
"Apa kau tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada kami semua ra" tanya dalfi kembali.
"tapi aku tidak mengerti apa yang sedang kau katakan kak aku tidak mengerti"
"benar tidak mengerti atau hanya pura-pura" bentak dalfi.
"Dalfi ada apa sebenarnya ini" teriak Davin yang tidak terima saat putrinya di perlakukan seperti itu di depan matanya sendiri.
"dengar papa mertua lebih baik kau diam dan dengar kan dulu apa yang akan aku bicarakan tentang putri mu" dalfa melilik sekilas pada diandra yang diam mematung di tempatnya.
"Aku sudah berkonsultasi dengan dokter bahwa ternyata diandra baik-baik saja dia tidak trauma atau punya penyakit lainnya yang membuat kejiwaannya terganggu dan ya, ternyata diandra juga berbohong tentang wanita burka itu adalah kayla pada hari itu kayla memang keluar lalu melewati pintu belakang yang tak pernah di pakai lagi banyak tumbuhan diri di sana dan ini adalah bukti sobekan baju Kayla yang tertinggal di sana" dalfi menyodorkan plastik berisi sobekan baju.
'' dan untuk wanita burka dia adala nyonya Anita istri dari tuan roman aku sudah mengamankannya sekarang dia, lah sudah mencelakai Diandra dan mengancam Diandra saat itu bukan begitu ra" dalfi pun mulai memutar video rekaman Cctv yang berada di sepanjang jalan itu.
Diandra hanya diam menunduk mengakui semua kesalahan yang pernah ia lakukan kepada kayla, ia merasa sangat menyesal karena sudan mempercayai wanita burka itu.
"dan ini yang terakhir para pengawal menemukan ini di laci kontrakan Kayla" dalfi pun menyodorkan kertas dan benda kecil kepada kakaknya.
seketika dunia dalfa terasa berhenti berputar ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, "ini tidak mungkin dalfa langsung menangis memeluk kertas hasil USG milik kayla.
dalfa sangat menyesal dengan pembuatan nya begitu juga dengan para anggota keluarga yang merasa sangat bersalah pada kayla, "aku harus mencari keberadaan anak dan istriku" ucap dalfa sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.
"aku pasti menemukannya" Jawab dalfa.
*
*
hari demi hari pun berlalu kini empat tahun pun berlalu dalfa menjadi pribadi yang pendiam dan arogan lebih dingin dari sebelumnya,ia masih tetap berusaha untuk mencari keberadaan istri dan anaknya yang hilang bagaikan di telan bumi.
"kemana kau pergi kay aku sangat merindukanmu, apakah empat tahun tidak cukup untuk mu untuk pergi menjauh dari ku"
semua keluarga Merasa sangat prihatin melihat kondisi dalfa yang begitu menyedihkan itu, walau di tempat kerja ia terkenal kejam tanpa ampun namun bila malam tiba setiap hari ia hanya menangis memeluk foto pernikahan mereka berdua dengan penuh kerinduan.
Dalam empat tahun terakhir hubungan antara dalfi dan Diandra pun sedikit renggang Walaupun tidak pernah ada kata cerai di antara mereka berdua, namun hubungan mereka seperti dua orang asing yang tidak mengenal.
sedangkan di belahan bumi lain kayla sudah bahagia bersama dengan putra dan putri kecil nya ia sudah benar-benar melupakan masa lalu nya yang begitu pahit.
dengan kecerdasan nya kayla kini bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan siapapun dan dia sendiri lah yang mengurus kedua buah hatinya, tanpa mengingat lagi siapa ayah dari anak-anak nya.
...Tamat...