How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00112. Tant d'hommes sincères qui l'aiment (Begitu banyak pria tulus yang



00112. Tant d'hommes sincères qui l'aiment (Begitu banyak pria tulus yang mencintainya)


Siang itu banyak sekali dokumen yang harus ditinjau, kemudian dibeli stempel kerajaan jika sudah disetujui oleh sang Kaisar. Saking banyaknya dokumen yang harus dikerjakan saat itu juga, pria yang berada di balik meja kayu itu sampai tidak menyentuh satupun camilan yang telah disiapkan untuknya. Lebih memilih mengerjakan tugasnya di jam istirahat, alasan utamanya adalah untuk menghemat waktu. Jika pekerjaannya selesai lebih awal, ia juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk berkunjung ke paviliun Yeowang-ui bang.


Dua hari belakangan ini wanita hamil yang tinggal di paviliun Yeowang-ui bang kondisi kesehatannya berangsur-angsur membaik. Ketimbang tiga atau empat hari yang lalu, sekarang wanita cantik itu sudah lebih berenergi. Aura kehidupan kembali terlihat menonjol di wajah cantiknya yang belakangan kerap terlihat pucat. Selama jatuh sakit, ia berusaha memberikan yang terbaik, mulai dari fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan pangan dan obat-obatan. Semua itu ia lakukan agar wanita yang dicintainya kembali sehat seperti sedia kala.


Kendati demikian, rintangan datang dari sang nenek yang belakangan kerap menyuarakan protes. Seperti siang tadi, wanita tua itu datang membawa salah satu putri dari keluarga Mentri yang berada di bawah kabinet kerja Kaisar Kwang Sun. Sang nenek berdalih membawakan beberapa camilan untuk sang Kaisar, salah satunya adalah manisan kelopak bunga buatan tangan putri dari keluarga Mentri tadi. Sebelum meninggalkan tempat ini, sang nenek mewanti-wanti agar cucunya tidak memperlakukan wanita hamil yang tinggal di paviliun Yeowang-ui bang dengan istimewa. Namun, lagi-lagi kaisar Kwang Sun tidak menggubris.


Jika mereka berani menganggu “tamu istimewanya” yang tinggal di paviliun Yeowang-ui bang, ia tak akan tinggal diam. Padahal belum ada dekrit apapun yang dikeluarkan, namun mereka sudah resah mengenai kehadiran Kayena. Mereka—para petinggi dalam negeri yang memiliki putri yang sudah cukup umur untuk menikah—merasa cemas, karena takutnya tiba-tiba sang Kaisar mengeluarkan dekrit terkait status Kayena dan bayi yang dikandungnya. Padahal, hanya segelintir orang yang mengetahui kehamilan Kayena, karena Kaisar meminta mereka untuk tutup mulut. Akan tetapi, ada saja di antara mereka yang membocorkan informasi tersebut. Sehingga para petinggi yang bermimpi putrinya menjadi seorang permaisuri dilanda kegelisahan.


Bagaimana pun, hingga saat ini masalah internal di kekaisaran Astoria masih seputar kosongnya posisi Permaisuri selama bertahun-tahun lamanya. Kehadiran Kayena tentu saja membawa kewaspadaan, karena setelah sekian tahun lamanya, Kaisar mereka menunjukkan ketertarikan yang tidak main-main pada seorang wanita.


“Yang Mulia Kaisar, ada yang ingin hamba sampaikan.”


“Ya, bicaralah.”


“Apakah benar …Nona Kayena yang tinggal di Yeowang-ui bang merupakan mantan Ratu dari negeri bernama Robelia?”


Pertanyaan yang dari seorang kasim yang sudah seperti kerabat sendiri itu membuat Kaisar Astoria yang sedang fokus membaca, mengalihkan perhatian.


“Dari mana datangnya informasi tersebut?”


Kasim dengan seragam formal bernuansa hijau itu menunduk hormat, sebelum menjawab pertanyaan sang Kaisar. “Latar belakang Nona Kayena belakangan ini sedang menjadi pembicaraan di antara para Menteri dan pejabat negeri lain yang berhubungan langsung dengan kekaisaran. Ada narasumber yang membeberkan identitas Nona Kayena. Setelah identitas Nona Kayena diketahui, para Menteri dan pejabat negeri mulai menunjukkan respon yang berbeda. Sejauh ini belum ada pergerakan apapun dari mereka, mungkin mereka mengira bahwa Nona Kayena tengah mengandung calon penerus Kekaisaran Astoria.”


Kaisar Kwang Sun menarik napas dalam-dalam, kemudian menghelanya perlahan. Pada akhirnya, ia masih tidak dapat melindungi wanita yang dicintai sepenuhnya. Masih ada saja celah yang membuat orang-orang di luar sana mencaritahu keburukan dari cinta pertamanya.


“Apa perintah Anda, Yang Mulia? jika dibiarkan, takutnya masalah ini membawa dampak buruk bagi Anda dan Nona Kayena.”


“Aku akan memikirkannya terlebih dahulu,” sahut sang Kaisar. “Untuk saat ini biarkan mereka mengira bahwa Kayena tengah mengandung penerus ku. Dengan begitu tidak ada yang berani mengusiknya.”


“Akan tetapi, bagaimana dengan Ibu Suri, Yang Mulia?” dengan takut, sang kasim kembali melontarkan pertanyaan. Pada kondisi saat ini, ia takut sang Kaisar kembali memberikan perlawanan agresif pada sang nenek.


Di dunia ini, kaisar Kwang Sun hanya memiliki sang nenek sebagai satu-satunya anggota keluarga yang tersisa. Sekalipun di harem istana ada beberapa wanita yang berstatus sebagai janda Kaisar Astoria terdahulu, Kaisar Kwang Sun tidak pernah benar-benar menganggap nyata keberadaan mereka. Lagipula selama Kaisar Astoria terdahulu masih hidup, mereka hanya berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi paling tinggi di harem kekaisaran. Kendati demikian, hingga kepemimpinan Kaisar Kwang Sun, belum ada lagi yang mengisi posisi Permaisuri, setelah ibunda Kaisar Kwang Sun meninggal dunia.


Namun, jika Kayena mau menerima ajakannya, maka Kayena akan menjadi wanita pertama yang mengisi kekosongan tersebut. Posisi permaisuri yang telah lama kosong akan diisi oleh sosok yang tepat, yaitu Kayena. Ratu yang dulu citranya sangat terkenal di berbagai negeri. Kendati tidak mudah bagi Kayena menempati posisi permaisuri dengan identitas serta track record-nya, Kaisar Kwang Sun berjanji akan selalu ada untuk mendukungnya. Sayang seribu sayang, sudah ada pria lain yang telah mendapatkan hati cinta pertamanya. Posisi permaisuri atau posisi penting apapun di dunia ini pasti tidak akan mudah menggoyahkan Kayena.


“Yang Mulia Kaisar.”


“Ya,” jawab Kaisar Kwang Sun yang baru saja mendapatkan kembali kesadarannya.


“Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan pada Anda.”


“Sampaikanlah.” Sang Kaisar berkata sambil membuka dokumen lain yang harus ditinjau.


“Ada tiga orang tamu yang ingin bertemu dengan Nona Kayena. Apakah Yang Mulia memberikan izin?”


“Tidak. Dia sedang tidak bisa menerima tamu.”


Kasim itu tampak bimbang, ketika hendak melanjutkan pembicaraan. “Maaf, Yang Mulia. Akan tetapi, ketiga orang itu adalah Mayor Khayansar, Jendral Cesare, serta seorang Kapten yang terkenal sebagai Elang Muda berdarah dingin dari medan pertempuran.”


Mendengar tambahan informasi tersebut, semua aktivitas fisik Kaisar Kwang Sun langsung berhenti seketika. “Mereka datang untuk menjemput Kayena?” gumamnya dengan suara kecil. Alhasil sang kasim tidak dapat mendengar ucapannya.


“Mereka ada di depan. Apakah saya perlu memanggil mereka?”


“Tidak perlu. Aku yang akan menemui mereka,” tolak Kaisar Kwang Sun, kemudian ia bergegas pergi dari ruangan tersebut.


Mengetahui kedatangan dari tiga orang tersebut, ia tidak dapat menahan rasa tidak rela yang tiba-tiba menyeruak di dalam dada. Jika mereka sudah tiba di Astoria, itu berarti urusan “penting” yang dimaksud Khayansar de Pexley telah diselesaikan. Kemudian, mereka datang untuk menjemput Kayena yang sengaja disembunyikan.


Tiba di luar ruangan, pandangan sang Kaisar langsung bertemu dengan siluet tiga pria bertubuh tegap yang memakai pakaian tradisional khas Astoria yang masih dipengaruhi gaya berpakaian kerajaan Joseon. Baik Khayansar de Pexeley, Cesare de Pexley, serta pria yang disebut sebagai Elang Muda berdarah dingin dari medan pertempuran tampak menunggu dengan tenang.


“Salah hormat kepada Kaisar Astoria. Maaf telah menganggu waktu Anda yang sangat berharga.”


Khayansar adalah pembuka obrolan pertama di antara mereka. Respon yang diberikan Kaisar Kwang Sun adalah gelengan kepala seraya berjalan mendekat ke arahnya.


“Apa-apaan ini? kenapa Kakak tertua tidak langsung masuk?”


Khayansar yang tampil berbeda dari biasanya—tanpa pakaian formal atau setelan kerja tentara angkatan laut—tampak tersenyum tipis. “Di kekaisaran ini, saya hanya mengenal Kaisar Kaysan dan beberapa orang terdekatnya. Tidak mungkin begitu saja menggunakan nama besar Anda untuk menerobos masuk.”


Sang Kaisar tampak geleng-geleng kepala ketika mendengar ucapan dari putra sulung Grand Duke Pexley. “Seharusnya Kakak tertua tidak perlu sungkan. Mari masuk terlebih dahulu. Saya akan menyajikan beberapa kudapan untuk Kakak tertua, Kakak kedua, dan …” kalimatnya terpotong secara otomatis ketika menatap wajah yang cukup familiar di samping Cesare. “…kali ini siapa yang datang bersama kedua Kakak?”


Pria itu memiliki aura kuat yang beda, walaupun menggunakan pakaian tradisional sederhana, bukan pakaian tradisional khusus seperti yang digunakan oleh sang Kaisar. Pakaian tradisional yang melekat di tubuhnya bernuansa ungu muda, ada sentuhan sedikit warna peach, membawa sebuah bingkisan persegi yang dibungkus kain merah terang. Wajahnya terbilang sangat tampan serta lebih muda di antara Khayansar, Cesare, termasuk Kaysan atau Kwang Sun. Ada aura bangsawan yang kental, muncul darinya.


Kaisar Kwang Sun bisa mengenali aura bangsawannya, karena memang aura bangsawan tidak dapat dibeli. Aura itu muncul pada keturunan bangsawan, di mana biasanya mencakup anggota atau kerabat dekat sebuah kekaisaran atau kerajaan.


“Perkenalkan, dia adalah Kaezar of Icrea. Keturunan terakhir dari kerajaan Icrea.”


Putri semata wayang Raja Carl Clausewitz of Icrea juga merupakan istri kedua dari Raja Robelia, Klein Alexander Kadheston. Itu berarti Kaezar dilahirkan dari pencampuran dua darah biru. Dengan kata lain, Kaezar pasti merupakan adik dari Raja Robelia yang saat ini berkuasa. Pantas saja namanya begitu terkenal, walaupun orang-orang awam dengan wajah tampannya. Namun, julukan Elang Muda Kekaisaran serta Elang Muda berdarah dingin dari medan pertempuran sangat terkenal. Kaisar Kwang Sun menjadi salah satu orang yang mengenal namanya, namun tidak pernah bertatap muka langsung dengan pemiliknya.


“Senang bertemu dengan Anda, Pangeran.”


Kaisar Kwang Sun sudah tahu alasan kenapa Kaezar bisa ikut bersama Khayansar dan Cesar. Alasannya tentu sudah jelas, yaitu untuk menjemput Kayena. Cinta pertamanya. Sejak dahulu, selalu terbesit pertanyaan yang sama di kepalanya; berapa banyak pria yang jatuh cinta pada wanita yang sama? Dengan kecantikan, kecakapan, kecerdasan, keanggunan, serta kelebihan lain yang dimiliki, entah berapa banyak pria dari berbagai kalangan yang jatuh cinta padanya. Entah jenis cinta yang tulus, ketertarikan semata, atau obsesi belaka.


“Panggil saja Kaezar, karena saya bukan lagi seorang Pangeran.”


Keturunan terakhir dari kerajaan Icrea buka suara. Ia juga sudah memberikan penghormatan kepada Kaisar Kwang Sun yang jelas-jelas punya posisi lebih tinggi di antara mereka.


Walaupun sempat kebingungan, karena takutnya ia salah bicara, pada akhirnya sang Kaisar memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan dengan cara mengajak mereka masuk. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, mereka bertiga pasti sangat kelelahan.


“Bolehkah saya langsung bertemu dengannya?” namun, lontaran pertanyaan yang terdengar seperti permintaan itu berhasil menghentikan langkah mereka. “Jika diperbolehkan, saya ingin langsung bertemu dengan kekasih saya.”


Tanpa niat apapun, Kaezar dengan gamblang menyebut cinta pertama Kaisar Kwang Sun sebagai kekasihnya. Khayansar dan Cesare bisa memaklumi, karena sebelum datang ke Astoria, Kaezar sudah menahan rindu tiga belas hari lamanya. Mereka memang tidak langsung pergi ke Astoria, namun singgah terlebih dahulu di Sésilia. Ada beberapa urusan yang harus Kaezar selesaikan di Sésilia. Sembari menyelesaikan tugasnya, Kaezar juga berupaya semaksimal mungkin menyembuhkan luka fisik yang ada di tubuhnya, supaya sang kekasih tidak merasa cemas.


Setelah segala urusan di Sésilia selesai, luka fisik pun berangsur-angsur membaik, Kaezar baru bisa berangkat ke Astoria bersama Khayansar dan Cesare. Walaupun mengetahui letak kekaisaran Astoria, Khayansar dan Cesare tidak mengizinkan Kaezar pergi seorang diri untuk menjemput Kayena. Terlalu beresiko. Jadilah Khayansar dan Cesare ikut menjemput Kayena, karena mereka juga sangat merindukan adik terkasih mereka.


“Mari. Dia ada di paviliun Yeowang-ui bang.”


Siapa yang menyangka jika Kaisar Kwang Sun sendiri yang akhirnya mengantarkan mereka kepada Kayena. Tanpa banyak kata, ia memimpin jalan menuju paviliun Yeowang-ui bang. Lebih tepatnya halaman paviliun Yeowang-ui bang, karena sore ini wanita cantik itu berjanji akan mengunjungi halaman paviliun Yeowang-ui bang.


“Temui lah dia. Rindunya selama ini pasti akan segera terbayar.”


Ucapan itu tentu saja mengejutkan mereka bertiga—Khayansar, Cesare, dan Kaezar. Ketiganya tahu bahwa pria dengan status agung nan suci ini adalah salah satu pria yang mencintai wanita kesayangan mereka dengan tulus.


“Beberapa hari ini kondisi kesehatannya memburuk. Saya sempat khawatir dengan kesehatan serta kehamilannya. Belakangan ini tidurnya juga kurang nyenyak,” cerita Kaisar Kwang Sun. Dari tempatnya berdiri, ia mulai bisa menangkap kehadiran Kayena yang berjalan di halaman paviliun Yeowang-ui bang bersama pelayan pribadinya. Cinta pertamanya tampil cantik seperti biasa.


“Tunggu, maksudnya apa? Siapa yang sedang hamil?” keterkejutan itu datang dari Cesare yang memang belum tahu bahwa adik tercintanya tengah berbadan dua.


Baru Kaezar dan Khayansar yang sudah mengetahui kondisi Kayena tengah berbadan dua. Kaisar Kwang Sun juga termasuk orang pertama yang mengetahuinya.


“Kita bicarakan ini nanti,” sahut Khayansar. “Ada beberapa alasan kenapa kamu belum diberitahu lebih awal.”


Cesare menghela napas kecil, kemudian mengangguk. Di satu sisi ia sangat terkejut karena sang adik tiba-tiba berbadan dua. Bagaimana bisa? Tanyanya pada diri sendiri. Mungkin, isi kepalanya bisa langsung meledak jika mengetahui fakta bahwa adik tercintanya dihamili oleh mantan adik iparnya yang baj*ngan.


“Pergilah,” ucap Kaisar Kwang Sun pada Kaezar. “Dia sangat merindukan mu.”


Kaezar mengangguk kecil, kemudian menitipkan barang bawaannya dari Sésilia pada Cesare. Tidak ada yang tahu bahwa isi kotak yang dibungkus kain merah menyala dengan corak keemasan itu adalah peach bulan Juni terakhir dari Sésilia. Buah kesukaan kekasih hatinya. Ketika melihat satu-satunya buah peach yang tersisa di mansion Archduke, Kaezar langsung teringat sang kekasih. Ia kemudian mengambil buah tersebut dengan tangannya sendiri, lantas membawanya ke Astoria dengan sangat hati-hati.


“Terima kasih,” ucap Kaezar pada Kaisar Kwang Sun.


“Untuk apa Anda berterima kasih kepada saya?”


“Untuk kebaikan Anda yang telah menjaga kekasih saya selama saya tidak dapat menjaganya,” ucap Kaezar dengan tulus. “Saya juga ingin meminta maaf, karena saya telah memiliki hati wanita yang Anda cintai.”


Kaisar Kwang Sun tersenyum tipis, tampak dihiasi aura penuh wibawa. Salah satu tangannya kemudian menepuk bahu Kaezar dua kali. “Kita memang tidak pernah bersaing secara langsung untuk mendapatkan hatinya. Namun, siapapun pemenangnya, dia bertanggung jawab untuk membuat hidup Kayena kembali dipenuhi oleh kebahagiaan.”


“Saya pasti akan melakukan segalanya demi membuat dia bahagia,” balas Kaezar.


“Memang sudah seharusnya begitu.”


Melihat interaksi kedua, Khayansar dan Cesare tidak dapat menahan senyum tipis yang terbit di bibir masing-masing. Beruntungnya adik tercinta mereka, karena masih banyak pria tulus yang mencintainya apa adanya.


“Kita juga telah berupaya keras untuk menyaksikan hari ini tiba,” ujar Cesar ketika melihat dengan mata dan kepalanya sendiri, bagaimana sang adik menangis di pelukan pria yang dipilih hatinya. Hatinya ikut tersenyum melihat pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan cukup lama oleh situasi dan kondisi.


“Tugas Kaezar sudah selesai. Sekarang dia bisa fokus membahagiakan Kayena. Sedangkan tugas kita masih belum selesai,” imbuh Khayansar. “Masih ada beberapa hal yang harus kita selesaikan, agar hidup Adik kita tidak akan terganggu lagi untuk kedepannya.”


Cesare mengangguk paham. Memang masih ada yang perlu diselesaikan. Namun, untuk saat ini, mereka cukup puas melihat bagaimana adik tercinta mereka meluapkan kebahagiaan ketika bertemu dengan pria yang dirindukannya.


“Semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu, little peach of June.” Do’a Cesare di dalam hati.


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 18-08-23