
Mobil Arthan berhenti tepat di depan kontrakan Ruby, dia segera keluar dari mobil akan membukakan pintu mobil untuk Ruby tapi Ruby sudah keluar lebih dulu dari dalam mobil.
"Makasih." ucap Ruby jutek dan segera masuk ke dalam rumah kontrakannya sambil tangannya membawa banyak barang belanjaannya.
"Lah, aku gak di suruh masuk?" tanya Arthan tapi tak di hiraukan oleh Ruby, toh percuma saja, di larang pun nanti Arthan akan tetap memaksa masuk ke dalam kontrakannya.
"Assalamualaikum." salam Ruby saat memasuki rumah kontrakannya di ikuti Arthan di belakangnya.
"Waalaikum salam, kakak sudah pulang." balas Haikal menyalami Ruby.
"Hai boy." sapa Arthan pada Haikal.
"Hai juga kak." balas Haikal menyalimi Arthan juga.
"Haikal ini pesanan kamu sudah kakak bawa, tadi di beliin sama kak Arthan. Kakak mau ke kamar dulu." ucap Ruby memberikan barang barang Haikal dan segera pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan keberadaan Arthan.
"Kak Ruby kenapa?" tanya Haikal pada Arthan.
"Biasalah kayak kamu gak tahu kakak kamu aja." jawab Arthan dan di balas anggukkan oleh Haikal.
Haikal segera membongkar satu kantong belanjaan yang Ruby bawa tadi, dia akan memeriksa sudah benar apa belum apa yang kakaknya beli tadi, dan ternyata semuanya sudah lengkap. Bahkan lebih lengkap dari apa yang dia kira.
"Makasih ya kak udah beliin semua ini buat Haikal, Haikal jadi merasa gak enak sama kakak." ujar Haikal yang merasa merepotkan Arthan.
"Kamu ngomong apa sih, kakak sudah anggap kamu seperti adik kakak sendiri. Jadi nanti kalau kamu ada perlu apa apa kamu bilang saja sama kakak, jangan bilang ke kakak kamu. Kasian dia capek kerja." ucap Arthan sambil mengelus sayang kepala Haikal.
"Iya kak, Haikal jadi merasa bersalah karena sudah merepotkan kak Ruby. Haikal setelah lulus nanti berniat ingin bekerja, apakah kakak ada kerjaan buat Haikal supaya Haikal bisa bantu kak Ruby cari uang?"
"Kamu ngomong apa sih, kamu belum waktunya buat kerja. Kamu harus sekolah sampai tinggi seperti kakak kamu. Kamu harus fokus belajar jangan pikirkan soal uang, biar nanti kakak yang kasih ke kamu. Kamu harus belajar yang rajin supaya tidak sia-sia kakak kamu kerja keras buat sekolahin kamu." entah mengapa Arthan jadi merasa sedih mendengar Haikal yang ingin bekerja mencari uang demi membantu Ruby.
"Tapi kata kak Ruby Haikal gak boleh minta minta sama orang. Kata kak Ruby juga agar Haikal tidak bergantung pada orang lain." balas Haikal yang memegang teguh ucapan kakaknya.
"Kak, boleh gak Haikal minta sama kakak, tolong jangan pernah bikin kak Ruby sedih. Kak Ruby dari dulu sudah tersiksa dengan kehidupan kami. Kak Ruby selalu bekerja keras buat kehidupan kami. Bahkan kak Ruby harus capek capek kuliah setelah pulang kerja supaya bisa sukses seperti orang orang. Haikal mohon sama kakak, jangan pernah sakiti kak Ruby." ucap Haikal dalam pelukan Arthan, Haikal merasa sangat nyaman berada di pelukan Arthan.
"Iya kakak janji akan bikin kak Ruby bahagia, tapi kamu harus bantuin kakak buat yakinin kakak kamu supaya mau menikah dengan kakak." Arthan mengurai pelukannya dan mereka berdua saling adu tatap.
"Gimana mau kan?" tanya Arthan.
Dengan senyuman termanisnya, Haikal menggangukkan kepalanya semangat. Dan di balas dengan kecupan di kepala Haikal.
"Anak pintar, kalau gitu kakak pamit pulang dulu ya. Salamin buat kakak kamu nanti kalau sudah keluar dari kamar." pamit Arthan.
"Iya kak, kakak hati hati di jalan." balas Haikal.
"Oh iya ini ada uang saku buat kamu sekolah, maaf jumlahnya gak banyak soalnya kakak gak ada banyak uang cash. Nanti kalau kakak ke sini lagi bakal kakak tambahin." Arthan memberikan beberapa lembar uang yang tersisa di dalam dompetnya pada Haikal.
"Gak usah kak." tolak Haikal.
"Udah ambil aja, belajar yang rajin ya agar bisa bahagiain kakak kamu. Kakak pergi dulu Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." akhirnya mau tak mau Haikal menerima uang pemberian Arthan.
"Ini mah udah cukup buat uang jajan aku satu bulan lebih." gumam Arthan setelah mengetahui berapa jumlah uang yang Arthan berikan kepadanya.
Setelah itu Haikal pun sibuk membereskan barang barang miliknya yang baru saja di belikan Ruby dan Arthan. Haikal membawanya menuju kamar untuk di letakkan di sana.
"Emang gak salah kalau aku udah naruh rasa sama kamu." gumam Ruby.
Ya, sedari tadi ternyata Ruby tidak beneran pergi ke kamarnya, melainkan dia bersembunyi di balik tembok dan menguping pembicaraan adiknya serta Arthan yang berada di ruang tamu.
...***...