After Wedding

After Wedding
SS 2 Riana



Seorang gadis cantik dengan berpakaian mini, turun dari mobilnya dan berjalan dengan gaya centilnya menuju mansion Wijaya, Ia memencet bell pintu beberapa kali.


"Siapa sih, mencet bell kaya orang kesambet aja," Alisha berjalan menuruni tangga sambil terus mengomel dalam hatinya.


"Siapa yang datang bi" alisha bertanya kepada bi sumi.


"Biar bibi lihat dulu nyonya" bi sumi berjalan membukakan pintu.


"Maaf mau cari siapa ya" bi Sumi bertanya kepada seorang wanita muda dengan pakaian kurang bahan dan tidak sopan menurut nya.


"aku mau mencari kekasihku dalfi" wanita muda itu dengan nada angkuhnya.


"Siapa bi" alisha merasa sangat penasaran dengan siapa bi sumi berbicara Karena, sejak tadi bi sumi hanya diam dan tidak menyuruh tamunya tuntuk masuk dengan raut wajah anehnya.


"Ada yang mencari tuan muda dalfi nyonya"


"Mencari dalfi siapa?" alisha bergumam dalam hati, lalu ia pun menghampiri bi sumi yang masih berdiri di depan pintu.


melihat alisha berjalan ke arahnya, wanita muda itu pun langsung mengubah ekspresi wajah nya, di buat semanis mungkin, membuat bi sumi yang melihat nya bergidik ngeri.


Alisha terkejut dengan apa yang dilihatnya, Alisha memindai penampilan wanita muda di depannya dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, ia memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit.


"apa nyonya baik-baik saja" tanya bi sumi yang sedikit cemas melihat nyonya nya memijit pelipisnya sendiri.


"Halo calon mama mertua, perkenalkan nama ku Riana" riana mengulurkan tangannya pada alisha.


"Tidak masalah calona mama mertua, aku akan menemani mu sampai dalfi kembali" riana berbicara dengan riang, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati alisha.


"Maaf riana, tante sudah ada temu janji dengan sahabat tante, jadi tante tidak bisa menemani mu menunggu sampai dalfi kembali" alisha tetap mencari alasan agar bisa menjauh dari gadis yang berada di hadapannya.


sejenak riana berpikir, alisha berharap agar gadis itu setuju dengan permintaan nya.


"Bagaimana kalau aku tetap menemani mu saja calon mama mertua, aku ingin mengenal mu lebih dekat lagi."


"tidak perlu" teriak alisha spontan, dan membuat riana terkejut dan memegangi dadanya.


Alisha tersenyum kikuk, "Ahh Maaf, maksdku kau lebih baik tunggu di sini saja menunggu dalfi pulang bersama bi sumi" alisha menyerah kan semua tugas itu kepada pelayan setianya.


Bi sumi hanya ternganga mendengar ucapan nyonya nya, dengan langkah cepat alisha kembali ke dalam mansion mengambil tasnya, dan pergi berpamitan kepada bi sumi dan riana yang masih berdiri di sana.


"Nyonya apa yang kau lakukan, mengapa kau malah pergi meninggalkan ku dalam situasi ini" gumam bi sumi yang melihat alisha pergi terburu-buru menaiki mobilnya, dan keluar meninggalkan mansion utama.


"Menyingkirlah aku mau masuk, dan menunggu dalfi ku di dalam" Riana bersikap tidak sopan kepada bi Sumi.


bi Sumi hanya mengela nafas panjang, ia tidak berani mengusir riana dari mansion utama karena ia sadar apa statusnya di sana.


di dalam mobil alisha merasa sangat kesal kepada putranya, sesekali alisha memujit pelipisnya, namun ia masih terus melajukan mobilnya ke arah rumah sahabatnya.