How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0041. Un Traiître Que Se Sent Trahi (Pengkhianat yang merasa dikhianati)



0041. Un Traiître Que Se Sent Trahi (Pengkhianat yang merasa dikhianati)



“Sial*n, hari ini sangat melelahkan.”


Wanita dengan sleepwear night vintage dress merah yang sangat kontras di kulitnya itu tersenyum culas seraya mengusap air mata buaya yang baru saja membasahi wajahnya.


“Cih, dia sampai membentakku,” gerutunya setelah menolah ke belakang satu kali. Penolakan yang baru saja ia dapatkan dari Raja adalah bagian dari rencana.


Ya, penolakan itu telah ia prediksi sebelumnya. Oleh karena itu, ia telah menyiapkan rencana cadangan yang matang.


“Bagaimana, Kyara? Apa Ratu sudah masuk ke dalam perangkap?”


Pelayan pribadinya yang baru saja muncul dari balik pintu segera memberikan jubah tidur guna melindungi tubuh tuannya dari udara dingin. “Yang Mulia Ratu baru saja dijemput oleh orang-orang suruhan Anda.”


“Bagus,” responnya. Ada seulas senyum culas yang tercipta di bibir. “Lalu bagaimana dengan Pangeran Kaezar? Apa dia sudah tiba di gudang anggur?”


“Belum, Yang Mulia Selir. Pelayan yang diminta untuk menyiapkan afrodisiak di ruangan itu baru saja selesai.”


Katarina, wanita yang saat ini tengah melipat tangan di depan dada tampak menganggukkan kepala. “Jangan sampai gagal membuat Pangeran Kaezar masuk ke gudang anggur. Pastikan terlebih dahulu jika Ratu yang berada di dalam tempat itu telah menghirup campuran afrodisiak yang telah disiapkan.”


Kyara mengangguk paham. “Setelah ini saya akan memastikannya sendiri.”


“Lakukan lah tugas mu dengan baik,” ucap Katarina seraya menatap sang tangan kanan lekat-lekat. “Suruh para penjaga untuk melarang siapapun masuk, katakan jika Raja tengah mengabiskan waktu bersama selir kesayangannya.”


“Baik, Yang Mulia Selir.”


Pasca obrolan singkat tersebut Kyara langsung pamit undur diri. Meninggalkan Katarina yang tak berniat pergi, sekalipun sudah diusir oleh Kaizen. Ia sudah menyiapkan rencana, proses menunggu ini adalah bagian dari rencana tersebut. Membiarkan Kaizen yang masih berada di dalam sana terpengaruh oleh afrodisiak yang telah ia campurkan pada makanan, minum, lilin roma terapi, sampai minyak wangi. Semua itu telah Katarina campur dengan afrodisiak—zat yang dapat membangkitkan naluri seksual. Katarina juga telah mencampurkan racikan lain yang dapat membuat Kaizen lebih tahan lama ketika berhubungan dengannya.


Intinya, Katarina telah mempersiapkan segalanya, agar malam ini mereka bisa berc*nta sampai kelelahan. Walaupun tadi Kaizen menolaknya mentah-mentah, setelah terpengaruh oleh afrodisiak, pria itu pasti akan tunduk di bawah hasratnya yang menggila. Pada saat itu lah Katarina akan datang sebagai penawar bagi Kaizen. Sekarang yang ia butuhkan hanya menunggu, sampai Kaizen benar-benar kehilangan kesadaran akibat efek afrodisiak.


“Malam ini aku akan membuat mu menggila,” gumam Katarina ketika ia kembali menanggalkan jubah yang sempat dibawakan Kyara. Ia pun kembali berbalik arah, masuk ke dalam peraduan sang Raja. Siap menyerahkan diri untuk menjadi penawar keganasan sang Raja menghadapi hasratnya.


“Ahk.”


Langkah Katarina langsung terhenti ketika telinganya samar-samar mendengar erangan dari dalam sana. Ia sempat berpikir jika itu suara Kaizen. Namun, harapannya pupus begitu saja saat kedua bola matanya melihat pria yang sangat dicintai tengah menindih seorang wanita di atas tempat tidur.


Marah, kesal, juga terkejut. Katarina tidak tahu lagi harus bagaimana mendeskripsikan perasaannya. Padahal, ia yakin betul tidak ada siapapun yang berhasil melewati pintu utama kecuali Kyara. Lantas, dari mana wanita dengan sleep wear night vintage dress warna putih itu? apa mungkin ia masuk dari jalan rahasia? Lalu, bagaimana dengan rencananya untuk menjebak wanita itu bersama Pangeran Kaezar?!


“Putain de Reine!” umpatnya dengan hati yang membara. (Ratu sial*n)


Katarina hampir saja menjatuhkan guci besar yang menjadi tempat persembunyiannya, agar percintaan di depan sana langsung terhenti. Namun, tiba-tiba saja ia mendengar namanya terselip pada erangan pria yang sangat ia dicintai. Pendar matanya kemudian kembali bergulir ke arah yang sama. “Ternyata aku yang Kaizen bayangkan.” Ada rasa percaya diri yang mulai meninggi, tergambar di pendar matanya. “Aku jadi penasaran, seberapa terluka perasaan wanita itu sekarang?”


Ada bahagia yang datang, menggantikan rasa kesal. Melihat bagaimana Kayena yang selalu angkuh di matanya meronta-ronta, minta dilepaskan dengan sisa kekuatan yang dimiliki, menjadikan hiburan tersendiri bagi Katarina. Tak berselang lama, ketika terdengar lenguhan panjang dari pria yang dicintainya—menandakan jika puncak kenikmatan telah diraih untuk ke sekian kali, tiba-tiba satu pertanyaan terbesit di kepala Katarina. Bagaimana jika pada akhirnya Kayena mengandung?


Malam ini adalah tanggal yang telah ditetapkan oleh Paus Calius, supaya Raja dan Ratu dapat segera memiliki momongan. Oleh karena itu, mereka diharuskan melakukan hubungan badan. Katarina sudah melakukan segala cara guna mencegah mereka melakukan hubungan badan, namun keberuntungan tidak memihak kepadanya.


Cukup lama Katarina berada di tempat persembunyian. Ia pikir akan semalaman terjebak dalam situasi tersebut. Sampai ia mendengar suara Kayena, samar-samar. Terdengar getir, ketika wanita mengucapkan jika ini adalah pertama dan terakhir kali Kaizen menyentuhnya pada kehidupan ini. Katarina sempat mencuri pandang, pendar matanya kebetulan menangkap kepergian Kayena ke arah ruangan yang menjadi tempat tersimpan nya beberapa benda berharga, serta peninggalan bersejarah dari kerajaan Robelia.


Melihat kepergian Kayena setelah Kaizen terlelap dengan nyenyak, otak picik Katarina bekerja dua kali lipat. Ia memikirkan banyak cara guna memperbaiki rencana pertamanya yang telah gagal. Walaupun rancana pertama telah digagalkan langsung oleh Sang Pencipta, setidaknya rancana berikutnya harus bisa terealisasikan. Ia bertekad untuk memanfaatkan kekeliruan yang telah terjadi. Mengambil keuntungan dari kesengsaraan wanita lain. Lalu memanfaatkan ketidaksadaran pria yang dicintai, demi kepentingan pribadi.


“Lupakan apa yang telah terjadi semalam, Katarina. Anggap saja itu adalah kesalahan yang aku perbuat karena mabuk berat.”


See, sekarang pria yang ia cintai tidak merasa curiga sama sekali. Red wine dicampur afrodisiak dosis tinggi ternyata berhasil menyamarkan ingatan pria tersebut. Kali ini Dewi Keberuntungan rupanya tengah memihak pada Katarina. Jadi, tidak ada rasa kesal sedikitpun ketika pria itu melenggang pergi begitu saja setelah menyuruh dirinya untuk segera meninggalkan tempat ini.


“Bagaimana dengan Ratu?” pertanyaan itu diajukan pada pelayan pribadinya yang baru saja diberi akses untuk masuk, menjemput Katarina yang tampak malas-malasan di atas tempat tidur Raja Robelia.


“Yang Mulia Ratu berhasil kabur, Yang Mulia. Saat ini Yang Mulia Ratu ada di istananya.”


Katarina memijit pelipisnya sekilas. “Rencana kita berantakan," keluhnya. "Lalu, bagaimana dengan para prajurit dan dua pelayan yang ditugaskan untuk memberikan pesan pada Pangeran Kaezar?”


“Mereka semua … telah pergi.” Kyara berkata seraya membantu memakaikan jubah di tubuh tuannya.


“Apa maksudmu?”


“Salah satu dari empat prajurit yang Anda tugaskan telah berkhianat. Prajurit itu kemudian berniat membunuh prajurit yang lain. Dari insiden itu, hanya tersisa dua prajurit yang sempat menjalankan tugas. Sekarang mereka sudah melarikan diri ke Utara.”


“Sisanya?”


“Dua orang pelayan wanita yang bertugas untuk memancing Pangeran Kaezar sudah tewas karena meminum racun. Mereka sempat dicurigai oleh tangan kanan Pangeran Kaezar.”


Katarina tersenyum tipis. “Bagus. Semakin sedikit orang yang mengetahui rencana ini, semakin terjamin keamanan kita.”


“Informasi yang satu ini pasti sangat menguntungkan untuk Anda,” ucap Kyara seraya tersenyum tipis. Ia kemudian mendekatkan diri pada Katarina, lalu membisikkan sesuatu di telinga wanita itu.


“Apa? tapi, bagaimana bisa?” kaget Katarina pasca mendengarkan informasi yang baru saja disampaikan oleh Kyara.


“Saat ini seluruh penjuru istana sedang membicarakan keduanya.”


Katarina tersenyum misterius dengan langkah yang membuatnya kian menjauhi tempat tidur. “Aku malah tidak menyangka jika mereka akan berakhir seperti ini.” Dengan santai ia melenggang pergi, meninggalkan tempat tersebut. Toh, urusannya di tempat tersebut telah selesai. “Setelah ini, mereka berdua pasti terancam dihukum penggal atas tuduhan perzinahan dan pengkhianatan.”


💰👑👠


“Di mana Ratu?”


Pertanyaan itu diajukan Kaizen ketika Kaelus baru saja menunjukkan wajahnya. Ia sendiri baru saja selesai bersiap, dibantu oleh para pelayan. Mengingat semalam ia sudah melakukan uji coba kelayakan—yang seharusnya dilakukan bersama Kayena, bukan Katarina. Jadi, pagi ini ia sudah bisa beraktivitas seperti semula.


“Yang Mulia Ratu ada di istananya, Yang Mulia.”


“Kalau begitu aku akan berkunjung ke sana,” ujar Kaizen setelah memastikan penampilannya sempurna, seperti biasa.


Semenjak membuka mata, hal pertama yang ingin ia lakukan adalah bertemu Kayena. Ia sangat ingin bertanya, kenapa wanita itu tidak memenuhi perintahnya? Alhasil, semalam ia malah menghabiskan waktunya bersama Katarina. Jujur, Kaizen merasa sangat kesal. Marah. Juga, kecewa ketika membuka mata yang ditemukan bukan Kayena.


Padahal, semalam ia merasa mendengar suara Kayena. Apa itu hanya ilusinya saja?


“Maaf menyela, Yang Mulia. Tetapi saat ini Ratu tidak menerima kunjungan dari siapapun,” kata Kaelus, memberi tahu. Tampak ada keraguan di wajahnya ketika hendak bicara lebih lanjut. Apalagi saat Kaizen menatapnya dengan penuh telisik.


“Kenapa Ratu tidak menerima kunjungan? Apa telah terjadi sesuatu tanpa sepengetahuan ku?”


Kaelus tampak kesulitan menelan ludah. Pria yang berdiri tegap dalam posisi siap itu butuh cukup banyak waktu untuk menjawab pertanyaan Kaizen.


“Kondisi istana sedang tidak kondusif semenjak munculnya rumor terkait Yang Mulia Ratu.”


“Rumor?” kening Kaizen tampak bertaut mendengarnya. “Rumor apa? kenapa aku tidak tahu?”


“Rumor itu berhembus kencang sejak pagi,” tutur Kaelus. “Pemicu munculnya rumor tersebut adalah para pelayan yang menyaksikan Pangeran Kaezar bersama Ratu,” lanjutnya dengan suara yang dibuat se-stabil mungkin. “Dini hari tadi, Pangeran Kaezar terlihat menggendong Ratu keluar dari rumah kaca. Padahal, sebelumnya Ratu sempat dilaporkan menghilang. Pangeran Kaezar juga ikut mencari Ratu, sebelum akhirnya muncul bersama Ratu, beberapa jam kemudian.”


Kaizen tak menanggapi. Ia masih mendengarkan, serta mencerna semua informasi yang diutarakan oleh Kaelus.


“Semenjak terang-terangan menunjukkan kebersamaan, rumor mengenai hubungan Ratu dan Pangeran Kaezar memang terus berhembus. Ada beberapa pelayan yang memberikan kesaksian jika Ratu dan Pangeran Kaezar sering bertemu secara diam-diam,” lanjut Kaelus. “Semalam juga ditemukan dua jasad pelayan wanita yang sempat memberikan kesaksian; bahwa Ratu dan Pangeran Kaezar membuat janji untuk bertemu di gudang Anggur pada malam yang sama di saat Anda mengundang Ratu.”


“Jadi, semalam Ratuku dan anak haram itu … bertemu secara diam-diam?”


“Mengenai kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan, Yang Mulia. Mengingat Ratu enggan buka suara hingga saat ini. Pangeran Kaezar pun melakukan tindakan yang sama.”


Kaizen mengepalkan tangannya kuat. Kesimpulan yang ia dapatkan dari merangkum semua informasi tersebut, jelas-jelas berhasil membuat dirinya merasa dikhianati. Di saat ia meminta wanita itu untuk datang secara baik-baik, ia malah mengabaikan, kemudian memilih untuk bertemu dengan adik tirinya. Sungguh di luar prediksi. Entah sejauh mana hubungan gelap mereka. Namun, dari hari ke hari, baik Kayena maupun Kaezar seolah-olah mengkonfirmasi rumor yang santer terdengar itu benar adanya, dikarenakan mereka tak pernah mengeluarkan statement (pernyataan) yang membantah rumor serta tuduhan yang membawa-bawa nama mereka.


“Kaelus.”


“Ya, Yang Mulia.”


“Bawa Ratu dan anak haram itu ke aula, sekarang juga,” perintahnya pada sang tangan kanan. Raut wajahnya tampak sudah mengeras ketika berkata demikian. “Aku ingin mendengar langsung dari mulut keduanya, apa benar mereka menjalin hubungan gelap.”


Kaelus mengangguk paham. “Perintah Anda akan segera saya laksanakan, Yang Mulia.” Kaizen menunduk hormat setelah berkata demikian.


Kaizen sudah memunggungi Kaelus, ketika pria itu kembali bertanya dengan ragu. “Izin bertanya, Yang Mulia.”


“Bicaralah.”


Kaelus tampak menggaruk tengkuk bagian belakangnya. Menandakan jika ia risau sendiri. “Bagaimana jika rumor itu benar, Yang Mulia? apa kah Anda akan menjatuhkan hukuman yang semestinya pada Ratu?”


Kepalan tangan Kaizen semakin menguat ketika mendengar pertanyaan Kaelus. Kendati demikian, sebelum meninggalkan tempat tersebut, ia sempat menjawab singkat dengan suara berat miliknya. “Jika benar Ratu telah berkhianat, maka dia terancam dihukum penggal.”


💰👑👠


TBC


Gimana perasaan readers setelah baca bab ini?Bab sebelumnya penuh hujatan tuh buat Kayena dan Author 🤧 Tapi .... Author masih punya suprise² berikutnya loh. Siap² stok sabar 🤗


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 24-05-23