How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
00163. Le vrai bourreau commence à agir (Algojo yang sesungguhnya telah beraksi)



00163. Le vrai bourreau commence à agir (Algojo yang sesungguhnya telah beraksi)


“Catalina Ellye Kadheston.”


Wanita wanita bertubuh kurus dengan bagian bawah mata menghitam dan pipi cekung itu mengangkat wajah ketika saudara kembarnya menyebutkan sebuah nama.


“Nama lengkap bayi perempuan kamu,” lanjut pria yang awalnya begitu asing, tetapi kini menjadi satu-satunya yang begitu memahami dirinya.


“Raja Robelia sendiri yang memberikan nama itu. Dalam bahasa Inggris, Catalina Ellye Kadheston berarti putri Kadheston yang suci dan bersinar terang.”


Katarina—lawan bicara dari pria muda yang tengah mengupas salah satu buah yang popular dijajakan ketika musim gugur tiba itu terdiam dalam posisi duduknya. Semenjak membuka mata dan menemukan dirinya berada di sebuah kapal layar yang tengah bergerak, Katarina dilanda kebingungan. Setelah kondisi kesehatan fisiknya jauh lebih stabil, Killian—saudara kembarnya—kemudian menjelaskan secara perlahan-lahan apa yang telah terjadi pada dirinya ketika terkurung di penjara bawah tanah.


Respon pertama yang Katarina tunjukkan tentu saja keterkejutan. Ia sempat tidak percaya akan fakta bahwa dirinya pernah mengandung bayi perempuan. Ia bahkan harus menelan pil pahit, di mana bayi perempuan yang belum sempat ia ketahui keberadaannya telah kembali ke sisi Tuhan. Selama beberapa hari Katarina habiskan untuk menangis histeris, melamun, meratapi nasibnya yang malang, serta mengutuk pada pria yang menyumbang rasa sakit terbesar dalam hidupnya.


Ia sempat divonis tidak dapat mengandung. Lantas Tuhan berbaik hati menitipkan anugrah suci di perutnya. Bahkan mahluk mungil itu bertahan dengan baik, melewati segala tekanan yang menghampiri. Namun, pada akhirnya mahluk mungil yang suci itu menyerah juga setelah ibunya mengalami berbagai tekanan batin yang memicu gejolak emosional. Ditambah lagi alkohol juga obat-obatan herbal yang secara sengaja dan tidak sengaja dikonsumsi ibunya.


“Bayi perempuanmu akan menjadi malaikat di surga. Dia sangat cantik dan menggemaskan, pasti banyak yang akan menyukainya.”


Tanpa dapat dicegah, perasaan melankolis kembali menghampiri. Membuat air mata yang tadinya telah dibendung, kembali lepas tidak terkendali.


“M-aaf. Biasanya aku tidak seperti ini,” ujarnya dengan suara terbata-bata. “Emosiku benar-benar tidak dapat dikendalikan jika menyangkut putri kecilku.”


Killian menghela napas kecil seraya mengelus pucuk kepala kembarannya beberapa kali. “Kuatlah mulai sekarang. Katarina yang aku kenal tidak mudah menangis.”


Walaupun belum benar-benar akrab seperti saudara kandung pada umumnya, Killian bisa merasa sedikit lega karena sekarang Katarina mulai bisa menerima keadaannya. Pada hari pertama ia terbangun, Killian hampir dilukai dengan barang-barang yang dapat digapai oleh kembarannya itu.


Katarina tentu saja tidak percaya begitu saja pada Killian. Selama ini ia tumbuh besar seorang diri, tanpa mengetahui asal-usul serta identitas aslinya. Barulah setelah Klautviz de Meré muncul dan memberikan selembar foto, Katarina mengetahui bahwa ia terlahir kembar. Ketika muncul Killian yang mengaku sebagai saudara kembarnya, Katarina memang tidak langsung percaya. Namun, Killian dapat membuktikan bahwa dirinya adalah kembaran Katarina yang lahir 25 menit lebih awal. Killian juga menjelaskan bahwa selama ini ia mencari-cari Katarina.


Sejatinya Killian sudah mengetahui Katarina adalah kembarannya. Akan tetapi, bukan ranahnya langsung mengubah takdir. Di kehidupan sebelumnya pun, ia bertemu dengan Katarina semenjak menjadi bakal calon ksatria di balai ksatria Kyen. Sedangkan di kehidupan kali ini posisinya sangat berbanding terbalik. Semenjak Kayena mengulang kehidupan untuk ke-dua kalinya, memang banyak yang telah berubah. Mudahnya, banyak kejadian yang seharusnya tidak terjadi, malah terjadi. Ada pula kejadian yang seharusnya terjadi belakangan, tiba-tiba terjadi lebih cepat.


“Tempat peristirahatan terakhir bayi perempuanmu terletak di bukit belakang istana. Raja Robelia tidak dapat memberi bayi perempuanmu tempat peristirahatan terakhir di tanah persemayaman milik keluarga Kerajaan, karena bayi kalian tidak dilahirkan dari hubungan resmi.”


Tangis Katarina semakin menggema. Ia mencoba menggigit bibir untuk menahan isakan, tetapi tetap tidak dapat menyembunyikan apa pun dari kembarannya. Ia selalu merasa menyesal dan bersalah jika mengingat putri kecilnya yang harus pergi karena kelalaiannya sendiri.


“Bayi perempuanmu dikremasi dengan baik, lalu disemayamkan di tempat yang dekat dengan danau suci dan hamparan bunga dandelion. Tempat itu adalah wilayah pribadi milik raja Robelia, dia kemudian memberikannya untuk tempat peristirahatan terakhir putri kalian.”


“I-tu pasti karena dia merasa iba.” Katarina menyeka air matanya dengan kasar. “Dia tidak pernah menginginkan keturunan yang lahir dariku. Di dalam hatinya, dia pasti merasa lega karena bayiku telah tiada tanpa harus melakukan baby breeding atau bahkan pembunuhan.”


Killian menatap lawan bicaranya dengan lekat. Ia tahu kekhawatiran Katarina sebagai wanita yang tidak pernah dinikahi oleh pria yang ia cintai. Katarina memang diberi gelar serta kekayaan. Namun, semua itu tidak dapat ditukar dengan ikatan resmi yang menjadikannya seorang istri. Baby breeding yang dimaksud oleh Katarina sendiri adalah praktik umum di Inggris, pada sekitar tahun 1837 di mana Ratu Victoria memerintah. Di mana bayi yang tidak diharapkan dari seorang wanita simpanan akan dibuang agar tidak menimbulkan aib atau menuntut ayahnya di masa depan.


“Dari yang aku lihat tidak seperti itu.”


“…”


“Kalian yang telah menciptakan Catalina. Ketika mahluk mungil yang tidak berdosa seperti Catalina harus pergi lebih cepat karena kelalaian orang yang telah menghadirkannya, apa mungkin hanya satu pihak yang dihantui rasa sesal dan bersalah?”


“…”


“Sama seperti kamu, dia—Ayah dari Catalina juga merasa sedih dan kehilangan. Entah karena rasa menyesal atau apa, yang jelas dia juga tidak jauh berbeda dengan kamu. Kepergian Catalina telah menambah daftar kehilangan bagian penting dari hidupnya.”


Katarina enggan percaya dengan apa yang diucapkan Killian. Namun, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa kembarannya itu berbohong.


“Berhentilah memikirkan Catalina dan fokus saja pada proses pemulihanmu,” tambah Killian seraya menyodorkan mangkuk yang terbuat dari kayu ke arah Katarina. Di dalam mangkuk sudah tersedia potongan buah-buahan yang menjadi andalan ketika memasuki musim gugur, mulai dari apel, pir, kesemek, hingga Quince—buah yang kerap disebut buah rewel; quince yang agak kurang matang atau terlalu matang hampir tidak bisa dimakan. Rasanya manis, hampir seperti bunga dengan tingkat kepedasan yang halus. Dari segi tekstur, quince memiliki banyak kesamaan dengan apel, sehingga kerap dijadikan sebagai bahan yang mudah untuk membuat pai, kue, dan selai.



...Quince...



Killian juga sempat menerima cranberry dan buah ara ketika meminta salah satu kaki tangannya untuk berbelanja kebutuhan logistik. Sama seperti apel, pir, kesemek, hingga Quince, cranberry dan buah ara juga popular sebagai buah yang cukup banyak ditemukan pada musim gugur. Rata-rata musim buah-buahan tersebut di mulai dari bulan agustus, oktober, September, November, hingga akhir desember.


Killian memang sudah merencanakan dengan matang perihal ide untuk membawa kembarannya pergi jauh dari Robelia. Ia juga telah merekrut salah satu dokter terbaik yang berasal dari Negeri di seberang Barat Daya Robelia—kampung halamannya pada kehidupan saat ini. Katarina masih perlu perawatan intensif dari seseorang yang ahli di bidang medis.


Walaupun pada kehidupan sebelumnya peristiwa ini tidak terjadi, Killian tetap sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi pada kehidupan ini. Ia tahu betul jika takdir adalah rahasia terbesar kehidupan. Tidak ada manusia yang dapat mengubah takdir, karena takdir adalah kehendak-Nya. Terkecuali mengubah nasib.


“Kamu mau pergi ke mana?”


Katarina yang hanya bisa berada di atas ranjang sepanjang waktu, terkadang di bawa ke luar untuk menikmati udara segar dan sinar matahari pagi, tidak tahan untuk bertanya ketika saudara kembarnya hadir dengan tampilan berbeda. Kapal layar yang mereka naiki juga sepertinya telah menepi di sebuah pelabuhan besar, karena telinganya menangkap kebisingan dari kesibukan para manusia yang beraktivitas di tempat tersebut.


“Aku akan pergi untuk menjalankan sebuah tugas. Tunggulah bersama yang lain.”


“Tugas?”


“Ya,” jawab Killian dengan senyum kecil. Punggungnya yang tegap dan pas untuk ukuran pria muda, terlihat dihiasi oleh dua bilah pedang. Tubuhnya juga telah dihiasi oleh pakaian serba hitam. “Jika aku tidak pernah kembali dalam waktu tiga hari, ikutlah bersama mereka ke Negeri di seberang Barat Daya Robelia. Di sana ada kenalanku yang akan menerima kamu dengan tangan terbuka.”


“Tidak.”


Sekonyong-konyong Katarina menolak karena ia jelas memiliki alasan. Bagaimana mungkin ia bisa hidup dengan orang asing? Dan ucapan Killian barusan terdengar seperti ucapan perpisahan atau kurang lebih seperti wasiat terakhir. Katarina tidak mau ditinggalkan seorang diri lagi, di saat ia sudah mulai percaya padanya. Ia juga mulai bergantung pada kembarannya itu.


“Kembalilah untuk membawaku pergi ke tempat itu. Jika kamu tidak kembali, aku tidak akan pergi ke mana pun.”


Killian mendekati tempat tidur yang digunakan Katarina, kemudian berlutut di sampingnya.


“Kali ini aku tidak bisa memberikan janji, tetapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali.”


Sejatinya Katarina sudah lelah menangis. Namun, detik ini ia kembali dihampiri rasa takut akan kesendirian. Ia takut orang yang baru saja datang dan menjadi sandaran baru baginya juga pergi dan tidak akan pernah kembali.


“Chatarina Kannelite de Meré, jadilah wanita yang kuat dan tabah seperti mendiang Ibu. Lanjutkan hidupmu dengan baik, karena jika aku tidak kembali, itu berarti aku telah menukar nyawaku dengan kebebasanmu.”


Katarina menggelengkan kepala dengan air mata yang masih berderai. “Kembali. hanya itu yang aku minta untuk pertama dan terakhir kalinya.”


“…”


“Aku tahu kamu akan pergi untuk membunuh pria itu. Maka lakukanlah dengan benar. Buat dia menemui ajalnya agar segera pergi ke neraka.”


Kali ini Killian tersenyum kecil lagi. tidak disangka, ia pun menyanggupi. “Baiklah. Akan tetapi, ingat jika aku tidak kembali, kamu harus tetap melanjutkan hidup.”


Menatap saudaranya dengan lekat, kali ini Katarina menemukan perintah yang tidak dapat dibantah. Jadi, ia pun mengangguk dengan ragu.


“Lihat tanda yang aku tinggalkan setiap kali kamu merasa cemas,” ujar Killian seraya menekan tanda yang ia maksud di pergelangan tangan Katarina.



...(ilustrasi tanda yang dimaksud Killian)...


“Kamu harus tetap hidup, sekalipun kamu telah berpikir jutaan kali untuk bunuh diri. Hanya Tuhan yang berhak membawamu kembali.”


💰👑👠


Bersambung



Tanggerang 10-10-23