After Wedding

After Wedding
mie ayam



Pagi ini dari sebelum subuh udah terbangun, dan tidak bisa tidur lagi, rencananya pagi ini aku mau masak sambal ceker mercon kesukaan mas Rendy.


Jadi begitu terbangun kuputuskan untuk memulai masak saja, sekitar pukul setengah7 pagi aku baru beres dengan urusan dapur.


Begitu selesei aku segera mandi dan setelah selesei aku duduk diranjang sambil membangunkan mas Rendy.


"Mas bangun dong udah siang ini,"panggilku sambil mengelus pundak mas Rendy.


"Jam berapa sekarng yang?"tanya mas Rendy dengan mata masih terpejam namun tangan sudah masuk kedalam bajuku.


"Hampir jam 7 mas."jawabku singkat sambil kukecup bibir mas Rendy sekilas.


"Sebentr lagi boleh gak yang?"tanya mas Rendy.


"Mas nanti aku kesiangan lo, kalo nanti mau tidur lagi silahkan. tapi antarkan aku dulu ya mas,"ucapku pelan sambil membelai kepala mas Rendy.


Ahirnya mas Rendy bangun dan langsung kekamar mandi, sambil menunggu mas Rendy kuseduhkan dulu kopi untuknya.


"Kopinya diminum dulu mas."tawarku ketika mas Rendy sudah keluar dari kamar.


"Nanti saja yang, ayo kuantar dulu."jawab mas Rendy.


Aku segera keluar dan mengunci pintu, kulihat mas Rendy juga sudah siap. dengan pelan aku naik keatas motor dan perlahan mas Rendy melajukan kendaraan menuju kantor.


"Hati-hati yang, ingat jangan capek-capek!"pesan mas Rendy ketika aku sudah trurn dari kendaraan.


"Sapp bos, jangan lupa sarapan aku sudah masak menu spesial untuk mas."jawabku.


Setelah mas Rendy pulang kekontrakan aku segera naik keatas, sampai diatas kulihat Arga sudah serius dengan monitornya sedangkan Mutia dan Rio masih mengobrol.


"Pagi Mut pagi Io,"sapaku ramah.


"Pagi Ros."jawb Mutia serta Rio bersamaan.


"Arga pagi-pagi sudah sangat serius tumben?"tanyaku heran.


"Mau naik jabatan mungkin Ros."jawab Rio sekenanya, disertai tawa.


"Malian sudah sarapan belum? aku bawa lauk nih kita sarapan dulu yuk."ajaku pada mereka.


"Wah kebetulan Ros aku belum sarapan nih, aku ambil nasi dikantin dulu,.memang kamu bawa lauk apa Ros?"tanya Mutia penasaran.


"Bawa ceker mercon Mut, nanti kekantin ambil nasi sama tumis kangkung ya Mut,"ucapku, Mutia segera berlalu menuju kantin.


"Ga srapan dulu yuk, aku bawa lauk,"ajaku keArga.


"Wahh tumben banget Ros bawa lauk, apa lauk apa memang?"tanya Arga penasaran.


"Bawa sambal ceker mercon, itu Mutia lagi ngambil nasi sama tumis kangkung dikantin."jawabku lagi, kulihat aAga sudah berdiri lalu berjalan mendekat.


Tak lama Mutia juga datang, segera kukeluarkan sambar ceker 1 tupperware besar.


"Wahh mantapp nih."ucap Rio, sambil mencomot 1 biji ceker ayam.


"Waduhh pas banget nih belum sarapan."ucap Arga tak mau kalah langsung mencomot ceker ayam pula.


"Mantep banget ini Ros rasanya, kamu pintar masak ternyata."ucap Mutia, sambil menyuapkan ceker kedalam mulut.


"amAyo habiskan semua. nanti siang kita makan mie ayam yuk, udah lama banget gak makan mie ayam,"jawabku semangat.


Entah kenapa ahir-ahir ini aku sangat kuat makan mungkin karna efek sedang hamil tua. setelah selesei sarapan aku sama Mutia segera membereskan bekas makanan, 1 tupperware ceker merconku sudah liyau. setelah selesei aku kembali kemejaku.


...ΩΩΩ...


Saat sedang asyik mengerjakan laporan ponselku berdering bertanda ada panggilan masuk, kulihat nama Nita yang muncul dilayar ponselku. segera kugeser tombol warna hijau untuk menyambunkan panggilan.


"Halo mba, kerja enggak mba?"tanya Nita.


"Kerja dong, emang ada apa Nit?"tanyaku pada Nita.


"Nanti malam bakar-bakar yuk mba, udah lama nih kita gak bikin acara,"ajak Nita.


"Ehm kayaknya kalo nanti mlm belum bisa Nit, gimana kalo besok saja?"tanyaku pada nita.


Nanti malam kalo jadi aku mau keluar sama mb r


Rini sama mb Dewi serta para lelaki.


"Yadeh mb boleh, yaudah kalo gtu aku tutup dulu telponya. nanti kusampaikan ke ibu,"jawab Nita.


"Oke!"jawabku sambil mematikan sambungan telpon, kulihat sudah jam 11.45 berati sebentar lagi jam makan siang.


Langsung kumatikan komputerku lalu kebereskan barang pribadiku yang ada dimeja, setelah selsei aku berjalan menuju meja Mutia.


"Hai Mut, sudah kelar belum?"tanyaku pada Mutia.


"Sudah Ros, eh Ros aku kok kemaren pas pulang kerja seperti melihat Rara ya, tapi dia tidak sama Iwan dan tidak hamil Ros, apa mungkin sudah lahiran ya Ros?"ucap Mutia, aku sungguh kaget mendengarnya.


"Masa sih Mut, kalo menurut hitungan sekrang Rara baru jalan 8 bulan, karna gak beda jauh sama aku Mut. atau jangn-jangan Rara sudah lahiran ya Mut,"ucapku, jujur saja aku penasaran banget sama Rara, pasalnya begitu resign Rara seperti hilang ditelan bumi.


"Tapi, laki-laki itu siapa Ros? kenapa gak sama Iwan? padahal kan Rara sangat dilarang pergi tanpa Iwan?"tanya Mutia, sama penasaranya denganku.


"Entahlah Mut, aku sendri juga bngung. kamu ingat dulu sebelum hamil Rara sempat cerita jika Iwan sudah menikah lagi?lalu tak lama dia mengabarkan sedang hamil, mencurigakan tidak menurutmu?"tanyaku.


Menurutku mencurigakan jangan-jangan Rara yang memutar balikan fakta tentang Iwan.


"Haduhh entah deh Ros, aku malah bingung. nanti kapan-kapan kalo ada waktu aku ingin maen kerumah Rara,"ucap Mutia.


"Memang kamu tau rumahnya Mut?"tanyaku heran, pasalnya aku aja yang akrab dengan Rara tidak tau rumahnya.


"Tidak Ros, tapi aku tau kantor Iwan. nanti aku datang kesana saja tanya alamtnya."ucap Mutia sambil mebereskan barang pribadinya.


"Hai guyss!"teriak Arga sambil melangkah mendekatiku


"Apa jadi kita hari ini makan mie ayam?"tanya Arga lagi.


"Jadi si, aku ingin sekali makan mie ayam hari ini."ucapku dengan muka melas.


"Bagaimana yang lainya, kalo aku si ikut saja."jawab Mutia.


"Yasudah makan mie ayam oke."jawab Rio.


"Yee!"ucapku gembira.


"Karna hari ini makan mie ayam, jadi biar aku saja yang traktir oke."jawab Arga semngat.


Kami hanya tertawa melihat tingkah Arga yang tengil, kami segera turun kebawah menuju parkiran, begitu sampai parkiran kami segera masuk kedalam mobil Rio.


Setelah siap perlahan Rio melajukan mobil munuju kedai mie ayam, begitu sampai dikedai teryata sudah ramai karna pas makan siang jadi pasti antri.


Setelah mendapatkan tmpat duduk, kami segera duduk sambil menunggu pesananan datang.


"Lama sekali aku sudah lapar."aku terus saja menggerutu bahkan aku sudah abis es teh 2 gelas.


"Ros sudah, jngan minum es lagi nanti kamu kembung "ucap Mutia.


Ahirnya setelah lama menunggu mie ayam pesananan kami pun sampai, segera kuambil supit saos serta kecap, kubumbui sesuai seleraku sungguh nikmat acara makan siangku kali ini.