
Di Ruang tamu, semua para orang tua sedang berkumpul membahas soal rencana pernikahan dalfi dan diandra, dalfa datang bersama dengan Rio dan di ikuti seorang gadis yang terlihat Seperti habis menangis.
"Dalfa, rio kalian sudah datang nak?" alisha menghampiri putranya, dan kemudian melihat wanita yang berjalan di belakang putranya.
"Iya mom, ada yang harus aku bicarakan, tapi tidak disini" bisik dalfa melihat semua orang yang sedang sibuk dengan perbincangan hangat mereka mengenai pernikahan adiknya.
Dalfa tidak ingin semua mengacaukan perencanaan pernikahan adiknya, dan sampai semua anggota keluarga mengalihkan perhatian mereka padanya.
"Fa siapa dia?" alisha menunjuk pada wanita yang bersama dengan putranya.
"Dia kayla mom" dalfa menjeda perkataan nya, "Menantu mommy" ucap dalfa dengan santainya.
"what!" teriak alisha karena terkejut dengan perkataan putra sulungnya.
"Rio coba jelaskan apa yang terjadi, para tante?" alisha menatap tajam ke arah putra sahabatnya.
seluruh keluarga besar yang ada di sana menatap penuh tanya pada alisha.
"Mom kita bicarakan nanti di rumah okey" dalfa memberikan pengertian kepada mommy nya, "Aku mohon mom"
"Ada apa sayang" Sean menghampiri istrinya.
sedangkan dalfa menggelengkan kepalanya, untuk mengkode mommy nya agar tidak membicarakan tentang nya sekarang.
"baiklah mom akan tagih janji mu nanti" kemudian alisha berbalik kepada suaminya memberikan senyuman termanisnya.
"Nggak ada apa-apa kok mas, aku cuman terkejut aja tadi" alisha menggandeng tangan suaminya, meninggalkan dalfa yang masih berdiri bersama dengan Rio dan kayla.
"Rio, apa semua nya sudah selesai?"
"Semua sudah selesai kak" rio menjawabnya dengan memberikan berkas-berkas yang berada di tangannya.
dalfa mengambil nya dan membaca isinya, lalu memberikan nya kepada kayla, "Sekarang ini adalah milik mu, ambil dan simpanlah"
"Apa ini tuan?" Kayla mengerutkan keningnya dan menerima berkas-berkas yang di berikan oleh dalfa.
"Baca saja" dangan raut wajah datarnya, dalfa pun pergi meninggalkan kayla , dalfa berjalan menghampiri mom and dad nya.
Kayla mengerutkan keningnya, ia kini menatap rio yang berada di sampingnya, namun rio hanya mengangkat bahu nya tanda tak mengerti apapun.
kayla menghela nafasnya, kini ia menatap kearah dalfa yang kini sudah menjadi suaminya yang beberapa waktu lalu sudah menikahi nya dengan cara mendadak.
flashback
kesehatan tuan roman menurun drastis, membuat Kayla merasa sangat cemas, dan khawatir dengan kondisi pamannya.
dengan setia Kayla menemani pamannya selama tuan roman, menjalani pengobatan karena penyakit yang di deritanya sudah stadium lanjut, para dokter pun tidak bisa melakukan tindakan apapun lagi terhadap tuan roman.
Kini Kayla sedang menunggu hasil pemeriksaan medis pamannya, kayla berharap masih ada ke Ajaiban untuk menyembuhkan penyakit pamannya, walau kemungkinan itu sangatlah kecil.
"Paman, tenang lah semua akan baik-baik saja".
"Kayla, paman ingin bertemu dengan tuan Wijaya, tolong panggilkan dia kemari" paman berbicara dengan nada lemahnya.
dengan cepat kayla pun menelepon dalfa untuk datang ke rumah sakit tersebut, setelah menunggu beberapa puluh menit, akhirnya dalfa pun sudah sampai di sana bersama rio.
kayla membiarkan mereka berbicara di dalam sedangkan kayla hanya menunggu di luar saja, setelah dua puluh menit berlalu tiba-tiba seorang pria berpakaian dinas datang dan duduk menunggu bersama kayla.
awalnya kayla cuek, namun saat rio memanggil pria yang duduk d seberangnya dan kayla masuk ke dalam, ia baru mengetahui bahwa penjual itu adalah orang suruhan pamannya.
mengundang penghulu untuk menikahkan nya sebagai wali pengganti ayahnya, karena itulah janji tuan roman pada adiknya
dengan raut wajah yang dingin akhirnya dalfa pun menyetujui permintaan tuan roman untuk menikahi keponakan nya.
ijab qobul pun di bacakan, di hadapan pamannya, mereka menikah secara sirih
setelah kata sah di ucapkan mata tuan roman pun tertutup dengan raut wajah bahagianya, karena tugasnya kini sudah selesai dan kini dalfa lah yang akan menjaga kayla selanjutnya.
kayla menangis histeris memeluk pamannya, dengan penuh kelembutan dalfa menenangkan istri siri nya yang terus menangis.
setelah pemakaman selesai, mereka pun pergi ke kediaman amanda untuk menyaksikan acara lamaran dalfi dan diandra.
flashback end