After Wedding

After Wedding
SS 2 Benih Cinta



Entah Dari mana, dan sejak kapan dalfa berada di antara mereka, hingga saat kayla menangis membuat hatinya tersentuh dan merasakan kesedihan yang di rasakan kayla.


dengan penuh kasih dalfa memeluk dan menenangkan kayla, seperti yang selalu di lakukan mommy nya pada diandra saat diandra, merasa sangat sedih.


tanpa sadar kayla pun membalas pelukan dalfa, dan terus terisak di dada bidangnya, air mata kayla terus membasahi kemeja mahalnya, namun dalfa tidak merasa jijik sedikitpun.


"Mencari kesempatan dalam keenakan itu." Rio bergumam namun masih bisa di dengar oleh dalfa.


Gio yang berada di sana hanya menahan tawanya, mendengar ocehan rio, sedangkan dalfa langsung menatap tajam ke arah Rio.


melihat tatapan tajam dari dalfa, rio kembali diam dan menutup mulutnya rapat-rapat.


tiga pria di sana masih menunggu kayla sampai tangisannya berhenti, setelah cukup lama tangisan kayla pun berhenti dan tertidur di dalam pelukan dalfa.


dengan sigap dalfa pun menggendong kayla menuju ke ruangan tuan roman, Rio membantu membuka pintu ruangan tuan roman.


ternyata tuan roman sudah terbangun dari tidurnya, melihat keponakan nya di gendong, tuan roman merasa khawatir dengan kondisi kayla, ia pun berusaha untuk bangun.


Namun Gio menggelengkan kepalanya, "Tuan tenang saja, nona kayla baik-baik saja ia hanya tertidur karena kelelahan menangis"


"Menangis!" tuan roman mengerutkan keningnya.


Lalu gio pun menceritakan apa yang sudah terjadi di taman tadi, tuan roman pun mulai bernafas lega.


namun ia merasa sangat kesal pada anak dan istrinya, yang telah membohongi nya selama ini.


tuan roman berjanji, akan menghukum mereka berdua setelah ia sudah sehat kembali.


Dalfa menidurkan kayla di sofa, dengan perlahan ia meletakkan tubuh mungil kayla, saat dalfa akan pergi dari sana Kayla menarik tangan dalfa dan memeluknya dengan erat.


dalfa memandangi wajah cantik yang di miliki kayla, ia merasa sangat terpesona terlebih saat melihat bibir mungil merah muda milik kayla.


"Sadar dalfa apa yang kau pikirkan!!" dalfa berbicara dengan hatinya.


"Roman-romannya ada udang di balik bakwan nih, nggak seperti biasanya tuan muda yang satu ini perduli pada seorang gadis, kau luar biasa nona kayla, bisa melelehkan si gunung es yang terkenal anti wanita itu." gumam rio.


lalu dengan perlahan dalfa melepaskan tangannya dari genggaman kayla, ia pun berdiri baju nya terlihat sangat kusut dan basah karena air mata kayla.


"tuan, baju anda sangat kotor, satu jam lagi kita akan ada pertemuan"


"Tidak masalah, kau ambil lah pakaian ganti ku kemari, aku akan menunggu mu di sini"


"Baik" Rio pun segera pergi meninggalkan tuan mudanya.


dalfa duduk di sofa tunggal yang berada di ruangan tuan roman sambil terus mengetikan jarinya di layar handphone.


"Terimakasih tuan Wijaya" ucap tuan roman pada dalfa.


dalfa pun melirik kepada tuan roman, "Untuk?"


"untuk semuanya yang bersangkutan dengan keponakan ku".


dalfa tersenyum samar, lalu iya menatap ke arah kayla yang masih tertidur pulas, " Aku tidak melakukan hal yang hebat, jadi anda tidak perlu berterima kasih kepada ku" dalfa berbicara dengan rendah diri.


tuan roman merasa sangat senang mendengar jawaban dari dalfa, "Tuan Wijaya bolehkah saya meminta satu permintaan kepada anda"


dalfa mendengar perkataan tuan roman pun langsung berdiri dan berjalan menghampiri brankar tuan roman.


"Katakanlah" dalfa dengan Santai duduk dikursi samping tuan roman.


"Saham dua puluh persen ku, pindahkan atas nama kayla, saya mohon jangan sampai istri dan anak saya tahu tentang ini"


"Baiklah, anda tenang saja tuan saya akan megurusnya nanti"


" terimakasih" tuan roman menepuk-nepuk tangan dalfa perlahan.