How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00122. Katarina n'était pas à la hauteur de Caecilia (Katarina bukan tandingan



00122. Katarina n'était pas à la hauteur de Caecilia (Katarina bukan tandingan Caecilia)


“Ini putra mu dengan mendiang Duke Charles?”


“Benar. Aku tidak mungkin meninggalkannya karena masih kecil, jadi aku membawanya ikut serta,” balas wanita dengan topi Tudor yang tampak cocok menghiasi kepalanya itu, ketika membawa anak laki-laki yang dimaksud lawan bicaranya ke dalam pelukan.


Percakapan yang terjadi di antara Raja Robelia dan Dowager Duchess Caecilia terpotong oleh kehadiran seorang anak laki-laki yang muncul bersama pengasuhnya. Anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun itu tampil dengan pakaian serba hitam, sama seperti ibunya. Dilihat sekilas, tidak ada kemiripan dengan Dowager Duchess Caecilia, namun wajah anak laki-laki tampak mirip mendiang Duke Charles—apalagi sepasang bola mata biru terang serta senyum cerianya. Duke Charles dikenal sebagai gentleman yang ramah dan penyayang keluarga semasa masih hidup. Alasannya mengajukan lamaran pernikahan pada keluarga Caecilia juga didasari oleh keinginan untuk memberikan sosok ibu yang berperan penting bagi tumbuh kembang anak-anaknya.


“Namanya Charlie. Putra ketiga mendiang suamiku dengan istri pertamanya.”


Kaizen terkesiap mendengarnya. Dowager Duchess Caecilia menikah tidak lama setelah ia dan Kayena melangsungkan pernikahan akbar di ibu istana. Ketika melihat anak laki-laki yang ada dalam pelukan Dowager Duchess Caecilia, ia pikir itu adalah anak kandungnya. Lalu, tiba-tiba isi kepalanya bermonolog; anak laki-laki mereka tidak meninggal, mungkin usianya tidak berbeda jauh dengan usia anak dari mendiang suami Dowager Duchess Caecilia.


“Aku pikir … anak ini putra kandung mu,” sahut Kaizen dengan pandangan masih tidak terlepas pada anak laki-laki Dowager Duchess Caecilia. Anak laki-laki itu tampan dan menggemaskan.


“Aku tidak memiliki kesempatan untuk itu,” jawab Dowager Duchess Caecilia. “Semenjak istri pertama mendiang suamiku meninggal dunia, kondisi kesehatannya mulai memburuk.”


Sejujurnya Kaizen sudah tahu bahwa pernikahan yang mengikat Dowager Duchess Caecilia adalah pernikahan palatonik—hubungan yang bebas dari nafsu birahi dan cinta—yang sesungguhnya. Mendiang Duke Charles membutuhkan istri dan sosok ibu yang kompeten bagi ketiga anaknya, sedangkan keluarga Caecilia membutuhkan menantu dengan status yang sama dengan mereka, sehingga putri mereka satu-satunya tetap hidup dalam circle yang semestinya. Setidaknya, setelah gagal menjadi pendamping Matahari Kekaisaran Robelia, putri mereka masih dapat menjadi sorang Duchess di Dukemon yang terkenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah-ruah.


“Tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan dengan mu,” ucap Dowager Duchess Caecilia. “Adikku juga sudah tidak ada di sini,” lanjutnya dengan kesedihan yang coba ditekan.


Sebenarnya, sebelum datang ke Robelia, Dowager Duchess Caecilia sudah berkunjung ke Edinburgh untuk mencari tahu kebenaran soal kandasnya pernikahan Kayena dan Kaizen. Sekitar dua tahun belakangan, hubungan mereka agak merenggang, karena sibuk dengan urusan masing-masing. Maka tidak heran ketika Dowager Duchess Caecilia terkejut saat mendengar berita perceraian Kayena yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. ia juga mendengar desas-desus kurang menyenangkan yang membawa-bawa nama Kayena serta Kaezar.


“Nikmati hari-hari mu bersama rubah betina itu. Aku berharap kamu tetap bisa hidup bahagia, walaupun aku sendiri tidak yakin kamu masih bisa bahagia setelah kehilangan Kayena.”


Setelah berkata demikian, Dowager Duchess Caecilia segera berbalik badan dengan Charlie kecil dalam gendongan. Anak laki-laki bermata biru itu tampak diam saja—mengamati lawan bicara ibunya—ketika orang dewasa di sekitarnya terlibat pembicaraan serius.


“Tidak perlu,” tolak Dowager Duchess Caecilia, mentah-mentah. “Aku datang bukan untuk berkunjung, namun untuk mempertunjukkan betapa kecewanya aku atas perbuatan mu.”


“Caecilia.”


Pemilik nama itu tidak menggubris, ia masih memilih pasang badang membelakangi lawan bicaranya. “Aku juga mendapat informasi jika kamu sedang mengumpulkan kandidat calon istri.”


Diserang lagi tanpa jeda, Kaizen hanya bisa meneguk ludah susah payah. Selain Kayena, Caecilia adalah wanita yang menurutnya sulit dihadapi karena kecerdasan yang wanita cantik itu miliki.


“Rubah betina itu sekarang terasa kurang menyenangkan untuk mu? Sehingga kamu bergegas untuk mencari mainan baru?”


Kaizen menggelengkan kepala lemah. Di belakangnya, Kaelus tampak gelisah. Ia tidak dapat membantu apa-apa, ketika menyaksikan tuannya kewalahan menghadapi Dowager Duchess Caecilia—pemilik titel gadis suci yang juga dikenal karena kecerdasannya. Jika bukan Kayena de Pexley yang ditakdirkan menjadi Pendamping Matahari Kekaisaran, maka Caecilia lah yang akan mendapatkan kesempatan tersebut, karena memang dirinya pantas mendapatkannya.


“Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah merasa puas, karena apa yang kamu rasakan didasari oleh ego dan nafsu.” Dowager Duchess Caecilia. Tanpa berbalik badan, ia kembali menyerang Raja Robelia dengan sebuah fakta. “Kamu dan rubah betina itu telah Tuhan manjakan dengan kenikmatan yang menyesatkan, serta membuat orang lain menderita. Kedepannya, kalian pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah kalian lakukan.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 05-08-23