
Sekarang mereka semua sudah tidak adanya yang menangis menangis lagi. Sekarang mereka tengah menunggu cerita dari Arthan dan Ruby bagaimana bisa selamat dari kecelakaan waktu itu.
"Ayo dong cerita gimana kalian bisa selamat waktu itu?" tanya Aretha penasaran.
"Sabar dong bumil, masak orang baru datang langsung di tanya tanyain gitu. Seharusnya kan di jamu dulu." balas Arthan.
"Oh mau di jamuin, sini mau jamu apa, jamu temu Ireng, atau doro putih?" balas Aretha menyebutkan nama nama jamu yang pahitnya minta ampun.
"Hehehe kalau itu sih aku gak daftar." cengengesan Arthan.
"Ya udah ayo cepat."
"Iya iya, gak sabaran banget."
"Jadi waktu Arthan sadar kalau rem mobilnya gak berfungsi Arthan langsung menyuruh Ruby untuk duduk di pangkuan Arthan." jelas Arthan yang langsung mendapatkan gamparan dari Abi Umar.
Plakk.
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Arthan. Ini Arthan baru menceritakan mereka yang berpelukan loh, belum ya ngasih nafas buatan.
"Habis ini Abi akan menikahkan kalian berdua." tegas Abi Umar dengan tatapan tajamnya.
"Nah gitu dong bi, Arthan sudah menunggu ini dari lama." balas Arthan yang malah kesenangan.
"Dasar anak gesrek." tak habis pikir Abi Umar dengan Arthan.
"Hahahaha, sabar bi sabar. Gitu juga bang Arthan anak Abi." sahut Ghibran.
"Jadi lanjut gak nih ceritanya?" tanya Arthan.
"Lanjut lah." balas Aretha yang sedari tadi tidak sabaran.
"Jadi kan Ruby duduk di pangkuan Arthan nah terus dia juga peluk Arthan. Terus waktu mobilnya jatuh ke sungai Arthan langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Terus Arthan berenang sambil Ruby tetap dalam pelukan Arthan." jelas Arthan lagi.
"Wih seriusan Abang berenang, kok bisa sih?" kagum Aretha.
"Biasa aja kali, kan Abang emang pernah juara renang." balas Arthan songong.
"Beneran, ajarin Aretha dong bang." antusias Aretha.
"Gak, gak ada. Kalau kamu mau belajar renang biar mas aja ya ajarin kamu." bantah Ghibran tak setuju dengan keinginan Aretha.
"Iisss aku kan maunya sama bang Arthan." decak Aretha.
"Tau tuh, suami kamu posesif bangy." timpal Arthan.
"Ooh gitu, ya udah emang Ruby boleh aku ajarin renang." tantang Ghibran sambil menaik turunkan alisnya.
"Sembarang lo, lo mau mati hah!!" marah Arthan.
"Lo...." Arthan menunjuk Ghibran.
"Udah udah kalian ini, gimana Arthan lanjutkan penjelasan kamu." lerai kiyai Mahfudz yang penasaran dengan cerita Arthan.
"Iya kek, maaf." ucap Arthan dan Ghibran merasa bersalah.
"Terus Arthan berusaha menepi dari sungai, meskipun agak susah karena arus sungai waktu itu cukup deras. Hingga sudah beberapa kilo baru Arthan bisa menepi karena ada akar pohon buat Arthan pegangan." jelas Arthan lagi.
Terus habis itu Arthan naik ke darat dan Arthan tak sadarkan diri karena mungkin tubuh Arthan kelelahan sehabis di dalam air. Sedangkan Ruby kayaknya mulai keluar dari mobil dia sudah tidak sadarkan diri. Dan pagi harinya Arthan terbangun dan...." Arthan menceritakan gimana dia memberikan nafas buatan untuk Ruby sampai mereka tinggal di rumah kakek Rahman dan nenek Rahma.
"Wah wah wah, ada yang habis ciuman nih." ucap Ghibran memancing suasana.
"Jadi dulu kamu cium aku?" tanya Ruby dengan nada agak marah.
"Abi gak mau tahu, besok pagi kalian harus siap siap menikah. Ruby apakah wali kamu masih ada?" tanya Abi Umar.
"Tidak ada bi, karena ibu sama ayah Ruby anak tunggal semua. Hanya Haikal saudara laki laki Ruby." jawab Ruby.
"Udah udah, ini udah malam kita lanjutkan besok pagi lagi." ucap ibu Nyai Halimah karena memang ini hari sudah malam.
"Nenek sama kakek nginap di sini aja, atau mau nginap di rumah Arthan?" tawar Arthan.
"Lain kali aja deh nak, nenek sama kakek mau tinggal di rumah Abi kamu saja." tolak Kiyai Mahfudz.
"Oooh ya sudah kalau gitu."
"Ruby kamu nginap di sini ya, nanti kamu bisa tidur di kamar Haikal, biar Haikal nanti tidur sama Arthan." ucap Umi Fatimah.
"Tidak usah Umi, nanti biar Ruby pulang saja." tolak Ruby.
"Kamu mau pulang sama siapa, lagian di rumah nanti kami juga gak ada temennya, aku mau menginap di sini." balas Arthan.
"Aku bisa pulang ke kontrakan aku."
"Aku gak izinin kamu ke sana, lagian ini juga udah malam. Kamu nginap di sini saja."
"Iya by benar apa kata bang Arthan, lo nginap di sini aja. Emangnya lo gak kangen Samarinda gw?" timpal Aretha.
"Ya udah deh." putus Ruby yang akhirnya memilih tinggal di rumah Ghibran.
Ibu Nyai Halimah dan Kiyai Mahfudz pun pulang ke rumah Abi Umar, padahal kemarin mereka sudah bilang kalau akan menginap tapi entah kenapa sekarang malah tidak jadi lagi.
Setelah mengantarkan mereka sampai di depan rumah, mereka semua yang tinggal di rumah Ghibran pun masuk ke dalam rumah dan ke kamar mereka masing-masing.
...***...