AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 45



Dengan hati hati Aretha membuka pintu kamar mandi yang berada di ruangan kerja Ghibran. Aretha menyembulkan kepalanya terlebih dahulu dan celingukan mencari keberadaan Ghibran yang sudah tidak berada di sana.


"Loh, dia kemana?" gumam Aretha melihat sekeliling ruangan Ghibran.


"Kok gak ada sih."


Aretha pun memutuskan untuk keluar dari sana dan mencari keberadaan Ghibran. Saat akan masuk ke dalam kamar, Aretha mendengar ada suara orang yang tengah berbicara di lantai bawah. Karena jiwa kepo Aretha yang sangat tinggi, Aretha pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah.


-


Tadi saat Ghibran tengah fokus pada pekerjaannya, tiba tiba satpam yang menjaga gerbang di rumah Aretha mengabarinya kalau di bawah ada dua orang yang katanya bakal bekerja di sini.


Mendengar itu Ghibran pun segera turun ke lantai bawah untuk menemui mereka.


"Selamat sore tuan." sapa dua orang itu dengan hormat.


"Hmm." balas Ghibran.


"Kalian muslim kan?" tanya Ghibran dan di angguki oleh kedua orang yang berbeda jenis kelamin itu.


"Biasakan mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum berbicara yang lain." tegas Ghibran.


"Maaf tuan," ucap mereka berdua menunduk karena baru pertama datang saja sudah membuat masalah.


"Tidak perlu minta maaf, tapi saya minta tolong kalian selalu membiasakan mengucapkan salam ketika berada di mana pun."


"Baik tuan."


"Perkenalkan diri kalian." perintah Ghibran.


"Nama saya Tomo yang akan berkerja sebagai tukang kebun dan ini istri saya wati yang akan bekerja sebagai pelayan." ucap Tomo memperkenalkan dirinya dan Wati pada Ghibran.


"Saya Ghibran, terserah kalian mau panggil saya apa, senyaman kalian saja." balas Ghibran.


"Baik tuan."


Saat Ghibran tengah menjelaskan tugas mereka berdua pekerjanya dan menjelaskan bagian bagian rumah barunya Aretha datang menghampiri mereka bertiga.


"Sayang kamu kok ke sini?" kaget Ghibran yang melihat Aretha sudah berdiri di sampingnya.


"Apaan sih sayang sayang." gerutu Aretha dalam hati.


"Tadi aku nyari kamu, tapi saat akan masuk ke kamar aku dengar ada orang berbicara di bawah, jadi aku putuskan untuk ke sini." jelas Aretha.


"Mereka siapa?" lanjut Aretha bertanya.


"Oh iya aku lupa, kenalin mereka berdua yang akan bekerja di sini. Ini bi Wati yang akan jadi pelayan di sini, sedangkan ini pak Tomo tukang kebun di rumah ini. Dan kalian berdua perkenalkan ini istri saya yang berarti nyonya kalian." jelas Ghibran.


"Aku Aretha, salam kenal juga bi Wati pak Tomo." balas Aretha.


Setelah itu Aretha dan Ghibran menghantarkan bi Wati dan pak Tomo ke kamar mereka yang ada di ruangan paling belakang rumah.


"Ini kamar kalian, maaf kalau tempatnya kurang nyaman." ucap Aretha.


"Tidak kok nyonya, ini kamarnya sudah bagus." sangah bi Wati.


"Untuk saat ini kalian istirahat dulu aja, kalian bisa mulai kerja besok karena nanti malam saya dan istri saya akan makan di luar." ucap Ghibran.


"Baik tuan."


Setelah itu Ghibran dan Aretha pergi dari sana, agar kedua pekerjanya bisa beristirahat.


Sampai di kamar, Ghibran langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. Sedangkan Aretha menyiapkan pakaian ganti buat Ghibran.


Ceklek.


Ghibran keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang melilit di pinggang serta satu handuk lagi yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


"Aaaa...." teriak Aretha sambil menutup mata saat melihat penampakan Ghibran sehabis mandi.


"Kamu kenapa?" panik Ghibran menghampiri Aretha.


"Itu, itu." tunjuk Ghibran pada tubuh Ghibran.


"Aku, aku kenapa?" tanya Ghibran heran.


"Itu, ke-kenapa kamu gak pakai baju." gagap Aretha.


"Hufft... aku kira kenapa. Sini buka mata kamu biar kamu nanti terbiasa melihat tubuhku." Ghibran menarik tangan Aretha yang menutupi wajahnya.


"Gak mau." tolak Aretha.


"Isss buka loh."


"Gak mau."


"Buka Aretha sayang."


"Aku tidak mau Ghibran." tuh kan Aretha lupa lagi.


"Ooh kamu mau nambahin hukuman lagi, baiklah kalau gitu."


...***...