
"Iya Bi Ghibran bakal jagain Aretha, Ghibran gak akan janji tapi Ghibran bakal buktiin sama Abi kalau Ghibran bisa membuat Aretha bahagia." balas Ghibran.
"Abi percaya sama kamu." sambil menepuk nepuk punggung Ghibran.
Setelah itu gantian Aretha sungkem pada Abi Umar dan Ghibran pada Umi Fatimah.
"Abii...." tangis Aretha lagi.
"Udah jangan nangis, kamu gak malu sama suamimu." tegur Abi Umar agar anaknya tidak menangis.
"Iih Abi mah gitu, jadi gak asik kan." cemberut Aretha sambil menghapus air matanya kasar.
"Lebih asik lagi kalau kamu gak drama nangis kayak gini. Gak pantes tauk." ucap Abi Umar meskipun dia tahu kalau anaknya itu sedang nangis beneran bukan drama.
"Tauk ahh, Abi ngeselin. Pokoknya Aretha minta maaf kalau ada salah. Cup." setelah mengucapkan itu Aretha memberikan kecupan di pipi Abi Umar yang membuat Abi Umar melongo.
"Umi Ghibran minta doanya sama Umi, semoga Ghibran bisa mendidik dan membawa Aretha bersama Ghibran ke surgaNya nanti." ucap Ghibran sungkem kepada Umi Fatimah.
"Aamiin, Umi akan selalu mendoakan yang terbaik buat kalian berdua semoga kalian segera di beri momongan agar Umi bisa cepat menimang cucu." doa Umi Fatimah.
"Aamiin, semoga saja Allah cepat memberikan kepercayaan kepada kita berdua Mi." balas Ghibran.
Setelah selesai sekarang gantian sungkem kepada ibu Yuni selaku orang tua yang telah merawat Ghibran, baru setelah itu mereka sungkem kepada Kiyai Mahfudz dan ibu nyai Halimah.
Acara pun selesai dengan di akhiri makan bersama. Setelah itu semua keluarga pulang ke rumah mereka masing-masing tak terkecuali Kiyai Mahfudz, ibu Nyai Halimah dan ibu Yuni.
"Nenek sama kakek pamit wangsul riyen nggeh le, ndok. Retha ojo lali bojomu ndang di jak nang Malang." ucap ibu Nyai Halimah mengunakan bahasa Jawa.
(Nenek sama kakek pamit pulang dulu ya anak laki laki, anak perempuan. Retha jangan lupa suamimu cepet di ajak ke Malang.) translate dari bahasa Jawa.
"Inggih Nek." balas Aretha.
"Kakek yo tak moleh disek yo." pamit Kiyai Mahfudz.
"Inggih kek, hati hati." balas mereka semua.
Ibu Nyai Halimah dan Kiyai Mahfudz pun berangkat pulang dengan menaiki mobil yang sudah di kendarai oleh orang suruhan Abi Umar.
"Ibu juga mau pamit pulang dulu ya, Ghibran jagain istri kamu, dan jangan pernah bikin dia nangis." pamit ibu Yuni sekalian memberikan pesan pada Ghibran.
"Iya Bu, in syaa Allah Ghibran akan selalu menjaga istri Ghibran." balas Ghibran.
"Ibu Fatimah sama pak Umar saya pamit pulang dulu, Assalamualaikum." pamit ibu Yuni pada Abi Umar dan Umi Fatimah.
"Waalaikum salam, hati hati Bu." balas mereka semua.
"Orang Ghibran yang akan mengantar Umi sampai ke panti." ucap Ghibran mengantarkan ibu Yuni sampai ke mobilnya.
"Sayang aku antar ibu ke mobil dulu ya." pamit Ghibran pada Aretha dengan so sweet nya yang membuat pipi Aretha memerah.
"Abi, Umi Aretha mau ke kamar dulu." pamit Aretha tanpa membalas izin Ghibran karena dia sudah malu berada di sana.
Aretha segera berlalu pergi menuju kamarnya dan Ghibran yang mengetahui kesaltingan istrinya pun tersenyum.
"Istri kamu itu ada ada aja deh Ghib." ucap Abi Umar sambil menggelengkan kepalanya.
"Ghibran antar ibu dulu Bi, Mi." pamit Ghibran dan di angguki oleh kedua mertuanya.
Ghibran pun mengantarkan ibu Yuni sampai di mobilnya, setelah itu dia pergi ke dapur untuk mengambil minum dan dia bawa ke kamar menyusul istrinya.
...***...
Dikit dulu ya, mata ku udah sepet 😁🙏