
Mobil Arthan sudah berhenti di pinggiran danau yang terlihat sangat indah saat malam hari. Banyak kunang kunang yg berterbangan di atas danau, dan hal itu semakin menambah nilai plus dari danau itu.
Danau yang di datangi oleh Arthan ini bertempat di tengah tengah hutan. Jarang sekali orang ke sini, bahkan keberadaannya saja hanya orang orang tertentu yang mengetahuinya. Maka dari itu, danau ini masih terjaga kealamiannya.
Arthan tidak langsung keluar dari mobil, dia sekarang tengah mengamati wajah damai Ruby ketika dalam keadaan tertidur. Perlahan tangan Arthan bergerak untuk merapikan anak rambut Ruby yang berhasil menghalangi kecantikan wajah Ruby.
"Cantik banget sih kalau lagi tidur." puji Arthan tanpa sadar.
"Ini jantung gw kenapa lagi, setiap deket nih cewek jadi berdetak gak karuan." gumam Arthan yang merasa jantungnya berdetak semakin cepat dari biasanya.
"Nih anak kalo gak di bangunin bisa bisa gw makin khilaf nih." Arthan segera membangunkan Ruby dengan cara menggoyangkan lengan Ruby.
"Be... bangun yuk."ucap Arthan membangunkan Ruby.
Tetap diam tak ada pergerakan sama sekali dari tubuh Ruby.
"Babe bangun yuk, kita udah sampai nih." ucap Arthan lagi berusaha membangunkan Ruby.
"Eemmhh...." lengkuh Ruby mengerakkan tangannya ke atas untuk meregangkan otot-otot lengannya.
"Yuk bangun, kita udah sampai." ucap Arthan lagi yang membuat mata Ruby menyipit untuk melihat keadaan sekitar.
"WOW...." kagum Ruby setelah matanya melihat keadaan sekitar.
Dengan cepat Ruby membuka pintu mobil dan keluar untuk melihat keindahan danau secara langsung tanpa ada penghalang kaca mobil.
"Subhanallah ini cantik sekali pemandangannya." kagum Ruby pada penciptaan Allah.
"Gimana suka gak?" tanya Arthan yang tiba tiba sudah berdiri di belakang Ruby.
Ruby membalikkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah berbicara padanya.
"Suka, suka banget malahan." jawab Ruby antusias.
"Gitu aja tadi di jalan marah marah." sindir Arthan.
Ruby tak menanggapi lagi ucapan Arthan, percuma nanti kalo dia ladenin malah akan semakin menjadi si Arthan mah.
Mereka saling diam menatap hamparan luas danau yang banyak terdapat cahaya cahaya indah dari tubuh si kunang kunang.
"Boleh gak sih kita menjalin hubungan yang serius?" tanya Arthan dan melingkarkan tangannya di pinggang Ruby.
"Maksud kamu?" bingung Ruby menatap Arthan.
"Aku mau kita menjalin hubungan yang serius, kamu mau kan?" jelas Arthan.
Ruby diam, dia masih bingung harus memberikan tanggapan apa dari ungkapan yang sudah Arthan berikan kepadanya.
"Gimana by?" tanya Arthan penuh harap.
"Maaf tapi aku...."
"Oke kita besok langsung ke KUA. Aku gak terima penolakan." potong Arthan menyela ucapan Ruby yang belum selesai.
"Lah, terus tadi ngapain masih tanya aku kalau ujung ujungnya kayak gini?" heran Ruby dengan jalan pikiran Arthan.
"Udah pokoknya kita besok nikah. Siapkan mental kamu untuk menerima semuanya besok." perjelas Arthan yang tak menerima penolakan.
"Gak bisa gitu dong, kan aku gak mau nikah sama kamu." protes Ruby.
"Tapi sayangnya aku gak menerima penolakan." Balas Arthan tak mau kalah.
"Tapi aku gak cinta sama kamu."
"Cinta bisa datang dengan berjalannya waktu. Aku akan buat kamu jatuh cinta sejatuh jatuhnya."
"Tapi aku tetap gak bisa menerima semua ini, aku gak kenal kamu."
"Kita lihat saja nanti, apakah kamu masih akan bertahan dengan tidak mencintaiku atau nanti kamu malah bucin sama aku." balas Ghibran.
Setelah mengungkapkan keinginannya, Arthan pun hanya diam. Begitu juga dengan Ruby, mereka berdua saling diam sambil menikmati hembusan angin malam yang sangat menyejukkan badan.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam barulah Aretha mengajak Ruby untuk pulang, karena seingat Arthan Ruby masih mempunyai adik kecil. Kasian nanti kalau harus sendirian di kontrakan.
...***...