AG: Aretha Ghibran

AG: Aretha Ghibran
part 131



"Ehh, gak gitu."


"Kalau mau nanti aku transfer kalau sudah pulang." lanjut Arthan.


"Kok gitu, aku gak mau loh." tak mau Ruby.


"Ya terserah aku dong, itu kan uang aku." balas Arthan tak mau kalah.


"Serah kamu dah." Ruby mengalah tak mau lagi memperpanjang masalah.


"Oh iya, nanti kamu gak usah pulang ke kontrakan ya. Nanti bisa bisa tetangga kamu pada heboh liat kamu pulang." ucap Arthan.


"Trus aku mau tinggal di mana Arthan." greget Ruby.


"Ya di rumah ku lah, lagian rumahku juga kosong gak ada yang tempatin. Cuma para pelayan sama beberapa bodyguard aja ya tinggal di sana."


"Gak mau ahh, nanti uang sewanya mahal lagi." tolak Ruby.


"Ya Allah sayang, aku kasih buat kamu gratis seumur hidup kamu tinggal di sana juga gak papa. Asal nanti kita nikah dulu tapi." cengir Arthan.


"Heleh, itu mah mau mu."


"Emang kamu gak mau menikah sama aku?"


"Ya, ya gak gitu,"


"Berarti mau dong. Yes, pokoknya nanti kalau kita sudah pulang kita langsung atur tanggal pernikahan."keputusan Arthan.


"Lah kok gitu."


"Ya biarin."


Ruby yang kesal pun mengerucutkan bibirnya hingga manyun dua centi ke depan.


"Kenapa tuh bibir, mau di cium?" ucap Arthan yang membuat Ruby seketika menutup mulutnya.


"Mesum." ucap Ruby dan pergi dari sana.


Arthan yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya. Lucu sekali tingkah calon istrinya ini. Batin Arthan.


"Gw harus kasih tahu orang rumah nih kalau gw gak kenapa kenapa, bisa bisa nanti mereka beneran anggap gw dan Ruby meninggal lagi." gumam Arthan dan segera memberikan pesan lewat email kepada Ghibran agar memberitahukan kepada yang lainnya kalau dirinya dan Ruby masih hidup.


-


Cinta Ruby.


Itulah username yang mengirimkan email pada Ghibran. Ghibran pun segera membuka email itu dan membacanya.


"Hah ini beneran." kaget Ghibran.


Ghibran pun membaca ulang pesan itu untuk memastikan apakah matanya salah baca atau tidak. Ternyata memang benar, itu nyata mata Ghibran tak salah baca.


Heh, gw sama Ruby masih hidup. Ngapain kalian ngadain pengajian.


Isi email yang Ghibran terima.


"Ini beneran, dari bang Arthan?" tak percaya Ghibran.


Ghibran pun segera membalas pesan itu untuk menanyakan keberadaannya, dan akhirnya mereka pun berbalas pesan.


Setelah memastikan memang benar Arthan dan Ruby masih hidup, Ghibran segera keluar dari ruang kerjanya untuk mencari Abi Umar dan membicarakan hal ini.


"Abi mana mi?" tanya Ghibran pada Umi Fatimah yang tengah membereskan meja dapur yang agak kotor.


Saking buru buru nya, Ghibran sampai lupa mengucapkan salam pada Umi dan pelayan yang ada di dapur.


"Abi ada di kamar nak, tadi pamit sama Umi sih mau dzikir sama murojaah, tapi mungkin sekarang udah selesai." jawab Umi Fatimah.


"Oh gitu ya Mi, ya udah Ghibran pamit ke kamar Umi dulu. Assalamualaikum." pamit Ghibran, sekarang dia tidak lupa mengucapkan salam.


"Waalaikum salam." balas Umi Fatimah dan beberapa pelayan yang ada di sana.


Ghibran segera pergi menuju kamar kedua mertuanya, untuk mencari mertua laki laki nya.


Tok tok tok.


"Assalamualaikum bi, ini Ghibran." ucap salam Ghibran di depan pintu kamar mertuanya sambil mengetuk pintu.


"Waalaikum salam nak, langsung masuk aja." balas Abi Umar dari dalam.


Mendengar itu, Ghibran pun langsung masuk ke dalam kamar mertuanya, dan menghampiri Abi Umar yang tengah duduk di sofa dalam kamar.


...***...