cantik. “Kemungkinan besar benda ini milik Kayena, karena dia suka mengoleksi benda-benda dengan motif yang sama.”


Jika Katarina merupakan pecinta pita, maka Kayena pecinta bunga. Bunga adalah unsur yang tidak pernah absen dari perhiasan atau perintilan yang biasa digunakan Kayena dalam kesehariannya. Ketika masih sering menghabiskan malam bersama pada tanggal tertentu, Kayena selalu tampil cantik dalam kesederhanaan. Ia selalu tampil dengan gaun malam model vintage yang nyaman, tanpa banyak ruffles. Berhias secukupnya dan menggunakan perhiasan sederhana seperti anting-anting atau kalung tanpa permata. Kaizen hafal di luar nalar tentang kebiasaan mantan istri tercintanya itu.


“Di mana kau menemukannya?”


“Di ruang rahasia Anda,” jawab Kaelus, jujur. “Kemungkinan benda itu sudah tertinggal cukup lama, karena ketika saya menemukannya, benda itu cukup tersembunyi dan telah diselimuti debu.”


“Jika ini memang milik Kayena, kapan ia masuk ke ruang rahasia? Apa ketika malam itu?” pikir Kaizen. Ia berusa keras menyatukan keping demi keping puzzle yang masih belum terpecahkan. “Jangan-jangan malam itu Kayena benar-benar datang dan melihatku berc*nta dengan Katarina?”


Kepala Kaizen terasa dihantam batu besar ketika praduga itu muncul. Jika benar seperti itu, maka ia adalah pria paling brengs*k yang telah menuduh dan menyakiti istrinya sendiri.


“Bisa jadi seperti itu, Yang Mulia.” Kaelus ikut bersuara. Kali ini nada bicaranya terdengar sangat lirih.


Kaizen menghela nafas berat. “Malam itu aku bermain sangat kasar. Walaupun samar-samar, aku masih bisa mengingatnya.”


“…”


“Apa benar Kayena melihatnya?” rasa bersalah kian bercengkol di hati, Kaelus pun tidak lagi mau berkomentar. Jika benar begitu, maka Kaizen tidak tahu sebasar apa ia telah menyakiti hati mantan istrinya.


Di saat nyawa Kayena terancam, ia justru meniduri wanita lain dengan bringas. Membayangkan Kayena ada di sana dan menyaksikan kegilaannya saja sudah membuat Kaizen ingin membenturkan kepala ke dinding.


“Tunggu,” ujarnya tiba-tiba. “Jika malam itu aku bermain dengan Katarina, seharusnya Katarina mengalami kontraksi atau kram perut.”


“Kenapa seperti itu, Yang Mulia?” bingung Kaelus.


“Dikarenakan Katarina sedang mengandung. Jika malam itu aku mengeluarkan di dalam, pasti akan memicu kontraksi dan kram perut. Apalagi usia kandungan Katarina tergolong masih sangat muda. Aku bahkan bermain kasar, tetapi dia terlihat baik-baik saja pagi itu.”


“Mungkin karena kehamilan Nona Katarina adalah kehamilan yang tidak diketahui. Bukannya kehamilan ini jarang menunjukkan gejala seperti kehamilan pada umumnya?”


Kaizen mengangguk. Namun, ia masih saja ragu. “Walaupun kehamilan Katarina adalah kehamilan yang tidak diketahui dan tanpa gejala kehamilan pada umumnya, melakukan hubungan badan pada usia kehamilan masih tergolong muda sangatlah beresiko. Selain kontraksi dan kram perut, efek paling fatal yang dapat terjadi adalah keguguran bahkan kelahiran bayi yang tidak sempurna. Itulah alasan kenapa aku tidak pernah menyentuh Kayena pada saat usia kandungannya masih sangat muda.”


Kaelus terdiam mendengar penjelasan lebih lanjut. Ia percaya jika rajanya itu memiliki wawasan dan pengalaman yang lebih luas dibanding dirinya. Jika benar berhubungan badan berbahaya pada usia kandungan muda—apalagi saat itu Kaizen mengaku bermain dengan kasar—tentu saja Kaizen mempertanyakan kondisi Katarina yang menurutnya baik-baik saja pada saat itu.


“Kaelus.”


Kaelus mengangkat wajah guna menatap rajanya yang tampak kebingungan. “Iya, Yang Mulia?”


“Bagaimana jika malam itu bukan Katarina yang aku tiduri?”


“Maksud Anda?”


“Aku bisa merasakan perbedaan besar ketika meniduri Katarina dan Kayena.” Kaizen mulai berucap dengan sorot mata gamang. “Malam itu jelas-jelas aku merasa bukan tidur dengan Katarina, tetapi aku memperlakukannya seperti Katarina. Lalu aku terbangun di ranjang yang sama dengan Katarina.”


Kaizen kebingungan. Kaelus yang mendengarkan juga ikut kebingungan. Ia tidak pernah meniduri wanita mana pun seumur hidupnya, jadi ia tidak tahu bagaimana rasa dan cara membedakannya. Jika Kaizen tahu ada perbedaan besar yang dirasakan ketika meniduri mantan istri dan mantan kekasihnya, seharunya Kaizen bisa dengan mudah menebak.


Hening cukup lama menyelimuti mereka, sampai pada akhirnya Kaizen tiba-tiba menggebrak meja yang ada di “.


“Ada apa, Yang Mulia?”


“Aku yakin itu bukan Katarina,” tukas Kaizen tiba-tiba. “Sekarang aku tahu kenapa ketika di persidangan hari itu, Kayena bertanya apakah aku lupa ingatan?” (Pembicaraan Kaizen dan Kayena ada di part 0043)


Kaelus dengan cepat mencerna maksud dari ucapan sang raja Robelia, ketika lawan bicaranya terdiam dengan kedua tangan meremas kepala dengan frustasi.


“Maksud Yang Mulia, malam itu …”


“Sekarang aku paham kenapa waktu itu Kayena bertanya seperti itu dan langsung terdiam ketika aku justru balik menuduhnya. Dia pasti merasa sangat tersakiti karena aku sudah bertindak seperti bajing*n yang lupa ingatan setelah menidurinya dengan kesetanan.”


Kaelus langsung merasa otaknya berhenti bekerja untuk beberapa saat. Demi Tuhan, ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan kebenaran ini.


💰👑👠


Bersambung



Tanggerang 09-10-23