After Wedding

After Wedding
kembalikan



Dari sehabis zuhur aku sudah menunggu kedatangan mas Rendy, tadi mas Rendy bilang cuma sampai siang aja. tapi nyatanya sudah hampir jam 2 masih belum sampai, aku sudah benar-benar gak tahan nyimpen sendrian pengen cepet cerita.


"Bu Ryu masih tidur?"tanyaku.


Aku baru saja selsei pumping, sedangkan Ryu tidur didepan tv sama ibu. ayah lagi dapet proyek kecil-kecilan, bikin jembatan didesa sebelah.


"Belum Ros, kamu makan aja dulu."ucap ibu.


Aku rutin pumping 2 jam sekali, dan kalo abis pumping aku pasti makan. supaya nanti kalo pumping lagi, asinya udah banyak.


"Iya bu. mas Rendy ko belum sampai ya bu? tadikan bilangnya siang pulang."ujarku.


"Mungkin saja masih ada kesibukan Ros, memang ada apa?"tanya ibu.


"Gak ada apa-apa ko bu. yaudah deh aku makan dulu bu,"pamitku seraya beranjak kedapur.


Tepat saat aku tengah makan, kudengar suara motor mas Rendy."mas ayo masuk."ajaku seraya membuka pintu samping.


"Mas mau makan sekarang?"tanyaku seraya memberikan segelas air putuh untuk mas Rendy.


"Nanti aja yang aku belum laper, itu dapet ikan. tadi nyari ikan sama irwan."ucap mas Rendy.


Tanpa basa basi aku segera keluar, kulihat ada karung kecil didasbor depan motor mas Rendy. segera kubukan dan ternyata, isinya ikan.


Lumayan banyak dan semuanya besar-besar, aku berbinar bahagian. segera kupanggil ibu, guna kukasih tau ikan bawaan mas Rendy.


Kami hidup diperairan jadi kalo ingin masak ikan bukanlah hal yang mudah, tidak perlu beli. ada banyak car untuk mendapatkan ikan gratis.


"Bu mas Rendy dapet ikan banyak, kita bersihin yuk. biar Ryu ditemani ayahnya,"ucapku.


"Ikan apa Ros? Rendy dapat dari mana?"tanya ibu.


"Ikan nila bu, mas Rendy nyari tadi."jawabku


Aku segera berlalu kebelakang sambil membawa ikan, sedangkan ibu mengikutiku. Hingga jam 4 sore baru selesei, mas Rendy sudah membawa Ryu maen.


Begitu selesei segera kumandikan Ryu, aku sudah sangat tidak sabar ingin segera menceritakan pada mas Rendy. selsei memakaiakan baju Ryu, aku segera mandi. sedangkan Ryu sedang menyusu, seraya ditemani mas Rendy.


Aku mandi tidak perlu lama, karna dalam pikiranku hanya ingin seger menyampaikan pesan dari Nita. begitu beres mandi aku segera mengusul Ryu, yang sedang didorong mas Rendy.


Sekarang giliran aku menemani Ryu, sedangkan mas Rendy mandi. selesei mandi mas Rendy langsung menyusulku, lalu membawa Ryu bermain sembari mendorong kereta Ryu.


...ΩΩΩ...


Sehabis magrib ku kasihkan ke Dinda, dan mas Rendy segera kuajak makan. begitu sampai kedapur, segera kuambilkan mas Rendy nasi serta lauk pauk.


Seketika mas Rendy menghentikan makan dan langsung menatapku."Terus sekarang uangnya mana?"tanya mas Rendy.


"Masih sama Dinda."jawabku.


Mas Rendy segera mengambil ponsel, dan segera menghubungi seseorang."Halo Din."sapa mas Rendy, rupanya mas Rendy menelpon Dinda


"Iya mas ada apa?"tanya Dinda, aku bisa mendengar dengan jelas karna mas Rendy melospeaker.


"Apa mba Nita ngirim uang?"tanya mas Rendy.


"Iya mas ini 1 juta."jawab Dinda.


"Kirim aja lagi ya dek, nanti kirim struknya ke mas aja."ucap mas Rendy.


Setelah selesei menghubungin Dinda, mas Rendy kembali melanjutkan makan."Mas kenaoa dipulangin?"tanyaku.


"Gak apa-apa. aku masih sanggup ngasih makan kamu sama Ryu."jawab mas Rendy sembari menahan amarah.


"Sudah lah mas biarkan saja, nama keluarga ya gitu."jawabku santai.


Tak lama ponsel mas Rendy kembali bergetar, dengan segera mas Rendy membuka pesan masuk. dan tak lama mas Rendy mulai mengetikan sesuatu dilayar ponselnya, setelah selsei kembali mas Rendy meletekan ponsel dimeja.


"Uangnya udah dikirim ke Nita, tadi aku juga udah ngabarin Nita,"ucap mas Rendy.


Aku tau mas Rendy saat ini tengah menhan amarah, sejujurnya akupun begitu. jika nanti aku sudah kaya akan kubalas, tiba-tiba pikiran buruk langsung menghampiriku.


Selsei makan mas Rendy mengajaku santai diteras, seraya membawa kopi."Aku kecewa banget sama keluargaku sendiri, kayaknya aku ini gak dianggap. mentang-mentang miskin, langsung gak dianggap."ucap mas Rendy.


"Mas udahlah. lagian kalo memang yaudah, meski kamu bohong aku akan tetap percaya suamiku sendiri dari pada orang lain,"jawabku.


Mas Rendy menghela nafas, lalu menghembuskan kembali."Kalo kamu dposisi aku pasti merasakan hal yang sama."


"Dari kecil aku gak pernah minta apapun sama orang tua, apa yang aku inginkan kudapatkan sendiri, meski harus kerja keras. dari dulu prioritasnya hanya Nita, aku pengen liat si sebaik apa suami Nita pada mertua."ucap mas Rendy.


"Kita cuam tinggal nonton aja si mas, gak perlu pusing-pusing mikirin yang aneh-aneh."ucapku sembari menenagkan mas Rendy.


"Yaudah aku masuk dulu ya mas mau pumping, udara malan dingin banget gak baik kalo buat kesehatan,"ucapku seraya mengcup bibir mas Rendy sekilas dan berlalu masuk kedalam rumah.


Sampai didalam aku langsung duduk didepan tv, sembari menemani Ryu yang tengah bermain."Apa iya yang diceritakan Dinda?"tanya ibu.


"Iya bu. tapi ibu gausah cerita sama ayah ya bu,"jawabku.


Jujur saja aku gak enak kalo sampai ayah dengar semua ini, kasian juga nanti mas Rendy. gara-gara ulah adeknya, dirinya juga kena getahnya istilah ngomongnya.