After Wedding

After Wedding
berbahagia



Setelah diazani baby Ryu langsung digendong ibu, dengan gemas ibu menciumi Ryu. karna merasa terganggu Ryu mengeliat sambil menjulurkan lidah, sontak semua yang ada diruang tertawa.


Dinda pun tak kalah heboh ingin menggendong bayi mungil yang masih merah."Bu aku pengen gendong sebentar saja."ucap Dinda sambil merengek.


"Memang kamu bisa? ini masih bayi lo tulangnya masih muda,"jawab ibu.


"Bisa bu. nanti setelah gendong sebentar aku pulang sama bi Wati."jawab Dinda sedikit memaksa.


Diruangan ini ramai ada om Budi, om Pandi, om Rizal, ayah, ibu, bi Wati, Dinda serta mas Rendy yang duduk disebelahku sambil mengelus-elus tanganku.


"Kasihkan saja sebentar bu."ucapku tak tega melihat Dinda terus merengek.


Dengan sangat hati-hati ibu memindahkan Ryu kepangkuan Dinda, sambil tersenyum Dinda terus mencium pipi merah Ryu.


"Oiya mas Rendy. siapa nama anak gantengnya onty ini?"tanya Dinda sambil menimang-nimang Ryu.


"Untuk sementara Ryu, kelanjutanya besok waktu aqiqhan ya."jawab mas Rendy sambil tersenyum kearahku.


"Wah baby Ryu tampan, anak onty."ucap Dinda sambil terus menciumi, sontak kami semua tertawa melihat tingkah Dinda.


"Nikah Dinda kalo mau punya anak sendiri,"ucap ibu dan hanya dibalas cengiran oleh Dinda.


Pukul satu dini hari Dinda bi Wati om Rizal serta om Pandi pulang, hanya menyisakan ayah ibu om Budi sama mas Rendy disini.


Ibu tidur dibrankar kosong samping ranjangku, ayah serta om Budi diluar sedangkan mas Rendy masih mengobrol sama aku."Liat yang Ryu utak atik tuh,"ucap mas Rendy sambil menunjuk kearah box bayi.


"Eh yampun lucu banget yah mas."jawabku sambil tersenyum kearah Ryu.


Jujur saja begitu Ryu lahir segala sakit yang kurasakan selama puluhan jam langsung hilang seketika.


"Yang ayah ibu sama Nita sudah dijalan lo,"ucap mas Rendy sambil tersenyum kearahku.


"Memang berangkat jam berapa dari sana mas?"tanyaku.


"Entah yang. mungkin nanti jam tiga sudah sampai sini."jawab mas Rendy.


"Yaudah bobo dulu yang istirahat ya, aku tunggu disini aja."ucap mas Rendy lagi. tak lana aku benar-benar terlelap, rasanya begitu nyaman serta lega tidurku kali setelah berjuang keras melahirkan Ryu.


...ΩΩΩ...


Pukul dua dini hari aku terbangun karna kaget mendengar suara jeritan tangis dari Ryu, kulihat mas Rendy tidur dibawa segera melompat kearah box Ryu.


Begitu pula dengan ibu yang juga terbangun, tak lama perawat Dewi pun datang keruangan sambil membawa sebotol susu. Asiku memang sudah keluar tapi belum banyak jadi untuk sementara Ryu diberi susu formula dulu.


"Mungkin haus bu, ini susunya."ucap perawat Dewi seraya mendekat lalu memberikan susu.


dengan kuat Ryu mengenyot dot yang berisi susu, dalam sekejap susu pun telah tandas."Waduh haus banget ya, kalo minun susu formula ayahnya harus giat bekerja."ucap bidan Fitri sambil tersenyum.


Rupanya bidan Fitri juga mendengar suara tangis Ryu jadi langsung kemari melihat keadaanya.


"Nanti kalo Asi Rosa sudah lancar ya minum Asi saja bu,"jawab ibu sambil tersenyum.


Tak lama bidan Fitri pun pamit undur diri untuk istirahat. setelah bidan Fitri keluar ibu pun kembali merebahkan tubuhnya ditempat semula.


Sementara mas Rendy tiduran dilantai dekat box bayi Ryu dengan beralaskan tikar. Ryu sendiri sudah tertidur sedari mengahabiskan susunya tadi.


Sebelum memejamkan mata aku kembali melihat box berisi Ryu, aku masih enggak percaya sekarang ini sudah jadi orang tua. aku sangat bersyukur dikelilingi keluarga yang peduli serta sayang padaku.


...ΩΩΩ...


Tak lama bidan Fitri datang keruangan langsung mendekat kearahku." lepas dulu ya Ros selang keteternya, tahan nafas sebentar."ucap bidan Fitri seraya menarik pelan selangnya dari inti tubuhku.


Setelah dicabut bidan Fitir segera mengambil alat tensi darah, lalu segera memeriksa tensi darahku. setelah selesei diperiksa aku segera mandi.


Setelah selesei mandi aku segera sarapan dengan disuapi ibu, sedangkan Ryu tengah tidur lelap setelah menghabiskan satu botol susu formula.


"Bu mas Rendy kemana?"tanyaku penasaran karna sedari tadi tidak melihat mas Rendy.


"Pulang Ros. mau nyuci kain-kain yang dipakai semalam."jawab ibu sambil menyuapkan nasi kemulutku.


"Abis ini kita pulang kan bu?"tanyaku lagi.


"Iya Ros. sambil nunggu om Rizal,"jawab ibu.


Setelah selesei menyuapi ibu segera berkemas barang-barang yang akan dibawa pulang, tak lama mas Rendy datang bersama om Rizal untuk menjemput.


Setelah pamit dan mengucap trima kasih pada Bidan Fitri juga perawat Dewi kami segera pulang.


Begitu sampai dirumah ternyata sudah sangat ramai.


"Assalamualaikum."salamku sambil dituntun mas Rendy masuk kedalam rumah.


Sedangkan Ryu digendong sama ibu, ibu mertua yang melihatku pulang segera menghampiriku langsung memeluk."Selamat ya nduk kamu sudah jadi ibu,"ucap ibu mertua sambil manangis haru.


Sedangkan Ryu sudah digendong oleh ayah mertua dan sedang dikerubuti ayahku, Nita, Dinda juga Fero calonya Nita.


Setelah basa basi sebentar dengan para bibiku aku segera izin kekamar, Rasanya badanku belum sepenuhnya fit masih seperti melayang.


Begitu sampai dikamar segera kurebahkan tubuh lelahku dengan dibantu mas Rendy."Rasanya kok aneh ya mas abis melahirkan,"ucapku sambil membenarkan bantal di kepala.


"Iya sayang karna abis ada isinya sekarang kosong jadi rasanya ringan."jawab mas Rendy sambil tersenyum


"Mas nanti kalo ada yang keluar titipin aku pocari sama susu uht ya mas,"ucapku.


"Iya nanti kalo gak aku saja yang keluar."jawab mas Rendy sambil membereskan tas yang tadi dibawa dari klinik.


Aku benar-benar merasa bersyukur selalu dikelilingi orang-orang baik. saudaraku semuanya sayang serta mertuaku yang juga sayang. tak lama Ryu sudah diantar ibu mertua kekamar.


"Nduk kayaknya ini haus, dari tadi jilat-jilat bibir terus."ucap ibu mertua sambil meperlihatkan Ryu yang lucu.


"Cob asi langsung aja bu,"jawabku sambil membenarkan posisi senyaman mungkin.


Setelah pas segera ku posisikan Ryu untu asi langsung dariku, namun sayangnya Ryu belum bisa. karna tak sabar Ryu langsung menangis kencang kehausan.


"Bikin susu saja mas kasian Ryu belum bisa asi."ucapku sambil menimang Ryu supaya diam.


"Nanti sering diajari asi langsung ya nduk, supaya terbiasa,"ucap ibu mertua dan ku jawab anggukan kepala.


Setelah susu jadi segera kukasihkan ke Ryu. rupanya dia benar-benar haus pasalnya hanya menghitung menit susu setengah botol sudah habis.


Begitu habis Ryu langsung terlelap kembali, dengan gerakan pelan segera kupindahkan Ryu kedalam kasur khusus untuknya.


Setelah ibu keluar dari kamar aku kembali merebahkan tububku diatas ranjang, mencoba kembali memejamkan mataku.