How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0050. Les Adieux du Roi Et de La Reine Ont été Approuvés (Perpisahan Raja & Ratu



0050. Les Adieux du Roi Et de La Reine Ont été Approuvés (Perpisahan Raja & Ratu Telah Disetujui)



Kepala Kaizen rasanya hampir pecah, setiap mengingat waktu yang terus berjalan. Tak sampai dua puluh empat jam, sebuah keputusan harus ia ambil. Keputusan yang akan mengubah nasib pernikahannya.


“Sebenarnya, apa yang membuat Yang Mulia Raja bimbang?” pertanyaan itu datang dari penasihat hukum Robelia yang langsung dipanggil pasca kehadiran Grand Duke Pexley serta putra sulungnya. “Yang Mulia telah menggunakan alasan keagamaan untuk menyanggah keinginan Grand Duke Pexley. Namun, perlu diingat bahwa, alasan keagamaan sendiri pernah Yang Mulia langgar ketika memahkotai Selir Agung Katarina. Yang mulia bahkan mengeluarkan dekrit yang membuat siapapun tidak dapat berkutik. Dalam situasi saat ini, Yang Mulia bisa saja mengeluarkan dekrit untuk mempertahankan pernikahan bersama Ratu Kayena. Imbasnya, kepercayaan rakyat terhadap Anda akan semakin berkurang.” (Pembahasan ini ada di bab 003)


Ucapan penasihat hukum itu sepenuhnya benar. Dulu, ketika Kaizen menentang berbagai lapisan masyarakat, hingga ketentuan dalam agama yang ia anut, semua itu dilakukan demi menjadikan Katarina sebagai Selir Agung. Sekarang, ia menggunakan alasan keagamaan untuk mempertahankan Kayena. Kemungkinan besar, kredibilitas nya sebagai Raja akan semakin dipertanyakan.


Mana ada Raja yang plin-plan? Katanya cinta pada istri pertama, namun membela wanita lain yang berstatus sebagai gundik sampai titik darah penghabisan.


“Maaf, Yang Mulia. Menurut saya, kali ini Anda harus benar-benar memikirkan dengan matang,” ucap si penasihat. “Jika Yang Mulia masih bimbang, saya akan menjelaskan poin negatif dan poin positif antara memilih perceraian atau anulasi.”


“Pertama, perceraian adalah bentuk dari kebebasan hukum di Robelia. Mengingat di negeri ini, banyak rakyat yang menganut agama selain Katolik. Seperti yang diketahui oleh Yang Mulia, pasangan suami-istri yang bercerai masih dapat kembali menjadi suami-istri sesuai syarat yang berlaku. Sebaliknya, jika pernikahan pasangan suami-istri dianulasi, maka Hukum Robelia menyatakan tidak bisa kembali bersama. Anak yang dihasilkan dari selama pernikahan juga akan dianggap anak haram, karena pernikahan orang tuanya dianggap tidak sah atau tidak pernah ada.”


Kaizen masih terdiam dengan perasaan campur aduk. Menghirup oksigen saja, rasanya serba salah.


“Yang Mulia sudah mendengar penjelasannya. Sekarang, tinggal Yang Mulia pilih salah satunya.”


Geraman lirik terdengar dari arah Kaizen ketika ucapan itu terlontar, tetapi bukan dari mulut si penasihat hukum yang tadi menjadi lawan bicaranya. Melainkan dari mulut wanitanya yang sejak tadi anggap tak kasat mata.


“Diam, Katarina. Jangan berani-berani ikut campur dalam masalah ini.”


“Kenapa? Saya hanya ingin menyuarakan pendapat saya, Yang Mulia. Lagipula Anda kelihatan masih kebingungan, jadi saya hanya ingin memastikan.”


Kaizen memejamkan mata mendengarnya. Dengan tangan mengurut kening, ia baru kembali membuka mata. “Katarina,” panggilnya.


“Iya, Yang Mulia.”


“Tidak cukup kah kau mempermalukan diri di hadapan Grand Duke Pexley, Duke of Edinburgh, serta Uskup Agung Candor?” Urat-urat di sekitar wajah sampai terlihat ketika Kaizen berkata demikian. Jelas sekali jika ia bicara dengan emosi yang coba di tekan dalam-dalam.


Saat ini ruangan yang ia tempati, diisi oleh penasihat hukum Robelia, Katarina, dan tentu saja Kaelus yang berdiri tegap di sampir kursi yang diduduki Kaizen. Namun, keberadaan Katarina sempat tak kasat mata.


“Lebih baik kau kembali ke istana Selir, sebelum kau mengacaukan segalanya.”


“Saya tidak berniat mengacau,” jawab Katarina dengan segera. “Saya hanya ingin membantu Yang Mulia dalam mengambil keputusan.” Ia beranjak dari tempatnya duduk. Meninggalkan satu tangkai anggur hijau yang sejak tadi menjadi cemilannya—ketika Raja sedang berdiskusi dengan penasihat hukum. “Jika Yang Mulia mau mendengarkan masukan dari saya, saya akan segera pamit undur diri tanpa diminta.”


Kaizen menaikkan satu alisnya. “Memang apa pendapat mu soal masalah ini? kau tidak mengerti apa-apa soal hukum perkawinan di Robelia.”


“Apa memangnya? cepat katakan apa pendapat mu?”


Katarina tersenyum tipis seraya berjalan ke arah Kaizen. “Ceraikan Yang Mulia Ratu.”


Mendengar itu, kontan saja Kaizen berseru dengan nada tinggi. “Kau gila, Katarina!”


Katarina yang sudah tidak memiliki urat malu dan rasa takut, menggelengkan kepala begitu saja. “Jika Yang Mulia menolak perceraian, maka anulasi akan dilakukan. Pernikahan Anda dan Ratu akan berakhir mengenaskan. Mendiang putra mahkota juga akan disebut sebagai anak haram.” Ada seulas senyum tipis di bibir, ketika ia melihat raut wajah sang kekasih yang mengeras.


“Lebih baik Yang Mulia menyetujui perceraian, ketimbang anulasi. Dengan begini, Yang Mulia akan menyelesaikan dua masalah sekaligus. Pertama, soal gonjang-ganjing pernikahan, kedua soal keamanan Robelia yang bisa saja memburuk akibat tekanan Grand Duke.”


Perkataan Katarina ada benarnya juga. Perceraian lebih baik ketimbang anulasi. Dengan begini, ia juga akan menyelesaikan permasalah dengan Grand Duke Pexley dan Duke of Edinburgh. Dua pasukan besar yang saat ini berkumpul di ibu kota juga bisa ditarik mundur. Setelah perceraian disetujui, Grand Duke juga akan kehilangan gelar kebangsawanan serta kekuasaannya. Dengan kata lain, keluarga Pexley tak lagi menjadi salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di Robelia. Kaizen bisa dengan mudah membuat mereka tunduk di bawah kakinya.


“Yang Mulia tidak perlu ragu. Setelah menyetujui perceraian dengan Ratu, kemudian melepaskan gelar kebangsawanan milik Grand Duke, keluarga Pexley bukan apa-apa bagi Yang Mulia,” bisik Katarina. “Yang Mulia bisa kembali membawa Ratu Kayena setelah memastikan keluarganya tidak memilik kekuatan apapun untuk melindunginya.”


“Kau benar,” gumam Kaizen. “Kita bisa menggunakan perceraian untuk membuat mereka merasa menang, kemudian setelah Grand Duke Pexley kehilangan segalanya, Duke of Edinburgh kembali ke wilayah kekuasaannya, aku akan membawa kembali Kayena ke istana.”


“Benar.” Katarina tersenyum puas seraya mengambil posisi duduk di pangkuan Kaizen. Tak peduli akan keberadaan Kaelus serta penasehat hukum yang saat ini menunduk hormat. Memberikan keduanya privasi. “Sekarang Yang Mulia pasti mengerti maksud saya.”


Kaizen mendongkrak dengan sebelah tangah memeluk pinggang ramping pion kesayangannya. “Pemikiran mu …benar-benar di luar perkiraan ku.”


“Tentu saja,” balas Katarina seraya menangkup rahang tegas milik kekasihnya. “Saya belajar menjadi kekasih yang handal supaya bisa berguna dalam setiap kesempatan,” pungkasnya, kemudian dilabuhkan bibirnya sendiri pada milik sang kekasih. Memberikan penutupan sensual yang biasanya sangat disukai sang kekasih.


Sepersekian detik berikutnya, Kaelus dan penasihat hukum harus pura-pura tidak mendengar bunyi kecipak yang timbul akibat pertemuan sepasang benda lunak tanpa tulang.


💰👑👠


TBC


Gimana perasaan readers setelah baca bab ini? Emosi atau pengen ngehujat?


Masih mau next? Komentar Next di sini, yang banyak 👇


Semoga aja suka 😘**


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 04-06-23