How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00142. Une surprise de l'Empire Astoria pour le roi Robelia (Kejutan dari Kekais



00142. Une surprise de l'Empire Astoria pour le roi Robelia (Kejutan dari Kekaisaran Astoria untuk Raja Robelia)


“Tanggal pernikahan sudah ditentukan, Yang Mulia.”


Pria yang berprofesi sebagai penasihat hukum kerajaan itu, tampak bicara seraya membaca beberapa lembar kertas kuning yang berserakan di atas meja.


“Hari pertama di minggu ke-tiga pada musim gugur. Pernikahan akan dilangsungkan hari itu,” lanjutnya. “Nona Claudiane juga sudah melakukan perjalanan dari Carlisle.”


Lawan bicaranya yang duduk tenang di depan meja kerja sesekali mengangguk. Ia memang sudah memilih calon pendamping, di mana saat ini wanita itu tengah berada di Carlisle, salah satu bagian dari wilayah Britania Raya. Wanita itu juga telah mengirimkan surat, dalam surat tersebut ia mengatakan akan segera pulang untuk membicarakan soal pertunangan hingga pernikahan. Namun, kepulangannya akan terlambat sedikit, karena ia harus mampir ke Harrogate terlebih dahulu.


Satu minggu telah berlalu pasca acara afternoon party yang mengundang para Lady yang masuk daftar pertimbangan bersama wali mereka. Sang raja juga telah beberapa kali mengadakan pertemuan rahasia untuk membangun relasi. Walaupun sempat merasa kecewa, wali dari para Lady yang masuk dalam daftar pertimbangan tetap memiliki keinginan untuk menjadikan putri mereka sebagai wanita raja. Alhasil Raja Robelia mengiming-imingi mereka dengan imbalan lain jika mau membangun relasi bersamanya.


Selama satu minggu itu pula, Katarina telah dihukum. Wanita itu dilarang keluar dari paviliun belakang harem kerajaan. Rumor mengenai Selir Tingkat IV yang dikurung oleh kekasihnya sendiri sempat menyebar, tetapi Raja Robelia dengan cepat menampik. Ia tidak boleh membuat fraksi Katarina bertanya-tanya, jadi ia mengatakan bahwa Katarina belakangan sedang sakit sehingga membutuhkan tempat khusus untuk perawatan intensif. Di sisi lain, Raja Robelia juga mulai gencar menyelidiki gerak-gerik Klautviz de Meré.


“Kenapa pada akhirnya Yang Mulia memilih Lady Claudiane?” pertanyaan itu dilontarkan oleh tangan kanannya yang telah kembali seperti sedia kala.


Pasca dirawat oleh putri tunggal d’Oclean, kondisinya memang sudah pulih seratus persen. Semua itu tentu saja berkat obat penawar dari Raja Robelia serta keuletan Lady d’Oclean dalam merawatnya.


“Apakah Yang Mulia lupa jika Lady Claudiane masih memakai marga Kadheston di belakang namanya?”


“Aku tidak lupa,” jawab sang Raja Robelia. “Claudiane menikah dengan salah satu kerabatku, kemudian menjadi bagian dari keluarga Kadheston. Akan tetapi, suaminya telah gugur di medan perang.”


Kaelus tampak masih belum dapat membaca maksud dan tujuan Raja Robelia yang tiba-tiba memilih Lady Claudiane sebagai calon istri. Janda dari kerabatnya yang masih satu marga Kadheston itu telah lama tinggal di Britania Raya, lebih tepatnya di Carlisle.


Dari latar belakangnya, Lady Claudiane memang bukan wanita sembarangan. Ia lahir dari keluarga aristokrat kental, yaitu keluarga Grand Duke Balico yang masih memiliki darah kekaisaran Berg. Setelah menikah dengan salah satu keturunan Kadheston, mereka sempat tinggal di Berg, sebelum pindah ke Carlisle. Tempat di mana peternakan dan perkebunan luas milik keluarga mereka berada.


“Claudine adalah kandidat yang paling cocok untuk saat ini.” Kaizen berkata untuk menyampaikan pada tangan kanannya—Kaelus—yang masih belum mengerti maksud dan tujuannya. “Dia bisa mewujudkan pernikahan palatonik yang aku inginkan dan tidak keberatan untuk menjadi ibu pengganti bagi penerusku.”


Claudine adalah kandidat paling cocok. Setidaknya itulah yang Kaizen pikirkan ketika mengambil keputusan tersebut. Dari sekian banyak Lady, hanya Claudine yang mau diajak bekerjasama untuk melakukan pernikahan palatonik. Claudine juga tidak keberatan jika harus menjadi ibu pengganti atau sebatas ibu yang melahirkan penerus Kaizen. Karakter Claudine juga tidak seperti Katarina, walaupun mereka memiliki beberapa kesamaan.


Banyak pihak yang tidak menyangka jika pada akhirnya Kaizen memilih menjadikan Claudine sebagai calon istri. Janda tanpa anak dari mendiang kerabatnya itu sudah lama tinggal di luar Robelia. Namun, sebagian besar keluarganya masih berkecimpung di Robelia. Kaizen kebetulan menghubungi Claudine lewat anggota keluarganya yang masih berada di Robelia. Salah satu anggota keluarga Claudine adalah seorang Countess yang kebetulan teman dekat Katarina. Maka tidak heran jika Katarina akan merasa sangat dikhianati, ketika tahu jika teman dekatnya merupakan perantara di antara terjalinnya hubungan Kaizen dan Claudine.


“Yang Mulia tidak mencari tahu terlebih dahulu soal identitas lengkap Dowager Duchess Claudine?”


“Aku sudah cukup mengenal Claudine, bahkan jauh sebelum dia menikah dengan salah satu kerabatku.” Kaizen berkata dengan santai. Ia memang sudah cukup banyak mengantongi informasi terkait calon istri barunya. “Claudine juga terdaftar sebagai salah satu rekan baik Kayena di perkumpulan sosial. Masa lalunya bersih. Latar belakangnya juga tidak akan dipermasalahkan ketika dia menjadi pendampingku.”


Kaelus mengangguk kecil. Kali ini Raja Robelia terlihat sangat berhati-hati ketika hendak mengambil keputusan. Ia percaya jika sang Raja telah belajar banyak dari pengalaman. Selain itu, mereka harus pintar-pintar putar otak guna melawan Klautviz de Meré. Walaupun belum terlihat adanya pergerakan, tidak menutup kemungkinan jika pria licik itu bergerak di bawah radar.


“Saya juga ingin menyampaikan sesuatu, Yang Mulia.” Kaelus mengungkapkan tujuannya mengunjungi Kaizen siang itu. Dari jendela yang menjadi latar belakang sang Raja, ia bisa menikmati pemandangan daun kuning kemerahan yang tengah berguguran. Pemandangan indah yang dapat mengurangi sedikit rasa gelisah.


“Apa yang kau miliki? Informasi baru tentang Paman Klautviz?”


“Bukan, Yang Mulia. Informasi ini datang dari Kekaisaran Astoria.”


“Kekaisaran Astoria?” Kaizen tampak menautkan kening mendengar nama kekaisaran yang terkenal damai nan permai tersebut. “Apa yang kau dapatkan? Informasi tentang ratuku lagi?”


Kaelus tampak hendak mengangguk, tetapi kembali diurungkan. “Informasi yang saya dapatkan lebih banyak tentang Elang Muda Kekaisaran.”


“Kaezar? Bagaimana bisa anak haram itu ada di sana?”


Kaizen dengan segera mengambilnya, kemudian mulai membaca. Tidak sampai lima menit, selebaran tersebut sudah berakhir menjadi gumpalan kertas kusut dalam kepalan tangannya. “Bagaimana bisa anak haram itu diangkat menjadi keluarga Kekaisaran Astoria?”


“Saya juga kurang tahu, Yang Mulia. Orang-orang yang kita kirim hanya mendapatkan sedikit informasi terkait masalah ini.”


Kaizen menghela napas kasar. Ia tidak pernah menyangka jika ada hubungan dekat antara Kaezar dan keluarga Kekaisaran Astoria. Semenjak melepaskan diri dari keluarga kerajaan Robelia, pria itu pergi bersama Khayansar dan Cesare. Sempat ada informasi bahwa Kaezar kembali ke Sésilia untuk menyelesaikan tanggung jawabnya aku sebagai Archduke of Sésilia. Setelah menyelesaikan tugasnya, Kaezar meninggalkan Sésilia bersama Khayansar dan Cesare. Kaizen sempat berpikir mereka pergi ke Britania Raya. Siapa yang menyangka jika mereka malah pergi ke Tenggara?


“Apalagi informasi yang kau dapatkan, Kaelus?”


“Tidak banyak informasi yang saya dapatkan, Yang Mulia. Kemunculan Elang Muda Kekaisaran di Kekaisaran Astoria rupanya diikuti dengan kemunculan Duke of Edinburgh dan Duke of Carlt, yaitu Duke Cesare.” Kaelus kembali memaparkan informasi yang ia dapatkan. “Selain itu, kebenaran tentang identitas wanita yang sangat dijaga oleh Kaisar Astoria juga telah terungkap.”


“Jadi, siapa wanita yang dilindungi Kaisar Astoria itu? apakah benar dia ratuku?” tanya Kaizen dengan tergesa-gesa.


Ragu-ragu Kaelus melanjutkan. “Wanita yang diperlakukan sangat istimewa itu rupanya istri dari adik angkat Kaisar Astoria.”


“Maksudmu …?”


“Istri Elang Muda Kekaisaran, Yang Mulia.” Kaelus melengkapi kalimat sang raja yang belum rampung. “Wanita itu diperkenalkan sebagai istri Pangeran Kwang Min di hari yang sama dengan penobatannya sebagai Pangeran Astoria.”


“Mustahil!” seru Kaizen dengan marah. “Kau bilang wanita itu kemungkinan besar ratuku—Kayena, karena ada indikasi kemiripan di antara mereka. Bagaiman bisa ratuku menjadi istri dari anak haram itu?”


“Tenang dulu, Yang Mulia.” Kaelus mencoba menenangkan sang raja yang sudah lepas kendali.


“Omong kosong apa yang baru saja kau sampaikan!” Kaizen berseru dengan marah setelah berdiri dari kursi kerjanya. “Waktu itu kau mengatakan jika wanita yang mirip Kayena kemungkinan besar akan menjadi Permaisuri Astoria, karena diperlakukan sangat istimewa oleh Kaisar Astoria. Sekarang kau mengatakan jika wanita itu adalah istri dari anak haram itu? mana yang harus aku percaya!”


Kaelus menghela napas berat. “Sepertinya informasi awal yang saya dapatkan keliru, Yang Mulia. Kemungkinan juga ada kesalahpahaman, karena wanita itu tinggal di kompleks khusus untuk Permaisuri. Akan tetapi, baru-baru ini terungkap jika wanita itu adalah istri dari Elang Muda Kekaisaran.”


Kaizen kehabisan kata-kata ketika berhasil mencapai Kaelus.


“Informasi ini diperkuat dengan pengawalan ketat yang dilakukan langsung oleh Duke of Edinburgh dan Duke of Carlt di sekitar istri Elang Muda Kekaisaran. Bahkan wajah dari wanita itu juga diperlihatkan secara terang-terangan pada rakyat.” Kaelus menatap sang Raja Robelia dengan segenap keyakinan yang masih tersisa. “Menurut penuturan orang-orang yang kita kirim, wanita yang menjadi istri Elang Muda Kekaisaran memanglah Ratu Kayena.”


Bak disambar petir di siang bolong, detik itu juga Kaizen merasa telinganya berdenging keras. Saking kerasnya, ia hampir saja terhuyung jika tidak berpegangan pada tepian meja kerja. “Kau bercanda, Kaelus?”


Kaelus langsung mengambil posisi berlutut di hadapan Kaizen. Kepalanya tertunduk dalam, sebelum kembali bersuara. “Saya akan menerima hukuman apa pun yang diberikan oleh Anda jika saya berbohong. Sedikit pun tidak ada informasi yang sama manipulasi,” ucapnya dengan berani. “Ratu Kayena adalah wanita yang dilindungi oleh Kaisar Astoria. Saat ini, Ratu Kayena dikenal sebagai salah satu Gunbuin—julukan untuk istri seorang pangeran. Pernikahan mereka secara simbolis telah dilakukan di Kekaisaran Astoria.”


“Tidak!” bentak Kaizen, marah. “Aku tidak akan membiarkan ratuku menjadi milik orang lain, apalagi milik anak haram itu.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 25-08-23