AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 98



"Hehehe kalau itu sih Abi gak mau ikutan, dah Abi mau pulang dulu." pamit Abi Umar setelah melihat room chat di ponsel Arthan.


"Ehhh, gak bisa gitu dong bi, tadi kan kita ke sini bersama, jadi pulangnya juga harus bersama dong."Tahan Arthan menahan kepergian Abi Umar.


"Abi harus pulang, Abi lupa tadi Umi suruh Abi cepat cepat pulang ke rumah karena ada sesuatu yang mau di bahas." kilah Abi Umar.


"Halah Abi gak usah bohong, pokoknya sekarang Abi harus bantuin kita cari istri Ghibran sampai dapat. Soal Umi nanti biar Ghibran yang urus." balas Ghibran menahan Abi Umar juga agar tidak pergi dari rumahnya.


"Tapi kan...."


"Udah ayo kita cari, kita berpencar di sini." potong Arthan.


"Ya udah ayo, aku sebelah sana, kamu sebelah sana dan Abi ke sebelah sana." jelas Ghibran membagi tempat untuk mencari keberadaan Aretha di sekeliling rumah Ghibran.


Mereka mulai mencari keberadaan Aretha di seluruh penjuru halaman rumah, mulai dari depan samping kembali ke belakang rumah lagi.


Tadi isi room chat ponsel Arthan adalah berisi pesan dari Aretha. Aretha bilang kalau dia harus berhasil menemukan Aretha, kalau tidak nanti akan meminta mereka bertiga untuk jadi Badut di lampu merah. Jadi mau tak mau mereka pun memutuskan untuk mencari keberadaan Aretha.


"Gimana ketemu gak?" tanya Abi Umar setelah mereka bertiga kembali ke tempat yang tadi, dan di jawab gelengan oleh Arthan dan Ghibran.


"Nih anak sembunyi di mana sih, bikin orang pusing aja. Gak tahu apa kalau gw mau ngurus perusahaan Abi." gruntu Arthan karena tak berhasil juga menemukan Aretha.


"Ghibran coba kamu pikir lagi di mana kira kira istrimu itu sembunyi?" suruh Abi Umar.


"Udah Bi, kepala Ghibran udah pusing. Gak tahu lagu harus mencari istri Ghibran di mana." balas Ghibran yang memang tidak tahu harus mencari Aretha di mana.


"Trus ini kita harus gimana, masakan iya kita hanya diam saja seperti ini. Nanti yang ada malah kita berdua gak pulang pulang." ucap Abi Umar.


"Ya udah ayo coba kita cari sekali lagi, mungkin saja kan kita kelewatan gitu." ajak Arthan dan di angguki Abi Umar dan Ghibran.


Mereka pun kembali mencari keberadaan Aretha yang entah berada di mana. Setelah hampir empat puluh lima menit mereka mencari, akhirnya mereka menyerah juga.


"Dah lah capek gw." keluh Arthan mendudukkan tubuhnya di bangku taman belakang rumah Ghibran.


"Bentar Ghibran ke dalam dulu, mau suruh bi Wati buatin kita minum." pamit Ghibran dan segera pergi dari sana untuk mencari bi Wati.


"Bi." pangil Ghibran.


"Iya tuan, ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Wati.


"Tolong buatin minum untuk saya, bang Arthan sama Abi di belakang dong. Minumnya yang seger seger saja." ucap Ghibran menyuruh bi Wati.


"Baik tuan silahkan du tunggu sebentar." bi Wati segera berlalu menuju dapur untuk membuatkan pesanan tuannya.


Sedangkan Ghibran, setelah tadi dia menyuruh bi Wati membuatkan minuman. Entah mengapa kakinya membawa dia melangkah menuju lantai atas. Ghibran menaiki anak tangga dengan pelan pelan hingga sampai di lantai dua.


Sampai di lantai dua Ghibran langsung menuju kamarnya, entah apa yang akan dia lakukan nanti yang pasti dia pengen masuk ke dalam kamar.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka, Ghibran segera masuk dan menutup pintu itu kembali.


"Lah." kaget Ghibran saat melihat sesuatu yang bikin mata dia melotot.


Bagiamana tidak, di depan sana tepatnya di atas ranjang miliknya Aretha tengah tertidur dengan pulas nya sambil bergelung dengan selimut tebal milik mereka.


"Capek capek nyariin ehh taunya malah sembunyi di sini. Tau gitu tadi aku langsung aja masuk ke rumah." gumam Ghibran berjalan menghampiri Aretha.


Tadi sebelum mulai permainan, mereka sudah bersepakat kalau tidak boleh bersembunyi di selain belakang rumah. Oleh karena itu mereka bertiga tadi tidak ada yang mencari Aretha sampai ke dalam rumah.


Setelah memastikan pintu kamar terkunci, Ghibran memutuskan untuk menyusul istrinya tidur. Masa bodo dengan kedua lelaki beda usia yang ada di belakang rumahnya.


Ghibran memeluk Aretha dengan erat dari belakang karena tadi posisi Aretha yang membelakangi dirinya.


...***...