
ting .
suara ponsel Kayla berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk, kayla langsung membuka pesan itu ternyata pesan dari dalfi yang menanyakan keberadaan nya.
kayla Hanya membaca pesan tersebut tanpa ingin membalasnya, kayla kini kembali pokus dengan mencari tahu siapa pemilik perusahaan itu.
tidak hanya itu kayla pun mulai mencari tahu keberadaan nyonya Anita yang tidak pernah terlihat selama ini,
"aku yakin ini semua ada kaitannya dengan nyonya anaita," pikir kayla.
gio apakah kau tahu dimana nyonya anita berada saat ini?"
kayla terus mengorek informasi tentang nyonya anita pada asisten mendiang pamannya, karena kayla yakin gio pasti tahu sedikit informasi tentang nyonya anita.
Gio pun kini mulai mengingat kembali kejadian sebelum nyonya anita pergi dari rumahnya, dan meninggalkan tuan roman saat dalam kesusahan.
"Setelah kejadian terakhir nyonya anita meminta uang sebesar lima puluh miliar, nyonya anita tidak pernah terlihat lagi."
"Apa paman memberikan uang sebanyak itu pada nya?" tanya kayla penasaran.
"tidak, tuan roman hanya memberikan setengahnya saja, lalu kemudian nyonya Anita pergi dan entah kemana sampai saat ini" ucap gio apa adanya.
"lalu dimana riana?, apa dia bersama ibunya"
"Nona Riana tinggal di apartemen nya, ia melakukan pergaulan bebas bersama dengan teman-teman nya, dan dia akan pulang atau datang ke perusahaan saat uangnya sudah habis untuk berpoya-poya" ucap gio menjelaskan panjang lebar.
Kayla menghembuskan nafas kasar setelah mendengar kan penjelasan gio dengan baik, Kayla memijit keningnya karena tidak mendapatkan petunjuk apapun.
setelah menutup sambungan teleponnya, kini kayla pun mulai mengcopy data-data perusahaan yang berkaitan dengan perusahaan asing itu.
Setelah menunggu tiga puluh menit kini rio dan dalfa pun sudah sampai di perusahaan Wijaya group, mereka melangkahkan kakinya menuju ruang kerja kayla.
saat mendengar suara pintu terbuka kayla pun menoleh melihat siapa yang datang, lalu kemudian kayla berjalan menghampiri kedua pria itu.
"apa ada yang serius?" dalfa bertanya dengan wajah datarnya.
Kayla tidak menjawab pertanyaan dalfa, ia langsung menyodorkan berkas yang sudah di cetak kepada dalfa.
dalfa membuka berkas tersebut dan membacanya dengan seksama, kemudian dalfa mengerutkan keningnya, dan mengubah ekspresi wajahnya.
kayla yang melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan dalfa membuat nya semakin penasaran dengan apa yang terjadi.
"Tuan apa kau mengenal siapa pemilik perusahaan ini?" tanya Kayla yang sangat penasaran.
Tidak hanya kayla gio dan rio pun ikut penasaran dengan jawaban yang akan di katakan oleh dalfa.
dalfa pun menghela nafasnya panjang, " sebenarnya aku tidak tahu siapa dia, tapi dia pernah meminta kerja sama dengan tuan Adipurna, dan yang datang adalah seorang wanita yang bernama Anita, dia berlaku tidak sopan mencoba membujuk dan merayu tuan adipurna karena itulah tuan Adipurna tidak menyetujui permintaan nya" dalfa menjelaskan panjang lebar.
"Aku yakin, nyonya Anita adalah pion dari yang manfaatkan oleh pemilik perusahaan itu" kayla menerka-nerka.
"mungkin tebakan mu benar nona, karena pada saat itu nyonya Anita juga terus merayu tuan roman, pada awalnya tuan roman tidak menerima permintaan nya namun nyonya Anita mengancam akan bun*h diri, jika sampai tuan roman menolak kerjasama nya, dengan alasan malu pada temannya" ucap gio lagi.
bersambung