AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 69



Ghibran terus mel*mat bibir Aretha dalam, saat di rasa Aretha mulai kehabisan nafas barulah Ghibran menyudahinya.


"Terimakasih sayang karena sudah membalas perasaanku." ucap Ghibran sambil menyatukan kening mereka.


Aretha hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja, karena dia masih sibuk mengatur nafasnya yang sempat menipis akibat perbuatan Ghibran.


Cup.


Ghibran mengakhiri dengan mengecup kening Aretha, baru setelah itu Ghibran membawa Aretha ke tempat duduk yang sudah di sediakan di dalam ruangannya.


Setelah itu Ghibran mengambil tempat duduknya dan memindahkannya ke samping Aretha.


"Kamu mau ngapain?" tanya Aretha setelah nafasnya kembali normal.


"Mau makan lah." jawab Ghibran santai.


"Terus kenapa pindah?" heran Aretha.


"Aku mau di suapin sama kamu." keluarlah sifat manja Ghibran.


"Dih, orang punya tangan itu ya makan sendiri."


"Ya biarin, pokoknya aku mau kamu suapin aku." keras kepala Ghibran.


"Ya udah sini lebih deketan biar aku siapin." ngalah Aretha.


Dengan telaten Aretha menyuapi dirinya sendiri dan Ghibran secara bergantian. Mereka makan satu piring berdua. Kadang juga Ghibran yang gantian menyuapi Aretha.


"Dasar bayi gede." ledek Aretha dan tak di pedulikan oleh Ghibran.


Ghibran mah bodo amat yang penting dirinya makan dengan di suapin oleh ayangnya maka semuanya beres.


"Habis ini kita mau ngapain?" tanya Aretha yang sudah menyelesaikan makannya dan Ghibran.


"Kita sholat ashar dulu, udah jam lima tapi kita belum sholat ashar." jawab Ghibran.


"Di sini ada mukena gak, aku lupa gak bawa?" tanya Aretha.


"Ada di dalam kamar aku, bahkan baju kamu juga ada sama dalaman ********** juga." balas Ghibran membuat Aretha kaget.


"Udah nanti saja kalau mau tanya, sekarang cepat kamu ambil wudhu mumpung waktu ashar nya masih ada. Aku mau ambil wudhu di kamar mandi luar saja." suruh Ghibran.


"Trus kamar mandinya di mana?" tanya Aretha tidak tahu.


"Kamu masuk saja ke pintu itu, nanti di sana ada pintu lagi nah itu kamar mandinya. Mukena kamu ada di lemari bagian atas sendiri nanti kamu cari saja. Aku mau keluar dulu suruh mereka beresin bekas makanan ini." ucap Ghibran dan di angguki Aretha.


Aretha pun pergi menuju pintu kamar yang Ghibran tunjukkan tadi, sedangkan Ghibran pergi keluar untuk menyuruh Adam membersihkan ruangannya sekaligus dia mau menggambil air wudhu di kamar mandi yang ada di luar.


-


Mereka berdua sudah selesai sholat, dan sekarang sedang duduk bermesraan di atas ranjang kamar ruangan kerja Ghibran.


"Aku minta kamu jelaskan semuanya sama aku." pinta Aretha menagih janji Ghibran yang katanya akan menjelaskan semua tentang pekerjaan Ghibran.


"Iya sayang, sabar napa sih." gemas Ghibran.


Ghibran pun menjelaskan semuanya perihal pekerjaan, mulai dari bisnis cafe dan juga tanam saham. Ghibran juga menceritakan semua masa lalunya mulai dia kecil tanpa terlewat sedit pun. Dan Aretha pun mendengarkan semua penjelasan Ghibran.


"Maafin aku ya, yang dulu meragukan semua tentang kamu." ucap Aretha yang teringat akan misinya untuk mencari tahu semua tentang Ghibran.


Dan sekarang setelah dia tahu, dia malah merasa iba pada suaminya ini.


"Iya aku ngerti kok, semua orang pasti juga akan melakukan hal yang sama ketika tiba tiba ada orang asing yang masuk ke kehidupan mereka." balas Ghibran.


"Kamu sekarang mau apa, siapa tahu aku bisa mengabulkan permintaan kamu?" tanya Aretha.


"Aku mau ajak kamu buat dedek bayi, emang kamu mau?" balas Ghibran.


"Ya udah ayo, tapi nanti malam saja." jawab Aretha mantap.


"Hahaha, enggak kok yang aku cuma becanda. Aku akan tunggu kamu kok sampai kamu siap nanti." balas Ghibran membuat Aretha berfikir untuk memulainya duluan nanti malam.


"Ya udah yuk kita siap siap sholat Maghrib, kayaknya udah amu adzan. Nanti setelah sholat Maghrib baru kita pulang." ajak Ghibran dan di setujui Aretha.


Mereka berdua pun mengambil wudhu sambil menunggu adzan Maghrib. Baru setelah adzan Maghrib mereka melakukan sholat Maghrib berjamaah di dalam ruangan Ghibran.


-


Seseorang baru saja menginjakkan kakinya di tanah Jakarta. Siapa lagi kalau bukan Nafisah.


Ya, dia berbohong pada Wahyu kalau mau ketemu temannya yang dari luar negeri. Padahal dia izin pulang duluan karena dia mau membuat perhitungan buat istri Ghibran karena sudah membuat dirinya malu du hadapan banyak orang.


Tadi sebelum berangkat ke Jakarta Nafisah memang pulang ke Jember terlebih dulu. Setelah meletakkan semua barang-barangnya Nafisah berpamitan pada keluarganya kalau dia mau kembali ke Malang karena ada masalah yang menimpa Wahyu dan mengharuskan dia kembali ke Malang.


Keluarga Nafisah yang tidak tahu apa apa pun mengizinkan kepergian Nafisah. Nafisah pun segera pergi dan berangkat ke Jakarta untuk memberikan perhitungan pada Aretha istri Ghibran.


Sampai di Jakarta, dia segera menuju hotel yang sudah dia pesan dari tadi siang untuk tempat tinggalnya sementara selama berada di Jakarta.


Sampai di hotel dia mencari tahu semua tentang kehidupan Aretha melalui media sosial. Tidaklah sulit untuk menemukan keluarga Aretha dari internet karena perusahaan Abi Umar termasuk salah satu perusahaan yang terkenal di Jakarta.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Nafisah menyusun sebuah strategi untuk membuat kekacauan di toko Aretha esok hari. Dan untuk sekarang dia akan mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum memulai aksinya besok.


"Neng Aretha yang cantik, tunggulah pembalasan ku esok hari." ucap Nafisah sambil tersenyum licik membayangkan apa yang akan dia lakukan besok.


Nafisah pun membaringkan tubuhnya dan pergi menuju alam mimpinya meskipun ini masih jam tujuh malam.


-


Sementara di tempat lain, tepatnya di kamar Aretha dan Ghibran. Aretha sudah menyiapkan dirinya untuk menggoda Ghibran. Aretha malam ini menggunakan baju haram yang dia dapat dari Ruby.


Aretha sempat marah saat tahu kado apa yang Ruby berikan kepada dirinya. Bagaimana tidak marah, si Ruby itu memberikan kado yang berisi pakaian haram, obat perangsang, dan juga obat kuat untuk Aretha. Di tambah lagi dengan tulisan yang mengatakan kalau Aretha harus kuat menghadapi nafsu Ghibran. Dan di akhir tulisannya tertulis kalau Ruby nanti meminta link untuk kegiatannya dengan Ghibran saat malam pertama.


Sahabat mana yang lebih gila dari Ruby. Aretha saja heran, dari mana sahabatnya itu sampai sampai bisa kepikiran buat memberikan kado seperti itu.


Oke kita kembali ke Aretha lagi.


Aretha sudah menyiapkan semuanya, termasuk menggunakan parfum yang sangat di sukai oleh Ghibran.


Ghibran sekarang masih berada di ruang kerjanya dan Aretha akan menunggu kedatangan Ghibran dan memberikannya surprise.


...***...