How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0080.Partenaire manipulateur ; Klautviz de Meré et Karla Kannelite (Pasangan man



0080. Partenaire manipulateur ; Klautviz de Meré et Karla Kannelite (Pasangan manipulatif; Klautviz de Meré dan Karla Kannelite)


“Dari mana kakak mendapatkan semua roti ini?” pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang anak laki-laki yang baru menginjak usia kisaran tujuh tahun. Mulutnya penuh dengan roti gandum yang dibawa kakaknya sepulang kerja.


“Dari Nyonya di tempat kakak bekerja,” jawab sang kakak.


“Nyonya di tempat kakak bekerja sangat baik hati,” timpal suara dari seorang gadis kecil yang usianya sebaya dengan anak laki-laki tadi. Ia juga tengah sibuk mengisi perut dengan roti gandum yang dibawa sang kakak, di temani oleh segelas susu sapi segar yang diberikan sebagai upah kepada mereka setiap membantu memerah sapi milik tetangga.


“Tapi, mulai besok kakak sudah tidak bekerja di tempat itu lagi. Sebagai gantinya, untuk kedepannya, kakak akan membawa pulang makanan yang lebih enak dari roti gandum.”


“Kenapa kakak tiba-tiba berhenti bekerja di kedai minuman milik Nyonya baik hati itu? apa Nyonya itu jahat pada kakak?”


“Tentu saja tidak,” sahut wanita muda pemilik rambut hitam panjang yang hampir menyentuh pinggang itu. “Kakak berhenti bekerja di sana, karena kakak sudah menemukan tempat kerja baru yang lebih menjanjikan.”


“Apa di tempat kerja baru itu kakak akan menghasilkan banyak uang?” usai menelan roti gandum dalam mulut, anak laki-laki tadi ikut bertanya. “Kita tidak punya cukup uang, jadi Bibi mengusir kita dari rumah. Karena tidak memiliki cukup uang, kakak juga harus bekerja keras setiap hari.”


“Iya. Maafkan kita, karena belum bisa bekerja untuk membantu kakak. Kami hanya bisa melakukan pekerjaan kecil, seperti memerah sapi tetangga.”


Pemilik nama Karla Kannelite yang merangkap tugas sebagai wali, serta kakak bagi sepasang anak kembar tersebut mengulas senyum ketika mendengar penuturan keduanya. Mereka memang sudah tidak memiliki rumah, karena harta peninggalan satu-satunya dari mendiang orang tua mereka itu telah diambil secara paksa.


Sekarang mereka terpaksa tinggal di salah satu bagian istal kuda dan ternak milik seorang tetangga yang dermawan. Selain diberi tempat untuk tinggal sementara, mereka juga diberi pekerjaan ringan; yaitu membantu memerah sapi untuk adik-adik Karla, sedangkan Karla sendiri sebelumnya bekerja di kedai minuman keras ketika malam hari. Sedangkan di siang hari, Karla bekerja sebagai pelayan yang bertugas menjaga dan mengurus istal kuda milik tetangganya.


Kendati demikian, tidak selamanya mereka bisa tinggal di sana. Karla yang dikarunia wajah cantik dan cenderung lugu juga kerap mengundang masalah. Terutama jika bersangkutan dengan anak laki-laki dari tetangganya yang kerap berperilaku kurang ajar terhadap Karla. Ia takut adik-adiknya mengalami insiden sama, sehingga Karla berusaha mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Dari sana lah mulai tertarik untuk bekerja di La Beauté Cachée, tempat hiburan malam yang belakangan tengah ramai diperbincangkan.


Setelah bertanya pada salah satu kenalannya yang bekerja di La Beauté Cachée, Karla berhasil dipertemukan dengan pemilik La Beauté Cachée. Ia juga sudah melewati seleksi tahap pertama sebagai bakal calon pekerja di La Beauté Cachée. Mulai besok malam, ia resmi debut sebagai pekerja La Beauté Cachée. Demi adik-adiknya, Karla akan mengesampingkan harga diri. Untuk saat ini ia membutuhkan banyak uang, demi keberlangsungan hidup mereka bertiga. Karla tidak mau adik-adiknya terus hidup di bawah garis kemiskinan.


“Tugas kalian setelah kita menemukan tempat tinggal baru adalah belajar yang giat. Kakak akan segera menghasilkan banyak uang untuk kalian, jadi kalian juga harus menuruti perintah kakak.”


“Baik, Kak,” jawab adik-adiknya, kompak. Membuat senyum tipis tercipta di bibir Karla. Sumber kebahagiaan Karla adalah mereka. Adik-adiknya.


Besok malam ia akan bekerja perdana di La Beauté Cachée. Dikarenakan kondisinya masih “gadis”, besok pemilik La Beauté Cachée akan mencarikan partner paling menjanjikan untuk hari pertama Karla bekerja di La Beauté Cachée. Ratusan Piéces d’or dan Piéces d’argent akan langsung diterima, setelah ia menyerahkan kegadisannya pada pelanggan pertama.


“Selain memiliki wajah yang terbilang cantik, apalagi kelebihan yang kau miliki?” tanya pemilik La Beauté Cachée pada Karla ketika keesokan malamnya datang ke tempat hiburan malam paling terkenal dan tersohor itu.


“Saya bisa menyanyi dan melantunkan puisi.”


“Bagus. Kebetulan pembeli yang akan menghabiskan malam bersama mu juga suka mendengar pertunjukkan musik.”


“Justru saya yang merasa beruntung, karena bisa bekerja di tempat ini.”


“Kau cantik, dear. Sayang sekali jika wajah mu tidak dimanfaatkan dengan baik.”


Pemilik La Beauté Cachée ada benarnya. Karla tidak punya apa-apa, selain wajah cantik yang terlihat polos. Maka, ini lah jalan yang Karla pilih. Ia akan menceburkan diri ke lubang kemaksiatan demi meraup lebih banyak pundi-pundi rupiah. La Beauté Cachée adalah solusi untuk mendapat uang secara singkat, dan cepat. Untungnya, tidak butuh waktu lama bagi karla untuk mendapatkan pelanggan pertamanya.


“Aku tidak salah pilih. Kau memang permata baru bagi La Beauté Cachée,” puji pemilik La Beauté Cachée ketika melihat Karla yang sudah tampil cantik dengan seragam kerjanya. Berbanding terbalik dengan gaun formal pada umumnya, seragam kerja yang berbentuk gaun itu terbilang lebih menonjolkan kesan sensual.


Warna yang dipilih juga lebih dipersempit, mulai dari putih, hitam, merah, hingga merah tua. Bentuknya seperti gaun model Victoria pada umumnya, namun lebih sederhana dan mudah dilepaskan dari tubuh. Pada bagian dada, ditambah volume agar bagian buah dada lebih terlihat menyembul. Karla memang tidak terlalu nyaman dengan seragam kerja di La Beauté Cachée, namun mau bagaimana lagi. Mulai sekarang, gaun model seperti itu adalah seragam kerjanya.


“Ingat ini baik-baik, dear. Pelanggan adalah raja. Layani mereka dengan sepenuh hati, namun jangan pernah sekalipun melibatkan perasaan. Ingat status mu sebagai pekerja La Beauté Cachée; jangan sampai terlibat hubungan asmara dengan pelanggan. Jika hal itu sampai terjadi, urusannya akan rumit.”


Karla mengangguk. Sekarang ia sudah diantarkan menuju ruangan di mana pelanggan pertamanya berada.


“Masuklah. Layani pelanggan pertama mu dengan baik. Jangan takut, apalagi gugup, karena dia tahu ini pertama kalinya untuk mu.”


Karla gugup? Tentu saja. Perasaan itu tetap bertahan sampai ia bertemu dengan sosok gagah yang tengah menikmati anggur merah di bibir tempat tidur. Sosok gagah itulah yang merupakan pelanggan pertamanya. Sosok yang meminta dinyanyikan sebuah lagu pengantar tidur sebagai pekerjaan pertama Karla.


Hanya lagu pengantar tidur, bukan sesuatu yang sulit bagi Karla untuk memenuhi permintaan tersebut.


“Beautiful voice,” puji sosok rupawan pemilik rahang tegas yang sudah merengkuh pinggang Karla dengan posesif. Sepasang manik elangnya menatap wajah polos Karla yang semakin tampil cantik setelah dipulas perias wajah. “Aku tidak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan mu di tempat seperti ini.”


“Apa …sebelumnya kita pernah bertemu, Tuan?”


Pemilik rambut hitam legam itu tidak langsung menjawab, namun kedua tangannya bergerak cepat membawa tubuh Karla ke atas pangkuan. “Kedai minuman keras, beberapa hari yang lalu. Aku pertama kali melihat mu di sana.”


Karla ingat. Ia sempat melihat pelanggan paling mencolok di kedai minuman keras beberapa hari yang lalu, sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri.


“Malam ini kau terlihat lebih cantik,” ungkapnya. “Mungkin karena kau berada begitu dekat dalam jangkauan ku.”


Karla hanya mampu menunduk malu. Ia memang suka dipuji cantik dan menarik, namun sebisa mungkin menutupi rasa bangganya pada diri sendiri dengan sikap lugu dan malu-malu. Kemudian ia dipertemukan dengan pria gagah dan rupawan pada hari pertamanya bekerja di La Beauté Cachée. Sosok yang mampu membuat hatinya menghangat hingga membara dalam waktu bersamaan.


Kali pertama Karla melakukan hubungan badan dengan pria itu pun ia menjadi sangat percaya diri. Ia bersyukur karena pria itu lah yang mendapatkan kegadisannya. Pria yang mampu memperlakukannya layaknya manusia yang patut dijaga dan diperhatikan dengan baik.


Dari pertemuan pertama itulah, terjadi pertemuan-pertemuan berikutnya. Karla yang bekerja di La Beauté Cachée, dipesan secara khusus untuk melayani pria sama di ruangan yang sama. Ia hanya diperbolehkan untuk menghibur tamu lain sebatas memperlihatkan keindahan vocal dan visual yang ia miliki. Namun, tidak diizinkan untuk memberikan pelayanan pada tamu pria manapun.


Pemilik La Beauté Cachée juga tidak menjelaskan lebih spesifik. Namun, Karla tidak terlalu mau ambil pusing. Kendati ia sudah dicap sebagai wanita panggilan, pada kenyataannya hanya satu orang yang dapat memanggil, serta menikmati keseluruhan tubuhnya. Orang itu mengenalkan diri sebagai seorang bangsawan lajang yang belum terikat pernikahan.


Hubungan mereka semakin erat dari hari ke hari. Kendati demikian, Karla tidak tahu banyak informasi mengenai pelanggan setianya itu. Ia hanya mengetahui nama pria tersebut, serta statusnya sebagai seorang bangsawan.


“Lahir kan bayi laki-laki untuk ku, Karla. Maka aku akan mengangkat derajat mu,” pesan pelanggan setianya usai menabur benihnya kala itu.


Karla sempat terkejut, namun tidak butuh waktu lama baginya untu menyetujui permintaan tersebut. Karena pada dasarnya, ia telah dibuat jatuh cinta oleh pelanggan setianya. Ia rela melakukan apa saja, demi bersama pria yang dicintainya, serta demi merubah nasibnya menjadi wanita bangsawan yang berkelas. Karla sudah bosan hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, Karla harus menerima kenyataan pahit, bahwa maksud dari pria tersebut membuatnya mengandung bayi laki-laki adalah bagian dari rencana penggulingan tahta. Karla juga baru tahu bahwa pria yang telah membuatnya jatuh cinta adalah Klautviz Kadheston, adik tiri Raja Klein dari Robelia.


Dilema rasanya. Karla enggan berurusan dengan keluarga kerajaan, karena sadar akan posisinya sebagai kaum rendahan. Namun, dalam kandungannya saat itu telah hadir benih Klautviz. Dalam waktu bersamaan, kondisi istana sedang memanas berkat perseteruan Raja Klein dan Klautviz. Karla mungkin hanya wanita biasa yang munafik dan manipulatif, namun ia tidak pernah berniat untuk ikut campur dalam rencana pemberontakan yang diprakasai oleh Klautviz. Ia hanya ingin hidup bebas bersama kedua adik, serta calon bayinya. Walaupun sekarang ia sudah terlanjur terlibat dengan Kalutviz.


Satu bulan pasca memutuskan untuk meninggalkan La Beauté Cachée, pemilik La Beauté Cachée ditemukan tewas dirumahnya. Tak berselang lama, La Beauté Cachée juga berhenti beroperasi karena pihak kerajaan menjegal izin operasional La Beauté Cachée. Karla sendiri sudah mengambil keputusan untuk menjauhi Klautviz, kemudian berencana untuk menuju Kyen bersama adik-adiknya. Karla juga sudah mengetahui fakta bahwa selama ini Klautviz hanya menikmati tubuhnya sebagai pelampiasan, karena sejatinya pria itu hanya mencintai wanita nomer satu di Robelia, yaitu Ratu Carlein. Sosok sempurna yang tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan Karla.


“Suatu saat nanti, buatlah keturunan Raja dan Ratu Robelia porak-poranda, sebagaimana Ayah kalian membuat impian Ibu porak-poranda. Kuasai singgasana Raja ataupun Ratu. Balaskan penderitaan Ibu yang hanya dijadikan alat pencetak anak,” ucap Karla pada jabang bayi yang ada di dalam perutnya.


Berbulan-bulan ia hidup dalam pelarian, ketika tiba di estat Grand Duke Pexley sebagai pelayan baru, ia juga baru mengetahui fakta bahwa ada dua kehidupan yang tengah berkembang di dalam kandungannya. Bayinya berjenis kel*min laki-laki dan perempuan.


Karla sempat memberikan ASI pada keduanya, pasca melakukan persalinan darurat di istal kuda milik keluarga Grand Duke Pexley.


“Tetaplah hidup. Temukan jalan kalian untuk menuntut balas atas kesulitan yang Ibu dapatkan. Kalian juga berhak diakui sebagai keluarga kerjaan.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini? Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 09-07-23