How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00123. Katarina a été sévèrement giflée (Katarina ditampar habis-habisan)



00123. Katarina a été sévèrement giflée (Katarina ditampar habis-habisan)


“Kaelus.”


Ksatria yang sempat dibuat terperangah oleh keberanian Dowager Duchess Caecilia itu langsung mendapatkan kesadarannya kembali, setelah Raja Robelia memanggil namanya.


“Pergilah.”


Kening Kaelus langsung berlipat mendengar perintah tersebut. “Maksud Yang Mulia?”


“Aku tidak ingin ditemani,” papar Kaizen. Raut wajah Raja Robelia itu tampak keruh.


“Saya akan menemani Yang Mulia berkunjung ke istana Ratu. Kenapa tiba-tiba Yang Mulia berubah pikiran?” Kaelus tentu saja terkejut, ketika Kaizen meminta dirinya untuk pergi. Menyendiri tanpa protokoler—berkaitan dengan protokol—kerajaan sangat berbahaya bagi seorang Raja sepertinya. Sudah menjadi keharusan, jika seorang Raja, bersama dengan anggota keluarga kerajaan yang lain, harus selalu bepergian dengan protokoler kerajaan.


“Aku akan tinggal lebih lama di istana Ratu,” ujar Kaizen tanpa berbalik. “Bawakan saja sisa pekerjaan ku ke istana Ratu,” lanjutnya dengan langkah yang mulai diambil. “Jika aku tidak kembali sampai matahari tenggelam, batalkan jadwal kunjungan ku ke tempat wanita itu.”


Kaizen meninggalkan dua pesan sebelum benar-benar pergi meninggalkan Kaelus yang hanya bisa mengangguk, seraya mengiyakan. Napas lemah kemudian ia hembuskan, bersama dengan tekanan yang kembali di rasakan. Kehadiran Dowager Duchess Caecilia secara tiba-tiba di hadapan Raja Robelia, sepertinya berhasil membuat pria rupawan itu kembali ditampar oleh kenyataan. Lagi pula Kaelus sediri setuju, bahwa setiap ucapan yang dilontarkan oleh Dowager Duchess Caecilia benar adanya.


“Anda sudah terlalu serakah dan egois,” gumam Kaelus sebelum akhirnya mengambil tindakan untuk berbalik badan. “Jika saja Anda tidak menyinggung ketetapan Tuhan, hari ini Anda tidak akan kehilangan satu lagi orang yang Anda sayangi.”


Kaelus pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mengeluarkan gumaman kecil. Sebagai seorang bawahan, ia hanya bisa menuruti perintah sebagaimana mestinya tugas seorang Ksatria. Di sisi lain, ia sudah menganggap Raja Robelia seperti saudara sendiri. Melihat bagaimana pria itu terombang-ambing karena ambisi yang didasari oleh keserakahan dan ego yang tinggi, ia telah berupaya untuk memberikan peringatan. Walaupun kadang-kadang tidak digubris, ia akan tetap menjalankan tugas sampai maut menjemput. Selagi masih ada setitik kekuatan, ia akan terus menjaga keselamatan Matahari Kekaisaran dari musuh-musuh yang berkeliaran di sekitarnya.


Di sisi lain, informasi tentang kunjungan Raja yang dinanti-nantikan telah sampai ke telinga Selir tingkat IV. Walaupun kehadiran Dowager Duchess Caecilia sempat membuatnya kesal, demi sang kekasih hati, Katarina tetap berupaya tampil secantik mungkin. Sebelum matahari tenggelam, ia sudah berdandan rapih, beraroma wangi, kemudian menunggu dengan senyum cantik yang terpatri. Pelayan dari kediaman Raja hanya mengatakan bahwa kekasihnya akan datang menjelang waktu makan malam. Ketika matahari benar-benar tenggelam, Katarina yakin jika kekasihnya akan segera menampakkan diri.


Kendati demikian, sampai langit Robelia menghitam sempurna, pria berwajah rupawan itu tidak kunjung datang. Katarina dibuat kebingungan dengan keterlambatan sang kekasih. Ia bahkan sudah mondar-mandi di dalam kamar, semenjak matahari benar-benar tidak terlihat lagi.


“Di mana Yang Mulia?” tanyanya pada para pelayan yang berjajar rapih di depan kamarnya.


“Maaf, Yang Mulia Selir. Baru saja pelayan dari kediaman Raja datang, membawa sebuah informasi.” Seorang kepala pelayan angkat suara, ketika wanita Raja itu mulai berang.


“Apa katanya? Yang Mulia terlambat karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan?” tebak wanita bertubuh kecil itu, sok tahu.


Kepala pelayan menggelengkan kepalanya yang menunduk. “Maaf, Yang Mulia Selir. Akan tetapi, malam ini Yang Mulia Raja membatalkan kunjungannya.”


Katarina melebarkan mata mendengarnya. Momen yang telah lama ia tunggu, mendadak dibatalkan begitu saja. “Kau bercanda?”


“Tidak, Yang Mulia Selir.” Buru-buru menggelengkan kepala lagi, kepala pelayan yang sudah berumur setengah abad itu tampak dilanda kerisauan. “Itu adalah pesan yang dibawa langsung oleh pelayan dari kediaman Raja.”


“Sial*n,” desis Katarina dengan kedua tangan meremas masing-masing sisi gaun malamnya. “Apa alasan Raja membatalkan kunjungannya karena wanita itu?” tanyanya kemudian.


“Saya kurang tahu, Yang Mulia Selir. Namun, dari apa yang saya dengar, Dowager Duchess Caecilia sudah meninggalkan istana semenjak sore tadi. Ada kabar bahwa Dowager Duchess Caecilia menolak tawaran untuk tinggal di istana, kemudian lebih memilih menginap di hotel Serenity bersama putranya.”


Katarina tertawa sinis mendengarnya. “Jadi janda itu lebih memilih tinggal di hotel Serenity? Apa ini adalah salah satu trik murahan yang dia gunakan?” gumamnya. “Siapkan kereta, aku akan pergi ke hotel Serenity.”


Kepala pelayan langsung mengangkat kepala mendengar ucapan Selir Raja. “Anda ingin pergi ke luar istana, Yang Mulia Selir?”


“Aku harus memastikan sesuatu,” jawab Katarina dengan badan yang telah berbalik sempurna. “Janda itu berhasil menginap seorang di hotel Serenity, atau malah dijemput oleh Kekasihku.”


Tindakan Katarina dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan karena kekhawatiran. Ia merasa Dowager Duchess Caecilia tengah memainkan trik murahan bernama Tarik-ulur. Kekasihnya tampak menyayangi janda muda itu, karena sejak dulu Dowager Duchess Caecilia ada di circle pertemanan para keluarga bangsawan, termasuk keluarga kerajaan. Kekasihnya juga tahu jika janda itu pernah jatuh cinta kepadanya, namun memilih mundur demi kebahagiaan Kayena yang sudah dianggap adik sendiri. Untuk saat ini, Katarina merasa tidak boleh lengah.


Dua bulan lagi masa berduka Dowager Duchess Caecilia akan berakhir. Itu artinya ia sudah diperbolehkan memakai pakaian berwarna, mengikuti season—perayaan tahunan yang diadakan di London, setiap musim panas berlangsung, sampai diperbolehkan menikah, jika sudah memiliki keinginan untuk menikah.


Tanpa pikir panjang, Katarina pun bergegas pergi ke hotel Serenity yang dibangun dekat pesisir pantai ibu kota. Letaknya yang strategis—dekat pelabuhan utama—memang membuat hotel Serenity sangat terkenal, sehingga menjadi langganan para pelancong dari luar maupun dalam negeri untuk singgah di hotel tersebut. Katarina lantas pergi bersama seorang pelayan, dikawal oleh dua ksatria. Mereka semu pergi dengan mode penyamaran.


Setibanya di hotel Serenity, Dewi Fortuna alias Dewi Keberuntungan memihak kepada Selir Kaizen, pasalnya ia langsung menemukan posisi Dowager Duchess Caecilia yang tengah menikmati makan malam bersama putranya di balkon Serenity hotel yang menyajikan pemandangan berupa laut lepas.


“Dowager Duchess Caecilia, bisa saya bicara sebentar dengan Anda?”


Wanita cantik pemilik bola mata biru laut itu mendongkrak, kerutan halus tercipta di dahinya ketika tiba-tiba seorang wanita bertubuh kecil dengan gaun yang terbilang glamour walaupun dibuat dengan model sederhana mendekati mejanya.


“Siapa?” tanyanya dengan tangan sibuk menyeka ujung bibir putranya. Anak laki-laki itu sedang asik menikmati fruit candy, salah satu kudapan manis andalan hotel Serenity untuk anak-anak pengunjung hotel.


“Saya,” ujar Katarina seraya membuka topinya yang dilengkapi dengan bagian penutup wajah berupa jaring-jaring kecil.


“Atas dasar apa Anda ingin bicara dengan saya?” tanya Dowager Duchess Caecilia. Kali ini tangannya beralih ke arah sebuah wadah cekung yang diisi oleh buah golden berry kesukaan putranya. Buah dengan nama ilmiah Physalis peruviana yang berasal dari Amerika Selatan itu memiliki citarasa manis dan asam, sehingga popular dicampurkan dalam berbagai jenis kue, salad, termasuk permen yang tengah dinikmati putranya.



“Ada hal penting yang ingin saya katakan.”


Dowger Duchess Caecilia masih tampak tenang, ketika akhirnya ia meminta sang putra untuk pergi bersama pengasuhnya, kembali terlebih dahulu ke kamar hotel yang telah dipesan.


“Ada apa, Selir Katarina? Saya rasa tidak ada hal penting yang harus dibicarakan oleh orang asing seperti Anda kepada saya.”


“Karena Dowager Duchess Caecilia tidak ingin basa-basi, saya juga akan bicara terang-terangan,” tutur Katarina.


“Silahkan saja.”


“Untuk apa Dowager Duchess Caecilia datang ke Robelia?” tanya Katarina, kemudian. Tidak memberi Dowager Duchess Caecilia jeda sama sekali.


Di seberang, Dowager Duchess Caecilia tampak tersenyum tipis sebelum menyesap sisa teh mawar miliknya. “Untuk apa Anda ingin mengetahui alasan kedatangan saya ke Robelia?”


“Hanya ingin memastikan.”


“Saya paham maksud Anda,” balas Dowager Duchess Caecilia. Diletakkan lagi cangkir teh miliknya ke atas meja dengan gerakan seringan bulu. “Anda pasti berpikir bahwa kedatangan saya ke Robelia ada sangkut-pautnya dengan posisi Ratu yang kosong?”


“Jika bukan untuk itu, alasan apa lagi yang membawa Dowager Duchess Caecilia datang jauh-jauh kesini?”


“Kaizen.”


Katarina tidak dapat menahan keterkejutan pasca Dowager Duchess Caecilia menyebut nama kekasihnya tanpa embel-embel. “Lancang sekali. Apa Dowager Duchess Caecilia tidak sadar nama siapa yang baru saja diucapkan?”


“Nama mantan calon suami saya,” balas Dowager Duchess Caecilia tanpa rasa takut, apalagi malu. Apa yang barusan ia ucapakan adalah kebenaran, jadi kenapa ia harus takut apalagi malu?


“Sebelum Kaizen mengenal Anda, dia sudah terlebih lebih dulu mengenal saya. Kami tumbuh di lingkungan yang sama, sehingga terbiasa memanggil nama masing-masing tanpa embel-embel apapun. Kebiasaan tersebut kemudian dianggap sebagai cara untuk menjaga ikatan yang kami bangun sejak kecil.”


Di bawah meja, kedua tangan Katarina terkepal erat. Ia tidak suka Dowager Duchess Caecilia yang terlalu percaya diri ketika mengatakan kedekatannya dengan Kaizen. “Suami saya sekarang adalah seorang Raja. Sudah seharusnya Anda bersikap lebih sopan.”


“Suami?” ulang Dowager Duchess Caecilia. Ada senyum anggun tersungging di bibirnya. “Dari informasi yang saya ketahui, Anda hanyalah wanita yang diangkat menjadi Selir tanpa dinikahi terlebih dahulu. Sejauh ini, wanita yang menjadi istri sah Kaizen hanya Kayena. Jika bukan karena tahta yang diberikan pada Anda, di mata saya, Anda tidak lebih dari wanita penghibur yang bertugas menghangatkan ranjangnya.”


“Tutup mulut Anda!” seru Katarina, tidak terima. Kendati demikian, ia berusaha maksimal untuk menjaga suaranya, agar tidak menarik perhatian.


“Anda tidak terima? Akan tetapi, itulah kenyataannya.” Dowager Duchess Caecilia kembali bersuara dengan tenang. Layaknya seorang ahli yang biasa menguasai perdebatan. Tabiatnya memang mirip Khayansar de Pexley ketika menghadapi lawan dalam sebuah perdebatan. Bisa dibilang, Caecilia ini Khayansar versi wanita. “Tadi Anda bertanya soal alasan dari kedatangan saya bukan? Kaizen lah jawabannya. Saya datang untuk mengingatkan soal karma yang akan mendatanginya, karena telah menyakiti wanita sebaik Kayena.”


“Anda pikir saya percaya?”


“Percaya atau tidak, itu bukan urusan saya,” balas Dowager Duchess Caecilia. “Anda bertanya, kemudian saya menjawab.”


Katarina semakin diuji kesabarannya oleh Dowager Duchess Caecilia. Ia tahu bahwa ada motif tersembunyi dari kedatangan janda mendiang Duke Charles itu. “Anda pikir saya tidak tahu? Nama Anda sudah ada dalam daftar calon pendamping Matahari Kekaisaran,” tekannya, to the point.


“Benarkah? Janda beranak seperti saya?” Dowager Duchess Caecilia tampak menyunggingkan senyum kian jelas. “Walaupun saya belum pernah mengandung, dengan citra sebagai janda dengan tiga orang anak, Anda tetap merasa risau karena kehadiran saya?”


Katarina terdiam. Ia mulai menyadari kecerobohannya.


“Seharusnya ada merasa risau pada kandidat lain yang jelas-jelas masih gadis, serta memiliki latar belakang yang tidak dapat diragukan. Bukan pada janda yang sudah melewatkan kesempatan emas seperti saya.” Dowager Duchess Caecilia tampak tidak habis pikir dengan lawan bicaranya. Dikarenakan cemburu, wanita itu berbuat gegabah. “Saya tidak tertarik dengan posisi Selir atau bahkan Ratu,” lanjutnya kemudian.


“Kenapa?”


“Karena sekarang saya adalah seorang ibu. Kebahagiaan pribadi bukanlah prioritas utama lagi, melainkan kebahagiaan bagi anak-anak saya. Wanita yang belum pernah menjadi ibu seperti Anda tidak akan pernah memahaminya.”


“Anda terlalu sombong,” balas Katarina. “Bukan kah mereka bukan darah daging Anda? Bagaimana bisa Anda begitu menyayangi mereka?”


“Ikatan kasih sayang dapat terjalin tanpa adanya hubungan darah,” balas Dowager Duchess Caecilia. “Wanita seperti Anda tidak akan pernah mengerti.”


Katarina sudah tidak tahan lagi dengan pembicaraan mereka. Tujuannya datang kesini hanya satu, menyingkirkan Dowager Duchess Caecilia supaya tidak mengancam posisinya. Siapa singka jika ia malah dipojokkan seperti ini?


“Jika tujuan Anda datang kesini untuk memastikan bahwa saya tertarik menjadi wanita Kaizen atau tidak? jawabnya tidak. Saya justru datang untuk memperingatinya.” Dowager Duchess Caecilia menatap lawan bicaranya dengan netra biru laut yang disinari rasa percaya diri yang tidak ada habisnya. “Saya juga tidak menyangka jika kehadiran saya akan mengusik Anda. Tindakan Anda hari ini membuktikan bahwa Anda terlalu resah, karena takut Kaizen menemukan mainan baru yang lebih berguna, sehingga posisi Anda akan tergantikan dengan mudah.”


“…”


“Pantas jika Anda merasa risau, karena Anda mendapatkan Kaizen lewat cara yang salah. Anda pasti takut jika peristiwa yang sama akan terulang kembali di kemudian hari,” lanjut Dowager Duchess Caecilia, ketika Katarina tidak mampu membalas kata-katanya.


“Bisa saja, suatu hari nanti wanita lain yang lebih segalanya dari Anda, berhasil merebut Kaizen, sama seperti Anda merebut Kaizen dari Kayena. Bedanya, Kayena dapat melepaskan Kaizen bersama Anda, karena di luar sana masih banyak gentleman yang mau menjadikannya pasangan. Sedangkan Anda? Kira-kira bagaimana nasibnya jika Kaizen membuang Anda begitu saja, layaknya barang bekas.”


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 06-08-23