
Dalfi mengecek suhu tubuh diandra dengan seksama, "sudah normal" ucapnya.
lalu menatap wajah Diandra yang terlihat masih sedikit pucat, "Kamu tunggu disini sebentar," dalfi langsung keluar dari kamar diandra.
"ternyata kau masih sama seperti dulu kak, selalu ada untuk ku di saat aku sedang membutuhkan mu" diandra tersenyum melihat punggung dalfi yang semakin menjauh dari pandangan nya.
setelah menunggu beberapa saat, kini dalfi pun masuk ke dalam kamar diandra, dengan membawakan semangkuk bubur dan air hangat.
"ayo makan dulu" dalfi meniup bubur, dan mulai menyuapi Diandra.
Awalnya diandra menolak, namun dalfi terus membujuk nya sampai diandra menuruti perintah nya.
perlahan diandra pun memakan bubur yang di suapi oleh dalfi, sampai bubur itu habis tak tersisa, kemudian dalfi pun memberikan obat pada diandra.
Setelah semua tugasnya selesai dalfi pun akan beranjak pergi, namun langkah nya terhenti saat mendengar ucapan diandra.
"terimakasih kak"
"Tidak perlu berterimakasih, beristirahat lah aku akan kembali ke kantor, hubungi aku jika kau perlu sesuatu." dalfi pun menyelimuti diandra.
setelah itu dalfi pun pergi meninggalkan diandra di dalam kamar nya, sebenarnya dalfi tidak ingin meninggalkan diandra dalam keadaan sakit.
namun dalfi pun tidak ingin Terlalu banyak memberi harapan pada diandra, karena saat ini dalam hatinya masih ada kayla wanita yang ia cintai yang kini sudah menjadi istri kakaknya.
"Andai saja saat itu aku yang berada di sana, maka akulah yang akan menikahinya bukan kakak" dalfi menyesali kebodohannya sendiri.
Kini dalfi pun berpamitan kepada amanda untuk kembali ke perusahaan Wijaya.
*
hari ini adalah hari pertama kayla menjabat sebagai direktur utama di Wijaya grup, kayla sedang mengurus semua hutang piutang perusahaan dan memeriksa kembali data keuangan perusahaan, saat pamannya menjabat sebagai CEO di sana.
Dengan pokus kayla bekerja memeriksa data keuangan perusahaan dan data-data karyawan yang sebelumnya.
"Gio tolong carikan aku laporan keuangan perusahaan dua tahun lalu, aku rasa disanalah penyebab utama perusahaan RM diamond mengalami kerugian.''
"Baik nona" dengan cekatan gio pun menjalankan tugas yang diberikan oleh kayla.
setelah menunggu beberapa menit Gio pun mengirimkan email kepada kayla, dan semua data yang kayla minta pun kini masuk ke email nya.
dengan lihai kayla mengoperasikan komputer nya dan membaca semua data dengan seksama, kayla baru menyadari bahwa setelah kerjasama dengan perusahaan GN.
perusahaan Rm diamond mengalami kerugian besar karena menanggung pengeluaran GN yang hampir bangkrut.
"Siapa pemilik perusahaan GN?" tanya kayla pada gio.
"kami tidak pernah tahu siapa pemilik asli perusahaan GN, saat menandatangani kontrak perjanjian pun hanya asisten nya saja yang datang, dan iya nyonya Anita lah yang merekomendasikan perusahaan GN pada tuan roman."
"Anita!, aku yakin ini pasti ada konspirasi di dalamnya" gumam kayla.
dan kayla pun memeriksa semua data pengiriman keuangan dengan perusahaan GN yang tidak sesuai dengan kontrak perjanjian dengan perusahaan GN bahkan ada banyak data pengiriman uang ke rekening pribadi pemilik perusahaan GN.
lalu kayla mulai membuka data pribadi milik perusahaan GN, namun nihil kayla tidak menemukan petunjuk apapun disana.
"siapa sebenarnya pemilik perusahaan GN, kenapa mereka menyembunyikan identitas dirinya, apa ada hubungannya dengan nyonya Anita? kayla terus bertanya-tanya dalam hatinya.
bersambung