How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00109. Le choix fixe de Kayena (Pilihan tetap Kayena)



00109. Le choix fixe de Kayena (Pilihan tetap Kayena)


“Walaupun percuma, saya tetap akan menjelaskannya sekarang. Setidaknya Anda harus mengetahui kebenaran pasca Anda memutuskan untuk mengakhiri hidup.” Ada jeda yang menyela ketika lawan bicaranya membiarkan pria muda itu kembali bersuara. “Matahari Kekaisaran sebenarnya tidak menginginkan perpisahan antara Anda dan Pangeran Cassel. Ada alasan pribadi yang mendasari keputusan Matahari Kekaisaran ketika hendak menyerahkan Pangeran Cassel kepada kembaran saya.”


“Apapun alasannya, sebagai seorang Ibu yang telah berjuang hidup dan mati untuk melahirkan putranya, apakah aku harus diam saja ketika satu-satunya putra yang aku lahir kan dengan kondisi sempurna, sehat tanpa cacat diberikan kepada wanita lain?”


Pria muda itu terdiam, tampak membiarkan lawan bicaranya untuk lebih banyak bersuara.


“Aku bisa diam dan bertahan ketika cinta suamiku terbagi. Namun, aku tidak bisa tinggal diam ketika bayi yang aku lahir kan dengan mempertaruhkan nyawa diberikan pada wanita yang telah merusak pernikahan ku. Aku tidak bisa, dan aku tidak akan pernah rela jika bayiku memanggil wanita itu sebagai Ibu. Dia telah merebut pria yang aku cintai, merusak pernikahan impian ku, kemudian menginginkan bayi ku. Wanita yang hidup bahagia di atas kesengsaraan wanita lain, mana mungkin pantas menjadi seorang Ibu? Tuhan telah memberinya hukuman lewat ketidakmampuan untuk melahirkan keturunan dari pria yang dia rebut.”


Ada tarikan napas dalam yang diambil pasca muntahan kalimat yang mengandung banyak fakta serta kesedihan ketika mengungkapkannya setelah sekian lama di pendam di dalam hati. “Tuhan memberiku kehidupan kedua bukan untuk terus mengingat kepahitan yang terjadi pada kehidupan sebelumnya. Namun, untuk membuatku sadar. Apakah aku masih bodoh atau tidak, karena sekarang aku diberi pilihan untuk melangkah maju atau terus terbelenggu masa lalu.”


“…”


“Apapun alasannya, ketika aku mengetahui pada kehidupan ini, semua terasa sama saja; percuma. Kebenaran itu tidak akan mengubah fakta bahwa di kehidupan sebelumnya, pria itu tidak mampu menjaga dan melindungi wanita yang sangat dia cintai. Pada kehidupan kali ini, jangan salahkan wanita yang dia cintai, jika memilih untuk mempercayakan hatinya pada pria lain yang lebih tulus dan pengertian.”


Pembicaraan hari itu sebenarnya tidak berhenti sampai di situ, namun isi kepala Kayena tetap terpatri pada bagian tersebut. Setelah pembicaraan mereka diselesaikan oleh sebelah pihak, Killian pamit undur diri. Pria muda yang pembawaannya biasa easy going serta humble, pada saat itu tampak lebih banyak diam. Kendati demikian, sebelum benar-benar pergi, ia sempat memberikan dua setel gaun yang didesain khsus untuk Kayena.


Kenapa disebut gaun yang didesain khsus untuk Kayena? karena gaun itu dilengkapi dengan bordiran bunga peach kesukaan Kayena, inisial nama Kayena, ada pula logo khas dari toko pakaian milik si pembuat, yaitu Assogaté. Gaun tersebut juga dirancang dengan teliti, dibuat dengan kain berkualitas tinggi yang nyaman digunakan pada kegiatan sehari-hari.


“Nona, Anda melamun?”


“Ah, aku hanya sedang memikirkan sesuatu,” jawab Kayena yang baru saja mendapatkan kembali kesadarannya.


Saat ini ia tengah berada di pemandian, sekalipun semenjak kemarin badannya terasa kurang nyaman. Mungkin karena akhir-akhir ini terlalu banyak pikiran, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan. Apalagi saat ini ia tengah berbadan dua, di mana stress dapat menjadi pemicu beberapa kondisi yang tidak baik bagi janin.


“Nona mau berendam lebih lama lagi?” tanya Kima yang sejak tadi membantu Kayena membersihkan badan dengan sabun handmade yang terbuat dari Japanese red shiso dan sandalwood atau kayu Cendana.


“Aku sudah selesai,” ujar Kayena. Setelah itu ia langsung beranjak dari pemandian, bergegas mengambil kain yang digunakan untuk handuk.


Selama tinggal di istana Astoria, Kayena tidak pernah kekurangan fasilitas apapun. Sang Kaisar selalu mencukupi kebutuhannya, sekalipun itu hal-hal remeh. Kendati demikian, semua perlakuan istimewa itu semakin hari semakin memberatkan Kayena. Apalagi sekarang nenek Kaisar Kwang Sun tengah gencar mencari kandidat Permaisuri demi melangsungkan keturunan kekaisaran Astoria. Apa hubungannya dengan Kayena? tentu saja ada hubungannya dengan Kayena, karena selama Kayena berada di sini, sang Kaisar hanya menunjukkan ketertarikan padanya. Padahal di sekitar Kaisar banyak wanita cantik yang siap kapan saja melayani Kaisar.


“Surat-surat dari wilayah perbatasan Robelia dan Kyen sudah datang?” Kayena bertanya ketika sudah selesai berpakaian. Rambut panjangnya sengaja ditutupi oleh kain, karena masih lembab.


Di sisi lain, Kima tampak mendekat dengan wadah kecil berisi cream pelembab. Kayena akan membutuhkan itu untuk membantu membuat kulitnya lebab.


“Hanya ada surat dari Duke Khayansar yang datang, Nona,” sahut Kima. Tidak dusta di antara mereka. Memang hanya sada satu surat yang datang untuk Kayena, yaitu surat dari kakak sulungnya. Tidak afa lagi surat dari pihak lain.


“Tumben sekali,” gumam Kayena ketika menerima surat dari sang kakak. Ia merasa heran karena hari ini surat yang ia terima cuma satu. Setelah menerima surat tersebut, Kayena bergegas untuk membacanya. Siapa tahu ada informasi yang harus ia ketahui.


Setelah membaca surat tersebut, Kayena langsung terdiam. Di dalam surat, sang kakak memberitahukan bahwa mereka sempat kehilangan komunikasi dengan Elang Muda Kekaisaran. Selain itu, kondisi di istana Robelia sedang tidak kondusif. Secara tidak langsung, Khayansar ingin memberitahu pada adiknya untuk berjaga-jaga dan tetap siaga.


Lewat surat itu pula, Kayena mengetahui dugaan misi pencarian terhadap dirinya yang diprakarsai oleh mantan suaminya.


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 15-08-23