AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 134



"Sayang kamu siap siap ya, kita pulang besok." ucap Arthan menggajak Ruby untuk pulang.


"Yah, kok pulang sih. Padahal kan aku sudah betah tinggal di sini." cemberut Ruby.


Ruby sudah merasa nyaman tinggal di sana, udah ya sejuk jauh akan polusi udara yang di sebabkan oleh kendaraan. Dan juga jauh dari orang orang yang suka bergosip.


"Terus mau kamu gimana, kamu mau tetap tinggal di sini selamanya gitu?" tanya Arthan dengan lembut sambil membelai kepala Ruby yang memakai hijab.


"Ya, ya gak gitu, tapi aku masih mau tinggal di sini." jawab Ruby.


"Ya udah gini aja, kita pulang dulu selesaikan masalah yang ada trus nanti aku janji sama kamu bakal ajak kamu ke sini lagi." usul Arthan.


Ruby diam memikirkan perkataan Arthan.


"Ya udah deh ayo kita pulang, lagian aku juga udah kangen banget sama Haikal sama Aretha." setuju Ruby.


"Nah gitu dong, ya udah kamu langsung tidur aja. Besok aja kita pamit sama kakek sama nenek." suruh Arthan dan langsung di laksanakan oleh Ruby.


Sebenarnya berdekatan bahkan menyentuh Ruby yang bukan mahramnya itu sangat dosa. Tapi Arthan seakan terhipnotis akan keindahan yang ada pada Ruby.


Setelah kepergian Ruby, Arthan pun memberikan kabar kepada anak buahnya untuk menjemput dirinya dan juga Ruby di sana.


Anak buah Arthan yang mendapatkan pesan dari atasannya pun terkejut. Mereka sangat senang karena kabar yang di berikan oleh polisi dan Tim SAR itu tidaklah benar, karena ternyata atasan mereka masih hidup.


Setelah memastikan semuanya sudah beres, Arthan pun membaringkan tubuhnya di kursi ruang tamu. Ya, selama menginap di rumah kakek Rahman dan nenek Rahma Arthan tidur di ruang tamu. Sedangkan Ruby di kamar.


Di rumah ini hanya ada tiga kamar. Yang satu kamar kakek Rahman dan nenek Rahma, yang satunya lagi tempat Ruby dan yang satunya lagi tempat menyimpan barang barang perabotan rumah.


Arthan tidur dengan tubuh meringkuk, meskipun terasa tidak nyaman tapi Arthan bersyukur karena ada kakek dan nenek yang sudah dengan rela memberikan tempat tinggal buat mereka.


Hingga pagi menjelang mereka yaitu Arthan dan Ruby sudah bersiap untuk pulang. Mereka juga sudah berpamitan pada kakek Rahman dan juga nenek Rahma.


Tadi nenek sama kakek sempat melarang Arthan dan Ruby pergi karena takut terjadi apa apa pada mereka berdua. Tapi setelah Arthan meyakinkan nenek dan kakek alhasil mereka pun memberikan izin.


Anak buah Arthan juga sudah datang dengan membawa tiga mobil. Mereka membawa barang yang Arthan perintahkan dan memberikan semuanya pada kakek Rahman dan juga nenek Rahma.


"Nek, kek Arthan sama Ruby pamit pulang dulu ya. Nanti kita bakal sering sering main ke sini lagi. Nanti juga kalau Arthan menikah sama Ruby Arthan bakal undang nenek." pamit Arthan pada kakek Rahman dan juga nenek Rahma.


"Iya nak, kalian hati hati ya. Jangan lupa untuk selalu jagain calon istri kamu ya Arthan." balas nenek Rahma.


"Iya nek itu pasti. Arthan akan selalu menjaga Ruby." balas Arthan.


"Kakek selalu mendoakan yang terbaik buat kalian berdua, semoga kalian segera di berikan kebahagiaan yang tak berujung." doa kakek Rahman.


"Aamiin, terimakasih kek." balas Ruby dan Arthan.


"Nenek kakek Ruby pamit pulang dulu ya, nanti Ruby bakal ke sini lagi ajak adik Ruby juga." ucap Ruby sedih karena akan meninggalkan nenek dan kakek yang sudah dia anggap seperti kakek dan nenek kandungnya.


"Iya nak, kamu hati hati ya di sana. Nenek titip salam buat adik kamu sama yang lainnya." balas nenek Rahma.


"Iya nek."


"Kita pamit dulu kek, nek, jangan lupa barang pemberian Arthan di pakai. Dan uangnya juga bisa kakek pakai untuk modal berkebun."


"Iya nak, kakek sama nenek sangat berterimakasih pada kalian. Semoga kalian selalu hidup bahagia."


"Iya nek, kek. Kita pergi dulu. Assalamualaikum." salam Arthan dan juga Ruby.


Akhirnya mereka berdua pun beneran pergi dari rumah kakek Rahman dan juga nenek Rahma. Banyak para tetangga nenek Rahma yang melihat kepergian mereka berdua.


Mereka bertanya tanya karena ada mobil bagus yang tiba tiba datang dan menghampiri rumah nenek Rahma.


"Yuk kek kita masuk, nanti mereka pasti bakalan banyak tanya." ajak nenek Rahma yang mengerti akan tabiat tetangganya yang suka bergosip.


"Ayo." balas kakek Rahman.


Mereka berdua pun segera masuk sebelum para tetangga datang dan bertanya tanya tentang siapa orang orang tadi.


...***...