
hari-hari pun berlalu namun tidak ada kejelasan tentang hubungan pernikahan antara mereka berdua, kini kayla lebih memilih pokus dengan pekerjaan nya di kantor untuk mengalihkan semua rasa sedihnya dengan semua pekerjaan nya.
tokk.. tokk... tokk
"Masuk! " seru kayla dari dalam ruangan nya.
"Nona anda dapat panggilan ke kantor pusat tuan dalfa ingin bertemu dengan anda"
"Kenapa harus aku yang datang kesana?, Apa tidak bisa di wakilkan pekerjaan ku masih menumpuk disini"
"Maaf nona tuan dalfa memanggil anda secara pribadi jadi tidak bisa di wakilkan"
"Pribadi, apakah dia sudah mengetahui bahwa aku tidak bersalah dalam hal ini syukurlah kalau begitu"
kayla merasa sangat senang dengan hal ini tak menunggu lama lagi kayla pun segera bergegas pergi menuju kantor pusat untuk menemui suaminya, kayla menuju kantor pusat dengan sepeda motor yang ia beli dengan cara mencicilnya untuk menghemat uang dan waktu saat berpergian.
tak perlu waktu lama kayla sudah berada di kantor pusat dan menuju ke ruangan CEO tempat dimana suaminya bekerja.
saat setelah berada di depan pintu ruangan dalfa kayla pun langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, berapa terkejut nya ia saat melihat suaminya terlihat begitu intim dengan seorang wanita muda yang cantik dan seksi.
kayla terseyum menahan gemuruh di dalam hatinya, "maaf saya mengganggu'' Kayla langsung menutup pintunya kembali dan pergi meninggalkan tempat itu.
namun ternyata dalfa mengejar kayla sampai ke lobby, "Kayla tunggu" dalfa menarik tangan Kayla dengan sedikit kasar.
kayla Merasa sangat kesakitan saat kuku-kuku dalfa menancap di kulit nya namun kayla masih bersikap biasa saja tak menunjukan ekspresi apapun, kayla pun terseyum sinis mendengar ucapan yang di lontarkan dalfa kepada nya, " tuan dalfa yang terhormat jadi karena ini Anda mengundang saya untuk datang kemari, wah hebat sekali ck.. ck.. " kayla berdecak sambil tersenyum miring.
"Tanda tangani ini" dalfa tidak menjawab pertanyaan Kayla namun ia memberikan selembar kertas kepada kayla.
karena penasaran dengan cepat kayla membaca isi surat tersebut, namun ia meremas nya dan membuang kertas itu ke tempat sampah.
"Maaf tuan saya harus kembali bekerja" kayla bergegas pergi meninggalkan dalfa yang masih berdiri di tempatnya, namun kayla kembali menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan yang diucapkan oleh suaminya.
"dengar Kau bisa menyobek atau membuang kertas itu tapi keputusan ku sudah bulat aku tidak ingin hidup orang yang jahat seperti mu bisa berkeliaran dengan bebas, kau tahu karena ulah mu sampai saat ini diandra masih trauma.
tak jauh dari tempat dalfa berdiri seseorang sedang tersenyum sinis melihat perdebatan di antara mereka.
*
setelah perdebatan panjang kini kayla kembali ke kantornya semua menatap Kayla dengan tatapan penuh tanya karena saat melihat kayla pergi, ia terlihat begitu senang dan ceria namun saat kayla kembali dengan mata yang memerah.
kayla pun tak menghiraukan semua karyawan yang melihatnya dengan tatapan aneh mereka, kini ia kembali ke ruangannya dan kembali menangis sesenggukan di ruang istirahat nya.
Aaaaaaa........
kayla berteriak untuk menghilangkan semua beban kesedihan yang ia pendam selama ini, "Kenapa sesakit ini aku mencintaimu bahkan kau tidak mempercayai aku sama sekali, apa sebenarnya posisi ku di dalam hidup mu"