How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0072. Retracer les origines de la concubine du roi (Menyusur asal-sulur gundik



0072. Retracer les origines de la concubine du roi


(Menyusur asal-sulur gundik Raja)


“Bagaimana bisa kau sangat yakin?”


Khan bertanya setelah mendapatkan kembali kesadaran dirinya. Bohong jika ia tidak terkejut mengenai informasi yang lawan bicaranya sampaikan. Anak sulung dari Khiev de Pexley itu memang sangat teliti dan jeli ketika mendengarkan sebuah informasi. Maka, tak heran jika ia bisa dengan mudah menyatukan misteri yang sudah seperti kepingan puzzle. Caranya menganalisa memang tidak ada duanya di Robelia.


“Insting ku tidak perlu diragukan,” jawan Khayansar sekenanya. “Aku berani bertaruh jika salah satu pelayan di keluarga kami memang benar … Karla Kannelite dari La Beauté Cachée.”


“Jika memang benar, lantas … di mana kembaran gundik Raja? Bukannya ada kemungkinan bahwa Karla Kannelite melahirkan anak kembar?”


“Itu akan menjadi tugas berikutnya untuk mu,” ucap Khayansar dengan nada datar. Ia masih membutuhkan jas Khan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi. Mengingat Khan adalah satu-satunya informan yang dapat dipercaya oleh Khayansar di negeri ini. “Hubungan Karla Kannelite dan Klautviz de Meré masih harus diselidiki dengan jeli. Jika mereka benar-benar memiliki hubungan asmara, hingga melahirkan anak kembar dari hubungan tersebut, maka dugaan ku tidak meleset sama sekali.”


“Itu berarti … Raja Robelia yang saat ini berkuasa menggauli putri dari Pamannya sendiri?” sahut Khan, tak habis pikir. “Jika benar, pantas saja hubungan mereka tidak diberkati.”


“Itu masih dugaan sementara,” kata Khayansar kemudian. “Jika benar, maka Raja Robelia telah benar-benar masuk ke dalam perangkap.”


“Perangkap?”


“Hmm.” Kali ini Khayansar berdeham kecil seraya memijit pelipis. “Entah takdir Tuhan atau bukan. Namun, jika itik buruk rupa itu adalah putri dari Pamannya sendiri, maka Raja Robelia akan merugi.”


Khan menautkan kening mendengar ucapan Khayansar. “Kenapa begitu?”


“Dia hanya akan mendapatkan kerugian selama hidupnya,” kata Khayansar, tanpa penjelasan lebih lanjut. Ia hanya mengatakan bahwa Raja Robelia yang saat ini berkuasa akan mendapatkan kerugian besar jika benar; selama ini ia telah menggauli putri dari pamannya sendiri. “Demi itik buruk rupa itu, dia telah menyianyiakan Adikku,” pungkas Khayansar. “Kila lihat saja nanti, apa yang telah dipersiapkan oleh Tuhan untuk Raja tiran dan gundiknya.”


“Mungkin salah satunya adalah … kesulitan untuk memiliki keturunan,” sahut Khan kemudian. “Lagipula dari segi medis, menggauli wanita yang masih kerabat dekat sendiri akan cenderung melahirkan bayi yang lahir dengan gangguan genetik atau bawaan lahir.”


Khayansar menatap Khan dalam. Seolah ada ketidakpercayaan dalam pendar netra galepnya. Sepertinya apa yang baru saja dikatakan oleh Khan berhasil membuatnya tidak terkejut.


“Bukan baru sehari atau dua hari aku menjadi dokter,” jawab Khan kemudian. “Aku telah membaca banyak buku kedokteran lama hingga yang terbaru. Salah satu pembahasan yang menarik untuk diingat adalah soal hubungan terlarang antara sesama anggota keluarga. Ada kecenderungan bayi lahir cacat, jika orang tuanya masih memiliki hubungan darah yang sama atau kekerabatan yang terbilang dekat.”


“Termasuk anak yang dihasilkan dari hubungan terlarang Karla Kannelite dan Klautviz de Meré,” lanjut Khan. “Tidak ada informasi yang akan aku lewatkan.”


“Aku pegang ucapan mu,” sahut Khayansar. “Aku harap kau segera mendapatkan informasi tentang Karla Kannelite, Klautviz de Meré, serta anak yang bisa saja lahir dari hubungan singkat mereka.”


Setelah mendapatkan kepastian dari Khan, Khayansar langsung kembali ke ruangan tempat Kyara dirawat. Kondisi pelayan muda itu masih terbilang kritis, sehingga diperlukan penanganan medis yang mumpuni serta memadai. Mengingat Kyara adalah saksi kunci untuk membongkar semua kebusukan Katarina, maka Khayansar harus bisa membuat Kyara bertahan lebih lama. Oleh karena itu, Khayansar mengupayakan pengobatan yang terbaik bagi Kyara. Ia juga akan segera membawa Kyara keluar dari Robelia, supaya mendapatkan fasilitas kesehatan serta keamanan yang lebih memadai.


Soal peradilan yang diadakan oleh Pengadilan Tinggi, Khayansar akan menarik diri. Ia akan membiarkan musuh merasa menang hingga terbang ke atas awan, selama ia kembali mengumpulkan bukti serta menyusun strategi. Kehadiran Klautviz de Meré juga harus segera diantisipasi, mengingat posisinya saat ini belum terlalu jelas. Hanya diketahui bahwa ia memihak Katarina. Lagipula belum banyak bukti yang dapat memperjelas maksud dari munculnya Klautviz de Meré.


Pewaris tahta yang dilupakan itu benar-benar menghilang selama belasan, bahkan puluhan tahun. Kini ia kembali menunjukkan eksistensi dengan cara yang terbilang fenomenal. Jika saja bukan tengah menjalankan misi guna membersihkan nama baik sang adik, ia tak akan segan untuk menarik pedang guna menebas leher Klautviz de Meré, si kriminal yang bersembunyi di balik tameng status anggota kerajaan Robelia. Khayansar benar-benar muak dengan kisruh politik di tanah airnya itu. Seolah tidak ada habisnya sejak dahulu.


Setelah memastikan kondisi Kyara aman dan terkendali di bawah pengawasan Khan, Khayansar memutuskan untuk kembali ke estat keluarga Pexley terlebih di Kyen. Setibanya di tempat tersebut, Khayansar bergegas untuk mencari arsip pekerja pada tahun di mana pelayan mirip Karla Kannelite bekerja. Ternyata memang ada. Bahkan lukisan wajahnya juga ada, tergambar di salah satu potret yang diabadikan oleh kepala pelayan. Setelah diamati lebih jeli, memang ada kemiripan dari segi fisik pelayan yang kemungkinan besar Karla Kannelite itu dengan Katarina—bayi tanpa identitas jelas yang kini hidup nyaman sebagai gundik Raja.


“Jika benar dia adalah Karla Kannelite, kemudian itik buruk rupa itu adalah putrinya. Maka, dimana bayinya yang satu lagi? bukan kah ada kemungkinan bahwa Karla Kannelite melahirkan bayi kembar?” monolog Khayansar seraya menatap lukisan wajah Karla Kannelite yang telah disejajarkan dengan lukisan wajah Katarina bersama Kayena pada saat mereka masih kanak-kanak.


“Jika ditarik secara garis lurus, ada kemungkinan telah terjadinya konspirasi besar yang mengarah pada perebutan tahta di istana,” batin Khayansar, menerka-nerka. “Ada seseorang yang telah membuat alur cerita sedemikian rupa, sehingga si itik buruk rupa yang kemungkinan besar anak haram dari Karla Kannelite dan Klautviz de Meré bisa masuk ke istana dengan mudah dan terbilang sangat alami.”


Ada hening yang sempat menyelimuti. Namun, diam-diam isi kepala Khayansar de Pexley terus bekerja dengan giat.


“Aku harus segera memecahkan masalah ini, sebelum Kayena kembali. Namanya harus kembali bersih, sebelum dia benar-benar meninggalkan tanah kelahiran kami.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini? Masih mau next? Spam komentar NEXT di sini kalau mau lanjut 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 27-06-23