How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0088. Il est celui qui se bat et se bat pour (Dia yang tengah berjuang dan



0088. IL est celui qui se bat et se bat pour (Dia yang tengah berjuang dan diperjuangkan)


“Kapten!”


Seruan itu datang dari salah seorang prajurit bayangan ketika melihat pemimpinnya menghalau serangan dengan cara langsung pasang badan. Tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi prajurit bayangan yang lain dari serangan musuh. Padahal pemilik tubuh gagah tersebut tidak menggunakan baju Jirah sama sekali. Alhasil, sang pemimpin harus merasakan rasa sakit di bahu kirinya yang terkena anak panah dari musuh.


“Kapten, Anda terluka.” Bawahannya tentu saja risau.


Apalagi ketika mendengar pemilik julukan tersebut meringis kecil, usai mengambil posisi aman untuk bertahan dari serangan musuh. “Hanya luka kecil. Kembali waspada, sepertinya musuh bukan berasal dari penduduk sipil.”


“Mereka sepertinya komplotan bandit dan perampok yang terkenal menguasai lembah ini, Kapten.”


“Jangan gentar,” sahut sang pemilik gelar Kapten tersebut. “Selama mereka masih manusia, kita pasti punya kesempatan untuk melumpuhkannya.”


Kaezar, sang Kapten memberikan semangat lagi pada prajurit bayangan di bawah kepemimpinannya. Saat ini ia tengah menjalankan misi untuk menaklukkan wilayah perbatasan paling rawan di kerajaan Robelia. Tujuan utamanya adalah mengambil alih pusat pertahanan lawan, kemudian menaklukkan Regent atau pemimpin wilayah mereka. Siapapun tahu jika wilayah perbatasan ini sangat kacau-balau. Bertahun-tahun telah dilakukan berbagai upaya untuk mendamaikan penduduk sipil dengan pihak pemerintah, namun hingga detik ini rencana tersebut belum mencapai titik temu.


Selama ini pihak Kaezar sudah mencoba melakukan negosiasi dengan pihak pribumi yang meninggali wilayah di seberang perbatasan kerajaan Robelia. Namun, meraka enggan menanggapi, karena dulu sekali pernah dikecewakan oleh otoritas raja Robelia yang mengharuskan pihak mereka menjadi budak kalangan bangsawan. Karena kesalahpahaman itu lah, hingga saat ini perang terus terjadi di perbatasan. Selain konflik dengan pribumi dari wilayah seberang, perbatasan juga menjadi tempat tinggal komplotan bandit, perampok, perompak, dan penjahat lain dari berbagai negeri. Mereka ikut memperkeruh suasana, dikarenakan tidak mau wilayah tersebut masuk wilayah kerajaan manapun.


Kendati demikian, semenjak menyusup sebagai pihak pribumi selama beberapa hari, Kaezar menyadari adanya kemungkinan yang mengakibatkan kesalahpahaman. Ada pihak yang sengaja mengadu domba Regent dengan pihak pemerintahan. Kemungkinan besar ada seseorang yang cukup berpengaruh, sengaja mengadu domba pihak pribumi, supaya bertentangan dengan pemerintahan. Mungkin tujuannya adalah untuk menguasai wilayah tersebut, supaya dapat mengontrol putaran bisnis illegal di dalamnya.


“Sebaiknya luka Anda segera diobati, Kapten.”


Kaezar melirik bahu kirinya yang sempat terluka. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang, menuju camp yang menjadi barak sementara mereka. “Ini hanya luka kecil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”


“Tetap saja harus diperiksa, kemudian diobati, Kapten. Takutnya ada indikasi racun dari senjata musuh.”


Kaezar masih tidak menggubris, karena baginya luka kecil seperti itu tidak terlalu berarti. Namun, ia tidak mau membuat bawahannya cemas. Jadi, ia membiarkan lukanya diobati.


“Ada surat untukku?” ia balik bertanya, ketika tiba di barak sementara mereka.


Jujur, ia tengah menunggu surat dari putra sulung Khiev de Pexley. Kemarin salah satu mata-mata yang dipekerjakan olehnya, mengatakan bahwa telah terjadi kehebohan di istana. Terutama pasca ia mengrimkan tiga kepala manusia pada Raja Robelia dan gundiknya. Selain itu, Kaezar juga menerima informasi trekait kemunculan Klautviz de Meré yang menghambat proses pembersihan nama baik kekasih hatinya. Klautviz de Meré bahkan bertindak brigas dan angresif di hari kemunculannya; menembak mata saksi kunci pada saat pengadilan tinggi tengah menyelenggarakan peradilan.


Kabarnya hingga saat ini putra sulung Khiev de Pexley tengah berusaha membereskan kekacauan yang dibuat oleh Klautviz de Meré. Adik tiri dari Raja sebelumnya, sekaligus pamannya itu memang hidupnya masih dipenuhi misteri. Kaezar saja tidak menyangka jika Klautviz de Meré akan tiba-tiba muncul di saat-saat seperti ini. Padahal, satu langkah lagi guna menangkap dalang dari penggulingan Kayena dari posisi Ratu.


“Kapten.”


“Ini surat yang Anda minta,” ujar salah seorang bawahannya.


Kaezar menerima surat-surat yang dimaksud. Rupanya bukan hanya satu surat yang datang, pasca beberapa hari ia pergi melakukan penyamaran. Ada beberapa surat yang datang dari Robelia, termasuk Sésilia. Ada pula surat dari Hygria, atas nama Cesare de Pexley. Surat terakhir yang terlihat eksistensinya adalah surat dari negeri yang jauh di belahan bumi lain, yaitu Astoria. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendahulukan surat tersebut untuk dibuka. Sudah lama ia menanti balasan surat dari kekasih tercinta. Setelah membaca surat itu, barulah ia membaca surat yang lain.


Kertas berwarna kuning pucat itu dibuka dengan segera. Ada harum dari bunga-bungaan ketika lipatan kertas itu direntangkan, aroma yang mengingatkannya pada sang pengirim. Hanya ada beberapa untai kalimat yang ditulis dengan tinta hitam di atas sana. Memang hanya beberapa untai kalimat, namun hatinya penuh setelah membaca surat tersebut. Ada senyum yang tak segan ia sunggingkan.


Pemilik gelar Archduke of Sésilia itu tahu, dari dulu sampai sekarang, lawan jenis yang mampu membolak-balik hatinya hanya pemilik nama Kayena de Pexley. Ia tidak memerlukan wanita yang memiliki karakteristik, atau memiliki standar fisik tertentu. Tidak. Archduke of Sésilia yang sudah terlahir tampan, rupawan, serta mapan dari segi karir dapat dengan mudah menggaet wanita dari berbagai kelas sosial, mulai dari yang cantik, kaya raya, pintar, cerdas, dan sebagainya. Namun, dari semua Senorita atau Senora yang ditemui olehnya, hanya pada putri Khiev de Pexley yang berhasil memenangkan hatinya.


Tanpa harus merubah apapun, Kayena akan tetap menjadi pemenang di hati Kaezar. Kenapa? Karena dari sekian juta penduduk bumi yang terlahir sebagai wanita, hanya Kayena yang mampu membuat Kaezar tidak merasa jijik. Justru Kayena yang dapat menjadi tempat paling nyaman bagi Kaezar. Rumah yang sesungguhnya Kaezar mimpikan sejak lama. Tak apa sederhana, namun kokoh dan dapat membuatnya merasa nyaman ketika memilih untuk tinggal. Kayena juga yang berhasil membuat Kaezar melawan trauma yang ia dapatkan semasa kecil.


“Ambilkan bunga anyelir yang waktu itu aku keringkan.”


Bawahannya sempat kebingungan, namun tetap mengiyakan perintah tersebut; mengambil bunga anyelir merah merah muda yang telah dikeringkan oleh Kaptennya. Bunga anyelir merah yang melambangkan kasih sayang, sedangkan merah muda berarti “Aku tidak akan pernah melupakanmu" itu disimpan baik-baik di kamar sang Kapten.


Kaezar sendiri tanpa menunda-nunda, langsung mengambil pena serta kertas untuk menulis balasan. Dari surat yang dikirim kekasihnya, ia mengetahui bahwa “mahluk” tidak berdosa itu telah hadir, dan ia akan menjadi orang pertama yang mengklaim pertanggung jawaban serta hak terhadapnya. Ia yang akan maju sebagai gentleman untuk menjadi ayah dari bayi kekasihnya.


“Bersabarlah sedikit lagi, Kayena. Aku akan segera menyelesaikan tugas di sini,” katanya, ketika melihat sapu tangan dengan inisial nama Kayena dalam genggamannya. Sapu tangan yang menjadi jimat baginya selama bertahun-tahun. “Aku berjanji,” lanjutnya. “Mimpi buruk yang telah kamu dapatkan, akan sirna ketika kita berhasil hidup bersama.”


Janji yang sama telah Kezar ucapkan ketika ia terbangun dari sebuah mimpi. mimpi mengerikan yang memperlihatkan kehidupan tragis yang merenggut kebahagiaan serta kehidupan kekasihnya. Kaezar tidak mau mimpi itu sampai terjadi. Sekalipun ia sudah berulang kali memimpikannya.


Oleh karena itu, ia rela melepaskan segalanya demi merengkuh Kayena. Ia akan memberikan seluruh hidupnya bagi Kayena, agar wanita itu hidup bahagia. Untuk terakhir kali, Kaezar memutuskan untuk kembali membaca surat dari Kayena, sebelum menyimpannya.


...“Aku baik-baik saja. Aku harap kamu pun baik-baik saja di sana, karena ada mahluk mungil yang akan kita besarkan bersama-sama.”...


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 18-07-23