
Kayla mematikan komputer nya dengan cepat ia pun mengambil tasnya, ia berniat pergi meninggalkan mansion utama untuk menemui seseorang.
namun saat kayla keluar dari kamarnya ia baru ingat pasti seluruh keluarga kini berada di ruang tamu, untuk menunggu kepulangan diandra.
kayla berjalan mengendap-endap melihat situasinya, untung saja apa yang berada di pikiran kayla tidak terjadi, ternyata ruang tamu itu kosong tidak ada siapa pun disana hingga memudahkan kayla untuk pergi dari mansion utama.
"Kemana perginya semua orang" gumam kayla, tanpa pikir panjang kayla pun langsung bergegas menuju ke luar mansion.
namun ternyata disana banyak penjaga yang menjaga mansion dengan sangat ketat, "bagaimana ini, pikirkan sesuatu Kay"
kayla bingung bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari mansion tanpa seorang pun yang melihatnya, "Sebaiknya aku harus menggunakan jalan lain"
dan kayla mengingat di mansion ini ada satu jalan yang tidak pernah di jaga ataupun di buka, jalan itu akan langsung mengantarnya keluar dari mansion utama menuju jalan raya.
dengan langkah cepat kayla berlari menuju pintu belakang dan membuka paksa pintu yang sudah lama tidak dilewati, terdapat banyak tumbuhan liar dan berduri di sana namun dengan tekad yang kuat kayla melewati jalan itu walau lengannya harus terluka karena duri tajam tanaman liar itu.
'Awwh.." kayla Meringis Merasakan perih di bagian lengannya karena tergores duri tanaman liar yang menghambat jalannya.
dengan susah payah kayla melewati semak-semak itu dengan memegangi luka di lengannya, dengan langkah pasti akhirnya Kayla pun berhasil melewati jalan penuh duri itu, kini kayla sudah berada di luar mansion dan mulai menyetop taksi yang lewat di depannya.
"Antarkan saya ke jalan xx"
dengan cepat taksi itupun membawa kayla ke alamat yang dituju nya, setelah sampai kayla membayar taksi itu dan langsung masuk ke gedung apartemen milik sepupunya.
tingnong... tingnong..
brakkkk.. brakkk.. brakkkk
"Rania buka pintunya" nya teriak kayla di luar apartemen milik Rania.
ceklek
namun Kayla tidak menghiraukan perkataan sepupunya, ia langsung melenggang masuk kedalam apartemen milik Rania.
"hei kau tidak sopan" teriak rania langsung menyusul Kayla.
"dimana kotak obatnya" tanya Kayla yang meringis merasakan perih di bagian lengannya.
Rania langsung terdiam melihat saudara sepupunya meringis memegangi lengannya yang terus mengeluarkan darah, "tunggu sebentar"
dengan cepat Rania pun mengambil kotak obat dan mulai mengobati luka yang cukup dalam di lengan sepupunya.
setelah selesai mengobati luka kayla, Rania langsung mengusir kayla dari apartemen milik nya, " sudah selesai, sekarang kau cepat pergilah dari apartemen ku"
"Aku tidak akan pernah kemana pun sebelum kau mengatakan semua kebenaran yang kau ketahui" ucap kayla dengan tatapan tajamnya.
rania merasa sedikit ketakutan melihat tatapan mata kayla yang seperti ingin mengulitinya, "A.. apa maksudmu?" tanya rania gugup.
kayla langsung mencengkeram erat pundak rania, "Aku tahu kau mengetahui sebuah kebenaran, jadi beri tahu aku apa kebenaran yang kau miliki rania" kayla menekan kukunya di pundak rania, dan membuat Rania meringis kesakitan.
"Aku tidak akan memberi tahumu, cukup aku yang tahu saja rahasia itu" ucap rania.
"Rania" teriak kayla.
"Baiklah jika kau memaksa, kalau aku mengatakan ayah mu masih hidup, apa kau akan percaya pada ku?" tanya rania dengan senyuman sinis nya.
deghh..
bersambung..