AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 105



Hari berganti begitu cepat, kandungan Aretha sekarang sudah memasuki bulan ke tujuh. Dan dua hari lagi akan di adakan acara tujuh bulanan kandungan Aretha yang akan di laksanakan di rumah Ghibran sendiri.


Ghibran dan Aretha memilih untuk tidak mengetahui jenis kelamin anaknya. Kemaren saat dokter ingin memberitahukan jenis kelamin kedua anaknya, Aretha dan Ghibran dengan kompak melarang dokter itu untuk memberitahu mereka tentang jenis kelamin anaknya.


Kandungan Aretha kondisinya sangat baik, begitu juga hubungan Arthan dan Ruby. Selama beberapa bulan ini Arthan selalu gencar mendekati Ruby, sampai sampai Ruby merasakan ada yang berbeda di dalam hatinya.


Ruby tahu kalau sebenarnya dia sudah menaruh perasaan terhadap Arthan, dan Ruby juga berniat ingin memberitahukan pada Arthan tepat setelah acara tujuh bulanan kandungan Aretha nanti.


"Maaf buat kamu menunggu lama." ucap Ruby saat memasuki mobil Arthan.


Ya, Arthan setiap hari selalu menjemput Ruby ketika pulang dari toko roti Aretha. Kadang kalau Arthan sedang ada kesibukan, dia akan menyuruh orang suruhannya untuk menjemput Ruby. Dia tidak akan membiarkan Ruby pulang sendirian.


"Enggak kok, nunggu kamu balas perasaan ku saja aku mampu. Masak cuma nunggu kamu pulang setengah jam saja aku sudah nyerah." balas Arthan dengan sedikit menyindir Ruby.


"Maaf." lirih Ruby merasa tidak enak.


"It's oke, aku gak masalah kok. Mungkin akunya yang kurang sempurna buat kamu." balas Arthan sambil tersenyum manis. Dan hal itu semakin membuat hati Ruby merasa tidak enak.


Ruby hanya membalas ucapan Arthan dengan senyuman lembutnya saja. Dia terlalu bingung harus menanggapi seperti apa, dari pada nanti dia keceplosan mengungkapkan perasaan, kan lebih baik diam saja.


"Mau langsung pulang atau mau mampir ke mana dulu?" tanya Arthan sambil berkendara.


"Emm mampir ke toko buku dulu boleh gak? Soalnya tadi Haikal minta aku beliin pensil warna sama buku gambar." jawab Ruby.


"Boleh dong, apalagi ini untuk adik kamu." balas Arthan.


Arthan pun segera menambah laju mobilnya agar cepat sampai di toko buku untuk membelikan calon adik iparnya buku gambar serta pensil warna.


Ciaelah adik ipar, belum tentu nanti Ruby mau Tan.


Sampai di toko buku, Arthan segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk Ruby. Ya, selain suka jemput Ruby ketika pulang kerja, Arthan juga selalu memanjakan Ruby dengan hal hal kecil, sepertinya contohnya saat ini dia yang tengah membukakan pintu mobil untuk Ruby dan mempersilahkannya layaknya princess.


"Makasih." ucap Ruby sambil tersenyum di balas senyuman juga oleh Arthan.


Ruby dan Arthan pun masuk ke dalam toko buku dan mencari barang titipan Haikal adik Ruby.


"Gimana udah dapat semuanya belum?" tanya Arthan pada Ruby.


"Udah, ini aku sekalian beliin dia buku tulis buat nanti saat SMP mumpung aku baru gajian." jawab Ruby sambil menggangkat keranjang belanjaan yang ada du tangannya.


"Sini aku bawain." Arthan merebut keranjang belanja dari tangan Ruby, tapi tidak dengan cara kasar.


"Berat loh." ucap Ruby, yang merasa tidak enak pada Arthan.


"Iya dah terserah kamu." balas Ruby, yang enek mendengar kalimat manis Arthan.


Arthan yang mendengar itu hanya tersenyum saja, dia sudah biasa mendengar perkataan Ruby yang seperti itu.


"Kamu gak mau beli yang lainnya lagi, novel gitu?" tawar Arthan.


"Gak lah, nanti saja kalau udah gajian lagi. Bulan ini pengeluaran ku lagi banyak banyaknya soalnya." jawab Ruby dan berjalan menuju tempat kasir.


"Arthan meletakkan keranjang belanjaan di meja kasir agar segera di total belanjaan mereka.


"Berapa mbak?" tanya Ruby.


"Total semuanya 469 ribu mbak." jawab mbak kasir.


"Ruby membuka dompetnya dan ingin menyerahkan lima lembar uang berwarna pink tapi sudah keduluan dengan tangan Arthan yang menyerahkan kartu black card miliknya.


"Ini mbak, pakai kartu saya aja." ucap Arthan menyerahkan black card miliknya.


Mbak kasir pun melongo melihat kartu yang Arthan serahkan kepadanya. Dengan tangan gemetar dia menerima black card itu.


"Apaan sih kamu, gak usah mbak ini saya bayar cash." cegah Ruby saat mbak kasir akan menggesek black card Arthan.


"Udah mbak gak usah di dengerin, pakai punya saya aja." balas Arthan tak mau kalah.


"Gak usah mbak, ini saya bayar cash plus kembaliannya buat mbak nya."


"Gak usah mbak, pakai kartu saya aja. Saya bayar dua kali lipat." balas Arthan tak mau kalah.


"Kamu apa apaan sih." kesal Ruby menatap Arthan tajam.


Arthan pun memanfaatkan momen itu untuk memelototi mbak kasir agar segera mengunakan black card miliknya untuk membayar barang barang Ruby. Mbak kasir itu pun segera menjalankan perintah Arthan, mana Arthan bayarnya dua kali lipat lagi, kan makin untung dia.


"Makasih mbak." ucap Arthan memasukkan black card miliknya ke dalam dompet kembali.


"Loh!!" cengoh Ruby.


"Yuk kita pulang." Arthan mengambil belanjaan Ruby dan menggandeng tangan Ruby meninggalkan toko buku menuju mobilnya.


...***...