
"Loh Aretha!!!" kaget Arthan saat melihat ternyata yang membukakan pintu tadi adalah Aretha, orang yang mereka cari sedari tadi.
"Kenapa sih, ganggu orang tidur aja main ketuk pintu gak beraturan." omel Aretha yang merasa tidurnya terganggu.
"Kamu dari tadi di kamar?" tanya Abi Umar setelah ikut masuk ke dalam kamar.
"Iya Bi, dari tadi Aretha di sini. Emang kenapa sih?" tanya Aretha seperti tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Kamu bilang kenapa? Hei Aretha sayang, kita dari tadi nyariin kamu di mana mana, ehh taunya kamu malah tiduran di kamar." kesal Arthan.
"Emang iya ya?" Aretha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Astaghfirullah hallazim, aku belum pakai hijab." panik Aretha dan segera berlari untuk mencari kerudung di dalam lemari.
Sementara itu Ghibran, Arthan dan Abi Umar hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Aretha. Wajar jika Aretha panik seperti itu, orang Aretha belum tahu kalau Arthan adalah saudara kembarnya.
"Kamu gimana sih be, kok gak ingetin aku." gerutu Aretha sambil membenarkan letak hijabnya di kepalanya.
"Kok salahin aku, salah kamu sendirilah kenapa kamu lupa gak pakai hijab." tak terima Ghibran.
Ghibran beranjak menghampiri mereka bertiga yang sekarang sudah duduk di sofa yang ada di kamar Ghibran dan Aretha.
"Emang benar ya tadi bang Arthan sama Abi nyariin Aretha?" tanya Aretha duduk di sebelah Ghibran.
"Ya iyalah, orang kamu ancam kalau sampai gak berhasil temuin kamu kita bakal kamu suruh jadi badut di lampu merah." balas Ghibran.
"Wah terharu banget Aretha, tapi tadi niat Aretha cuma becanda loh." cengir Aretha yang membuat Ghibran dan yang lainnya ingin sekali menenggelamkan Aretha di dalam lautan.
"Apa kamu bilang sayang, becanda? Kamu gak salah ngomong gitu, kita bertiga udah nyari kamu sampai kelelahan tapi kamu bilang becanda." ucap Ghibran mengutarakan kekesalannya.
"Kamu ikutan nyari aku juga, bukannya kamu tadi tidur di samping aku?" bingung Aretha, pasalnya tadi saat dia bangun dia sudah berada dalam pelukan hangat Ghibran.
"Ya itukan setelah aku cari kamu baru aku naik ke kamar dan melihat kamu sudah tiduran di atas ranjang, jadi ya aku ikut kamu tiduran lah." balas Ghibran menjelaskan.
"Ehh,,,." cengir Ghibran, dia sekarang malah menjadi tersangka. Padahal kan tadi dia niatnya cuma mau tiduran saja.
Jiahkk tiduran katanya.
"Tega banget kamu Ghibran sama Abi, mana Abi sama Arthan tadi sudah cari cari Aretha lebih dari setengah jam lagi." ucap Abi Umar kesal pada Ghibran.
"Ya maaf bi, kan Ghibran lupa."
"Lagian kenapa bang Arthan tadi gak lacak ponsel aku atau kak Ghibran sih, katanya bang Arthan itu orangnya pinter." tanya Aretha menyadarkan Arthan dari kebodohannya.
"Astaghfirullah bener juga apa kata kamu, kenapa aku gak kepikiran ya." balas Arthan menggerutuki kebodohannya.
"Udah ahh Abi mau pulang dulu aja, banyak kerjaan yang harus Abi urus." pamit Abi Umar.
"Arthan juga ikutan bi." ikut Arthan.
"Loh kalian gak mau menginap di sini aja?" tawar Aretha dan dengan cepat Abi Umar dan Arthan menggelengkan kepalanya.
"Hehehe gak usah deh Ret, lain kali aja nginapnya. Sekarang lagi sibuk-sibuknya." jawab Arthan berusaha tetap tenang agar Aretha tidak curiga.
"Iya sayang, bener apa kata Arthan." timpal Abi Umar.
"Ya udah kalian hati hati di jalannya jangan kebut kebutan." balas Aretha.
"Ya udah kita pergi dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." balas Ghibran dan Aretha.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar Ghibran dan Aretha. Dan setelah kepergian mereka berdua, sekarang hanya tinggal Aretha dan Ghibran saja.
...***...