After Wedding

After Wedding
SS 2 Kebenaran yang terungkap



Di ruang rawat tuan roman, para perawat kewalahan menghadapi sikap keras kepala tuan roman, yang berusaha untuk terus meninggalkan brankar nya.


dengan sangat terpaksa Dokter pun menyuntikan obat bius, agar tuan roman tenang menjalani pemeriksaan selanjutnya.


dokter khawatir penyakit yang di derita tuan roman selama ini akan terus memburuk, dan tidak dapat melakukan tindakan apapun lagi, terlebih tuan roman selalu menolak untuk operasi.


tuan roman terus menerus memanggil nama kayla, hingga suster pun keluar dari ruangan dan mencari siapa di antara mereka yang bernama kayla.


"Permisi, apa ada saudara pasien yang bernama kayla disini" tanya suster dengan ramah kepada Rio yang yang berada di sana.


Rio merasa bingung apa yang harus ia katakan, karena sesungguhnya rio tidak tahu menahu soal hubungan antara kayla dan tuan roman.


"Nona kayla sedang keluar sebentar sus, jika dia sudah datang kemari saya akan sampaikan pesan padanya" Rio hanya menjawab sekenanya saja.


"Baik, terimakasih atas kerjasama nya pak" suster itu pun pergi kembali ke ruangan tuan roman.


...----------------...


di taman rumah sakit gio duduk bersama dengan kayla, awalnya kayla menolak ajakannya, namun Gio tetap memaksa dan memohon kepada kayla agar mendengarkan cerita nya terlebih dahulu.


di dalam hatinya, sebenar nya Kayla pun merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada saat itu, kayla merasa ada yang janggal atas apa yang ada di pikirannya saat ini.


dan akhirnya kayla pun diam, dan mulai mendengar apa yang akan gio ceritakan apa yang sudah terjadi pada hari itu.


gio menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan, sekilas gio menatap ke arah kayla yang menunggu apa yang akan ia katakan.


"pada hari itu, kami berdua ada perjalanan bisnis ke luar negeri, karena bisnis yang di kelola tuan roman mendadak terjadi masalah, barang tiruan dan penggelapan uang perusahaan, hingga perusahaan rugi miliaran rupiah." Gio menjeda sejenak cerita nya.


kayla semakin penasaran dengan apa kelanjutannya. "Teruskan"


"Pada saat itu, aku hanyalah asisten magang yang tidak punya banyak pengalaman tentang dunia bisnis, meskipun begitu aku tetap ikut bersama tuan roman, hingga pada akhirnya tuan roman mendengar berita tentang kematian adiknya, yaitu orang tuamu sendiri."


"Lanjutkan" kayla berbicara dengan tubuh sedikit bergetar.


Gio pun mulai menceritakan kembali kisah mereka.


Flashback


ponsel tuan roman terus berdering, namun ia tidak mengangkat nya, karena ia tengah sibuk, mengurus semua berkas-berkas yang harus ia tangani dengan pihak kepolisian.


sudah hampir satu minggu tuan roman terus bekerja tanpa mengenal waktu, hingga ia melupakan makan dan tidurnya.


agar ia bisa kembali dengan cepat ke tanah air, hari demi hari pun berlalu dengan cepat, akhirnya urusan perusahaan pun bisa teratasi dengan cepat.


namun kesehatan tuan roman menurun, karena pola makan dan tidur nya yang tidak teratur, hingga ia harus di rawat di sana selama tiga hari.


setelah dua minggu berlalu, tuan roman sudah merasa sehat kembali, dan memutuskan untuk segala pulang ke tanah airnya.


setelah sampai di tanah air, tuan roman tergesa-gesa memasuki rumah mewah nya untuk mencari keponakan satu-satunya, namun nihil Kayla tidak berada di sana.


lalu tuan roman pun mulai mengendarai mobilnya kembali mencari keberadaan kayla di rumahnya, setelah sampai di rumah mewah adiknya, ternyata rumah itu sudah di segel oleh bank.


tak putus asa tuan roman terus mencari keponakan nya, karena saat ia bertanya kepada anak dan istrinya bahwa kayla kabur dari rumah, bersama seorang pria tua.


flashback end.


" Tapi yang sebenarnya, tante anita dan riana datang ke rumahku dan mengambil semua berkas-berkas penting milik ayah dan membawanya pergi, mereka bilang bahwa paman yang menyuruhnya, hingga mereka mengantarkan aku ke sebuah desa, dan mereka berjanji akan mengajakku kembali setelah semua nya selesai."


"tapi ternyata mereka membohongi aku" kayla menangis dengan sendu, hingga seseorang datang memeluk nya.


"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja"