
Kini kakak beradik itu masih termenung dan memikirkan bagaimana cara untuk menyatakan perasaannya, pada istri-istri mereka tampa harus menurunkan harga diri mereka sebagai laki-laki.
"kalian berdua itu terlalu aneh" ucap seseorang pria lain di samping mereka yang entah sejak kapan berada di sana.
"Apa maksudmu" jawab twins D serempak.
"Ya aneh untuk menyatakan cinta pada istri kalian saja masih mementingkan harga diri, apa kalian tidak dengar para istri kalian meragukan kejantanan kalian sebagai seorang pria normal, apa kalian tidak berminat untuk membuktikan bahwa kalian adalah pria sejati" ucap Rio sedikit mulai memanas-manasi dua saudara kembar itu.
"Kau itu anak kecil tidak tahu apapun tentang cinta" ucap dalfa melempar bantal sofa yang berada di dekatnya.
dengan cepat rio menangkap bantal itu, lalu menghela nafas nya.
"tapi apa yang d ucap kan Rio ada benarnya juga kak'' timpal dalfi.
"ya aku memang tidak terlalu tahu soal cinta tapi saat aku jatuh cinta pada seorang gadis, aku akan langsung menyatakan perasaan ku pada nya, sebelum dirinya menjadi milik orang lain " Rio mulai membuka ceramah dadakanya.
"Aku setuju dengan ap yang Rio katakan, lalu bagai mana pendapatmu'' dalfi meminta solusi pada kakaknya.
"Bagai mana aku tahu" ucap dalfa bingung, karena ia tidak punya pengalaman apapun tentang cinta.
"Terlalu banyak berpikir maka istri-istri kalian akan di ambil buaya buntung yang berkeliaran mencari mangsa" ucap Rio santai sambil menyilangkan kakinya.
"Kenapa bisa begitu" tanya dalfa dengan polosnya.
"Coba lihat saja disana" rio menunjuk dengan dagunya.
Dalfa dan dalfi pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh rio, betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang Rio maksud.
Dua wanita cantik turun dari tangga memakai pakaian seksi, membuat pria yang sedang bergosip di ruang tamu itu berlari menghampiri istri mereka masing-masing.
"Mau kemana kalian" teriak twins D pada istri mereka.
dengan cepat dalfa membuka jasnya dan menutupi paha istri-nya yang ter ekspos.
begitu juga dalfi yang langsung memanggul istrinya bagaikan karung beras menuju kamarnya.
"Diam kalau tidak kita berdua akan jatuh bersama"
mendengar ucapan suaminya Diandra pun langsung menurut.
Di bawah sana rio ternganga melihat pemandangan yang mengejutkan baginya , lalu ia pun kembali duduk masih dengan ekspresi wajah yang sama.
"mereka adalah pasangan paling aneh yang pernah aku lihat, da ya sejak kapan kakak memakai pakaian kurang bahan seperti itu, jika mama tahu habislah dia" guman rio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
sedangkan dalfa menggendong kayla ala bridal style, menuju kamar mereka.
"Mas turunkan malu bagai mana jika nanti mom alisha atau dad sean melihat kita." kayla langsung bersembunyi di dada bidang suaminya.
"Biarkan saja mereka tahu" ucap dalfa dengan santainya.
dalfa membuka pintu kama dan menutup nya menggunakan kaki lalu membaringkan istrinya di ranjang, kemudian mengunci tibuh istrinya.
"mas apa yang kau lakukan" Kayla merasa malu dengan tatapan penuh minat dalfa.
kini dalfa sudah siap dan tidak perduli lagi dengan ego dan gengsinya ia sudah siap menerkam istrinya saat ini juga.
"mas" Kayla berusaha untuk membuka genggaman tangan suaminya.
"Apa kau sudah siap" Tanya dalfa.
"Apa?" tanya kayla tak mengerti.
kemudian mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lainnya.
cup
dalfa mengecvp kening istrinya.
bersambung