AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 101



Beberapa hari ini, Arthan tengah di sibukkan dengan mengurus perusahaan Abi Umar yang tengah di ambang kebangkrutan akibat perbuatan dari seseorang.


Bukannya Arthan tak mampu menghadapi orang yang telah membobol data keamanan perusahaan Abi Umar, tapi saat Arthan sudah akan berhasil mengembalikan keamanan di perusahaan Abi Umar orang itu selalu muncul dengan karakter dan alamat web yang berbeda dan memasukkan virus ke laptop Arthan. Sehingga membuat laptop Arthan mati seketika sebelum mencapai targetnya.


Bahkan dia harus berganti laptop sebanyak tiga kali, baru setelah berganti laptop ke tiga Arthan berhasil mengembalikan keamanan dan semakin memperketat keamanan perusahaan Abi Umar.


"Huh, akhirnya selesai juga." lega Arthan meregangkan otot-otot tangannya ke atas.


"Sekarang tinggal menyuntikkan dana ke perusahaan Abi." lanjut Arthan.


Arthan pun segera mengajak Abi Umar untuk bertemu lagi dan membicarakan masalah dana yang akan Arthan berikan pada Abi Umar.


"Benar sih apa yang di bilang Ghibran. Pantesan aja gw jomblo, orang gw orangnya sibuk banget sampai gak ada waktu buat cari cewek." gumam Arthan sampai meremehkan dirinya sendiri yang masih saja setia menjomblo.


"Padahal dulu dia sangat malas kalau harus menjalin hubungan dengan seseorang. Tapi setelah hampir tiap waktu melihat kemesraannya Ghibran dan Aretha membuat Arthan jadi ingin juga untuk segera menikah.


"Ehh, ngomong ngomong gimana ya kabar si cewek itu?" entah kenapa pikiran Arthan sekarang malah tertuju pada gadis penjaga toko roti milik adik kembang yang tak lain adalah Ruby.


"Ehh, gw kok jadi malah mikirin dia sih." sungut Arthan menggerutuki pikirannya sendiri.


"Temuin dia ahh nanti setelah ketemuan sama Abi. Pasti nanti dia bakal marah marah. Mana mukanya ucul banget lagi kalau lagi ngambek." Setelah itu Arthan pun memutuskan untuk bersiap pergi ke kantor Abi Umar untuk membicarakan terkait dengan perusahaan Abi Umar.


-


"Huhhfff... capek banget ya Allah. Mana tadi orderan lagi banyak banyaknya lagi. Ini juga si bos, napa gak jadi datang. Gak tahu apa kalau kita lagi kelimpungan di sini."keluh Ruby yang tengah mendudukkan tubuhnya di salah satu meja makan yang ada di dalam cafe.


Klunting.


Nanti sehabis lo kerja, gw tunggu lo di depan toko. Jangan lelet.


Isi pesan yang di tuliskan Arthan untuk Ruby..


"Nih orang gak bisa apa lihat orang hidup dengan tenang aja sebentar, ganggu aja." gruntu Ruby dan segera mengaktifkan ponselnya dan kembali melakukan pekerjaannya.


-


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi Ruby tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Padahal Arthan menunggu Ruby sudah hampir setengah jam. Karena biasanya Ruby akan pulang jam setengah lima, tapi ini sampai jam lima pun Ruby belum juga kelihatan. Dan semua itu tak mungkin jika tidak membuat Arthan kesal, yang pasti sekarang Arthan sudah sangat kesal sekesal kesalnya.


Dengan gerakan cepat, Arthan keluar dari dalam mobil dan berjalan dengan cepat memasuki toko untuk mencari keberadaan Ruby.


"Assalamualaikum tuan, ada yang bisa kami bantu?" salam salah satu pelayan toko roti menyambut Arthan yang baru saja memasuki toko dengan ramah.


"Waalaikum salam, Ruby nya ada?" tanya Arthan to the poin.


"Oh ada tuan, ibu Ruby sedang berada tempat istirahat para pelayan. Ada perlu apa ya tuan, siapa tahu nanti saya bisa manggilkannya." jawab pelayan tadi.


"Gak usah deh, saya mau cari sendiri saja." balasan Arthan dan langsung menyelonong masuk mencari keberadaan Ruby.


Toko AG bakery milik Aretha ini sudah sangat nyaman dan lengkap fasilitasnya. Bahkan di toko ini juga menerapkan sama seperti GA cafe yang menyambut tamunya dengan salam.


Dan semenjak di rombak toko roti Aretha ini malah semakin berkembang dan banyak peminatnya. Terlebih buat orang orang yang notabenenya suka dengan kue, mereka akan langsung menyempatkan diri untuk pergi langsung ke AG bakery milik Aretha demi bisa menikmati kue di tokonya langsung.


...***...