AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 34



Ghibran memasuki kamar Aretha tapi tidak menemukan adanya Aretha di sana, mungkin Aretha sedang mandi karena terdengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Ghibran pun memutuskan untuk menata pakaiannya kedalam lemari milik Aretha. yang tadi di bawakan oleh orang suruhan Ghibran.


Ceklek.


Tepat di saat Ghibran selesai merapikan pakaiannya di dalam lemari Aretha keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah mengenakan baju tidur celana panjang sambil tangannya memegang handuk yang dia kenakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas.


Ghibran memperhatikan Aretha tampa kedip. Bagaimana dia bisa mengedipkan matanya, sedangkan di depannya sekarang ada pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Rambut Aretha yang lurus panjang nan hitam membuat Aretha makin terlihat cantik. Beruntungnya Ghibran karena dia bisa melihat apa yang orang lain tak bisa.


Aretha tak menyadari adanya Ghibran di kamarnya, mungkin saja kalau dia tahu bisa jerit jerit atau mengusir Ghibran nanti.


"Aaa...." Tuh kan apa author bilang tadi.


Aretha menjerit saat matanya tak sengaja menatap Ghibran yang tengah memenanginya, untung saja kamar Aretha ini kedap suara, coba kalau tidak sudah heboh nanti orang tua Aretha. Aretha segera memakaikan handuk layaknya hijab ke kepalanya untuk melindungi rambutnya agar Ghibran tidak melihatnya.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Aretha sambil mencari keberadaan hijabnya untuk dia pakai, tapi nihil dia tidak melihat adanya hijab di sekitarnya, sedangkan tempat penyimpanan hijab Aretha berada tepat di lemari yang ada di samping Ghibran.


"Aku, ngapain ke sini?" balik tanya Ghibran sambil menunjuk dirinya sendiri dan di balas anggukan oleh Aretha.


Entah mengapa seperti Aretha linglung atau mungkin lupa kalau dirinya sudah menikah.


"Aku mau bersih bersih sekalian ganti baju." jawab Ghibran.


"Kenapa di kamar ku, kan masih banyak kamar di luar?"


"Kamu lupa siapa aku sekarang?" berjalan dengan pelan menghampiri Aretha.


"Kamu lupa kalau tadi siang kita sudah sah menjadi suami istri hmm?" semakin mendekati Aretha.


"Stop jangan mendekat." larang Aretha saat dirinya sudah mentok di tembok belakangnya.


"Kalau aku gak mau bagaimana?" tantang Ghibran sambil tersenyum devil yang entah mengapa membuat bulu kuduk Aretha berdiri.


Ghibran semakin dekat dan semakin mendekat hingga hanya kurang satu langkah lagi tubuh Ghibran sudah menempel pada tubuh Aretha.


Aretha yang panik dan ketakutan pun hanya bisa memejamkan mata dan berdoa dalam hati meminta pertolongan dari Allah.


Ceklek.


Suara pintu kamar mandi yang ada di samping Aretha terbuka. Dengan refleks Aretha membuka matanya dan melihat ke samping.


"Kamu mikirin apa? Kamu siap siap dulu, tungguin aku habis ini kita sholat." ucap Ghibran sebelum menutup pintu sambil tersenyum mengejek pada Aretha.


"Iiihhhh." greget Aretha ingin menonjok Ghibran yang sudah berada dalam kamar mandi.


"Sumpah ya tuh orang kenapa ngeselin banget sih sekarang." kesal Aretha.


"Ehh, tunggu. Tadi dia bilang apa, sholat? Jangan bilang kalau dia mau minta...." ucap Aretha menggantung ucapannya sambil matanya melotot.


"Aaaaa... Enggak gw harus mikirin sesuatu agar dia gak minta hak nya malam ini." Aretha mondar mandir di depan pintu kamar mandi memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan nanti untuk menghentikan aksi Ghibran.


...***...