
0065. Les attaques des nobles contre le roi et sa concubine (Serangan para bangsawan terhadap Raja dan Selirnya)
Pagi telah kembali menyapa bumi. Di Robelia lebih tepatnya, pagi itu sang Raja tampak bangun seperti biasa. Ketika kedua kelopak matanya terbuka, matahari sudah mulai meninggi. Ketika ia memutuskan untuk beranjak, kemudian membunyikan bel, para pelayan akan berbondong-bondong masuk ke dalam kamarnya untuk membantu mandi, hingga bersiap. Selesai mandi dan bersiap, ia akan disambut dengan sarapan pagi khas Prancis yang terdiri dari pastry dan minuman hangat, sampai segelas anggur putih. Biasanya koki menghidangkan Brasille yang terbuat dari puff pastry dengan olesan mentega, lalu digulung lonjong sebelum dipanggang. Kadang Brasille diisi oleh apel, pir, atau coklat.
Pada waktu lain, terkadang koki menghidangkan Gibassier yang dikonsumsi dengan cara mencelupkannya ke dalam mentega dan madu ketika masih hangat, casserole brunc Caledonia yang mirip roti lapis dengan berbagai isian yang kemudian disiram dengan campuran telur dan bumbu sebelum dipanggang.
Ada juga Canistrelli, cookies yang renyah dan dapat dinikmati dengan minuman panas sepeti teh atau kopi, bisa juga dinikmati dengan anggur putih. Ada pula croissant, pain perdu, pain aux raisins hingga couquette yang lembut dan ringan untuk sarapan. Namun, karena sang Raja tidak terlalu menyukai makanan manis, ia kerap minta disuguhkan pastry rasa plain, roti gandum dengan selai yang ditemani segelas kopi hitam, teh hitam, white wine, atau olahan daging yang ringan untuk disajikan pada saat sarapan.
Kendati demikian, hari ini sang Raja tidak dapat menikmati lebih banyak waktu luang sebelum mengunjungi sederet acara formal, karena ada brunch informal bersama beberapa bawahan serta bangsawan yang berada di pihaknya. Mereka datang bukan untuk sekedar brunch, namun ingin membahas soal gonjang-ganjing mengenai rumor yang tengah tersebar luas di luaran.
“Anda harus segera menyelesaikan masalah ini, Yang Mulia. Jika memang Selir Agung Katarina tidak bersalah.”
Setelah menelan sarapan pagi yang rasanya tidak senikmat biasanya, Kaizen selaku Raja Robelia harus menelan mentah-mentah aduan para bawahan serta sebagian bangsawan yang selama ini menjadi pendukung masa kepemimpinannya.
“Tetapi bukannya kita juga harus mencari tahu terlebih dahulu?” kata salah seorang bangsawan yang bekerja sebagai Pengamat Politik serta delegasi Robelia untuk Britania Raya.
“Duke of Edinburgh bukan lah orang yang ceroboh. Walaupun usianya masih muda, Duke of Edinburgh punya pemikiran yang kritis. Tidak mungkin Duke of Edinburgh membuat laporan tanpa memperhitungkan banyak hal.”
Ucapan Pengamat Politik serta delegasi Robelia untuk Britania Raya itu ada benarnya. Mereka yang menghadiri brunch pagi itu menyadari, bahwa memang Duke of Edinburgh bukan lah orang yang suka ikut campur. Selama ini—lebih tepatnya ketika sang adik diduakan secara terang-terangan, pria itu tidak langsung campur tangan. Padahal jika mau, Duke of Edinburgh bisa campur tangan langsung sejak awal. Namun, ia tidak melakukannya. Mungkin ada alasan kuat kenapa Duke of Edinburgh tidak pernah ikut campur sejak dulu.
Kendati demikian, jawaban yang sesungguhnya adalah karena mantan Ratu Robelia tidak pernah terbuka pada keluarganya. Kesalahan pada kehidupan sebelumnya adalah ini, ketidakterbukaan terhadap keluarganya sendiri. Pada kehidupan kali ini, mantan Ratu telah memilih jalan yang bisa dikatakan “benar” dengan melibatkan keluarganya yang secara otomatis menjadi garda terdepan untuk dirinya sendiri.
“Apa Yang Mulia sudah bertanya secara langsung pada Selir Agung Katarina?” pertanyaan kembali dilontarkan, kali ini berasal dari salah seorang bangsawan yang bekerja sebagai Menteri.
“Kalian tenang saja,” balas Kaizen. Pada akhirnya ia harus tetap angkat suara walaupun sudah dibuat pusing sejak awal. “Selir Agung Katarina mengatakan jika dia tidak ada sangkut pautnya dengan kasus mantan Ratu.”
“Lalu bagaimana dengan identitas tiga kepala manusia yang dikirimkan oleh Duke of Edinburgh? Apakah benar jika salah satu dari mereka mantan pekerja di istana Selir?”
“Benar, Yang Mulia. Belakangan ini Selir Agung Katarina sedang menjadi topik pembicaraan di kalangan bangsawan. Anda harus menyikapi masalah ini dengan teliti, jika tidak ingin membuat dukungan dari kalangan bangsawan berkurang karena krisis kepercayaan.”
Helaan napas gusar terdengar walaupun pelan. Kaizen ingin sekali menghancurkan acara brunch informal pagi ini, namun situasi tidak memungkinkan. Selain krisis kepercayaan, jika ia kehilangan dukungan para bangsawan, krisis keamanan juga akan semakin bertambah parah.
Semenjak Grand Duke Pexley mengundurkan diri dari perbatasan Robelia, belum ada satu pun yang mampu menggantikan posisinya selaku Mayor Jendral yang dapat pasang badan di garda paling depan. Ditambah lagi sekarang Grand Duke Pexley telah meninggalkan Robelia, sehingga banyak bangsawan yang menyayangkan. Mereka bahkan ada yang merasa risau, karena sekarang Robelia mengalami krisis keamanan.
Krisis keamanan belum tuntas diselesaikan, datang lagi krisis kepercayaan lewat laporan yang diajukan Duke of Edinburgh terhadap Selir Agung Katarina. Kalangan bangsawan mulai mempertanyakan kebenaran dari laporan yang diajukan oleh Duke of Edinburgh. Bahkan kabar mengenai dilaporkannya Selir Agung Katarina sudah bocor ke rakyat Robelia. Jangan tanya lagi bagaimana reaksi mereka, karena semenjak Kayena diturunkan dari posisi Ratu, krisis kepercayaan rakyat terhadap pasangan fenomenal di Robelia itu telah terjadi.
Sekarang tinggal bagaimana Kaizen menyikapi krisis yang melanda Robelia. Jika ia tidak segera bergerak, maka masalah krisis tersebut akan semakin besar dan berimbas pada ke tata negaraan.
“Duke of Edinburgh sudah berada di ruangan, Yang Mulia.”
Kaelus memberitahu ketika Kaizen hendak memasuki ruangan. Bersamaan dengan itu, sang kekasih juga datang dari arah istana selir. Tidak seperti biasanya, wanita itu tampil cukup sederhana. Namun, tetapi terbilang mewah karena tiara yang menghiasi kepala.
“Yang Mulia.”
Kaizen mengangguk kecil, kemudian mengulurkan tangan ke arah kekasihnya. Mereka masih sepasang kekasih yang merangkap sebagai sekutu. Ketika hendak menghadapi lawan, mereka tidak boleh terlihat tidak akur.
“Semua akan baik-baik saja,” imbuh Kaizen ketika uluran tangannya diterima oleh Katarina.
Wanita dengan gaun berwarna biru laut itu mengangguk dengan senyum tipis terpatri di bibir. Ia akan percaya sepenuhnya pada ucapan sang kekasih, walaupun jauh di lubuk hati yang paling dalam … ia merasakan sedikit kecemasan. Kira-kira, apa lagi yang dimiliki Duke of Edinburgh sebagai kejutan hari ini? itulah yang menjadi pertanyaannya semenjak kemarin.
Gara-gara hadiah Duke of Edinburgh, ia bahkan tidak bisa tidur semalaman. Untung saja dokter kerajaan meresepkan obat tidur, sehingga ia bisa beristirahat walaupun sejenak.
Katarina juga mulai memperhitungkan Kyara. Jika pelayan rendahan itu berani berbalik untuk menyerang, ia akan memastikan jika semua anggota keluarganya yang tersisa hanya tinggal nama. Cih, memangnya seorang Katarina takut dengan gertakan seorang pelayan rendahan seperti Kyara?
Padahal, ia sendiri dulunya hanya seorang pelayan rendahan.
“Matahari Kekaisaran Robelia beserta Selir Agung Katarina akan segera memasuki ruangan.”
Pintu pengadilan utama terbuka setelah nama keduanya diumumkan. Mempersilahkan sang pemimpin memasuki ruangan bersama wanitanya. Hadirin di dalam ruangan yang tidak sampai lima puluh orang langsung memberikan penghormatan kepada Raja mereka, kecuali Duke of Edinburgh beserta orang-orangnya. Mengingat Duke of Edinburgh bukan lagi rakyat Robelia, melainkan bagian dari United Kingdom atau Britania Raya. Ia hanya akan menundukkan kepala pada Raja dan Ratunya, serta orang-orang yang memang pantas disebut sebagai pemimpin.
Persidangan pertama kemudian dibuka. Sebagai pelapor, Duke of Edinburgh atau Khayansar tentu saja diberikan keleluasaan untuk menyampaikan maksud dari laporannya. Mengingat terlapor adalah seorang wanita Raja, yaitu Selir Agung Katarina.
“Anda melaporkan Selir Agung Katarina atas dasar bukti-bukti yang telah diserahkan kepada pihak Pengadilan Tinggi. Benar begitu, Duke of Edinburgh?”
“Hm,” sahut Duke of Edinburgh yang tampil gagah, sekali pun tanpa baju jirah. Pria itu tampak siap berperang, padahal ia tidak berada di medan perang.
“Apakah boleh saya membuka semua bukti-bukti yang telah Anda siapkan, Duke of Edinburgh?”
“Buka saja, karena semua itu dikumpulkan untuk ditunjukkan pada kalian,” jawab Duke of Edinburgh dengan santai. “Terutama Raja dan gundiknya,” katanya dengan berani.
Kalimat terakhir itu tentu saja menarik pro-kontra. Walaupun berangkat sebagai wanita simpanan atau gundik atau biasa dikenal juga sebagai mistress, sekarang posisi Kayena adalah Selir Agung. Posisi paling didambakan oleh Senorita serta Senora di luar sana, selain posisi Ratu tentunya. Apalagi Katarina juga mendapatkan cinta tulus Raja sebagai anugrah terindah bagi sebagian besar Senorita serta Senora di Robelia.
“Tolong jaga bicara Anda, Duke of Edinburgh,” kata Kaizen, memperingati dari singgasana miliknya. “Wanita di sisi saya adalah Selir Agung yang kelak dapat menempati posisi Ratu Robelia.”
“Terserah Anda, Raja,” balas Duke of Edinburgh. “Ini adalah negeri Anda. Hanya otoritas Anda yang berlaku di sini.”
Kaizen tersenyum miring mendengarnya. “Jika Anda sudah tahu hanya otoritas saya yang berlaku, seharusnya Anda tidak gegabah melaporkan wanita saya.”
“Bukan saya yang gegabah, melainkan wanita Anda.” Duke of Edinburgh melenggang dua langkah ke depan, sehingga jarak yang terbentang tidak terlalu panjang. “Tunjukkan apa yang aku bawa untuk diperlihatkan pada Raja kalian,” ujarnya kemudian.
“Cepat, tunjukkan apa yang Duke of Edinburgh gadang-gadang sebagai bukti terkait perbuatan perbuatan Selir Agung Katarina,” imbuh Kaizen.
Petugas Pengadilan tinggi segera menjalankan tugas. Pintu utama kembali terbuka, membiarkan seorang anggota dari pengadilan tinggi datang dengan membawa beberapa gulung perkamen serta dokumen.
“Duke of Edinburgh sebelumnya telah melaporkan Selir Agung Katarina terkait penggulingan mantan Ratu. Beliau juga sudah menyertakan bukti-bukti yang dapat dijadikan penguat atas laporan tersebut.”
Katarina mulai gelisah di tempatnya duduk. Kira-kira, apa yang dibawa Duke of Edinburgh sebagai bukti. Apa benar pria itu telah mengetahui kebenaran dibalik penggulingan adiknya dari tahta Ratu?
Katarina lemas di tempatnya duduk. Chris dan Kiri adalah kaki-tangannya. Sedangkan Cadnel adalah supplier Afrodisiak yang ia gunakan untuk menjebak Kaizen, Kaezar, serta Kayena. Bagaimana bisa Duke of Edinburgh menemukan mereka beserta identitasnya?!
“Jika mereka kaki-tangan dari pelaku, kenapa Duke of Edinburgh harus membunuh mereka bertiga?” tanya Kaizen, tiba-tiba.
“Mereka bukan dibunuh oleh Duke of Edinburgh, Yang Mulia,” sahut moderator pada pengadilan hari itu. “Dilihat dari luka tebasan pada leher ketiganya, luka tersebut merupakan luka tebasan pedang dengan teknik sekali tebas yang sangat ampuh mengenai lawan. Setelah ditelusuri, ketiganya ternyata dibunuh oleh satu-satunya Sword Master terbaik yang dimiliki Robelia, yaitu …”
“Kaezar?!” serobot Kaizen, setengah tak percaya. “Bukannya Elang Muda Kekaisaran ada di perbatasan?”
“Benar,” jawab Duke of Edinburgh. “Namun, mereka bertiga memang dihabisi langsung oleh tangah Elang Muda Kekaisaran.”
Kejutan yang diluar dugaan!
Ternyata tiga kepala manusia yang dibawa oleh Duke of Edinburgh berasal dari Elang Muda Kekaisaran. Bukan Duke of Edinburgh yang membunuh kaki-tangan Katarina, melainkan Kaezar.
“Elang Muda Kekaisaran tidak dapat menghadiri persidangan, karena tengah menjalani masa hukuman. Sebagai Kakak yang baik, sudah seharusnya saya datang untuk menyelesaikan tugasnya.”
Semua orang di dalam ruangan bungkam mendengar Duke of Edinburgh menyebut dirinya sendiri “kakak” bagi Elang Muda Kekaisaran. Kaizen saya yang notabene kakak tiri yang masih berbagi darah biologis dengan Kaezar, tak pernah mengakui Kaezar sebagai adik. Sedangkan Duke of Edinburgh yang terkenal sangat dingin, sukar akrab dengan orang asing, begitu mudahnya mengklaim seorang pemilik titel “anak haram” sebagai adiknya. Bukan kah itu tanda-tanda yang menunjukkan bahwa … Duke of Edinburgh memberi lampu hijau??
Seolah belum puas membuat orang-orang tercekat, Duke of Edinburgh kembali membuat pertunjukkan. Lewat bukti-bukti yang ia bawa tentunya.
“Terkait rumor mantan Ratu dan Pangeran Kaezar yang menghabiskan malam bersama, padahal seharusnya mantan Ratu mengunjungi Yang Mulia Raja, sehingga Ratu didakwa bersalah dan dikirim ke Kastil putih. Kemudian Pangeran Kaezar dikirim kembali ke perbatasan, sejatinya malam itu mantan Ratu mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Dari hasil penyelidikan mandiri yang dilakukan Duke of Edinburgh, ditemukan bukti-bukti bahwa benar, malam itu mantan Ratu tidak dapat mengunjungi peraduan Raja karena terjadi percobaan penculikan terhadap Ratu.”
“Apa??” kaget Kaizen. “Ratu … sempat menjadi korban percobaan penculikan?”
“Benar, Yang Mulia. Di sini Duke of Edinburgh menyertakan bukti-bukti serta pernyataan mantan Ratu mengenai percobaan penculikan malam itu,” sahut moderator. “Ketiga pemilik kepala yang sebelumnya dikirimkan oleh Duke of Edinburgh diduga sebagai komplotan dalam percobaan penculikan terhadap Ratu. Mengingat wajah mereka cukup jelas diingat oleh para pelayan serta penjaga di kediaman Ratu pada malam itu.”
“Dua di antara pemilik kepala tersebut menyamar menjadi prajurit Raja yang pura-pura menjemput Ratu, namun mereka tidak berencana membawa Ratu ke peraduan Raja. Justru sebaliknya. Mereka hendak menculik mantan Ratu, beliau sempat melakukan perlawan …”
“Kenapa laporan Duke of Edinburgh terdengar seperti alur cerita di telinga saya?” potong suara milik wanita Raja, siapa lagi jika bukan Katarina. “Bukan kah hadirin yang berada di sini juga ada yang sepemikiran dengan saya?”
“Katarina,” lirih Kaizen. Tindakan memotong atau menyerobot bicara ketika moderator dari anggota pengadilan tinggi yang tengah berbicara adalah tindakan yang sangat tidak dibenarkan. Keterlaluan. Tidak sopan.
“Maaf, Yang Mulia Selir. Anda diharapkan untuk menunggu giliran ketika hendak menyampaikan pendapat,” kata sang moderator. “Tolong hargai pendapat yang tengah disampaikan terlebih dahulu.”
Katarina mendengus geli seraya tersenyum miring ke arah Duke of Edinburgh. “Jadi, intinya mantan Ratu sempat menjadi korban penculikan? Lantas, kenapa peristiwa tersebut tidak sampai ke telinga saya atau Raja?”
Duke of Edinburgh balik mengeluarkan seringai yang sangat tipis. “Sudah ku duga jika itik satu ini tidak memiliki rasa takut selain tidak memiliki rasa malu,” gumamnya. “Silahkan lanjutkan laporan saya,” ujarnya pada moderator.
“Baik, Duke of Edinburgh. Saya akan melanjutkan laporan dari Duke of Edinburgh,” sahut moderator.
Pertanyaan Katarina dianggap angin lalu. Membuat wanita itu menggeram kesal. Ketika hendak bicara lagi, Kaizen menahan lewat cengkraman tangan.
“Lebih baik diam dan dengarkan terlebih dahulu,” tekannya penuh peringatan. Mau tidak mau Katarina pun menuruti perintah tersebut.
Laporan kembali dilanjutkan. Membuka apa saja yang menjadi dasar dari laporan yang diajukan Duke of Edinburgh. Laporan tersebut sejatinya hanya berisi tentang insiden percobaan penculikan yang menimpa Kayena, namun fakta jika malam itu Kayena sempat mengunjungi kamar Kaizen lewat jalan rahasia ditiadakan. Dalam laporannya, Duke of Edinburgh hanya mengutip; bahwa setelah mencoba melarikan diri ke Rumah Kaca yang menjadi tempat paling dekat dan aman, Kayena bersembunyi di sama. Kemudian bertemu Kaezar yang tengah mencarinya.
“Lalu apa hubungannya dengan Selir Agung Katarina? Bagaimana bisa Duke of Edinburgh melaporkan Selir Agung Katarina begitu saja?” tanya Kaizen setelah mendengar isi laporan Duke of Edinburgh.
“Karena … ditemukan sejumlah bukti yang merekam jejak interaksi Selir Agung Katarina bersama para pelaku,” ujar sang moderator. “Selir Agung Katarina juga terbukti memberikan stempel kerajaan pada dokumen penyerahan ribuan Piéces d’or untuk keduanya.”
“A-pa? itu tidak mungkin!” Katarina gelagapan. “Pasti ada yang memasukkan stempel milik saya, Yang Mulia,” adunya dengan sorot mata cemas. “Saya bukan dalang dibalik peristiwa malam itu.”
Target terkunci.
“Padahal belum ada yang berkata jika kau adalah dalangnya,” ujar Duke of Edinburgh dengan wajah datar andalannya.
Ujaran tersebut berhasil membuat Katarina sadar akan kecerobohannya. “S-aya …”
“Kalimat pertama yang muncul karena spontanitas adalah bentuk dari kejujuran,” potong Duke of Edinburgh. “Itu adalah pelajaran dasar dalam menelaah kejujuran manusia lewat sebuah ucapan. Bukan kah begitu, Raja Robelia?”
Kaizen menggeram lirih. Rahangnya mengeras semenjak mendengarkan laporan serta bukti-bukti yang dimiliki oleh Duke of Edinburgh alias mantan kakak iparnya itu.
“Jika laporan serta bukti-bukti saya masih kurang meyakinkan, saya juga telah mempersiapkan saksi untuk dihadirkan dalam persidangan kali ini.” Duke of Edinburgh berucap dengan enteng. Melihat musuh mulai ketar-ketir, di situlah ia semakin tak gentar untuk memberikan serangan secara bertubi-tubi.
Pintu utama kembali terbuka. Segerombol orang masuk ke dalam ruangan. Mereka terdiri dari prajurit, hingga pelayan yang dulunya bekerja untuk Kayena. Ada pula pelayan yang dulunya bekerja untuk Katarina. Mereka dikumpulkan untuk dihadirkan sebagai saksi. Mengingat malam itu, para pelaku dari aksi percobaan penculikan terhadap Kayena datang menyamar sebagai prajurit. Mereka yang masih bekerja melayani Ratu, akan bersaksi untuk membersihkan nama Ratu mereka.
“Bagaimana, Raja? Ada yang masih diragukan dari laporan saya?” tantang Duke of Edinburgh. “Jika Anda masih ragu, perlu saya keluarkan bukti-bukti yang lain?”
Kaizen tidak bereaksi apa-apa. Ia hanya menolehkan kepala ke samping, menatap wanitanya yang tampak membantu dengan keringat sebesar biji jagung menghiasi pelipis.
“Sebenarnya apa yang telah kau lakukan pada Ratuku, sial*n!” desisnya lirih, namun masih terdengar jelas di telinga Katarina.
💰👑👠
TBC
Catatan : 2,6k untuk satu part, tadinya mau double up tadi nggak sempat. Jadi 1 part aja yoo. Jangan lupa komentar yang panjang, kayak part kali ini 😘
Masih mau next? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 20-06-23