After Wedding

After Wedding
pertama berkunjung



Dua hari sudah mas Rendy dirumah orang tuanya, kemarin sore mas Rendy ngasih kabar kalo besok aku dijemput. aku juga udah bilang sama ayah ibu, ini kali pertama aku pergi setelah punya Ryu.


Pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan keperluan Ryu, dari mulai baju susu pampers alat mandi serta yang lainya. begitu banyak barang bawaan milik Ryu, sedangkan aku hanya 1 ransel kecil.


Ryu sudah mandi, aku juga sudah mandi. tadi mas Rendy sempat nelpon katanya mungkin jam 11 sudah sampai, tapi sekarang sampai jam 12 belum juga sampai. karna mengantuk aku memutuskan tidur terlebih dahulu, Ryu juga tidur dikeloni sama ibu.


Lgi enak-enaknya tidur, tiba-tiba pundaku digosok-gosok pelan. setelah aku membuka mata ternyata mas Rendy sudah duduk dipinggir ranjang, segera kududukan tubuhku sembari mengucek-ngucek mata.


"Mas sudah sampai dari tadi?"tanyaku parau.


"Lumayan, bisa minta tolong buatkan mie instan untuku sama Fero?"tanya Mas Rendy.


"Bisa, sebentar aku kekamar mandi dulu."Aku menjawab sembari berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar.


keluar dari kamar mandi tak lagi kutemui mas Rendy, aku pun segera keluar dari kamar. ternyata mas Rendy tengah ngobrol sama Fero di taman samping, ditemani kopi.


Tak berniat menemui Fero terlebih dahulu aku langsung berlalu langsung kedapur, kuambil 2 bungkus mi instan lalu langsung kumasak. setelah matang, aku segera memanggil mas Rendy.


"Mas sudah matang makan dulu."ucapku pelan.


"Ah iya, ayo makan dulu."ajak mas Rendy.


Aku berjalan terlebih dahulu didepan mereka, segera kusiapkan piring serta gelas untuk mereka berdua makan. setelah tersedia semua aku langsung kembali, kuteliti setiap barang yang akan kubawa takut ada yang ketinggalan.


Setelah makan mas Rendy santai sembari menunggu Ryu bangun dari tidur, mereka ngobrol ditemani ayah serta ibu. tak lama mas Rendy masuk, lalu ia berbaring disamping Ryu.


"Tidur dari jam berala Ryu yang?"tanya mas Rendy.


"Tadi sebelum mas Rendy datang tadi dià belum lama tidurnya,"jawabku.


"Dari sana tadi beraangkat jam berapa mas?"


"Jam 9 kayaknya, tapi bawa mobilnya pelan jadi sampai siang baru sampai."


Tak lama mas Rendy pun ikutian tidur, kebetulan habis makan dan memang sekarang waktunya tidur siang. aku membaringkan tubuhku disebelah kiri Ryu, sedangkan mas Rendy sebelah kanan.


Aku membuka ponsel, seperti biasa aku sangat hobi membaca novel online jika ada waktu senggang. tak lama Ryu bangun, aku segera memberinya susu. begitu 1 dot habis, aku mulai berkemas.


Sekitar jam 2 siang, kami semua sudah siap. mas Rendy sedang memasukan barang bawaan, dari mulai tas baju Beras dan yang lainya.


"Oma Iyu maen krumah nenek dulu ya?"pamitku pada ibu.


"Iya Iyu, disana Iyu gak boleh gak boleh rewel ya."pesan ibu sembari mencium kening Ryu.


Lalu beralih pada ayah, ayah pun menciumi pipi gembil Ryu. lalu mas Rendy dan Fero pun melakukan hal yang sama, berpamitan pada ayah ibu.


"Bu yah berangkat dulu ya Assalamualaikum."pamit mas Rendy.


"Walaikumsalam, hati-hati cepat kasih kabar begitu sampai."pesan ibu.


Sekitar jam setengah 6 sore baru kami sampai dirumah mertua, ibu mertua bersama Nita langsung lari keteras begitu dengar suara mobil berhenti. ibu langsung membuka pintu belakang, dan langsung menggendong Ryu sayang.


Sampai didalam rumah Ryu segera dibaringkan diatas kasur lantai yang sudah disiapkan, aku segera kekamar mandi cuci kaki dan tangan. karna sudah sore Ryu tidak kumandikan, hanya kulap menggunakan kain hangat saja tubuhnya.


"Gak dimandikan nduk?"tanya ibu mertua.


"Enggak ah bu, udah sore ini nanti masih masuk angin."jawabku sembari membuka pakaian yang dipakai Ryu.


Kedua mertua Nita serta mas Rendy berkumpul disekeliling Ryu, mereka begitu gemas melihat tubuh Gembul Ryu yang begitu putih mulus.


Tak lama buda yang rumahnya disamping rumah mertuaku pun datang, bude sama pakde pun sama seperti mereka. keduanya begitu gemas dengan Ryu yang bertelanjang bulat, badanya begitu montok dan putih.


"Aduh siganteng Ryu udah dateng yaa."ucap bude sembari menciumi perut gembul Ryu.


"Iya mbh baru aja sampai ini."jawabku menirukan suara anak kecil.


"Mirip siapa yah ini Ryu kok ganteng banget?"tanya pakde sembari tertawa.


"Mirip ayahnya lah!"jawab ayah mertua.


"Enggaklah, Rendy dulu gak kaya gini kok kecilnya."bude langsung menyangkal ucapan ayah mertua.


Semua tertawa mendengar jawaban bude, Ryu sudah kebiasaan jika malam ia selalu kupakaikan setelan tidur panjang. Memakai baju panjang membuaT Ryu berlipat-lipat gantengnya, begitu menggemaskan.


"Loh cucu nenek ko kayak ulet bulu malahan."ucap ibu mertua sembari menciumi pipi Ryu.


Aku terdiam sembari menatap perut Nita yang keliatan begitu bulat menyembul dibalik baju tidur yang ia kenakan, mungkin Nita merasa jika sedang kuperhatikan ia menoleh dan tersenyum kearahku.


"Kenapa mba?"Tanya Nita sembari tertawa.


"Em enggak, itu udah berapa bulan si utun?"tanyaku sembari mengelus perutnya yang buncit.


"Berbulan-bulan."jawab Nita singkat sembari tertawa.


Aku diam tak bertanya kembali, aku semakin yakin jika Nita sudah hamil sebelum menikah. aku perempuan, aku juga pernah merasakan hamil. untuk ukuran 3 bulan perut Nita sudah sangat besar, kuperkirakan ada sekitar 5 atau 6 bulan kehamilanya itu.


Tapi aku tidak berani terlalu banyak tanya, ia enggan menjawab berarti ia belum ingin bercerita. oke baik aku paham, aku gak akan membahasnya lagi. yang penting aku sudah tahu, kuperkirakan 3 bulan lagi ia melahirkan. coba kita tunggu 3 bulan kedepan, apakah yang akan terjadi.


"Bu titip Ryu ya, udah tidur kok aku mau mandi."pamitku.


"Iya nduk, mandilah biar Ryu sama ibu."jawab ibh mertua.


Tadi setelah lelah bermain, digendong sana digendong sini segera kubuatkan susu. belum juga habis 1 botol ia sudah tertidur, sepertinya ia juga kecapean.


Aku segera masuk kedalam kamar mas Rendy, Sedangkan Ryu sengaja ku baringkan didepan tv supaya enak ngawasinya. segera ku telpon ibu untuk mengabarkan kalo kami sudah sampai, aku yakin ibu sudah menanti-nanti kabar dariku.


Selesei memberi kabar ibu aku segera masuk kedalam kamar mandi, sebelum mandi kutengok Ryu sebentar. ternyata ia ditemani ayah mertua, sedangkan ibu sedang sibuk didapur menyiapkan makan malam dibantu Nita. mas Rendy sedang menemani Fero mulangin mobil yang tadi digunakan untuk menjemput kami. begitu masuk kekamar mandi segera kuguyur tubuh lelahku menggunakan air dingin, Sedikit dapat mengurangi rasa lelahku setelah perjalanan.