After Wedding

After Wedding
SS 2 senjata makan tuan



"Dasar pria tidak pernah peka" geram Kayla, sambil terus berjalan meninggalkan suaminya yang sedang asyik dengan sarapan nya.


sedangkan di kamar lain diandra merasa sangat kesal dengan dalfi yang tidak kunjung membujuk nya, setelah semua yang dalfi lakukan dengan perempuan lain dihadapan nya tadi.


Apa dia tidak merasa sangat bersalah padaku, atau dia sengaja melakukan semua itu agar aku mendiamkan nya dan dia akan bebas melakukan apapun yang ia inginkan sesuka hatinya.


Diandra terus berbicara dalam hatinya, dan melihat ke arah dalfi yang terlihat cuek dan santai menikmati segelas kopi di hadapan nya.


diandra merasa sangat kesal, lalu terlintas ide konyol di benaknya ia pun melihat gelas kosong yang berada di tangannya.


pyaaar


Diandra menjatuhkan gelas itu ke lantai untuk mengalihkan perhatian dalfi, dan benar saja dalfi pun terkejut dan langsung menghampiri diandra.


"Rara ada apa" dalfi sedikit berlari menghampiri nya.


melihat itu diandra pun langsung berjongkok mengumpulkan pecahan gelas yang ia jatuhkan tadi.


"Tidak ada apa-apa kak aku tak sengaja menjatuhkan nya tadi."


"hati-hati jangan memegang itu nanti kau bisa terluka " baru saja dalfi selesai bicara apa yang ia takutkan pun terjadi.


srett


Diandra tak sengaja tergores oleh pecahan gelas itu dan tangannya pun berdarah, Diandra langsung terkejut dengan darah yang keluar deras dari jari nya.


Diandra menjerit ketakutan dan langsung jatuh pingsan, untung saja dalfi langsung menyangga wajah diandra jika tidak kemungkinan wajahnya juga akan ikut terkuka karena ikut terjatuh pada pecahan gelas yang berserakan di lantai.


diandra fobia darah, karena itulah ia langsung jatuh pingsan saat melihat jarinya terluka dan mengeluarkan banyak darah.


senjata makan tuan mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk diandra, niat hati ingin mencari perhatian suaminya, namun malah tak sadarkan diri karena fobianya pada darah.


lalu dalfi langsung membersihkan luka di jari istrinya dan membungkus nya dengan plaster.


tak berapa lama kemudian diandra pun sadar dari pingsannya lalu memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.


Diandra baru ingat dengan lukanya lalu ia pun kembali melihat jarinya yang terluka, ia menatap jarinya yang sudah terbungkus bungkus oleh plaster.


diandra pun bernafas lega, ia menyesali kekonyolan yang sudah ia buat sendiri.


"apa kau butuh sesuatu" tanya dalfi.


"minum" diandra merasa tenggorokan nya terasa kering.


dengan cepat dalfi pun langsung menyodorkan gelas yang berisi air putih pada istrinya, Diandra pun langsung mengambi nya dan meneguknya dengan sekali tegukan.


"pelan-pelan saja" ucap dalfi.


"terimakasih kak" diandra memberikan gelas kosong itu kembali pada suaminya.


dalfi pun langsung mengambil gelas itu dan mengabil tisu, untuk mengelap bibir istrinya yang basah karena minum dengan terburu-buru.


Diandra terkejut dengan perlakuan manis suaminya, namun ia juga merasa sangat senang hati nya kini merasa sangat berbunga-bunga.


dan tatapan mereka berdua pun terkunci satu sama lainnya, kemudian mereka berdua pun saling mendekatkan dirinya.


melihat wajah tampan suami nya semakin mendekat padanya Diandra pun mulai memejamkan matanya dan memanyunkan bibirnya.


kemudian dalfi menjentikkan jari nya di kening Diandra, "Apa yang sedang kau pikirkan hah"