AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 21



Deg.


Ruby kaget ternyata Aretha tidak menamparnya, melainkan memeluk dirinya.


"Gw gak tahu kenapa lo sampai tega ninggalin gw hanya berdua saja sama Bani, tapi gw yakin lo gak bakal lakuin itu jika lo tahu kalau Bani bakal lakuin sesuatu sama gw." ucap Aretha sambil memeluk tubuh Ruby.


Ruby menangis mendengar ucapan Aretha, Aretha sebaik ini kepada dirinya, tapi dia dengan teganya membiarkan Aretha dalam bahaya hanya demi benda tipis yang di dalamnya terdapat banyak uang, apalagi kalau bukan kartu kredit.


"Gw minta maaf sama lo hiks hiks, gw janji gak bakal ulangin hal yang sama lagi. Maaf Ret gw Ret maaf hiks...." ucap Ruby meminta maaf.


"Ssstt udah jangan nangis nanti jelek loh." melepaskan pelukannya dan mengelap air mata yang ada di pipi Ruby.


"Tapi boleh gak lo ceritain kenapa sampai lo tega tinggalin gw berdua aja sama Bani, sedangkan lo tahu gw gak mau berduaan aja sama Bani?" tanya Aretha meminta penjelasan.


Sebelum menjawab Aretha, Ruby menghapus air matanya terlebih dahulu.


"Jadi malam setelah Bani ngajak lo buat nonton, dia ngajakin gw juga katanya lo mau ikut kalau gw temenin. Tapi dia memberikan tawaran buat gw, gw di kasih kartu kredit dengan jumlah uang 50 juta di dalamnya, tapi dengan syarat gw harus biarin lo berdua aja sama Bani. Gw gak tahu kalau Bani bakal senekat itu sama Lo jadi ya gw terima, orang dia bilang sama gw kalau dia cuma mau nyatain cintanya sama Lo." jelas Ruby panjang lebar.


"Terus lo kemana waktu itu?" tanya Aretha penasaran.


"Hehehe gw belanja." cengir Ruby sambil menampilkan giginya.


Pletak.


"Auw, sakit tauk." kesakitan Ruby karena Aretha menjitak keningnya.


"Rasain, lo gak tahu apa gw sekhawatir apa sama lo semalam. Bahkan gw udah telfonin lo beberapa kali tapi lo gak ada kirim pesan sekalipun." omel Aretha.


"Sorry...."


"Oke gw bakal maafin lo, tapi dengan satu syarat."


"Apa tuh, gw bakal lakuin apapun asal lo mau maafin gw."


"Lo harus masakin gw roti terenak yang pernah lo bikin, plus lo harus traktir gw makan hari ini." syarat yang Aretha berikan.


"Cuma itu doang, gw kirain apaan." lega Ruby karena syarat yang Aretha berikan masih manusiawi.


"Eits bukan itu aja, lo harus traktir gw makan dalam satu Minggu berturut-turut." lanjut Aretha.


"Hah, lo gak salah Ret. Gw mana ada uang kalau seminggu harus traktir lo, nanti yang ada malah gw bangkrut."


"Emang lo mau makan uang dari dia?" tanya Ruby tak yakin.


"Ya kan udah di kasih ke Lo, jadi otomatis gw ya dapet uangnya dari lo bukan dari dia." jawab Aretha.


"Emmmm... oke deh kalau gitu nanti gw traktir lo, sekarang gw mau buatin lo kue dulu."


"Ya udah sana." usir Aretha.


"Ya udah bye." Ruby pergi meninggalkan Aretha.


"Gw tahu By pasti lo lakuin itu karena lo butuh banget uangnya." gumam Aretha.


Aretha pun segera pergi untuk membantu karyawan lainnya, karena di jam jam segini tokonya lagi rame.


-


Sementara di tempat Bani, dia sudah berada dalam mobil hendak menuju apartemen miliknya. Bani di temani seorang supir yang membawa mobil milik Bani.


"Pak nanti di supermarket depan berhenti dulu ya, tolong beliin saya minuman." ucap Bani pada pak supir.


"Baik Den." balas pak supir.


Tanpa Bani ketahui, ada mobil serta motor yang mengikuti mobilnya dari belakang. Saat mobil Bani berhenti di parkiran supermarket dan pak supir turun dari mobil ada seseorang yang melemparkan batu ke kaca jendela mobil Bani sehingga membuat kaca jendela mobil Bani pecah.


Pyarrrr.


"Woy."teriak Bani.


Bani segera turun dari mobil dan melihat motor yang sudah melaju kencang setelah merusak mobil Bani.


"Dasar gila." umpat Bani yang melihat kaca mobilnya.


Pandangan Bani jatuh pada batu yang tadi di lemparkan oleh orang ke mobilnya, batu itu terbungkus oleh kertas. Bani pun segera mengambilnya untuk melihat ada apa di balik kertas itu.


"S**l."


...***...