After Wedding

After Wedding
SS 2 salah paham



Di dalam ruangannya Dalfa sedang memeriksa semua berkas-berkas yang di berikan oleh RM Diamond, yang sudah di tangan tangani oleh tuan roman selaku pemilik RM Diamond sendiri.


"Bagaimana dad menurut mu?" dalfa meminta saran nya pada sang daddy.


"Bagus, Daddy setuju saja!"


setelah meminta persetujuan dari Daddy nya dalfa pun menandatanganinya, tanda sudah deal, "Rio atur pertemuan nya kembali dengan pemilik langsung dari Rm Diamond, aku ingin bertemu langsung dengan nya."


"Baik tuan" Rio pun dengan segera melaksanakan tugas yang di berikan atasannya.


Di ruangan lain kayla sedang merasa kesal dengan sosok bos nya yang tiba-tiba muncul di hadapannya, dan mengajukan banyak pertanyaan yang menurutnya sangat tidak penting.


"Pria aneh!, kadang dia bersikap manis, kadang juga seperti gunung es yang begitu dingin, Seperti dua orang yang Berbeda saja apakah dia punya sisi berbeda?'' pikir kayla dalam hati, dan menatap jengah pada pria yang berada di hadapannya.


"Kayla aku mohon terimalah tawaranku, kali ini saja anggap sebagai tanda petemanan kita, kau tenang saja aku tidak akan berbuat jahat pada mu, aku hanya mengajakmu makan malam" dalfi berusaha membujuk agar kayla mau ikut dengan nya.


"Maaf tuan, kita bicarakan nanti saja setelah pekerjaan ku selesai."


"Baiklah, aku akan keluar dulu sebentar'' dalfi pun melangkah kan kakinya keluar dari ruangan kayla.


sebenarnya dalfi datang ke perusahaan Wijaya memenuhi permintaan sang daddy, namun saat ia berjalan, ia seperti melihat sosok yang begitu familiar dan selalu ada di dalam ingatannya.


dalfi tetaplah dalfi seorang playboy cap kakap, dia selalu menyukai sebuah tantangan saat menaklukkan hati wanita, namun berbeda dengan wanita lainnya kayla begitu sulit di taklukan.


Dengan berbagai macam cara agar kayla mau ikut dengan ajakannya, namun tetap saja nihil.


namun dalfi tidak mau menyerah begitu saja, karena hanya kayla yang sudah mengisi hati yang sesungguhnya, meskipun masih banyak gadis yang masih sering menempel di sampingnya.


dalfi keluar dari ruangan kayla untuk menerima telepon dari mantan kekasihnya, "halo kenapa kau terus mengganggu ku terus, apa kau lupa kalau kita sudah putus."


"tapi sayang aku tidak ingin putus dengan mu" terdengar suara seorang wanita yang sedang menanggis sesenggukan.


"Aku tidak perduli" dalfi langsung mematikan sambungan telepon nya.


*


seorang gadis yang berpenampilan glamor, merasa sangat kesal karena di abaikan begitu saja oleh dalfi, dia menelepon dalfi dengan berpura-pura menangis, namun ternyata dalfi tetap saja tidak perduli dengan nya.


"Kurang ajar" prang.. gadis itu melempar gelas yang berada di hadapannya ke sembarang arah.


"Dalfi Adiwijaya Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja" gadis itu merasa sangat kesal dan marah pada dalfi hingga ia membuat rencana dalam otaknya agar ia kembali lagi bersama dengan dalfi.


*


begitulah cara kayla bekerja, ia akan terus bekerja dengan fokus sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa pintu sudah di ketuk berulang kali.


"Nona Mikayla"


saat ada yang memanggil namanya barulah kayla tersadar dari dunia nya, kayla melihat sekilas pada pria yang berada di hadapannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tuan sudah aku katakan bahwa aku tidak ingin pergi dengan mu, Aku mohon jangan ganggu aku saat aku bekerja"


mendengar perkataan Kayla pria di depannya malah mengerutkan keningnya, dan kembali bertanya hal yang memalukan bagi seorang kayla.


"Kapan aku mengajakmu pergi"


kayla kenatap sejenak pria yang berada di hadapannya itu, "Aku rasa dia memang punya ke pribadian ganda, atau mungkin amnesia mendadak" gumam kayla dalam hatinya.


"Dengar aku kemari ingin memberikan berkas-berkas yang harus kau kerjakan, karena Rio sedang mengerjakan sesuatu, jadi aku sendiri yang mengantarnya." dalfa menjelaskan dengan panjang lebar, ini pertama kali nya ia berbicara begitu panjang dengan orang asing, sampai menjelaskan apa yang ingin dia lakukan.


"Baik tuan" kayla merasa sedikit malu dengan apa yang telah ia katakan pada Bos-nya, kayla mengambil berkas-berkas yang berada di tangan dalfa.


"Kerjakan dengan segera, aku beri waktu satu jam untuk mu" dalfa langsung pergi begitu saja setelah mengatakan hal itu.


kayla hanya menghela nafas panjang, "Dia itu menyebalkan"


belum lama dalfa pergi kini dalfi datang kembali ke ruangan kayla, kayla mengerutkan keningnya ia juga melihat baju yang di kenakan Bos-nya berubah kembali seperti awal ia masuk keruangan nya.


dalfi tersenyum melihat kayla yang berdiri saat melihat dalfi masuk, " dia pasti sudah setuju dengan ajakan ku" dalfi bersorak ria dalam hatinya.


Kayla baru akan membuja mulutnya untuk berbicara namub tiba-tiba pintu ruangannya terbuka kembali menampakkan Rio dan sosok yang sama di depannya.


karena terkejut kayla pun jatuh pingsan.


"Kayla" ucap dalfa dalfi, dan Rio bersamaan.


mereka langsung menghampiri Kayla dan memindahkan nya ke sofa.


"Kenapa dengan Nona kayla, dia seperti habis melihat hantu saja?" rio melihat ke arah dua saudara kembar itu.


Dalfa dan dalfi hanya mengangkat kedua bahunya masing-masing sambil menggelengkan kepalanya.


Rio melihat tingkah saudara kembar itu hanya bisa mengacak rambutnya dengan frustasi, karena rio yakin kayla terkejut karena kelakuan mereka.